Mengenal Spesies Diptera dalam Kesehatan

Diptera mempunyai spesies terbanyak, sampai sekarang telah dikenal ±80.000 spesies yang dibagi dalam ±132 famili (Nauman, 1996).Ordo ini dalam bidang kesehatan spesiesnya banyak dikenal sebagai vektor penyakit pada manusia dan binatang. Diptera ini mempunyai tiga subordo yang dapat dibedakan dari bentuk antenanya:

Subordo Nematocera mempunyai 8 divisi (satu divisi belum terdata dengan jelas) dengan 26 famili dan 7 famili dari 26 belum terdata dengan jelas yang mempunyai ciri sebagai berikut: Antena bersegmen seperti untaian manik yang disebut bentuk filiform dan probosis lebih panjang dari kepala. Palpi bersegmen 4-5, dan yang terpenting dalam bidang kesehatan adalah famili: Culicidae, Ceratopogonidae, Psychodidae, Simulidae.

Subordo Brachycera terdiri dari 2 divisi dengan super famili terdiri dari 6, dan famili berjumlah 45 dengan 2 famili belum terdata dengan jelas yang mempunyai ciri sebagai berikut: antena bersegmen tiga dan lebih pendek dari toraks. Palpi bersegmen 2-3 yang terpenting dalam bidang kedokteran adalah famili Tabanidae. Continue reading

Ketahanan Parasit serta Kekuatannya

Sebenarnya tidak seluruhnya host dapat membantu perkembangan parasit saat di transfer. Parasit di dalam tubuh membutuhkan host dan memerlukan faktor-faktor untuk berhasil mempersiapkan diri maupun memperkuat diri, baik terhadap serangan maupun reaksi tubuh host atau memperkuat diri dalam menimbulkan infeksi. Ketidakefisienan saat ditransfer pada host disebabkan parasit tidak mendapat bantuan untuk berkembang/bereproduksi atau kemungkinan host tidak dapat digunakan sebagai reservoir untuk dapat menjadi bentuk infektif. Dalam jangka panjang kondisi ini sangat penting diketahui untuk menjaga parasit dalam masa transmisi utama, walaupun keadaan ini tidak merugikan.Sifat dasar transmisi boleh terjadi secara sporadik untuk suatu periode seperti saat epidemik yang berhubungan pada transmisi sekunder. Transmisi tidak akan terjadi bila host tidak bersifat sebagai reservoir, sebab akan menjadi akhir transmisi bagi parasit atau menyebabkan kematian dari parasit, yang mana host ini disebut dengan death-end host sedang tingginya transmisi dari seluruh infeksi zoonotik yang merupakan tambahan masalah disebut dengan death-end-categories, dan kematian dari serangga yang bersifat vektor dikarenakan parasit disebut dengan death-end-arthropod dan parasit pada vektor ini tidak menjadi infektif. Continue reading

Hormon Berfungsi dalam Suatu Hirarki Kompleks Yang Saling Berhubungan

Pertama-tama akan dibahas sistem endokrin yang utama di dalam tubuh dan kerja sama beberapa fungsinya. Lokasi anatomis kelenjar endokrin utama yang sangat penting dalam mengatur metabolisme. Istilah endokrin (“mengeluarkan ke dalam”) berarti bahwa sekresi kelenjar endokrin bersifat internal, artinya dikeluarkan ke dalam darah. Selain beberapa kelenjar endokrin yang sudah banyak dikenal, seperti tiroid dan pituitari, ada beberapa jenis jaringan lain seperti pineal, timus dan sejumlah besar sel pada saluran gastrointestinal yang mensekresikan beberapa jenis hormon.

Hipotalamus, suatu bagian khusus dari otak, adalah pusat koordinasi dari sistem endokrin; hipotalamus ini menerima dan mengintegrasikan pesan dari susunan syaraf pusat. Sebagai jawaban dari pesan ini, hipotalamus memproduksi sejumlah hormon pengatur hipotalamik. yang dikirimkan ke kelenjar pituitari. yang berlokasi di bawah hipotalamus. Setiap harmon hipotalamus mengatur sekresi suatu hormon spesifik yang dikeluarkan oleh bagian anterior atau posterior dari kelenjar pituitari. Beberapa hormon hipotalamik akan merangsang pituitari untuk mensekresikan hormon tertentu; sedangkan yang lain akan menghambat sekresi hormon. Sekali kelenjar pituitari ini distimulasi. maka hormon akan disekresikan ke dalam darah untuk dibawa ke kelenjar endokrin lain, termasuk di dalamnya adrenal korteks. sel-sel endokrin pankreas. kelenjar tiroid. dan ovarium dan testes. Selanjutnya kelenjar-kelenjar ini terstimulasi untuk mensekresikan hormon-hormon spesifik, yang dibawa oleh darah menuju reseptor hormon di dalam atau pada sel jaringan target. Terdapat satu tambahan hubungan lagi pada system beranting ini. Di dalam sel jaringan target, terdapat suatu molekul lain pengirim isyarat, yaitu pembawa pesan intraselular. membawa pesan dari reseptor hormon menuju struktur sel atau enzim spesifik yang merupakan target terakhir. Jadi setiap sistem endokrin menyerupai sekumpulan sistem beranting, yang dibuat untuk membawa pesan dari susunan syaraf ke molekul efektor spesifik dan sel target. Continue reading

Diagnosis Pengobatan Diabetes Mellitus Tergantung pada Pengukuran Biokimiawi

Pengukuran biokimia komponen spesifik darah dan air seni merupakan indikator penting keadaan metabolik dan dipakai di dalam diagnosis penyakit dan pengobatan. Sebuah contoh adalah diabetes mellitus. yang menyebabkan abnormalitas nyata pada metabolisme. Diabetes mellitus, menempati urutan ketiga sebagai penyebab kematian di Amerika. Keadaan ini relatif umum: kira-kira 5 persen populasi manusia di Amerika menunjukkan beberapa tingkatan abnormalitas dalam metabolisme glukosa yang menunjukkan diabetes atau kecenderungan mendekati diabetes. Diabetes mellitus benar-benar merupakan kelompok penyakit di mana aktivitas pengaturan insulin mungkin terhambat dalam berbagai hal. Lebih lagi, beberapa hormon lainnya dapat mempengaruhi metabolisme glukosa. Diabetes mempunyai suatu komponen genetik; tambahan juga, diduga bahwa infeksi yang disebabkan oleh virus meningkatkan perkembangannya. Ada dua kelompok besar diabetes, yang menyerang anak-anak dan yang menyerang orang dewasa. Pada kanak-kanak penyakit ini muncul dengan cepat dan segera menjadi parah. Pada orang dewasa, penyakit ini lambat perkembangannya dan sering lenyap tanpa diketahui. Diabetes yang menyerang anak-anak memerlukan terapi insulin dengan hati-hati, dan penjagaan seumur hidup akan kesetimbangan antara konsumsi glukosa dan dosis insulin. Pengukuran biokimiawi pada darah dan air seni penting dalam diagnosis dan pengobatan terhadap penderita diabetes yang menyebabkan perubahan drastis pada metabolisme (Tabel 24-6). Continue reading

Transmisi Horizontal (Vektor ke Vertebrata)

Penularan ini dapat terjadi melalui enam mekanisme.

Kategori umum Jalan transmisi Parasit/vektor
Vertikal

Vertikal

Horizontal¹

Horizontal¹

Horizontal²

Horizontal²

Horizontal²

Horizontal²

Horizontal²

Horizontal²

Transovarial

Transtadial (stadium kestadium)

Veneral (jantan ke betina)

Co-feeding

Air liur

Stercorarian

Regurgitation

Secara pasif

Aktif invasi

Ingestion by host

Babesia bigemina/tick

Borrelia burgdoiferi/tick

La Crosse virus/nyamuk

B. burgdorferi/tick

Plasmodium sp/nyamuk

T.cruzii/triatoma

Yersiniapestis/flea

Borrelia pestis/kutu

Onchocerca/lalat hitam

Dipylidium caninum/flea

1) Dari vektor ke vektor;

2) Dari vektor ke vertebrata.

Transmisi melalui air liur.

Suatu transmisi melalui air liur vektor biasanya sangat efisien bagi parasit, di mana penularan ini terjadi secara inokulasi saat makan.Tipe parasit yang hidup pada usus maupun pada hemosul dari vektor, biasanya transmisi yang terjadi sangat lambat. Hal ini disebabkan parasit harus keluar terlebih dahulu baru ia akan berusaha untuk memasuki host. Banyak parasit yang keluar secara aktif sebelum menginfeksi host misalnya filaria, di mana mikro meta-filaria setelah mengalami perkembangan menjadi stadium infektif, dan stadium ini akan berkumpul pada bagian kepala maupun mulut baru kemudian bentuk infektif ini secara aktif akan keluar saat vektor makan (mengisap darah), dan dalam waktu singkat larva akan menuju lokasi tusukan dari insek serta memakai bekas tusukan untuk jalan masuk ke host vertebrata. Continue reading

Dasar dan Evaluasi Terjadinya Infeksi

Artropoda dengan mikroba (parasit) niscaya dapat hidup saling berinteraksi, dan kemampuan artropoda yang sangat mudah mengisap darah makhluk vertebrata (cairan tubuh).

Bila kita perhatikan secara cermat ada dua jalan yakni: jalan pertama, adalah serangga yang mempunyai sifat mulutnya menusuk dan mengisap (piercing-sucking), melalui bagian mulutnya baik terhadap tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan serta darah makhluk vertebrata (misalnya, nyamuk atau Reduviidae bugs) yang digunakan sebagai transmisi maupun nutrisi bagi serangga. Jalan kedua, adalah serangga yang mempunyai mulut bersifat mengunyah (chewing mouthparts) dan menyerap sekumpulan parasit dari manusia (binatang) yang berkoloni pada bulu maupun permukaan tubuhnya.

Cacing, protozoa, dan bakteri yang bersifat parasit pada vertebrata telah mempunyai sejarah yang sangat panjang dan mempunyai perkembangan yang survive. Bila artropoda mengisap darah dan mempunyai sifat tidak dapat menyediakan bahan untuk kehidupan parasit, maka parasit akan hilang (mati), sementara Rickettcia perkembangannya harus melalui vektor, sebab dalam tubuh vektor terjadi perkembangannya setelah mengisap darah tuan rumah. Continue reading

Obat Tradisional Buatan Sendiri

Obat Tradisional Buatan SendiriPada jaman dahulu nenek moyang kita mempunyai kemampuan untuk menyediakan ramuan obat tradisional untuk mengobati keluarga sendiri. Obat tradisional seperti inilah yang kemudian menjadi akar pengembangan obat tradisional di Indonesia saat ini. OIeh pemerintah. cara tradisional ini selanjutnya dikembangkan dalam program taman obat keluarga (toga).

Program toga Iebih mengarah kepada self care untuk menjaga kesehatan anggota keluarga serta untuk menangani penyakit ringan. Sumber tanaman bisa disediakan oleh masyarakat sendiri baik secara individu, keluarga, maupun kolektif dalam suatu Iingkungan masyarakat. Namun, bahan jamu yang umumnya merupakan bumbu dapur juga bisa dibeli dari pasar tradisional. Continue reading

Jenis Obat Tradisional

Jenis Obat TradisionalBerdasarkan keputusan Kepala Badan POM RI No. HK.OO.05.4.2411 tentang ketentuan pokok pengelompokan dan penandaan obat bahan alam Indonesia, obat tradisional dikelompokkan menjadi tiga, yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

a. Jamu (Empirical Based Herbal Medicine)

Jamu adalah obat tradisional yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun Jamu tersebut. Jamu disajikan secara tradisional dalam bentuk serbuk seduhan, pil, atau cairan. Umumnya, obat tradisional ini dibuat dengan mengacu pada resep peninggalan leluhur. Satu jenis jamu disusun dari berbagai tanaman obat yang jumlahnya antara 5—10 macam, bahkan bisa lebih. Jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai uji kIinis, tetapi cukup dengan bukti empiris. Di samping kIaim khasiat yang dibuktikan secara empiris, jamu juga harus memenuhi persyaratan keamanan dan standar mutu. Jamu yang telah digunakan secara turun-menurun selama berpuluh-puluh tahun bahkan ratusan tahun telah membuktikan keamanan dan manfaat secara Iangsung untuk tujuan kesehatan tertentu. Continue reading

Hubungan Antara Penyakit Diabetes dan Penyakit Gusi

Hubungan antara penyakit diabetes dan penyakit gusiPenyakit diabetes telah lama dipercaya sebagai faktor resiko terjadinya penyakit gusi. Kini penelitian yang terbaru menyatakan bahwa dapat pula terjadi kebalikannya. Penyakit gusi atau yang juga dikenal dengan nama penyakit periodontal merupakan penyakit yang sering menyebabkan hilangnya gigi pada orang dewasa (dicabut ataupun terlepas sendiri). Pada penyakit ini, terjadiinfeksi pada jaringan yang menyokong gigi. Oleh karena itu, apabila gusi yang berfungsi menyokong gigi ini mengalami kerusakan, maka gigi tidak lagi memiliki dukungan yang baik sehingga perlu dicabut atau bahkan dapat terlepas sendiri.

Peneliti Amerika melakukan penelitian terhadap 9.000 orang yang tidak memiliki penyakit diabetes pada awal penelitian. Dengan 817 orang memiliki kecenderungan untuk mengalami diabetes. Lalu peneliti membandingkan diantara tiap orang dengan berbagai tingkatan penyakit gusi terhadap resiko perkembangan diabetes selama 20 tahun berikutnya. Dan para peneliti tersebut menemukan bahwa orang dengan tingkat penyakit gusi yang tinggi memiliki kecenderungan untuk mengalami diabetes tipe 2 hampir 2 kali lebih besar.Hasil ini tetap dipercaya bahkan setelah faktor-faktor lain ikut dipertimbangkan seperti faktor umur, merokok, obesitas, dan tekanan darah tinggi. Continue reading

Hubungan Kesehatan Gigi dengan Penyakit Stroke dan Jantung

Kesehatan gigi dengan penyakit stroke dan jantungIngin terhindar dari stroke dan serangan jantung?Jagalah selalu kesehatan mulut dan gigi dengan cara menggosok gigi secara benar dan teratur!

Selama ini mungkin kita menggosok gigi hanya untuk menjaga kebersihan dan kesegaran mulut, mencegah gigi berlubang atau pun masalah gusi. Tetapi berdasarkan hasil penelitian seorang ilmuwan Inggris, membersikan mulut dan gigi dapat menghindarkan Anda dari penyakit jantung dan serangan stroke. Continue reading