Search Results for: anatomi extremitas inferior

Anatomi Fungsional Bahu

Gerakan extremitas superior ini jauh lebih rumit dan kompelks dari pada extremitas inferior, hal ini dilihat dari macam gerakan yang bisa di lakukannya, banyaknya tulang dan sendi yang tersangkut, adanya koordinasi yang tinggi antar bagian-bagian tak langsung melalui  gelang bahu dengan demikia gerakan extremitas superior tergantung kepada posisi pada gerakan gelang bahu dan tubuh. Gerakan yang sempurna ini di sini lain juga merugikan yaitu dengan berkurangnya tingkat stabilitasnya. Untuk extremitas superior khususnya sendi bahu, sebenarnya stabilitas ini memang tidak terlalu dibutuhkan karena dia tidak diperlukan untuk menyangga berat badan seperti halnya pada tulang belakang dengan kemungkinan terjadinya trauma, penyakit atau patologis yang lain. Continue reading

Anatomi Fungsional dan Biomekanika Regio Siku (Elbow)

Anatomi Fungsional dan Biomekanika Regio Siku Anatomi fungsional dan biomekanika

  1. Tulang pembentuk:
    1. Os humeri
    2. Os ulnae
    3. Os radii
    4. Persendian
      1. Art Humeri ulnaris (engsel/ginglimus/hinge)

Dibentuk oleh Trochlea humeri yang berbentuk seperti  Pulley dengan facet convek /cembung, di tengahnya terdapat  “Groove” sehingga terbentuk 2 facet joint, dimana facet medial lebih besar  dan lebih caudal disbanding facet lateral. Gerakan yang terjadi adalah fleksi dan ekstensi. Continue reading

Isometric Exercise – Kerja Otot Statik

Isometric Exercise

Isometric ExerciseLatihan isometrik merupakan bagian pertama dari pengobatan fisioterapi setelah injury atletik atau cidera olahraga, seperti sprain, kontusio, dislokasi, kerobekan tendon, osteosynthesis, atau fraktur yang diobati secara konservatif.

Latihan yang menyebabkan kontraksi otot secara individual atau group/kelompok tetapi tidak terjadi gerakan pada sendi dinamakan dengan latihan isometrik. Tidak ada kerja yang dihasilkan pada tipe kerja otot ini. Dalam rumus, kerja = gaya x jarak, dan latihan isometrik tidak menghasilkan komponen jarak. Meskipun demikian, derajat ketegangan yang dicapai adalah tinggi. Kerja otot statik ini bisa terasa sangat berat dan lelah. Kelelahan yang relatif cepat dari kerja otot statik dapat disebabkan adanya kompresi (penekanan) pada kapiler darah selama kontraksi otot, sehingga mencegah suplai oksigen yang cukup dan pelepasan sisa-sisa metabolisme. Kerja tersebut harus diselesaikan secara anaerobik. Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Pada Extremitas Superior

Dislokasi ShoulderDislokasi Shoulder

Ciri khasnya adalah perubahan ukuran sendi, perubahan axis lengan yg dislokasi, & posisi tdk alamiah pd shoulder. Meskipun ada usaha dari atlit untuk mengoreksi tetapi akan kembali lagi ke posisi abnormal. Sering disertai oleh injury pd flexus brachialis atau n.axillaris atau n.muskulokutaneus. Paling sering terjadi injury adalah kombinasi dgn fraktur tuberculum majus.

Kondisi ini seringkali terjadi pada penunggang kuda yg tiba-tiba jatuh dari kuda, juga sbg akibat dari jatuh dlm posisi outstretch lengan, akibat dari melempar bola, akibat dari pukulan bola volly yang sangat kuat saat lengan berotasi jauh keluar, akibat dari bergulat, & akibat dari overekstensi lengan pd palang gimnastik.

Traumatic Periarthritis humeroscapular

Trauma langsung pd shoulder & area sekitarnya spt trauma akibat jatuh dari kuda, bantingan yudo, jatuh pd vollyball, gerakan melempar à dpt menyebabkan berkembangnya traumatic periarthritis humero-scapular. Continue reading

Anatomi Fungsional Elbow Joint (Sendi Siku)

elbowAnatomi Fungsional.

Pada prinsipnya gerakan pada sendi siku terjadi pada dua arah yaitu : (1) flexi /extensi dimana gerakan ini merupakan gerakan antara tulang humerus terhadap tulang lengan bawah (radius dan ulna), (2) pronasi dan supinasi, gerakan ini merupakan gerakan rotasi yang mana tulang radius akan berputar terhadap tulang ulnae. Bagian proximal. radius ulnae dibentuk oleh, capitulum radii dan incisura radialis daripada ulnae dan ini adalah merupakan bagian dari sendi siku. Sedangkan distal radius — ulna merupakan bagian dari sendi pergelangan tangan. Continue reading

Anatomi Regio Pergelangan Kaki dan Kaki

Anatomy of the Ankle ANATOMI

Secara anatomis kaki bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

- kaki bagian belakang (hindfoot)

- kaki bagian tengah (midfoot)

- kaki bagian depan (forefoot) Continue reading

Anatomi Regio Pergelangan Tangan dan Jari-jari

Anatomi

Untuk mempermudah dalam mempelajari daerah pergelangan tangan, tangan dan jari-jari dibagi menjadi:

  1. Distal radio-ulnar joint
  2. Carpalia (radiocarpal joint, intercarpal dan midcarpal joint)
  3. Ibu jari
  4. Tapak tangan dan jari-jari.

Anatomi Regio Pergelangan Tangan dan Jari-jari

  1. 1.     Distal radio-ulnar joint

Ulna mempunyai hubungan yang sangat penting dengan sendi siku, tetapi ujung distal ulna tidak  betul-betul berhubungan dengan tulang-tulang pergelangan tangan (carpalia). Tulang-tulang carpal hanya bersendi dengan tulang radius. Antara tulang ulna dan tulang-tulang carpal terdapat discus fibrocartilago.

Distal radio ulnar joint ini merupakan pivot joint  dan mempunyai satu axis gerak. Walaupun radius bergerak terhadap ulna, tetapi bukan berarti ulna tidak bergerak. Pada saat gerakan pronasi, ulna bergerak ke belakang dan lateral, sedangkan pada saat gerakan supinasi, ulna bergerak ke depan dan medial. Continue reading

Anatomi dan Biomekanik Sendi Lutut (Knee Joint)

Anatomi dan Biomekanik Sendi Lutut (Knee Joint)Sendi lutut terdiri dan hubungan antara (I) os femur dan os tibia (tibiofemoralert joint) , (2) os femur dan os patella (patello lemoralis joint) dan (3) os tibia dan os fibula tibiofibu1aris proximalis joint).

  1. Art. Tibiofemoralis

Dibentuk oleh condylus femoralis lateralis dan medialis (convexicembung) dan tibia plateu (concaf/cekung).

Permukaan sendi dan condylus medialis lebih lebar dibanding condylus lateralis (LM>LL) kira-kira 1-2 cm, sehingga jika terjadi gerakan flexi atau extensi pada pemukaan sendi bagian lateral (LL) sudah terbatas dibanding bagian medial (LM). :Konsekwensinya, penekanan pada bagian medial (LM) relatif lebih kecil dibanding pada bagian lateral (LL). Bentuk kroming kedua condylus pada bagian anterior lebih kecil dibanding pada bagian posterior. Continue reading

Penanganan Cedera Lutut dan Ankle Akibat Trauma Olahraga

Penanganan Cidera Lutut dan Ankle Akibat Trauma Olahraga

Penanganan Cidera Lutut dan Ankle Akibat Trauma OlahragaAPA ITU CEDERA?

Cedera adalah keadaan akibat benturan / tumbukan pada tubuh atau sebagian dari tubuh dimana tubuh tersebut tidak mampu menerima beban ( forces ) akibat benturan / tumbukan tersebut

 APA ITU CEDERA OLAH RAGA

Cedera Olah Raga : adalah cedera yang diakibatkan oleh aktifitas olah raga

 CEDERA LUTUT

Anatomi

– Tulang : femur, patella, dan tibia

– Jaringan lunak : meniscus, ligament crusiatum, dan ligamen collateral, dan ligamentum patella.

 Fungsi Anatomi

• Sendi lutut merupakan “ Hinge Joint “ , selain itu secara fisiologis pergerakannya berupa “ Gliding Joint “.

• Sendi lutut merupakan sendi yang paling rentan mendapat cedera dari semua sendi di tubuh manusia.

• Karena mempunyai fungsi untuk pergerakan dan meneruskan beban tubuh maka diperlukan “ Stabilitas “

• Stabilitas lutut ditunjang oleh :

–Intrinsic dan

–Extrinsic

 Bagaimana Cara Melakukan Deferensial

Diagnosis

• Pemeriksaan harus menentukan :

– Seberapa berat cederanya

– Bagian mana yang mengalami cedera :

• Ligament

• Muscle tendon

• Capsule

• Meniscus

• Cartilage

• Bone

• Any combination

 MECHANISME OF INJURIES

• Trauma langsung

• Trauma tidak langsung

 CEDERA ANKLE

ANATOMI

– Tulang : tibia, fibula, dan talus

– Soft tissue : Syndesmotic, lateral collateral ligament, dan medial collateral ligament

Fungsi Anatomi :

– Prinsipnya untuk meneruskan beban dan sebagai propulsi

• Untuk itu diperlukan stabilitas yang baik.

 PRINSIP – PRINSIP PENANGANANNYA

• Dilakukan pemeriksaan sedini mungkin setelah kejadian

• Pemeriksa ( Dokter ) harus bersifat objektif dalam melakukan pemeriksaan.

 Konsep-konsep Penanganan

• Jika penanganan sudah diputuskan, maka dokternya harus mempunyai kepercayaan yang tinggi

Aspek Biomekanik Dalam Olahraga

Aspek Biomekanik Dalam OlahragaASPEK BIOMEKANIK

Cidera olahraga terjadi karena adanya pembebanan/ penggunaan yang berlebihan, ketidaksiapan jaringan terhdp latihan à adanya stress pada jaringan. Stress adalah beban per unit area yang berkembang pada suatu bidang permukaan didlm suatu struktur sbg respon terhdp beban eksternal/internal. Beban eksternal adalah beban luar yang diterima oleh tubuh seperti gaya gravitasi, pukulan, benturan, dll. à dihasilkan oleh gaya.

Komponen strength, endurance, & power otot serta fleksibiltas sangat diperlukan pada beberapa cabang OR. Pada atletik lari 100 – 400 m membutuhkan kom-ponen strength & power yg tinggi. Pada OR marathon membutuhkan komponen enduran-ce yg tinggi. Pada OR senam lantai, gymnastik membutuhkan kom-ponen strength & fleksibilitas yg tinggi. Ketidaksiapan komponen2 diatas dapat memudahkan terjadinya cidera.

Keseimbangan tubuh sgt diperlukan pd beberapa cabang olahraga. Kurangnya keseimbangan dapat mempermudah terjadinya cidera, sebaliknya keseimbangan yg baik dapat membantu mencegah terjadinya injury. Kekuatan otot yg seimbang sgt mendukung terciptanya keseimbangan yg baik. Keseimbangan adalah penyesuaian tubuh yg merata terhdp beberapa gaya yg melawannya, & tubuh dlm keadaan seimbang.

Keseimbangan sgt dipengaruhi oleh stabilitas. Stabilitas adalah kemampuan tubuh untuk melawan gaya yg mungkin akan merusak keseimbangan. Stabilitas bergantung pada :

- Luas bidang tumpuan.

- Letak titik berat tubuh terhdp bidang tumpuan.

- Proyeksi titik berat tubuh ke dasar tumpuan.

- Berat tubuh Continue reading