Search Results for: askep dislokasi patella

Jenis Cedera Olahraga Pada Regio Lutut

Injury ligamentInjury meniskus

Sebagai akibat dari gerakan twisting yg tiba2 pd knee. Gerakan ini biasa terjadi pd olahraga ski, atletik, gulat, sepakbola, handball, bola basket, dan ballet. Injury ini sering terjadi pada meniskus medialis & selalu berhubungan dgn kerusakan pd lig.transversal knee. Injury pd meniskus lateral jarang terjadi.

Gejala khas adalah nyeri hebat pd gerakan ekstensi/hiperekstensi knee, nyeri spontan selama rotasi knee & efusi sendi.

Injury ligament

Injury yg paling sering terjadi pd atletik. Kondisi ini disebabkan oleh tuntutan gerak dari olahraga2 tertentu & kepekaan knee terhadap injury karena struktur anatomi dan mekanikalnya. Injury kapsul-ligamen biasanya berkaitan dgn mekanisme gerak fleksi, rotasi, abduksi & adduksi knee. Baik lig.collateral, lig.cruciatum & kapsul sendi dpt terkena injury. Lig.collatteral medial paling sering terkena injury à memungkinkan disertai injury meniskus.

Tipe injury ini terutama terjadi pada pemain sepakbola, handball, downhill ski, & olahraga pertarungan seperti yudo dan gulat.

Condromalacia patella

Kondisi ini paling banyak terjadi pd atlit kelompok usia 20-an & 40-an spt pemain bola, yudo, bola volly, bola basket & downhill ski. Gejalanya meliputi nyeri tekan dan nyeri gerak, krepitasi & bengkak. Gejala degenerasi disebabkan oleh proses biomekanik yang terjadi berulang2. Condromalacia dapat muncul secara sekunder dari kerusakan lainnya pd knee spt injury meniskus.

Dislokasi patella

Dislokasi patella dapat disebabkan oleh perubahan patologi dari axis tungkai, pukulan/tendangan melawan sisi medial atau lateral patella. Dislokasi biasanya bergeser ke lateral. Dislokasi ini biasa terjadi pd olahraga permainan khususnya sepakbola. Juga sering terjadi pd gulat, yudo, & olahraga pertarungan lainnya. Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Secara Umum

Jenis Cedera Olahraga Secara UmumJames Wilson, Mac Donald, Colin Ferguson dalam bukunya Sports Injuries, membuat rumusan cedera Olah Raga sebagai berikut :

KEPALA ;

1. Gegar Otak / pingsan ( tinju / karate / balap )
2. Othematoma ( telinga pegulat )
3. Otitis Media / externa ( perenang )
4. Nyeri telinga ( penerbang / penyelam )
5. Robek Gendang / tuli mendadak ( letupan senjata / loncat indah )
6. Robek sekitar mata ( petinju )
7. Mata terkena bola ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
8. Bola mata tergores ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
9. Lebam mata ( tinju / karate )
10. Lepas perlekatan retina
11. Pteriqium ( jaringan ikat pada cornea / pralayar )
12. Perdarahan / patah hidung ( tinju / karate )
13. Robek bibir / lidah
14. Gigi patah Continue reading

Anatomi dan Biomekanik Sendi Lutut (Knee Joint)

Anatomi dan Biomekanik Sendi Lutut (Knee Joint)Sendi lutut terdiri dan hubungan antara (I) os femur dan os tibia (tibiofemoralert joint) , (2) os femur dan os patella (patello lemoralis joint) dan (3) os tibia dan os fibula tibiofibu1aris proximalis joint).

  1. Art. Tibiofemoralis

Dibentuk oleh condylus femoralis lateralis dan medialis (convexicembung) dan tibia plateu (concaf/cekung).

Permukaan sendi dan condylus medialis lebih lebar dibanding condylus lateralis (LM>LL) kira-kira 1-2 cm, sehingga jika terjadi gerakan flexi atau extensi pada pemukaan sendi bagian lateral (LL) sudah terbatas dibanding bagian medial (LM). :Konsekwensinya, penekanan pada bagian medial (LM) relatif lebih kecil dibanding pada bagian lateral (LL). Bentuk kroming kedua condylus pada bagian anterior lebih kecil dibanding pada bagian posterior. Continue reading

Cedera Lutut Fisioterapi

Anatomi, Cidera, dan Latihan

Sendi lutut adalah salah satu sendi terbesar pada tubuh. Sendi ini dibentuk oleh dua tulang yaitu tulang femur (paha) dan tulang tibia (betis) dan dihubugkan oleh empat ligament yang sangat kuat. Ligament ini berfungsi untuk menstabilkan dan mengontrol gerakan pada sendi lutut. Diantara kedua tulang ini terdapat bantalan yang disebut meniscus. Semua bangunan pada sendi lutut ini beresiko mengalami kerusakan. Lutut adalah bagian dari tubuh yang sering mengalami cidera disepanjang umur kita. Kerusakan ini sering terjadi pada saat olahraga dan aktivitas atletik (jalan, lari, lempar, lompat). Banyak cidera lutut ini diobati dengan pengobatan konservatif dengan istirahat, es (pendinginan), gerakan dan fisioterapi. Tetapi ada juga cidera lutut yang harus diobati dengan operasi. Prosedur operasi ini sangat kecil resikonya, sehingga bisa dilakukan oleh pasien manapun. Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Pada Extremitas Superior

Dislokasi ShoulderDislokasi Shoulder

Ciri khasnya adalah perubahan ukuran sendi, perubahan axis lengan yg dislokasi, & posisi tdk alamiah pd shoulder. Meskipun ada usaha dari atlit untuk mengoreksi tetapi akan kembali lagi ke posisi abnormal. Sering disertai oleh injury pd flexus brachialis atau n.axillaris atau n.muskulokutaneus. Paling sering terjadi injury adalah kombinasi dgn fraktur tuberculum majus.

Kondisi ini seringkali terjadi pada penunggang kuda yg tiba-tiba jatuh dari kuda, juga sbg akibat dari jatuh dlm posisi outstretch lengan, akibat dari melempar bola, akibat dari pukulan bola volly yang sangat kuat saat lengan berotasi jauh keluar, akibat dari bergulat, & akibat dari overekstensi lengan pd palang gimnastik.

Traumatic Periarthritis humeroscapular

Trauma langsung pd shoulder & area sekitarnya spt trauma akibat jatuh dari kuda, bantingan yudo, jatuh pd vollyball, gerakan melempar à dpt menyebabkan berkembangnya traumatic periarthritis humero-scapular. Continue reading

Penanganan Cedera Lutut dan Ankle Akibat Trauma Olahraga

Penanganan Cidera Lutut dan Ankle Akibat Trauma Olahraga

Penanganan Cidera Lutut dan Ankle Akibat Trauma OlahragaAPA ITU CEDERA?

Cedera adalah keadaan akibat benturan / tumbukan pada tubuh atau sebagian dari tubuh dimana tubuh tersebut tidak mampu menerima beban ( forces ) akibat benturan / tumbukan tersebut

 APA ITU CEDERA OLAH RAGA

Cedera Olah Raga : adalah cedera yang diakibatkan oleh aktifitas olah raga

 CEDERA LUTUT

Anatomi

– Tulang : femur, patella, dan tibia

– Jaringan lunak : meniscus, ligament crusiatum, dan ligamen collateral, dan ligamentum patella.

 Fungsi Anatomi

• Sendi lutut merupakan “ Hinge Joint “ , selain itu secara fisiologis pergerakannya berupa “ Gliding Joint “.

• Sendi lutut merupakan sendi yang paling rentan mendapat cedera dari semua sendi di tubuh manusia.

• Karena mempunyai fungsi untuk pergerakan dan meneruskan beban tubuh maka diperlukan “ Stabilitas “

• Stabilitas lutut ditunjang oleh :

–Intrinsic dan

–Extrinsic

 Bagaimana Cara Melakukan Deferensial

Diagnosis

• Pemeriksaan harus menentukan :

– Seberapa berat cederanya

– Bagian mana yang mengalami cedera :

• Ligament

• Muscle tendon

• Capsule

• Meniscus

• Cartilage

• Bone

• Any combination

 MECHANISME OF INJURIES

• Trauma langsung

• Trauma tidak langsung

 CEDERA ANKLE

ANATOMI

– Tulang : tibia, fibula, dan talus

– Soft tissue : Syndesmotic, lateral collateral ligament, dan medial collateral ligament

Fungsi Anatomi :

– Prinsipnya untuk meneruskan beban dan sebagai propulsi

• Untuk itu diperlukan stabilitas yang baik.

 PRINSIP – PRINSIP PENANGANANNYA

• Dilakukan pemeriksaan sedini mungkin setelah kejadian

• Pemeriksa ( Dokter ) harus bersifat objektif dalam melakukan pemeriksaan.

 Konsep-konsep Penanganan

• Jika penanganan sudah diputuskan, maka dokternya harus mempunyai kepercayaan yang tinggi

Shoulder Kompleks

Shoulder KompleksShoulder complex merupakan sendi yang paling kompleks pada tubuh manusia. Dibentuk oleh tulang-tulang scapula, clavicula, sternum dan humerus. Dari keempat tulang ini membentuk  sendi-sendi: glenohumeralis, acromioclavicularis, sternoclavicularis dan scapulothoracic. Sendi-sendi ini bergerak bersama-sama saling mempengaruhi dan menjadi gerak sendi yang kompleks.

“Range of motion” dari shoulder kompleks yaitu:

-         Gerak fleksi dapat mencapai 180˚ dan dapat berkurang dengan bertambahnya umur (Murray et al, 1985), sedang ekstensi bisa sampai 60˚.

-         Geraka abduksi juga mencapai 180˚ (AAOS, 1965) maksimal abduksi terjadi pada “scapularpalne” (diantara bidang gerak fleksi dan abduksi). Sedang gerak adduksi dapat mencapai 75˚ di depan tubuh.

-         Gerak rotasi bervariasi, tergantung posisi fleksi shoulder dan total ROM external dan internal rotasi dapat mencapai 180˚.

Gerakan  shoulder kompleks (shoulder girdle) saling mempengaruhi , dengan pengertian apabila salah satu mengalami gangguan gerak  (terbatas) maka dapat dilakukan aktifitas fungsional dengan cara kompensasi dan gerak sendi yang lain. Continue reading

Mekanisme Terjadinya Cidera Pada Sendi Lutut

Sendi lutut memberikan mobilitas dan stabilitas untuk tungkai anda ketika melakukan aktifitas berjalan dan berlari. Bagaimanapun, fungsi-fungsi ini dapat dikompromikan jikalutut mengalami cidera. Dengan meningkatnya popularitas dan partisipasi dalam aktifitas olah raga dan kebugaran, jumlah cidera lutut telah meningkat. Berat-ringannya cidera ini bervariasi dari strain yang ringan (cidera otot atau tendon) atau sprain (cidera ligamentum) sampai kerobekan komplit dari ligamentum dan struktur jaringan lunak sendi lutut. Continue reading

Isometric Exercise – Kerja Otot Statik

Isometric Exercise

Isometric ExerciseLatihan isometrik merupakan bagian pertama dari pengobatan fisioterapi setelah injury atletik atau cidera olahraga, seperti sprain, kontusio, dislokasi, kerobekan tendon, osteosynthesis, atau fraktur yang diobati secara konservatif.

Latihan yang menyebabkan kontraksi otot secara individual atau group/kelompok tetapi tidak terjadi gerakan pada sendi dinamakan dengan latihan isometrik. Tidak ada kerja yang dihasilkan pada tipe kerja otot ini. Dalam rumus, kerja = gaya x jarak, dan latihan isometrik tidak menghasilkan komponen jarak. Meskipun demikian, derajat ketegangan yang dicapai adalah tinggi. Kerja otot statik ini bisa terasa sangat berat dan lelah. Kelelahan yang relatif cepat dari kerja otot statik dapat disebabkan adanya kompresi (penekanan) pada kapiler darah selama kontraksi otot, sehingga mencegah suplai oksigen yang cukup dan pelepasan sisa-sisa metabolisme. Kerja tersebut harus diselesaikan secara anaerobik. Continue reading

Mengenal Karateristik Cidera Pada Jaringan Lunak

Dalam kehidupan sehari-hari cedera jaringan lunak dapat saja terjadi pada setiap orang. Oleh sebab itu sebagai seorang fisioterapis yang cukup berperan dalam pengobatan cedera jaringan lunak sudah seharusnya dapat mengenal dan membedakan masing-masing cedera berdasarkan karakteristiknya sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam menetapkan diagnosis , terlebih lagi dalam hal pengobatannya. Karena apapun bentuk cedera yang terjadi pada jaringan lunak biasanya di sertai dengan tanda dan gejala-gejala berupa : nyeri, tenderness, pembengkakan dan spasme otot, meskipun dengan intensitas yang berbeda-beda. Continue reading