Search Results for: askep paraparese inferior

Anatomi Otot Pengunyah

Perjalanan M. masseter dari arcus zygomaticus ka angulus mandibulae dapat dipalpasi dengan mudah melalui kulit. Pada saat merapatkan gigi, M. temporalis dapat diraba di fossa temporalis. M. Pterygoideus medialis berinsertio pada permukaan dalam angulus mandibulae. M. pterygoideus lateralis berjalan kea rah dalam dari articulatio temporomandibularis.

M. Temporalis1. Otot : M. Temporalis

Nervus : Nn. Temporales profundi (N. mandibularis (V/3)

Origo : Os temporal di bawah linea temporalis inferior, lapisan dalam fascia temporalis

Insertio : Apex dan permukaan medial proc. Coronoideuss mandibulae

Fungsi : Serabut anterior menutup mulut, serabut posterior menarik mandibula Continue reading

Shoulder Kompleks

Shoulder KompleksShoulder complex merupakan sendi yang paling kompleks pada tubuh manusia. Dibentuk oleh tulang-tulang scapula, clavicula, sternum dan humerus. Dari keempat tulang ini membentuk  sendi-sendi: glenohumeralis, acromioclavicularis, sternoclavicularis dan scapulothoracic. Sendi-sendi ini bergerak bersama-sama saling mempengaruhi dan menjadi gerak sendi yang kompleks.

“Range of motion” dari shoulder kompleks yaitu:

-         Gerak fleksi dapat mencapai 180˚ dan dapat berkurang dengan bertambahnya umur (Murray et al, 1985), sedang ekstensi bisa sampai 60˚.

-         Geraka abduksi juga mencapai 180˚ (AAOS, 1965) maksimal abduksi terjadi pada “scapularpalne” (diantara bidang gerak fleksi dan abduksi). Sedang gerak adduksi dapat mencapai 75˚ di depan tubuh.

-         Gerak rotasi bervariasi, tergantung posisi fleksi shoulder dan total ROM external dan internal rotasi dapat mencapai 180˚.

Gerakan  shoulder kompleks (shoulder girdle) saling mempengaruhi , dengan pengertian apabila salah satu mengalami gangguan gerak  (terbatas) maka dapat dilakukan aktifitas fungsional dengan cara kompensasi dan gerak sendi yang lain. Continue reading

Struktur Jantung

Struktur JantungSTRUKTUR  JANTUNG 

JANTUNG  Adalah  : organ otot terbagi atas 4 ruang  yang ditutupi oleh  3 lapis otot yaitu dari luar kedalam ; Pericardium, Myocardium dan Endocardium

 2 Ruang atas  yi; atrium kanan dan kiri yang dibatasi oleh Septum Interatrium  yang fungsinya :

 a. Menerima darah  à atrium kiri menerima darah dari sirkulasi pulmonal melalui vena pulmonalis dan atrium kanan menerima darah dari sirkulasi sistemik melalui vena cava superior dan Inferior

 b.  Memompa darah masuk ventrikel

2 Ruang bawah yi ; Ventrikel kanan dan kiri dibatasi oleh septum Interventrikel yang fungsinya ;

       a. Menerima darah dari atrium

       b. Memompa darah keluar jantung Continue reading

Anatomi Fungsional Bahu

Gerakan extremitas superior ini jauh lebih rumit dan kompelks dari pada extremitas inferior, hal ini dilihat dari macam gerakan yang bisa di lakukannya, banyaknya tulang dan sendi yang tersangkut, adanya koordinasi yang tinggi antar bagian-bagian tak langsung melalui  gelang bahu dengan demikia gerakan extremitas superior tergantung kepada posisi pada gerakan gelang bahu dan tubuh. Gerakan yang sempurna ini di sini lain juga merugikan yaitu dengan berkurangnya tingkat stabilitasnya. Untuk extremitas superior khususnya sendi bahu, sebenarnya stabilitas ini memang tidak terlalu dibutuhkan karena dia tidak diperlukan untuk menyangga berat badan seperti halnya pada tulang belakang dengan kemungkinan terjadinya trauma, penyakit atau patologis yang lain. Continue reading

Hepatitis Akut Disebabkan Oleh Virus

Hepatitis Akut Disebabkan Oleh VirusHepatitis virus adalah penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus. Penyebab terpenting ialah kelompok virus hepatitis A,B,C,D dan E. Akibat infeksi virus maka akan terjadi proses peradangan pada hati. Tergantung pada ganasnya virus serta bagaimana daya tahan dan reaksi tubuh maka penyakit hepatitis virus dapat berlangsung tanpa gejala ataupun dengan keluhan dan gejala tertentu seperti demam, mual, muntah, air seni berwarna kuning tua sampai kecoklatan, mata dan kulit menjadi kuning.

Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus yang disertai nekrosis & inflamasi pada sel-sel hati yang menghasilkan kumpulan perubahan klinis, biokimia,serta seluler yang khas. Sampai saat ini sudah terindentifikasi 5 tipe Hepatitis virus yang pasti yaitu hepatitis A, B, C, D, E. Hepatitis A & E mempunyai cara penularan yang serupa  (jalur fecal- oral ) sedangkan Hepatitis B, C, D melakukan banyak karakteristik yang sama. Continue reading

Inkoontinensia Urin Akibat Partus

Inkontinensia Urin Akibat PartusProses pembentukan urine dan pengeluarannya setelah ditampung pada kandung kemih merupakan suatu rangkaian fungsi daripada system atau traktus orogenitalia yang saling berkaitan satu sama lain sehingga memerlukan pengetahuan tentang anatomi terapan yang sehubungan dengan kondisi tersebut. Adapun proses tersebut melibatkan fungsi dari organ seperti: Ginjal, Ureter, vesucaurineria dan uretra yang kesemuanya mempunyai fungsi tertentu dalam proses pembentukan urine sampai pada pengeluaran urine, demikian pula otot-otot tersebut terletak dibawah lapisan jaringan yang elastic dan tebal yang sebelah luar dilapisi jaringan ikat. Di samping itu m. springter vesika uternus atau m. rabdosfingter ekternus. Otot inilah yang dapat meningkatkan fungsi sfingter vesica dengan menarik uretra kea rah proksimal sehingga uretra lebih menyempit. Otot-otot dasar panggul seperti m. levator ani dapat pula aktif menentukan posisi leher vesika. Bila dasar mengendor maka uretra dan leher vesika akan bergeser kebelakang dan vesika dapat dikosongkan. Bila uretra ditarik kedepan, maka mulut vesika ditutup . persarafan berasal dari pleksus lumbalis dan sacralis. Peredaran darah berasal dari ginjal dengan arteri renalisis dan vena renalis ureter mendapat suplai darah dari arteri renalis , arteri spermaticainterna vesikalis sebagai cabang dari arteri umbilikasi dan member darah pada vaginalisis dan basis vesika mendapat aliran darah dari arteri vesikalis inferior dan arteri vaginalis untuk wanita . Continue reading

Aspek Biomekanik Dalam Olahraga

Aspek Biomekanik Dalam OlahragaASPEK BIOMEKANIK

Cidera olahraga terjadi karena adanya pembebanan/ penggunaan yang berlebihan, ketidaksiapan jaringan terhdp latihan à adanya stress pada jaringan. Stress adalah beban per unit area yang berkembang pada suatu bidang permukaan didlm suatu struktur sbg respon terhdp beban eksternal/internal. Beban eksternal adalah beban luar yang diterima oleh tubuh seperti gaya gravitasi, pukulan, benturan, dll. à dihasilkan oleh gaya.

Komponen strength, endurance, & power otot serta fleksibiltas sangat diperlukan pada beberapa cabang OR. Pada atletik lari 100 – 400 m membutuhkan kom-ponen strength & power yg tinggi. Pada OR marathon membutuhkan komponen enduran-ce yg tinggi. Pada OR senam lantai, gymnastik membutuhkan kom-ponen strength & fleksibilitas yg tinggi. Ketidaksiapan komponen2 diatas dapat memudahkan terjadinya cidera.

Keseimbangan tubuh sgt diperlukan pd beberapa cabang olahraga. Kurangnya keseimbangan dapat mempermudah terjadinya cidera, sebaliknya keseimbangan yg baik dapat membantu mencegah terjadinya injury. Kekuatan otot yg seimbang sgt mendukung terciptanya keseimbangan yg baik. Keseimbangan adalah penyesuaian tubuh yg merata terhdp beberapa gaya yg melawannya, & tubuh dlm keadaan seimbang.

Keseimbangan sgt dipengaruhi oleh stabilitas. Stabilitas adalah kemampuan tubuh untuk melawan gaya yg mungkin akan merusak keseimbangan. Stabilitas bergantung pada :

- Luas bidang tumpuan.

- Letak titik berat tubuh terhdp bidang tumpuan.

- Proyeksi titik berat tubuh ke dasar tumpuan.

- Berat tubuh Continue reading

Isometric Exercise – Kerja Otot Statik

Isometric Exercise

Isometric ExerciseLatihan isometrik merupakan bagian pertama dari pengobatan fisioterapi setelah injury atletik atau cidera olahraga, seperti sprain, kontusio, dislokasi, kerobekan tendon, osteosynthesis, atau fraktur yang diobati secara konservatif.

Latihan yang menyebabkan kontraksi otot secara individual atau group/kelompok tetapi tidak terjadi gerakan pada sendi dinamakan dengan latihan isometrik. Tidak ada kerja yang dihasilkan pada tipe kerja otot ini. Dalam rumus, kerja = gaya x jarak, dan latihan isometrik tidak menghasilkan komponen jarak. Meskipun demikian, derajat ketegangan yang dicapai adalah tinggi. Kerja otot statik ini bisa terasa sangat berat dan lelah. Kelelahan yang relatif cepat dari kerja otot statik dapat disebabkan adanya kompresi (penekanan) pada kapiler darah selama kontraksi otot, sehingga mencegah suplai oksigen yang cukup dan pelepasan sisa-sisa metabolisme. Kerja tersebut harus diselesaikan secara anaerobik. Continue reading

Inkontinensia Urin Akibat Partus

Proses pembentukan urine dan pengeluarannya setelah ditampung pada kandung kemih merupakan suatu rangkaian fungsi daripada system atau traktus orogenitalia yang saling berkaitan satu sama lain sehingga memerlukan pengetahuan tentang anatomi terapan yang sehubungan dengan kondisi tersebut. Adapun proses tersebut melibatkan fungsi dari organ seperti: Ginjal, Ureter, vesucaurineria dan uretra yang kesemuanya mempunyai fungsi tertentu dalam proses pembentukan urine sampai pada pengeluaran urine, demikian pula otot-otot tersebut terletak dibawah lapisan jaringan yang elastic dan tebal yang sebelah luar dilapisi jaringan ikat. Continue reading

Sindroma Skapulokostal

Penyebab terserang dari nyeri bahu dengan rasa nyeri lokal dibahu dengan perambatan kebagian distal lengan dan tangan adalah sindroma skapulokostal. Dikatakan sindroma ini dijumpai 90 % dan semua rasa nyeri didaerah servikobrachial.

Sindroma ini disebut juga “postural fatique” dan akan mempengaruhi penderita selama masa istirahat. Gaya berat komponen skapula menyebabkan terjadinya sindroma ini. Sindroma ini juga menyebabkan kompresi neurovaskular di fossa supraklavikula yang gejalanya sama dengan gejala yang dijumpai pada igaservikal, sindroma skalenus anterior, sindroma klavikokostal dan sindrorna pektoralis minor.

Gejala ini terjadi pada penderita waktu istirahat pada posisi tegak (duduk atau berdiri). Prinsip utama dan sindroma ini adalah rotasi ke distal dari gerakan skapulokostal dan skapula yang memutar bagian redial dan superior skapula ke proksimal dan lateral. Akibat gerakan penarikan skapula kebawah menyebabkan tarikan pada otot-otot levator scapula, yang menyebabkan otot-otot ini terangsang dan rnengalami iskemia dan terjadilah spasme.

Dan timbullah gejala-gejala seperti dibawah ini:
- Rasa nyeri hemikranial (nyeri kepala sesisih) yang disebabkan karena salah satu atau semua penyebab dibawah ini:
- Tekanan pada n. oksipitalis magnus oleh karena regangan fascia cervicalis profunda segitiga posterior leher).
- Tegangan pada periosteum kraniun pada perlekatan otot trapezius atau elevator skapula.

Nyeri Rujukan (referred paint) dari leher akibat lordosis berlebihan yang menyebabkan penyempitan akar saraf pada foramen intervertebralis.
Rasa nyeri pada sisi posterolateral dan leher. Gejala radikuler kebawah yang ipsilateral ekstremitas atas baik vaskuler atauneurologik atau keduanya.Paresthesia dapat unilateral atau bilateral dan biasanya pada distribusi dari n. ulnaris. Akibat kiposis torakalis pada “fatique posture” dan saraf torakalis V dan VI dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan nyeri pada sudut inferior skapula.

Diagnosis didasarkan atas:
- Observasi dari sikap : “dorsal round back khyposis dengan lordosis servikalis kompensata yang meningkat dan kepala terdorong kemuka.
- Adanya bahu yang lentur riwayat dari penyabab yang menyebabkan sikap ini juga membantu untuk menentukan diagnosa.
- Menimbulkan daerah pencetus nyeri (trigger point area) di otot-otot scapula yang meliputi hiperalgesia, hiperasthesi dan allodynia Untuk ini diperlukan pemeriksaan yang teliti untuk mencari titik pencetus (trigger point area) atau daerah nyeri rujukan dengan tekanan digital.