Search Results for: askep teori fraktur femur

Proses Terjadinya Penuaan

1. Biologi

a. Teori “Genetic Clock”;

Teori ini menyatakan bahwa proses menua terjadi akibat adanya program jam genetik didalam nuklei. Jam ini akan berputar dalam jangka waktu tertentu dan jika jam ini sudah habis putarannya maka, akan menyebabkan berhentinya proses mitosis. Hal ini ditunjukkan oleh hasil penelitian Haiflick, (1980) dikutif Darmojo dan Martono (1999) dari teori itu dinyatakan adanya hubungan antara kemampuan membelah sel dalam kultur dengan umur spesies Mutasisomatik (teori error catastrophe) hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam menganalisis faktor-aktor penyebab terjadinya proses menua adalah faktor lingkungan yang menyebabkan terjadinya mutasi somatik. Sekarang sudah umum diketahui bahwa radiasi dan zat kimia dapat memperpendek umur. Menurut teori ini terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel somatik, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan fungsional sel tersebut. Continue reading

Fraktur 1/3 Proksimal Humerus

a. Definisi Fraktur Humerus
Diskontinuitas yang terjadi pada diafisis shaft tulang humerus karena rudapaksa / trauma
Klasifikasi fraktur humerus
1. Fraktur proksimal humerus
- One part fractures (minimally displaced)
- Two part fractures
• Fraktur tuberositas minor
• Fraktur tuberositas mayor Continue reading

Anatomi dan Biomekanik Sendi Lutut (Knee Joint)

Anatomi dan Biomekanik Sendi Lutut (Knee Joint)Sendi lutut terdiri dan hubungan antara (I) os femur dan os tibia (tibiofemoralert joint) , (2) os femur dan os patella (patello lemoralis joint) dan (3) os tibia dan os fibula tibiofibu1aris proximalis joint).

  1. Art. Tibiofemoralis

Dibentuk oleh condylus femoralis lateralis dan medialis (convexicembung) dan tibia plateu (concaf/cekung).

Permukaan sendi dan condylus medialis lebih lebar dibanding condylus lateralis (LM>LL) kira-kira 1-2 cm, sehingga jika terjadi gerakan flexi atau extensi pada pemukaan sendi bagian lateral (LL) sudah terbatas dibanding bagian medial (LM). :Konsekwensinya, penekanan pada bagian medial (LM) relatif lebih kecil dibanding pada bagian lateral (LL). Bentuk kroming kedua condylus pada bagian anterior lebih kecil dibanding pada bagian posterior. Continue reading

Fraktur Leher Humerus

Fractures of the neck of the humerusFraktur leher humerus

Umumnya terjadi pada wanita tua yang telah mengalami osteoporosis sehingga terjadi kelemahan pada tulang

Klasifikasi

-          Fraktur impaksi

-          Fraktur tanpa impaksi, dengan atau tanpa pergeseran

Pengobatan

-          Tanpa pergeseran dapat dilakukan terapi konservatif dengan mitela dan mobilisasi segera pada gerakan sendi bahu

-          Bila disertai pergeseran mungkin dapat dipertimbangkan tindakan operasi

Komplikasi

-          Kekakuan pada sendi

-          Trauma saraf yaitu nervus aksilaris

-          Dislokasi sendi bahu

Teori Partikel Zat

Teori Partikel Zat

Teori Partikel Zata. Susunan Zat

Zat/materi terdiri dari partikel—partikel kecil yang berupa atom atau molekul. Atom merupakan zat tunggal yang tidak bersenyawa atau tidak berikatan dengen atom lain, secara reaksi kimia biasa tak dapat diuraikan lagi.

Molekul terjadi karena penggabungan dua atom atau lebih, atom yang tak sama ataupun atom yang sama.

Gerak  Brown merupakan gerak secara acak pada partikel-partikel zat.

b. Klasifikasi Zat

Klasifikasi zat secara fisika misalnya konduktor, semi konduktor,isolator.Klasifikasi zat secara kimia misalnya unsur, senyawa, campuran. unsur/elemen adalah zat tunggal yang secara reaksi kimia biasa tak dapat diuraikan lagi, misalnya O2.

senyawa adalah zat tunggal yang secara reaksi kimia biasa dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih yang sederhana, merupakan persatuan dua unsur atau lebih, disebut  juga compound.

Menurut cara terbentuknya dibedakan menjadi :

1. elektrovalent compound, terbentuk oleh adanya. tarik menarik ion tak sejenis, bersifat asam/basa kuat, misalnya NaCl.

2. covalent compound, terbentuk oleh adanya kerjasama atom—atom pembentuknya sehingga masing-masing kulit terluar punya kelengkapan ,jumlah elektron, bersifat asam/basa lemah, misalnya H2O.

3. radical compound, terbentuk seperti covalent compound tetapi masih belum terlengkapi sehingga masih dapat menarik unsur lain, bisa berubah menjadi elektrovalent ataupun covalent, misalnya OH.

Campuran adalah zat yang terdiri dari dua zat atau lebih yang sifat-sifat zat asalnya masih nampak, meskipun ada yang sulit dikenali, dapat berupa campuran homogeny misalnya gula ataupun campuran heterogen misalnya pasir.

c. Electro Chemical Series ( ECS )

merupakan deretan logam dengan sifat-sifat tertentu, yaitu K, Na, Zn, (H), Cu, Ag, Pt.

sifat yang dimiliki :

1. logam yang terletak di sebelah kiri H bila dimasukkan dalam larutan akan memberikan ion kepada larutan, sedangkan logam yang terletak di sebelah kanan H bila-dimasukkan ke dalam larutan-akan menerima ion dari larutan.

2. logam yang terletak di sebelah kiri H akan cenderung bermuatan lebih negatif daripada larutan, sedangkan logam yang terletak di sebelah kanan H akan cenderung bermuatan lebih positif dari pada larutan.

3. semakin ke kiri akan semakin cenderung dalam bentuk ion, sedangkan semakin ke kanan cenderung dalam bentuk atom.

4. semakin jauh dari H akan semakin besar beda potensialnya.

d. Teori Atom Dalton

menurut ahli fisika Dalton maka :

1. zat terdiri dari atom, yang merupakan partikel terkecil.

2. atom dari suatu unsur adalah sama.

3. beberapa atom membentuk molekul benda.

e. Teori Elektron Lorenz

menurut ahli fisika Lorenz maka :

1. benda terdiri dari atom, yang merupakan bagian yang tak dapat dipecah lagi tanpa kehilangan sifat aslinya.

2. atom terdiri dari partikel—partikel yaitu inti ( proton dan neutron ) bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.

3. proton menolak terhadap proton, elektron menolak terhadap elektron, proton tarik menarik terhadap elektron.

4. elektron dapat berpindah tempat.

5. elektron mudah bergerak dalam konduktor.

6. atom dikatakan netral apabila muatan positif sama besar dengan muatan negatif, dikatakan bermuatan positif ( ion positif ) apabila jumlah proton lebih banyak daripada elektron, dikatakan negatif ( ion negatif ) apabila jumlah elektron lebih banyak daripada proton.

f. Magnet

magnet adalah benda yang dapat menarik besi/baja.

1) Hipotesa Weber

Teori molekul kemagnetan dinamakan juga Hipotesa Weber :

a. tiap magnet terdiri dari magnet—magnet penyusun disebut magnet elementer.

b. pada besi, magnet elementer mudah berubah kedudukannya, sedangkan pada baja sulit, sehingga besi lebih mudah dimagnetkan tetapi juga lebih mudah kehilangan sifat kemagnetannya.

c. magnet elementer pada magnet mengarah ke suatu arah tertentu yaitu Utara dan Selatan, sedangkan magnet elementer pada benda yang bukan magnet akan membentuk lingkaran tertutup.

2. Macam Magnet

a. menurut bentuknya : ladam (kuku ), jarum, batang, silinder, keping dll.

b. menurut terjadinya : magnet alam (natural ), magnet buatan (artificial) yang dibedakan menjadi magnet permanen dan magnet temporer.

3) Bagian Magnet :

Kutub magnet adalah bagian magnet yang gaya tariknya terbesar, dinamakan kutub utara dan Kutub Selatan yaitu ujung magnet yang menunjuk arah Utara dan selatan pada saat dalam keadaan bebas

4. Pembuatan Magnet

a. induksi/imbas/influensi ( magnetik ataupun elektrik ), di mana ujung magnet yang terjadi selalu berlawanan dengan ujung magnet yang didekati. Pembuatan magnet oleh aliran arus listrik dinamakan elektromagnet.

b. gosokan, di mana ujung magnet yang terjadi sama dengan ujung magnet yang menggosok.

5. Macam Bahan Yang Ditarik Magnet

Zat/bahan yang dapat ditarik oleh magnet dibedakan menjadi  :

a. ferromnagnetik ( ditarik dengan kuat ) misalnya besi, baja.

b. paramagnetik ( ditarik dengan lemah ) misalnya platina.

c. diamagnetik ( ditolak ) misalnya emas.

6. sifat—sifat Magnet

a. mengambil arah Utara dan Selatan.

b. kutub yang senama tolak menolak, kutub tak senama tarik menarik.-

c. menarik benda magnetis.

d. dapat memindahkn sifat kemagnetannya.

e. mengeluarkan medan magnet.

hukum Coulomb : gaya tolak menolak ataupun tarik menarik yang dilakukan oleh magnet berbanding lurus dengan kuat kutub masing- masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

dapat dihitung dengan rumus :

 Teori Partikel Zat

7. Medan Magnet

medan magnet adalah ruang di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh magnet tersebut, magnet yang berada di dalamnya akan mengalami gaya magnet yang digambarkan sebagai garis-garis gaya magnetik yang dimulai dari Kutub utara untuk berakhir pada Kutub Selatan.•

medan magnet dapat ditimbulkan oleh arus listrik.

arah garis gaya magnet pada kawat lurus yang dialiri arus listrik adalah menurut aturan Maxwell.

arah garis gaya magnet pada kawat berbentuk kumparan ( coil ) yang dialiri arus listrik adalah menurut Aturan Ampere.

Jenis Cedera Olahraga Secara Umum

Jenis Cedera Olahraga Secara UmumJames Wilson, Mac Donald, Colin Ferguson dalam bukunya Sports Injuries, membuat rumusan cedera Olah Raga sebagai berikut :

KEPALA ;

1. Gegar Otak / pingsan ( tinju / karate / balap )
2. Othematoma ( telinga pegulat )
3. Otitis Media / externa ( perenang )
4. Nyeri telinga ( penerbang / penyelam )
5. Robek Gendang / tuli mendadak ( letupan senjata / loncat indah )
6. Robek sekitar mata ( petinju )
7. Mata terkena bola ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
8. Bola mata tergores ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
9. Lebam mata ( tinju / karate )
10. Lepas perlekatan retina
11. Pteriqium ( jaringan ikat pada cornea / pralayar )
12. Perdarahan / patah hidung ( tinju / karate )
13. Robek bibir / lidah
14. Gigi patah Continue reading

Kelelahan Psikologis

Menurut International Ergonomics Association, Ergonomi berasal dari dua kata; ERGON (Kerja) dan NOMOS (Ilmu Pengetahuan), yakni suatu studi tentang aspek manusia dalam kaitannya dengan lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen serta desain atau perancangan untuk mendapatkan suatu suasana kerja yang dapat sesuai dengan pemakainya (manusia). Secara singkat dapat dikatakan bahwa, ergonomi merupakan suatu penyesuaian yang dilakukan manusia terhadap tugas pekerjaannya dengan kondisi tubuh manusia itu sendiri, tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat stress serta beban kerja yang akan dihadapi manusia dalam pekerjaannya. Continue reading

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca Immobilisasi

Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca ImmobilisasiPenatalaksanaan Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca Immobilisasi
Pengertian:
Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada kontraktur sendi siku pasca immobilisasi
Tujuan:
Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien dengan hasil yang optimal.
Kebijakan:
Patologi:
- Pasca immobilisasi fraktur/dislokasi
- Pasca operasi fraktur supracondylar siku, fraktur ante brachii, tumor dan lain-lain
- Kontraktur kapsulo-ligamenter, kontraktur otot siku. Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Pada Regio Lutut

Injury ligamentInjury meniskus

Sebagai akibat dari gerakan twisting yg tiba2 pd knee. Gerakan ini biasa terjadi pd olahraga ski, atletik, gulat, sepakbola, handball, bola basket, dan ballet. Injury ini sering terjadi pada meniskus medialis & selalu berhubungan dgn kerusakan pd lig.transversal knee. Injury pd meniskus lateral jarang terjadi.

Gejala khas adalah nyeri hebat pd gerakan ekstensi/hiperekstensi knee, nyeri spontan selama rotasi knee & efusi sendi.

Injury ligament

Injury yg paling sering terjadi pd atletik. Kondisi ini disebabkan oleh tuntutan gerak dari olahraga2 tertentu & kepekaan knee terhadap injury karena struktur anatomi dan mekanikalnya. Injury kapsul-ligamen biasanya berkaitan dgn mekanisme gerak fleksi, rotasi, abduksi & adduksi knee. Baik lig.collateral, lig.cruciatum & kapsul sendi dpt terkena injury. Lig.collatteral medial paling sering terkena injury à memungkinkan disertai injury meniskus.

Tipe injury ini terutama terjadi pada pemain sepakbola, handball, downhill ski, & olahraga pertarungan seperti yudo dan gulat.

Condromalacia patella

Kondisi ini paling banyak terjadi pd atlit kelompok usia 20-an & 40-an spt pemain bola, yudo, bola volly, bola basket & downhill ski. Gejalanya meliputi nyeri tekan dan nyeri gerak, krepitasi & bengkak. Gejala degenerasi disebabkan oleh proses biomekanik yang terjadi berulang2. Condromalacia dapat muncul secara sekunder dari kerusakan lainnya pd knee spt injury meniskus.

Dislokasi patella

Dislokasi patella dapat disebabkan oleh perubahan patologi dari axis tungkai, pukulan/tendangan melawan sisi medial atau lateral patella. Dislokasi biasanya bergeser ke lateral. Dislokasi ini biasa terjadi pd olahraga permainan khususnya sepakbola. Juga sering terjadi pd gulat, yudo, & olahraga pertarungan lainnya. Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Pada Extremitas Superior

Dislokasi ShoulderDislokasi Shoulder

Ciri khasnya adalah perubahan ukuran sendi, perubahan axis lengan yg dislokasi, & posisi tdk alamiah pd shoulder. Meskipun ada usaha dari atlit untuk mengoreksi tetapi akan kembali lagi ke posisi abnormal. Sering disertai oleh injury pd flexus brachialis atau n.axillaris atau n.muskulokutaneus. Paling sering terjadi injury adalah kombinasi dgn fraktur tuberculum majus.

Kondisi ini seringkali terjadi pada penunggang kuda yg tiba-tiba jatuh dari kuda, juga sbg akibat dari jatuh dlm posisi outstretch lengan, akibat dari melempar bola, akibat dari pukulan bola volly yang sangat kuat saat lengan berotasi jauh keluar, akibat dari bergulat, & akibat dari overekstensi lengan pd palang gimnastik.

Traumatic Periarthritis humeroscapular

Trauma langsung pd shoulder & area sekitarnya spt trauma akibat jatuh dari kuda, bantingan yudo, jatuh pd vollyball, gerakan melempar à dpt menyebabkan berkembangnya traumatic periarthritis humero-scapular. Continue reading