Search Results for: cara menghitung vo2 max manual

Cardiorespiratory Endurance

Cardiorespiratory Endurance

Cardiorespiratory EnduranceCardiorespiratory endurance

Tes VO2max

a. Run Test

1)      Cooper Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan yang berjarak 400 meter – setiap 100 meter diberi tanda
  • Stopwatch dan meteran
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur pelaksanaannya adalah :

  • Tentukan titik star dan titik finish
  • Suruh orang coba untuk berlari/berjalan dari titik star sampai titik akhir jarak lari, kemudian kembali lagi dan seterusnya sampai mencapai waktu 12 menit. Jika waktu telah mencapai 12 menit, perintahkan orang coba untuk berhenti berlari/berjalan.
  • Seorang asisten mencatat jumlah putaran yang dilaluinya, kemudian menghitung total jarak yang ditempuh dengan cara menjumlahkan putaran yang dilaluinya.
  • Hasil yang dicapai, dicocokkan dengan Tabel VO2max berdasarkan jarak yang ditempuh.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max-nya dapat dihitung dengan menggunakan rumus : ( jarak yang ditempuh dalam meter – 504,9) / 44,73. Hasil dari rumus tersebut dicocokkan dengan tabel VO2max.

Tabel VO2max. menurut Cooper

Usia

Sgt Baik

Baik

Sedang

Kurang

Sgt Krg.

Laki2  13-14

>2700m

2400-2700m

2200-2399m

2100-2199m

<2100m

Pr 13-14

>2000m

1900-2000m

1600-1899m

1500-1599m

<1500m

Laki2 15-16

>2800m

2500-2800m

2300-2499m

2200-2299m

<2200m

Pr. 15-16

>2100m

2000-2100m

1700-1999m

1600-1699m

<1600m

Laki2 17-20

>3000m

2700-3000m

2500-2699m

2300-2499m

<2300m

Pr. 17-20

>2300m

2100-2300m

1800-2099m

1700-1799m

<1700m

Laki2 20-29

>2800m

2400-2800m

2200-2399m

1600-2199m

<1600m

Pr. 20-29

>2700m

2200-2700m

1800-2199m

1500-1799m

<1500m

Laki2 30-39

>2700m

2300-2700m

1900-2299m

1500-1899m

<1500m

Pr.  30-39

>2500m

2000-2500m

1700-1999m

1400-1699m

<1400m

Laki2 40-49

>2500m

2100-2500m

1700-2099m

1400-1699m

<1400m

Pr. 40-49

>2300m

1900-2300m

1500-1899m

1200-1499m

<1200m

Laki2 >50

>2400m

2000-2400m

1600-1999m

1300-1599m

<1300m

Pr.  >50

>2200m

1700-2200m

1400-1699m

1100-1399m

<1100m

2)      Balke Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan yang berjarak 400 meter – setiap 100 meter diberi tanda
  • Stopwatch dan meteran
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Tentukan titik star dan titik finish.
  • Suruh orang coba untuk berlari/berjalan dari titik star sampai titik akhir jarak lari, kemudian kembali lagi dan seterusnya sampai mencapai waktu 15 menit. Jika waktu telah mencapai 15 menit, perintahkan orang coba untuk berhenti berlari/berjalan.
  • Seorang asisten mencatat jumlah putaran yang dilaluinya, kemudian menghitung total jarak yang ditempuh dengan cara menjumlahkan putaran yang dilaluinya.
  • Hasil yang dicapai, dicocokkan dengan Tabel VO2max.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max-nya dapat dihitung dengan menggunakan rumus : [ { ( jarak yang ditempuh dalam meter : 15) – 133 } x 0,172 ] + 33,3. Hasil dari rumus tersebut dicocokkan dengan tabel VO2max.

Tabel VO2max (mlO2/kg/min) untuk Perempuan

Usia

Sgt Kurang

Kurang

Sedang

Baik

Sgt Baik

Sempurna

13-19

<25.0

25.0 – 30.9

31.0 – 34.9

35.0 – 38.9

39.0 – 41.9

>41.9

20-29

<23.6

23.6 – 28.9

29.0 – 32.9

33.0 – 36.9

37.0 – 41.0

>41.0

30-39

<22.8

22.8 – 26.9

27.0 – 31.4

31.5 – 35.6

35.7 – 40.0

>40.0

40-49

<21.0

21.0 – 24.4

24.5 – 28.9

29.0 – 32.8

32.9 – 36.9

>36.9

50-59

<20.2

20.2 – 22.7

22.8 – 26.9

27.0 – 31.4

31.5 – 35.7

>35.7

60+

<17.5

17.5 – 20.1

20.2 – 24.4

24.5 – 30.2

30.3 – 31.4

>31.4

Tabel VO2max (mlO2/kg/min) untuk Laki-Laki

Usia

Sgt Kurang

Kurang

Sedang

Baik

Sgt Baik

Sempurna

13-19

<35.0

35.0 – 38.3

38.4 – 45.1

45.2 – 50.9

51.0 – 55.9

>55.9

20-29

<33.0

33.0 – 36.4

36.5 – 42.4

42.5 – 46.4

46.5 – 52.4

>52.4

30-39

<31.5

31.5 – 35.4

35.5 – 40.9

41.0 – 44.9

45.0 – 49.4

>49.4

40-49

<30.2

30.2 – 33.5

33.6 – 38.9

39.0 – 43.7

43.8 – 48.0

>48.0

50-59

<26.1

26.1 – 30.9

31.0 – 35.7

35.8 – 40.9

41.0 – 45.3

>45.3

60+

<20.5

20.5 – 26.0

26.1 – 32.2

32.3 – 36.4

36.5 – 44.2

>44.2

  1. b.      Rockport Walking Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan.
  • Stopwatch.
  • Seorang asisten/pembantu.

Prosedur Pelaksanaannya adalah

  • Tentukan titik star dan titik finish.
  • Catat berat badan orang coba dan jenis kelaminnya.
  • Suruh orang coba untuk berjalan sampai mencapai jarak 1 mil (1609 meter) secepat mungkin.
  • Catat waktunya jika telah mencapai jarak 1 mil, kemudian segera hitung denyut nadinya (bpm).
  • Setelah itu, masukkan kedalam rumus VO2max untuk menghitung nilai VO2max-nya.

Hasil VO2max : Untuk menilai VO2max-nya, masukkan data jenis kelamin (sex), usia, berat badan, denyut nadi pada akhir tes, dan waktu yang ditempuh. Kemudian gunakan rumus VO2max sebagai berikut :

VO2max = 132,853 – (0,0769 x berat badan) – (0,3877 x usia) + (6,315 x sex) – (3,2649 x waktu) – (0,1565 x HR).

Keterangan :

  • berat badan dalam pounds (lbs)
  • usia dalam tahun
  • sex, dimana laki-laki = 1 & perempuan = 0
  • waktu dalam menit
  • HR (denyut nadi) dalam beats/menit (bpm)

  1. c.       Bruce Treadmill Test dan Max.Bicycle Test

1)      Bruce Treadmill Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Treadmill Marathon
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Hidupkan mesin treadmill marathon
  • Suruh orang coba untuk berdiri diatas treadmill marathon dan siap untuk berlari diatas treadmill, kemudian atur tombol kecepatan treadmill secara bertahap dari kecepatan rendah sampai maksimal.
  • Setelah mencapai kecepatan maksimal, orang coba tetap berlari sampai terjadi kelelahan.
  • Setelah terjadi kelelahan, turunkan kecepatan treadmill secara bertahap dan perlahan kemudian catat waktu yang telah diperoleh.
  • Hasil waktu yang dicapai dimasukkan kedalam rumus.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max, dapat dihitung dengan menggunakan rumus : 14,8 – 1,379 (waktu) + 0,451 (waktu2) – 0,012 (waktu3)

2)      Storer-Davis Maximal Bicycle Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Static Bicycle Ergometer
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Atur beban kerja pada 0 watt, kemudian orang coba disuruh bersepeda pada kecepatan 60 rpm selama 4 menit sebagai “warm-up”
  • Kemudian tingkatkan beban kerja sampai 15 watt dan setiap 1 menit ditingkatkan 15 watt lagi, dan pertahankan kecepatan sekitar 60 rpm.
  • Jika kecepatan pedal telah menurun berarti telah terjadi kelelahan, dan tes dihentikan.
  • Catat beban kerja terakhir yang telah dicapai, kemudian masukkan kedalam rumus untuk menilai VO2max.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max, dapat dihitung dengan menggunakan rumus : (10,51 x watt) + (6,35 x kg) – (10,49 x usia) + 519.3 à untuk laki2

(9,39 x watt) + (7,7 x kg) – (5,88 x usia) + 136,7 à untuk wanita.

  1. 2.      Tes Denyut Nadi
    1. a.      Step test yang sederhana

Tes ini bertujuan untuk mengukur cardiovaskular endurance seseorang.  Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Sebuah bangku/tempat duduk (bench) yang tingginya sekitar 12 inchi (sama ukurannya dengan anak tangga di rumah)
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Orang coba melangkah keatas bench dengan satu kaki kemudian diikuti kaki lainnya.
  • Kemudian, melangkah kebawah dengan satu kaki lalu diikuti kaki lainnya.
  • Pertahankan siklus langkah ; untuk mudahnya mempertahankan siklus langkah selalu mengatakan aba-aba “naik, naik, turun, turun” sesuai dengan langkah kaki.
  • Pertahankan siklus langkah selama 3 menit, kemudian pada akhir 3 menit orang coba berhenti melangkah dan tetap berdiri ; segera periksa denyut nadinya dalam 1 menit.
  • Hasil denyut nadinya dicocokkan dengan tabel 3-minute Step Test

3 Minute Step Test (Men)

Age

18-25

26-35

36-45

46-55

56-65

65+

Excellent

<79

<81

<83

<87

<86

<88

Good

79-89

81-89

83-96

87-97

86-97

88-96

Above Average

90-99

90-99

97-103

98-105

98-103

97-103

Average

100-105

100-107

104-112

106-116

104-112

104-113

Below Average

106-116

108-117

113-119

117-122

113-120

114-120

Poor

117-128

118-128

120-130

123-132

121-129

121-130

Very Poor

>128

>128

>130

>132

>129

>130

3 Minute Step Test (Women)

Age

18-25

26-35

36-45

46-55

56-65

65+

Excellent

<85

<88

<90

<94

<95

<90

Good

85-98

88-99

90-102

94-104

95-104

90-102

Above Average

99-108

100-111

103-110

105-115

105-112

103-115

Average

109-117

112-119

111-118

116-120

113-118

116-122

Below Average

118-126

120-126

119-128

121-129

119-128

123-128

Poor

127-140

127-138

129-140

130-135

129-139

129-134

Very Poor

>140

>138

>140

>135

>139

>134

  1. b.      Harvard Step test

Tes ini bertujuan untuk mengukur cardiovaskular endurance seseorang.  Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Sebuah bangku yang tingginya 45 cm.
  • Stopwatch
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Suruh orang coba untuk melangkah keatas bangku dan melangkah turun dari bangku secara berirama dengan mempertahankan kecepatan 30 langkah per menit selama 5 menit.
  • Jika orang coba tidak dapat mempertahankan kecepatan langkah maka tes dihentikan (terjadi kelelahan).
  • Satu menit setelah tes berakhir, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse I.
  • Dua menit setelah tes, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse II.
  • Tiga menit setelah tes, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse III.

Hasil : untuk menilai cardiovaskular endurancenya, masukkan data Pulse I, II dan III kedalam rumus : {(Pulse I + Pulse II + Pulse III) x 2} / (5 x 60 detik x 150). Hasil perhitungan dicocokkan dengan tabel Harvard.

Tabel Harvard Tes

J.Kel.

Sgt Baik

Baik

Sedang

Kurang

Sangat Kurang

Laki-laki

>90

80-90

65-79

55-64

<55

Perempuan

>86

76-86

61-75

50-60

<50

Cara Hidup Sehat Pada Lansia

Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Pada usia lanjut akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. Namun tidak perlu berkecil hati, harus selalu optimis, ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di usia lanjut. Jadi walaupunb usia sudah lanjut, harus tetap menjaga kesehatan. Continue reading

Aturan-aturan yang Harus Diketahui Terapis Dalam Melakukan Teknik-teknik Mobilisasi Manual

Aturan-aturan yang Harus Diketahui Terapis Dalam Melakukan Teknik-teknik Mobilisasi ManualSebelum melakukan terapi menggunakan teknik-teknik mobilisasi manual(manual terapi), ada aturan-aturan (treatment rules) yang harus diketahui terlebih dahulu oleh terapis, yaitu:

1. Posisi pasien
Pasien diposisikan enak/nyaman sehingga otot-ototnya rileks. Sendi diposisikan pada resting position (MLPP) atau actual resting position. Tulang pembentuk sendi bagian proksimal difiksasi.

2. Posisi Terapis
Terapis harus menggunakan prinsip-prinsip ergonomis dan berdiri atau memposisikan diri sedekat mungkin dengan pasien. Kedua kaki/tungkai melebar agar stabil. Apabila memungkinkan gunakan pengaruh gravitasi atau berat tubuh untuk rnendorong atau menarik. Continue reading

AFR Pada Penderita Diabetes Mellitus (DM)

Diabetes Mellitus

Diabetes MellitusBab I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan manusia seutuhnya terkait dengan semua aspek kehidupan manusia seperti demografi. Keadaan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, keadaan dan perkembangan Iingkungan fisik dan biologis serta sosial budaya, termasuk sumber daya khususnya dibidang ,kesehatan.

Sasaran pembangunan kesehatan yaitu terselenggaranya layanan kesehatan yang makin bermutu dan merata yang mampu wujudkan manusia tangguh, sehat, dan produktif. Pembangunan bidang kesehatan telah mengalami kemajuan yang ditandai dengan makin tingginya derajat kesehatan masyarakat, luasnya cakupan upaya layanan dan semakin meratanya hasil-hasil pembangunan dibidang  kesehatan yang telah dinikmati oleh masyarakat. Maka itu perlunya motivasi yang kuat dan sungguh-sungguh dan disertai keikhlasan dalam menjalankan profesi dibidang pelayanan kesehatan.

TUJUAN

Tujuan umum

Menyajikan AFR pada penderita dengan berbagai kondisi.

Tujuan khusus

2.1. Melatih AFR pada penderita DM dengan cara ADL sehari-hari

2.2. mempertahankan ketahanan fisik, ROM dan mendukung sifat/fungsi psikososial

Bab II

PEMBAHASAN

A. DEFINISI / PENGERTIAN DIABETES MILITUS

Diabetes militus adalah kelainan metabolisme yang dturunkan secara genetik akibat karena glikemia puasa. atreosklerosis. dan kelainan neoropatis atau Diabetes militus adalah keadaan hiperglikimia kronik disertai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal saraf dan pembuluh darah disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop dengan mikroskop electron.

B. PERUBAHAN PATOLOGI

1. Penyebab

Diabetes militus dibedakan/terbagi atas:

IDDM (Insulin Dependent Diabetes Militus) atau diabetes militus tergantung insulin yang disebabkan destruksi sel B pulau langerhans akibat proses autoimun dan NIDDM (Non IDDM) atau Diabetes militus tidak tergantung insulin disebabkan kegagalan relative sel B dan Resistensi lnsun atau turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh hati. Oleh sebab itu sel tidak mampu mengimbangi resistensi ini sepenuhnya, artinya terjadinya defisiensi relative insulin. Ketidakmampuan ini dilihat dari berkurangnya sekresi insulin pada rangsangan glukosa, maupun pada rangsangan bersama bahan perangsang sekresi insulin lain. Berarti sel B pancreas desensitisasi terhadap glukosa.

2. Gejalah-gejalah

A. Poli uria (banyak kencing).

B. Poli dipsia (banyak minum).

C. Poli pagia (banyak makan).

D. Rasa gatal-gatal.

E. Rasa manis pada kencing yang tandai dengan air kemih penderita dikerumuni semut.

F. Hasil tes toleransi glukosa yang has baik gula darah puasa atau rutin/sewaktu.

G. Hasil pemeriksaan glukotes positif.

H. Lemas.

I.berat badan turun.

J. Kesemutan.

K Mata kabur.

L. Impotensi pada pria.

M. Pruritus vulva pada wanita.

Komplikasi

A. Akut:

1 Koma Hipoglekemia

2. Keroasidosis

3, Koma Hiperosmolar non Ketotik

B. Kronis

1. Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, pembuluh darah jantung, pembuluh darah tepi, pembuluh darah otak.

2. Makroangiopati, mengenai pembuluh darah kecil, retinopati diabetik, nefropati diabetik,

3 Neuropati diabetic.

4. Rentan infeksi seperti TBC paru, Gingivitis dan infeksi saluran kemih.

5 Kaki diabetic.

C. PROBLEM ATAU HAMBATAN AKTIVITAS KEGIATAN SEHARI-HARI

Di lihat dari gejala yang ditimbulkan hambatan tersebut dapat berupa

• Rentan terhadap infeksi:

Maka sebaliknya latihan diprioritaskan pada tempat-tempat di Rumah Sakit seperti ruangan pemeriksaan atau penyakit dan sebagainya.

• Mengingat penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi sebaiknya latihan menurut petunjuk dokter yang disesuaikan dengan pengobatan.

D. PEMERIKSAAN FISIK

1. Aspek jasmani

a. Penglihatan;

Penderita dapat membedakan warna, dapat melihat lubang kencing (apakah ada katarak).

b. Cepat Ielah

c. Dan tugas makin lama ditambah beratnya

- Untuk ibu:

a. Mulai ADL pribadi tanpa kesulitan Misalnya makan, minum, berpakaian.

b. ADL Iebih luas / pekerjaan RT dapat dilaksanakan di ruangan Misalnya : cuci piring, menyulam, meremas pakaian, menanam bunga, dan lain-lain.

- Untuk anak-anak:

ADL menurut umumya:

Misalnya permainan dengan bola teka-teki dan lain-lain.

E. PELAKSANAAN PEMBERIAN AKTIVITAS

1. Misalnya mempertahankan ROM.

Pada semua penderita dapat dilakukan dengan latihan bola sendirian (untuk anggota atas atau bawah) atau bersama dengan penderita lain di luar ruangan dengan cara duduk atau berdiri.

2. mempertahankan kekuatan fisik melalui kegiatan sehari-hari. Dapat dilakukan dengan cara melaksanakan kegiatan sehari-hari seperti makan sendiri, minum, mandi, berpakaian, ataupun kerajinan tangan yang lain.

3. untuk mendukung sifat dan psikososial dapat dilakukan dengan cara mernberikan dorongan kepada . penderita disamping melatihnya, bahwa dia dapat melakukan itu sendiri.

F. KEAMANAN YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PASIEN

1. Kita harus memikirkan waktu memberikan aktivitas pada penderita waktu makan, minum obat, suntikan dan lain-lain sebagainya dalam memberikan latihan tidak boleh sampai menyita waktu dari kebutuhan penderita.

2. Jagalah supaya penderita dengan cara yang aman mencegah terjadinya luka-Iuka.

3. Mencegah mata jangan terlalu lelah.

4. Mendidik supaya penderita supaya duduk jongkok, berdiri, dengan posisi yang betul, mencegah kecapaian kesakitan pada otot kalau posisi salah.

5. Mendukung penderita supaya komplikasi yang lain jangan sampai timbul.

Dan tugas makain lama ditambah beratnya

- Untuk ibui :

a. Mulai ADL pribadi tanpa kesulitan

Misalnya, makan, minum, berpakaian.

b. ADL lebih Iuas/pekerjaan RT dapat dilaksanakan di ruangan MisaInya cuci piring, menyulam, meremas pakaian, menanam bunga, dan lain-lain.

- Untuk anak-anak

ADL menurut umumya:

Misalnya : permainan dengan bola teka-teki dan Iain-lain.

G. PELAKSANAAN PEMBERIAN AKTVITAS

1. Misalnya mempertahankan ROM.

Pada semua penderita dapat dilakukan dengan latihan bola sendirian (untuk anggota atas atau bawah) atau bersama dengan penderita lain di luar ruangan dengan cara duduk atau berdiri.

2. mempertahankan kekuatan fisik melalui kegiatan sehari-hari.

Dapat dilakukan dengan cara melaksanakan kegiatan sehari-hari seperti makan sendiri, minum, mandi, berpakaian ataupun kerajinan tangan yang lain.

3. untuk mendukung sifat dan psikososial dapat diakukan dengan cara memberikan dorongan kepada penderita disamping melatihnya, bahwa dia dapat melakukan itu sendiri.

H. KEAMANAN YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PASIEN

1. Kita harus memikirkan waktu memberikan aktivitas pada penderita waktu makan, minum obat, suntikan dan lain-lain sebagainya dalam memberikan latihan tidak boleh sampai menyita waktu dari kebutuhan penderita.

2. Jagalah supaya penderita dengan cara yang aman mencegah terjadinya luka-Iuka.

3. Mencegah mata jangan terlalu lelah.

4. Mendidik supaya penderita supaya duduk jongkok, berdiri, dengan posisi yang betul, mencegah kecapaian kesakitan pada otot kalau posisi salah.

5. Mendukung penderita supaya komplikasi yang lain jangan sampai timbul.

6. Mendukung penderita mengenal dietnya.

7. Memberi peranan pada anggota keIuarga mengenai keamanan tersebut di atas dan aturan-aturan kegiatan-kegiatan, istirahat, makan.

I. EVALUASI

Evaluasi dapat dilakukan dengan cara:

Evaluasi sesaat:

Kegiatan AFR dapat meringankan:

- Rasa putus asa

- GeIisah

- Ketakutan pada penderita Evaluasi berkala:

Dengan melatih penderita ADL.. sehari-hari diharapkan penderita dapat mengembalikan kemampuan fungsional dan gerak agar dalam interaksinya dia tidak tergantung orang lain.

- Dengan latihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan fisik atau ROM agar lebih tertingkatkan.

J. PEMBERIAN ALAT BANTU SESUAI KECATATAN

Penyakit DM bisa menyebabkan amputasi anggota tubuh dan menyebabkan cacat, dikarenakan luka DM sukar sembuh dan dapat menyebabkan banyak jaringan tubuh mengalami nekrosis. Alat bantu yang diberikan misalnya:

- Tongkat atau kursi roda untuk membantu penderita berjalan dalam melaksanakan ADL sehari-hari.

- Pengalas tangan saat bekerja dan berjalan ditambah pengalas kaki dan lain-lain.

K. SARAN/HOME PROGRAM

1. Penderita harus patuh untuk diet dan mengkonsumsi obat-obatan sesuai pengobatan.

2. Penderita harus selalu mengontrol darah gula.

3. Penderita harus melakukan ADL sehari-hari untuk mempertahankan ketahanan otot dan mempertahankan ROM.

4. Sebagai seorang fisioterafis, kita harus memberikan support bahwa penyakitnya itu dapat disembuhkan.

5. Penderita tidak boleh takut, gelisah, atau putus asa.

Cara Lain Untuk Berhenti Merokok

Perokok setiap saat sedang mencari cara untuk berhenti merokok, jadi jangan ragu untuk melihat sumber spesialis atau ahli untuk mendapatkan beberapa tips yang akan mempermudah transisi meninggalkan rokok.

Kali ini kita akan melihat daftar lengkap yang dapat kita ikuti beberapa tips untuk berhenti merokok.

- Makan teratur: Untuk setiap rokok Anda merokok, tubuh Anda melepaskan lemak dan gula dalam darah, sehingga untuk mengatasi ini, orang harus makan lebih teratur, dan itu adalah satu-satunya cara mari kita tidak hilang rokok.

- Minum air: Anda harus menyerah kopi, minuman beralkohol dan minuman ringan, karena semua yang menyebabkannya untuk meningkatkan kecemasan Anda tentang kembali ke merokok, jadi itu bukan cara untuk mendapatkannya.

- Istirahat: Cara terbaik adalah untuk mengatur istirahat yang baik, dan terutama tidak tinggal sampai larut malam, karena yang menyebabkan yang meningkatkan keinginan kita untuk merokok.

- Makan makanan ringan: Cobalah setiap kali Anda merasa seperti merokok, makan makanan ringan rendah kalori, sehingga Anda mengganti kebiasaan merokok, demi sesuatu yang lebih sehat dan juga menghapus keinginan untuk merokok.

- Apakah olahraga: Cara yang baik untuk membersihkan tubuh dan menghilangkan racun yang mengandung tembakau diputar olahraga dan tetap fit, sehingga alternatif lain yang akan terganggu.

Diet Terbaik Menurunkan Bobot Badan

Diet Terbaik Menurunkan Bobot BadanSemua orang tahu, jika ingin menurunkan bobot tubuh yang perlu dilakukan adalah dengan berdiet. Lalu diet seperti apa yang cocok buat masing-masing orang? Apalagi, sekarang ini makin beragam jenis diet yang beredaran di sekitar. Tak heran jika Anda makin bingung memilih yang tepat. Atau Anda sudah pernah mencoba beragam  jenis diet tapi tak pernah ada yang berhasil. Dimana letak salahnya? Mungkin Anda belum menemukan diet yang cocok bagi selera, gaya hidup, serta kebiasaan Anda.

Obesitas seringkali dikaitkan dengan berbagai macam penyakit, sehingga banyak orang yang mencari cara diet yang tepat untuk menurunkan berat badan. Orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan seringkali ditimpa berbagai macam penyakit mematikan dan permasalahan jantung. Continue reading

Semua Tentang Pengobatan Fisioterapi

Semua Tentang Pengobatan FisioterapiJika anda punya masalah pada sistem musculoskeletal maka dokter mungkin akan menyarankan untuk mencari bantuan fisioterapi dalam menyembuhkan penyakit yang dialami. Jika sebelumnya Anda sudah pernah ke fisioterapi mungkin anda sudah tahu tentang apa itu fisioterapi, bagaimana cara kerjanya dan apa yang mungkin diberikan untuk menangani cedera yang anda alami. Namun sebalinkya jika anda belum pernah ke fisioterapi dan baru pertama kalinya ingin fisioterapi, mungkin anda akan mencari tahu tentang apa itu fisioterapi dan bagaimana cara mereka untuk menyembuhkan cedera yang anda alami.

Fisioterapi biasa juga disebut dengan terapi fisik. Hal ini memungkinkan agar sebagian besar orang mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari apa yang diharapkan dari pengobatan ini. Tapi tentu saja dengan setiap pengobatan ini anda akan ingin tahu lebih banyak tentang prosedurnya sebelum melanjutkan untuk fisioterapi.

Fisioterapi adalah suatu bentuk pelayanan kesehatan yang didesain khusus untuk menangani beberapa cedera dan penyakit dengan menggunakan beberapa metode dan gerakan yang berbeda. Banyak teknik yang dapat digunakan dalam bentuk terapi dengan menggunakan tangan fisioterapis pada sistem muskuloskeletal dengan teknik manipulasi untuk menyembuhkan cedera. Continue reading

Latihan Terapi Manipulasi

Osteoarthritis pinggul adalah gangguan sendi umum, yang dapat menyebabkan nyeri, peradangan, dan kekakuan. Umur merupakan faktor yang berkontribusi atas untuk gangguan ini. Faktor-faktor lain termasuk sejarah keluarga, obesitas, terlalu sering, atau fraktur sebelumnya atau cedera. Nyeri pinggul yang disebabkan oleh osteoarthritis sering dikombinasikan dengan kekakuan, pembengkakan, rentang gerak terbatas, dan kesulitan berjalan atau duduk untuk waktu yang lama.

Perubahan gaya hidup positif dapat membantu mengurangi gejala yang berhubungan dengan osteoarthritis. Mempertahankan diet sehat dan berat badan, istirahat yang cukup, mendapatkan keselarasan Anda diperiksa dan berolahraga secara teratur dapat membantu Anda membatasi nyeri dan kekakuan. Latihan membantu dengan kekuatan dan gerakan sendi. Berenang adalah terutama bermanfaat karena dapat membantu meningkatkan kekuatan dan mobilitas sendi, tetapi adalah non-berat bantalan. Continue reading

Manual Terapi Regio Shoulder

1. Sendi Bahu: Caput humeri. Traksi – latero-ventro-cranial.

Pasien :Terlentang.
Terapis : Berdiri di sisi bagian yang diterapi
Fiksasi : Scapula difiksasi oleh berat tubuh pasien (ditiduri). Apabila memungkinkan dapat diflksasi menggunakan sabuk.
Pelaksanaan : Kedua tangan terapis memegang humerus sedekat mungkin dengan sendi, kemudian melakukan traksi ke arah Latero-ventro-cranial. Lengan bawah pasièn rileks disangga lengan bawah terapis.Lengan bawah terapis yang berlainan sisi mengarahkan gerakan.
Indikasi : Mobilisasi tidak langsung – non spesifik. Continue reading

Prinsip-prinsip Pemeriksaan Gangguan Alat Gerak

Prinsip-prinsip Pemeriksaan Gangguan Alat GerakManual terapi secara khusus berkaitan erat dengan diagnosis dan terapi gangguan-gangguan musculoskeletal atau disfungsi somatic. Disfungsi somatic dapat terjadi dengan berbagai cara dan mempunyai karateristik sebagai berikut:

Gejala: misalnya  nyeri, kelemahan,  kekakuan, nyeri tekan.

Perubahan jaringan lunak: misalnya ketegangan, elastisitas, bentuk atau tekstur.

Perubahan fungsi: kekuatan, daya tahan, koordinasi dan  mobilitas (sendi dan jaringan lunak).

Gangguan musculoskeletal sering menampakkan  gabungan karateristik diatas antara satu dengan yang lain sangat erat kaitannya. Fisioterapis (manual terapis?) harus menentukan problem utamanya sehingga dapat memberikan terapi yang tepat. Continue reading