Search Results for: contoh makalah stretching

Stretching Otot Hamstring

Stretching otot hamstring

Stretching otot hamstringOtot hamstring merupakan suatu group otot pada sendi pada(hip joint) yang terletak pada sisi belakang paha yang berfungsi sebagai gerakan fleksi lutut, ekstensi hip, serta gerakan eksternal dan internal rotasi hip. Group otot ini terdiri atas M. Semimembranosus, M. Semitendinosus, dan M. Biceps Femoris. Otot hamstring merupakan jenis otot tipe I atau tonik, dimana bila terjadi suatu patologi maka otot tersebut akan mengalami penegangan dan pemendekan atau kontraktur. Panjang otot hamstring berkaitan erat dengan fleksibilitas otot, dimana bila suatu otot mengalami pemendekan maka fleksibilitas otot tersebut juga akan menurun.

Fleksibilitas merupakan kemampuan otot untuk memanjang/mengulur semaksimal mungkin sehingga tubuh dapat bergerak dengan ROM yang maksimal tanpa disertai dengan rasa tidak nyaman/nyeri. Fleksibilitas merupakan factor penting untuk melakukan suatu gerakan baik dalam berolahraga ataupun aktivitas fisik lainnya. Akan tetapi, pekerjaan yang berat atau latihan fisik yang keras, koordinasi gerakan yang buruk, postur yang jelek, kurang aktivitas/gerak, gerakan yang monoton dan atau gerakan satu arah, cedera dan nyeri dapat membuat otot mengalami pemendekan, stiffness dan tightness.

Setiap individu dengan fleksibilitas yang baik pada shouldernya, belum tentu memiliki fleksibilitas yang baik pula pada lower back ataupun otot hamstringnya. Ketika otot bekerja secara intensif, respon otot lebih cepat untuk mengalami pemendekan. Jika otot tersebut tidak segera di stretch setelah bekerja, otot tersebut akan tetap memendek, tightness dan membuat otot pada sendi sisi yang berlawanan bekerja lebih keras. Hal ini akan membuat otot yang bekerja lebih sedikit menjadi lemah. Jika otot yang memendek tetap dibiarkan, pola jalan seseorang akan ikut berubah. Ini berarti gerakan pada sendi akan terganggu/terbatas, dan pembuluh darah terjepit-sirkulasi terganggu. Cepat atau lambat akan muncul berbagai gejala sebagai akibat dari tightness otot tersebut seperti: kaku jika kita duduk dalam waktu yang lama dan merasa ingin berdiri lalu bergerak, letih dan sakit saat bergerak atau saat istirahat, serta kram.

 Adanya pemendekan pada otot-otot tubuh, terutama otot hamstring, banyak didapati pada masyarakat tanpa disadari. Akan tetapi, cepat atau lambat akibatnya akan dirasakan antara lain nyeri pada area hip, dan nyeri samar pada daerah paha, perut dan pinggang, menjalar turun ke bagian depan atau belakang dari tungkai atas dan bawah. Otot yang mengalami pemendekan harus di stretch ke ukuran panjang otot yang normal dan mengembalikan fleksibilitasnya. Untuk mengatasi masalah pemendekan dan gangguan fleksibilitas yang terjadi serta meningkatkan kerja otot hamstring secara optimal, maka dibutuhkan suatu terapi/latihan yang bersifat mengulur jaringan/otot yang mengalami kontraktur/pemendekan serta mengembalikan fleksibilitas otot tersebut yang dikenal dengan istilah stretching.

Sebenarnya stretching merupakan suatu bentuk terapi yang ditujukan untuk memanjangkan otot yang mengalami pemendekan atau menurunnya elastisitas dan fleksibilitas otot baik karena faktor patologis(trauma, infeksi, dsb) maupun yang bersifat fisiologis, yang menghambat lingkup gerak sendi normal yakni berupa kontraktur, perlekatan, pembentukan jaringan parut yang mengarah pada pemendekan otot, jaringan konektif dan kulit serta mobilitas jaringan lunak di sekitar sendi. Banyak metode ataupun teknik yang dapat digunakan dalam melakukan stretching, diantaranya auto stretching dan contract relax stretching.

Auto stretching adalah suatu metode penguluran/stretching yang biasa dilakukan pada otot-otot postural sebagai suatu latihan fleksibilitas yang dilakukan secara aktif oleh klien/pasien. Active stretching meningkatkan fleksibilitas secara aktif dan menguatkan otot agonis. Alasan penerapan teknik ini adalah bahwa kontraksi isotonik yang dilakukan saat auto stretching dari otot yang mengalami pemendekan akan menghasilkan otot memanjang secara maksimal tanpa perlawanan. Pemberian auto stretching yang dilakukan secara perlahan juga akan menghasilkan peregangan pada sarkomer sehingga peregangan akan mengembalikan elastisitas sarkomer  yang terganggu. Pada saat melakukan auto stretching, otot antagonis(group otot pada sisi yang tidak di-stretch) dan otot agonis(otot yang akan di-stretch) keduanya relax. Secara perlahan dan lembut, gerakan tubuh meningkatkan tekanan pada group otot yang akan di-stretch. Tekanan pada otot agonis saat peregangan secara aktif akan membuat otot mudah terulur, dimana muscle spindle tidak terstimulasi optimal dan stimulasi optimal terjadi pada golgi tendon, sehingga akan diperoleh suatu penguluran yang berarti. Prinsip utama dari auto stretching membantu pasien bergerak lebih mudah dan lebih baik sehingga tidak akan terjadi kerobekan pada otot jika stretching dilakukan dengan perlahan dan lembut.

Contract relax stretching merupakan salah satu teknik dalam proprioceptive neuromuscular fascilitation (PNF) yang melibatkan kontraksi isometric dari otot yang mengalami spasme/ketegangan yang diikuti fase relaksasi kemudian diberikan stretching secara pasif dari otot yang mengalami ketegangan tersebut. Biasanya contract relax stretching ditujukan pada otot-otot mobilitas. Alasan penerapan teknik ini adalah bahwa kontraksi isometrik yang diberikan sebelum stretching dari otot yang mengalami ketegangan akan menghasilkan rileksasi sebagai hasil dari autogenic inhibition. Pada contract relax stretching, ketika otot berkontraksi mencapai initial stretch, maka kebalikannya stretch reflex membuat otot tersebut menjadi relaksasi(reverse innervation), dimana relaksasi ini membantu menurunkan berbagai tekanan dan siap untuk melakukan peregangan selanjutnya.

Dengan menggunakan metode auto stretching untuk menambah panjang otot hamstring diharapkan terjadinya pemanjangan otot hamstring yang lebih maksimal dibandingkan dengan contract relax stretching.

Stretching M. Hamstring

Streching M. HamstringOtot hamstring merupakan suatu group otot pada sendi pada(hip joint) yang terletak pada sisi belakang paha yang berfungsi sebagai gerakan fleksi lutut, ekstensi hip, serta gerakan eksternal dan internal rotasi hip. Group otot ini terdiri atas M. Semimembranosus, M. Semitendinosus, dan M. Biceps Femoris. Otot hamstring merupakan jenis otot tipe I atau tonik, dimana bila terjadi suatu patologi maka otot tersebut akan mengalami penegangan dan pemendekan atau kontraktur. Panjang otot hamstring berkaitan erat dengan fleksibilitas otot, dimana bila suatu otot mengalami pemendekan maka fleksibilitas otot tersebut juga akan menurun. Continue reading

Jenis Latihan Peregangan

Static stretchingTujuan latihan peregangan adalah untuk mencapai keadaan dimana setiap sendi mampu  mencapai derajat fleksibilitas yang setinggi mungkin, yaitu kemampuan sendi untuk  bergerak sesuai dengan ROM ( Range of Movement ) normalnya. ROM sendi ini bisa  menjadi terbatas / berkurang akibat kurang  latihan, terlalu banyak  latihan atau akibat  cedera. Ada dua macam tingkat fleksibilitas sendi , yaitu :

1.  Fleksibilitas statik :       

 Yaitu kemampuan maksimun sendi untuk digerakkan secara pasif   untuk mencapai titik akhir dari ROM-nya.      Fleksibilitas statik ini penting untuk mencegah cedera.

2.  Fleksibilitas dinamik :       

 Yaitu kemampuan sendi untuk digerakkan sebagai akibat dari    kontraksi otot.    Fleksibilitas dinamik ini penting untuk mencapai performance si    atlit. Continue reading

Regenerasi Saraf Dengan Teknologi Laser

Regenerasi Saraf Dengan Teknologi LaserSistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadai dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

Saraf merupakan bagian tubuh yang sulit dilihat dengan mata telanjang, sehingga kerusakan yang terjadi kadang tidak disadari. Untuk itu ketahui beberapa gejala yang muncul jika mengalami kerusakan saraf tepi (neuropati). Continue reading

Isometric Exercise – Kerja Otot Statik

Isometric Exercise

Isometric ExerciseLatihan isometrik merupakan bagian pertama dari pengobatan fisioterapi setelah injury atletik atau cidera olahraga, seperti sprain, kontusio, dislokasi, kerobekan tendon, osteosynthesis, atau fraktur yang diobati secara konservatif.

Latihan yang menyebabkan kontraksi otot secara individual atau group/kelompok tetapi tidak terjadi gerakan pada sendi dinamakan dengan latihan isometrik. Tidak ada kerja yang dihasilkan pada tipe kerja otot ini. Dalam rumus, kerja = gaya x jarak, dan latihan isometrik tidak menghasilkan komponen jarak. Meskipun demikian, derajat ketegangan yang dicapai adalah tinggi. Kerja otot statik ini bisa terasa sangat berat dan lelah. Kelelahan yang relatif cepat dari kerja otot statik dapat disebabkan adanya kompresi (penekanan) pada kapiler darah selama kontraksi otot, sehingga mencegah suplai oksigen yang cukup dan pelepasan sisa-sisa metabolisme. Kerja tersebut harus diselesaikan secara anaerobik. Continue reading

Fisioterapi Pada Tendon Achilles

Fisioterapi Pada Tendon AchillesTendon Achilles juga dikenal sebagai tendon kalkaneus , adalah tendon yang terdapat pada bagian belakang kaki. Tendon ini menghubungkan 3 otot yaitu, otot soleus , gastrocnemius dan plantaris pada tulang tumit . tendon ini yang paling kuat , yang paling tebal dan paling tahan lama dari semua tendon di tubuh , dan panjangnya sekitar 15 cm.

Tendon ini berorigo dekat pusat otot betis , dan melekat pada otot-otot sepanjang jalan dekat ke titik insersinya (letaknya dan panjangnya untuk kekuatan dan daya tahan). Ini cukup kuat untuk mengangkut/mengangkat sampai empat kali tubuh manusia dengan berjalan, dan sampai delapan kali saat berlari. Hal ini sangat-sangat kuat, dan pada saat yang bersamaan, jika atau ketika tendon achilles cedera, itu akan berdampak banyak pada kegiatan sehari-hari kita..

Ketika tendon Achilles mengalami cedera , biasanya tidak langsung mendapatkan penanganan dengan melakukan pembedahan, sering terapis seperti fisioterapi dan podiatrists menggunakan alat bantu , peralatan dan orthotics yang dapat digunakan untuk memperbaiki misalignments . Sebagai obat anti – inflamasi yang dapat berkontribusi untuk tendinopathy , tidak disarankan untuk digunakan dalam waktu yang lama .

Intervensi fisioterapi untuk pasien dengan cedera tendon Achilles, terutama untuk stretching dan strengthening otot betis . Fisioterapis atau dokter merujuk pasien untuk meminta pembuatan ankle-foot-orthosis ( sering disingkat dengan AFO ) , hal ini dibuat oleh tangan terapis atau ahli terapi okupasional . AFO dibuat untuk membantu memperbaiki keselarasan , memberikan peregangan yang konsisten dan peregangan pasif untuk istirahat panjang yang memadai untuk melindungi tendon selama penyembuhan secara maksimal .

Jika tendon Achilles telah 100 % ruptur , maka intervensi bedah adalah 100 % dibutuhkan untuk memperbaiki kembali tendon yang robek dan memungkinkan penyembuhan yang tepat … plus AFO untuk melindungi perbaikan . Rata-rata , dibutuhkan sekitar 10-18 bulan untuk pemulihan penuh pasca operasi dari tendon achilles yang robek .

Intervensi fisioterapi yang memadai dan akurat sangat penting untuk mengelola cedera seperti ini, karena manajemen yang tidak benar dapat menyebabkan masalah residual seperti rentang penurunan gerak di pergelangan kaki , penurunan kekuatan plantar fleksi dan dorsi fleksi pergelangan kaki , penurunan keseimbangan dan proprioception , penurunan stamina dan penurunan kepercayaan diri .

Fisioterapi pertama kali akan fokus pada permasalahan nyeri yang di alami dengan menggunakan modalitas fisioterapi berupa modalitas panas, mempercepat penyembuhan jaringan lunak dengan terapi ultrasound , kemudian mulai dengan latihan mobilisasi secara lembut, kemudian melakukan latihan strengthening dan stretching.

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Thoracic (Compression) Outlet Syndrome: Scalenus Syndrome

Physiotherapy In ThoracicPenatalaksanaan Fisioterapi Pada Thoracic (Compression) Outlet Syndrome: Scalenus Syndrome

Pengertian:
Adalah proses fisioterpi yang diterapkan pada Thoracic (Compression) Outlet Syndrome : Scalenus Syndrome.
Tujuan:
Melaksanakan asuhan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien dengan hasil yang optimal
Kebijakan:
Indikasi :
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Thoracic (Compression) Outlet Syndrome : Scalenus Syndrome
- Intervensi fisioterapi pada Thoracic (Compression) Outlet Syndrome : Scalenus Syndrome Continue reading

Sprain Vs Strain

Sprain Vs StrainSprain dan strain merupakan bentuk cidera pada system musculoskeletal. Meskipun ini merupakan dua kata yang dapat dipertukarkan dalam penggunaannya, sprain dan strain merupakan dua tipe cidera yang berbeda.

Apakah sprain?
Sprain adalah bentuk cidera berupa penguluran atau kerobekan pada ligament (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang) atau kapsul sendi, yang memberikan stabilitas sendi. Kerusakan yang parah pada ligament atau kapsul sendi dapat menyebabkan ketidakstabilan pada sendi. Gejalanya dapat berupa nyeri, inflamasi/peradangan, dan pada beberapa kasus, ketidakmampuan menggerakkan tungkai. Sprain terjadi ketika sendi dipaksa melebihi lingkup gerak sendi yang normal, seperti melingkar atau memutar pergelangan kaki. Continue reading

Pemeriksaan Panggul dan Sekitarnya

Pemeriksaan Panggul dan SekitarnyaSecara klinis fisioterapi adalah suatu proses yang berdasarkan pendekaan ilmiah untuk mengatasi problematik terhadap gangguan fungsi dan gerak. Tindakan hanyalah bagian dari proses itu yang penentuan dan pelaksanaanya merupakan “hak prerogativ fisioterapis”. Kaitannya dengan pemeriksaani fisioterapi pada daerah panggul, maka kita mengawali pemeniksaan dari lumbal kemudian SIJ dan berakhir di sendi panggul (Hip).

SISTEM PEMERIKSAAN

1. Pola dasar pemeriksaan fisioterapi

A. Anamnesis

B. lnspeksi

C.. Pemeriksaan fungsi Continue reading

Pengaruh Placebo

Dr Harriet Hall, dalam artikel yang diterbitkan pada tahun 2009 di majalah Skeptic majalah, memberikan contoh yang jelas dari apa efek plasebo. Ia merujuk pada kisah seorang pasien normal ruang gawat darurat dari kliniknya, yang ia sebut Jane D. Hal ini biasanya datang di malam hari mengeluh sakit kepala parah dan berdoa bahwa suntikan Demerol suministrasen, obat hanya itu lega dia. Selama suatu malam, salah seorang dokter dalam psikiatri diinokulasi memerintahkan dia keluar solusi tanpa ada komponen aktif: hanya air garam. Setelah beberapa saat, Jane D. mengalami peningkatan yang besar dan meminta dokter untuk memberitahu nama obat itu. Saya ingin mendapatkannya untuk krisis berikutnya. Namun, dokter tidak bisa memuaskan dirinya. Jane D. telah menjadi korban, atau penerima manfaat, efek plasebo. Continue reading