Search Results for: contoh pembuatan resume askep fraktur tertutup

Fraktur 1/3 Proksimal Humerus

a. Definisi Fraktur Humerus
Diskontinuitas yang terjadi pada diafisis shaft tulang humerus karena rudapaksa / trauma
Klasifikasi fraktur humerus
1. Fraktur proksimal humerus
- One part fractures (minimally displaced)
- Two part fractures
• Fraktur tuberositas minor
• Fraktur tuberositas mayor Continue reading

Jenis Susu Formula

1. Pengertian

Susu formula adalah susu yang dibuat dari susu sapi atau susu buatan yang diubah komposisinya hingga dapat dipakai sebagai pengganti ASI. Alasan dipakainya susu sapi sebagai bahan dasar mungkin oleh banyaknya susu yang dapat dihasilkan oleh peternak (Pudjiadi, 2002). Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Secara Umum

Jenis Cedera Olahraga Secara UmumJames Wilson, Mac Donald, Colin Ferguson dalam bukunya Sports Injuries, membuat rumusan cedera Olah Raga sebagai berikut :

KEPALA ;

1. Gegar Otak / pingsan ( tinju / karate / balap )
2. Othematoma ( telinga pegulat )
3. Otitis Media / externa ( perenang )
4. Nyeri telinga ( penerbang / penyelam )
5. Robek Gendang / tuli mendadak ( letupan senjata / loncat indah )
6. Robek sekitar mata ( petinju )
7. Mata terkena bola ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
8. Bola mata tergores ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
9. Lebam mata ( tinju / karate )
10. Lepas perlekatan retina
11. Pteriqium ( jaringan ikat pada cornea / pralayar )
12. Perdarahan / patah hidung ( tinju / karate )
13. Robek bibir / lidah
14. Gigi patah Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Pada Regio Lutut

Injury ligamentInjury meniskus

Sebagai akibat dari gerakan twisting yg tiba2 pd knee. Gerakan ini biasa terjadi pd olahraga ski, atletik, gulat, sepakbola, handball, bola basket, dan ballet. Injury ini sering terjadi pada meniskus medialis & selalu berhubungan dgn kerusakan pd lig.transversal knee. Injury pd meniskus lateral jarang terjadi.

Gejala khas adalah nyeri hebat pd gerakan ekstensi/hiperekstensi knee, nyeri spontan selama rotasi knee & efusi sendi.

Injury ligament

Injury yg paling sering terjadi pd atletik. Kondisi ini disebabkan oleh tuntutan gerak dari olahraga2 tertentu & kepekaan knee terhadap injury karena struktur anatomi dan mekanikalnya. Injury kapsul-ligamen biasanya berkaitan dgn mekanisme gerak fleksi, rotasi, abduksi & adduksi knee. Baik lig.collateral, lig.cruciatum & kapsul sendi dpt terkena injury. Lig.collatteral medial paling sering terkena injury à memungkinkan disertai injury meniskus.

Tipe injury ini terutama terjadi pada pemain sepakbola, handball, downhill ski, & olahraga pertarungan seperti yudo dan gulat.

Condromalacia patella

Kondisi ini paling banyak terjadi pd atlit kelompok usia 20-an & 40-an spt pemain bola, yudo, bola volly, bola basket & downhill ski. Gejalanya meliputi nyeri tekan dan nyeri gerak, krepitasi & bengkak. Gejala degenerasi disebabkan oleh proses biomekanik yang terjadi berulang2. Condromalacia dapat muncul secara sekunder dari kerusakan lainnya pd knee spt injury meniskus.

Dislokasi patella

Dislokasi patella dapat disebabkan oleh perubahan patologi dari axis tungkai, pukulan/tendangan melawan sisi medial atau lateral patella. Dislokasi biasanya bergeser ke lateral. Dislokasi ini biasa terjadi pd olahraga permainan khususnya sepakbola. Juga sering terjadi pd gulat, yudo, & olahraga pertarungan lainnya. Continue reading

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca Immobilisasi

Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca ImmobilisasiPenatalaksanaan Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca Immobilisasi
Pengertian:
Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada kontraktur sendi siku pasca immobilisasi
Tujuan:
Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien dengan hasil yang optimal.
Kebijakan:
Patologi:
- Pasca immobilisasi fraktur/dislokasi
- Pasca operasi fraktur supracondylar siku, fraktur ante brachii, tumor dan lain-lain
- Kontraktur kapsulo-ligamenter, kontraktur otot siku. Continue reading

Penanganan Luka-luka Pada Tinju

Penanganan Luka-luka Pada Tinju

Penanganan Luka-luka Pada TinjuPenanganan Luka-Luka
Penanganan cedera pada olah raga tinju tergantung jenis dan beratnya serta tingkat kegawatdaruratannya. Pada perlukaan kulit kepala, perdarahan seringkali banyak sehingga perlu pemeriksaan teliti dan penghentian perdarahan. Pemeriksaan dilakukan di sisi ring tinju dengan sarung tangan steril untuk memeriksa adanya fraktur. Fraktur impresi seringkali hanya menimbulkan jejas lokal dan tidak menyebabkan hilangnya kesadaran sehingga seringkali terlewatkan. Pasien yang dicurigai mengalami fraktur harus dihentikan dulu perdarahannya dengan cara menutup luka kulit kepala dengan jahitan satu-satu sebelum dibawa ke rumah sakit. Luka-luka kecil dapat dijahit dengan silk 2/0 atau 3/0. Bila ada tanda-tanda herniasi jaringan otak melalui luka di tengkorak, maka harus ditutup dengan kasa steril yang dibasahi dengan PZ dan segera dikirim ke fasilitas bedah saraf (McLatchie, 1994).

Penanganan concussion
Evaluasi di lapangan (on-the-field evaluation )
Tujuan terpenting pemeriksaan di lapangan adalah membuat diagnosis yang akurat dan lengkap tentang tingkat kesadaran dan menyingkirkan adanya cedera lain terutama cedera servikal. Dalam hal ini petugas medis harus mengetahui mekanisme cedera kepala, apakah akibat kontak langsung dengan permukaan keras atau gaya akselerasi-deselerasi yang mengenai kepala dan whiplash yang mengenai leher. Saat memeriksa, perlu diperhatikan postur, gerakan spontan dan verbalisasi (kata-kata) dari petinju yang bersangkutan. Menurunnya atau hilangnya kemampuan gerak anggota gerak harus memunculkan kecurigaan adanya cedera servikal. Pembicaraan yang melantur menunjukkan telah terjadi concussion yang berat. Helm pengaman tidak boleh dilepas dulu kecuali cedera servikal telah dapat disingkirkan (Wojtys, 1999).

Pada concussion, pertama kali pemeriksa harus memastikan apakah petinju yang bersangkutan masih bernafas spontan, jalan napasnya bebas dan nadinya masih teraba. Kedua, menentukan apakah petinju yang mengalami cedera memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di sisi ring atau segera diangkut ke rumah sakit. Untuk pemeriksaan kardiovaskular, arteri karotis dan radialis adalah yang paling mudah diraba. Bila petinju telah dipastikan bernafas spontan dengan baik, jalan napas bebas dan fungsi sirkulasi dinyatakan baik, maka pemeriksaan kesadaran awal dilakukan dalam posisi berbaring. Bila petinju tidak sadarkan diri, harus dianggap bahwa ia juga menderita cedera servikal sampai dinyatakan sebaliknya (Wojtys, 1999).

Bila didapatkan gangguan fungsi pernapasan dan sirkulasi, harus dilakukan resusitasi. Dalam hal ini diperlukan 2 atau 3 orang tambahan untuk membantu memposisikan petinju dalam posisi telentang dengan cara dilakukan log-rolling. Setelah berada dalam posisi yang tepat maka resusitasi kardiopulmonar dapat dilakukan (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neurologis yang dilakukan antara lain: GCS, Ukuran dan reaksi pupil terhadap cahaya, pemeriksaan telinga dan hidung untuk mencari perdarahan, CSF, hematotympanum, pemeriksaan fungsi sensoris (termasuk area perianal), refleks-refleks tendon dalam, pemeriksaan keseimbangan dan koordinasi (termasuk finger to nose, dan finger to finger test) (McLatchie, 1994).

Pada petinju yang masih belum sadar atau memburuk setelah 10 menit harus segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas diagnostik dan tindakan bedah saraf. Bila ada fraktur tulang tengkorak, petinju harus diobservasi, dan mungkin diperlukan pemeriksaan CT scan karena resiko hematom intrakranial. Hampir separuh dari petinju yang mengalami hematom intrakranial yang dioperasi masih dapat berjalan dan berbicara, bahkan 15% masih sadar penuh sejak kejadian (McLatchie, 1994).

Pemeriksaan di luar ring (on-the-bench evaluation)
Bila petinju yang terluka dibawa keluar ring, ia harus diperiksa dengan teliti termasuk anamnesis keluhan, pemeriksaan neurologis yang lebih lengkap, dan tes neuropsikologi. Keluhan yang perlu ditanyakan meliputi rasa pusing, vertigo, gangguan penglihatan, fotofobia, tinnitus, nyeri kepala, mual, dan muntah. Muntah jarang terjadi pada cedera olah raga, tetapi bila ada akan memunculkan kecurigaan adanya kenaikan tekanan intrakranial (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan fisik terhadap wajah dan tulang kepala, kulit dan jaringan ikatnya harus dilakukan dengan teliti untuk mencari adanya patah tulang wajah. Adanya rinnorhea menandakan telah terjadi patah tulang dasar tengkorak pada lempeng cribriformis (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neurologis meliputi pemeriksaan mata dan saraf-saraf kranial. Sekitar 3% dari seluruh populasi mempunyai pupil yang anisokor, dan ini harus sudah diperiksa dan dicatat pada pemeriksaan sebelum pertandingan. Pelebaran pupil unilateral akibat pukulan langsung pada wajah dapat diakibatkan oleh respons saraf simpatetik. Patah tulang atau hematom subdural dapat menyebabkan gangguan nervus occulomotorius. Nervus fasialis juga dapat terkena pada patah tulang dasar tengkorak. Pemeriksaan telinga untuk mencari adanya ottorhea yang menandakan terjadinya patah tulang dasar tengkorak di daerah petrosus (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neuropsikologi dilakukan untuk mencari gangguan orientasi, konsentrasi, dan memori (Wojtys, 1999).

Petinju diobservasi selama minimal 15 menit dan dapat diperiksa kembali bila diperlukan. Bila gejala atau keluhan berkembang, maka ia tidak boleh bertanding lagi hari itu. Jika gejala dan keluhan tidak ada, maka dapat dilakukan suatu manuver stres fisik untuk melihat apakah gejalanya akan muncul. Manuver tersebut dapat dilakukan dengan sit-up, push-up, knee bends, atau dengan berbaring posisi telentang dengan kaki diangkat ke atas selama beberapa detik yang akan memunculkan gejala-gejala kenaikan TIK. Bila gejala tersebut muncul setelah manuver, petinju tidak boleh melanjutkan pertandingan. Bila tak ada gejala ia dapat kembali ke pertandingan, dan selesai pertandingan harus segera dilakukan reevaluasi (Wojtys, 1999).

Klasifikasi Kembali Bertanding (Wojtys, 1999)
1. Kembali bertanding (pada hari yang sama)
a. Keluhan dan gejala menghilang dalam waktu kurang dari 15 menit baik saat istirahat atau saat bertanding
b. Tak pernah tidak sadar

2. Penundaan bertanding (tidak pada hari yang sama)
a. Keluhan dan gejala tidak menghilang dalam waktu 15 menit baik saat istirahat atau saat bertanding
b. Pernah tidak sadar

Jenis Cedera Olahraga Pada Extremitas Superior

Dislokasi ShoulderDislokasi Shoulder

Ciri khasnya adalah perubahan ukuran sendi, perubahan axis lengan yg dislokasi, & posisi tdk alamiah pd shoulder. Meskipun ada usaha dari atlit untuk mengoreksi tetapi akan kembali lagi ke posisi abnormal. Sering disertai oleh injury pd flexus brachialis atau n.axillaris atau n.muskulokutaneus. Paling sering terjadi injury adalah kombinasi dgn fraktur tuberculum majus.

Kondisi ini seringkali terjadi pada penunggang kuda yg tiba-tiba jatuh dari kuda, juga sbg akibat dari jatuh dlm posisi outstretch lengan, akibat dari melempar bola, akibat dari pukulan bola volly yang sangat kuat saat lengan berotasi jauh keluar, akibat dari bergulat, & akibat dari overekstensi lengan pd palang gimnastik.

Traumatic Periarthritis humeroscapular

Trauma langsung pd shoulder & area sekitarnya spt trauma akibat jatuh dari kuda, bantingan yudo, jatuh pd vollyball, gerakan melempar à dpt menyebabkan berkembangnya traumatic periarthritis humero-scapular. Continue reading

Latihan Meremajakan Otot Wajah

Latihan otot wajah yang sempurna untuk menghilangkan keriput, membakar lemak di wajah dan memerangi stres.

Dengan aktivitas otot di wajah, kulit cenderung meregang, menghapus keriput dan memperlambat penuaan wajah saat ia pulih kesegaran dan ekspresi yang lebih santai.

Meskipun hasil fisik dengan latihan otot wajah tidak sama dengan yang dicapai dengan prosedur kosmetik wajah atau diisi dengan facelift, dilakukan oleh seorang spesialis dalam peremajaan wajah, sangat cocok dan dianjurkan untuk kesehatan wajah, karena membantu meningkatkan aliran darah di wajah, menghilangkan racun dan sel-sel lemak secara alami, sebagai teknik yang sangat efektif untuk meredakan stres.

Berlatih setiap hari, sepuluh kali, masing-masing latihan ini mudah, karena ini tidak memerlukan banyak waktu dan juga membantu mencapai wajah yang tampak sehat dan berseri:

Cheeks: Masukan pipi tiga jari tengah dan menekan, tersenyum sambil melakukan gerakan-gerakan ini. Jauhkan kepala Anda kembali ketika Anda melakukan latihan ini.

Depan: tempatkan jari telunjuk tepat di atas alis dan memindahkan mereka ke bawah, hati-hati jangan mengubur jari-jari Anda di mata.

Bibir mendapatkan bibir Anda seolah-olah mencium dan menekankan kembali ke dalam mulut sebagai sebuah hisap.

Mata: Duduk nyaman dengan mata tertutup dan rileks. Sementara mata Anda tertutup, melihat ke bawah dan terlihat sebagai sebanyak mungkin.

Leher: Duduk tegak dan memiringkan kepala Anda kembali melihat langit-langit. Jaga bibir Anda tertutup dan rileks. Pindah bibir atas bibir atas Anda sejauh mungkin.

Gill: Duduk tegak dan memiringkan kepala ke belakang, menatap langit-langit. Jaga bibir Anda tertutup dan rileks. Menghitung sampai dua puluh, santai dan membawa kepala kembali ke posisi normal, mengulangi.

Isometric Exercise – Kerja Otot Statik

Isometric Exercise

Isometric ExerciseLatihan isometrik merupakan bagian pertama dari pengobatan fisioterapi setelah injury atletik atau cidera olahraga, seperti sprain, kontusio, dislokasi, kerobekan tendon, osteosynthesis, atau fraktur yang diobati secara konservatif.

Latihan yang menyebabkan kontraksi otot secara individual atau group/kelompok tetapi tidak terjadi gerakan pada sendi dinamakan dengan latihan isometrik. Tidak ada kerja yang dihasilkan pada tipe kerja otot ini. Dalam rumus, kerja = gaya x jarak, dan latihan isometrik tidak menghasilkan komponen jarak. Meskipun demikian, derajat ketegangan yang dicapai adalah tinggi. Kerja otot statik ini bisa terasa sangat berat dan lelah. Kelelahan yang relatif cepat dari kerja otot statik dapat disebabkan adanya kompresi (penekanan) pada kapiler darah selama kontraksi otot, sehingga mencegah suplai oksigen yang cukup dan pelepasan sisa-sisa metabolisme. Kerja tersebut harus diselesaikan secara anaerobik. Continue reading

Teori Partikel Zat

Teori Partikel Zat

Teori Partikel Zata. Susunan Zat

Zat/materi terdiri dari partikel—partikel kecil yang berupa atom atau molekul. Atom merupakan zat tunggal yang tidak bersenyawa atau tidak berikatan dengen atom lain, secara reaksi kimia biasa tak dapat diuraikan lagi.

Molekul terjadi karena penggabungan dua atom atau lebih, atom yang tak sama ataupun atom yang sama.

Gerak  Brown merupakan gerak secara acak pada partikel-partikel zat.

b. Klasifikasi Zat

Klasifikasi zat secara fisika misalnya konduktor, semi konduktor,isolator.Klasifikasi zat secara kimia misalnya unsur, senyawa, campuran. unsur/elemen adalah zat tunggal yang secara reaksi kimia biasa tak dapat diuraikan lagi, misalnya O2.

senyawa adalah zat tunggal yang secara reaksi kimia biasa dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih yang sederhana, merupakan persatuan dua unsur atau lebih, disebut  juga compound.

Menurut cara terbentuknya dibedakan menjadi :

1. elektrovalent compound, terbentuk oleh adanya. tarik menarik ion tak sejenis, bersifat asam/basa kuat, misalnya NaCl.

2. covalent compound, terbentuk oleh adanya kerjasama atom—atom pembentuknya sehingga masing-masing kulit terluar punya kelengkapan ,jumlah elektron, bersifat asam/basa lemah, misalnya H2O.

3. radical compound, terbentuk seperti covalent compound tetapi masih belum terlengkapi sehingga masih dapat menarik unsur lain, bisa berubah menjadi elektrovalent ataupun covalent, misalnya OH.

Campuran adalah zat yang terdiri dari dua zat atau lebih yang sifat-sifat zat asalnya masih nampak, meskipun ada yang sulit dikenali, dapat berupa campuran homogeny misalnya gula ataupun campuran heterogen misalnya pasir.

c. Electro Chemical Series ( ECS )

merupakan deretan logam dengan sifat-sifat tertentu, yaitu K, Na, Zn, (H), Cu, Ag, Pt.

sifat yang dimiliki :

1. logam yang terletak di sebelah kiri H bila dimasukkan dalam larutan akan memberikan ion kepada larutan, sedangkan logam yang terletak di sebelah kanan H bila-dimasukkan ke dalam larutan-akan menerima ion dari larutan.

2. logam yang terletak di sebelah kiri H akan cenderung bermuatan lebih negatif daripada larutan, sedangkan logam yang terletak di sebelah kanan H akan cenderung bermuatan lebih positif dari pada larutan.

3. semakin ke kiri akan semakin cenderung dalam bentuk ion, sedangkan semakin ke kanan cenderung dalam bentuk atom.

4. semakin jauh dari H akan semakin besar beda potensialnya.

d. Teori Atom Dalton

menurut ahli fisika Dalton maka :

1. zat terdiri dari atom, yang merupakan partikel terkecil.

2. atom dari suatu unsur adalah sama.

3. beberapa atom membentuk molekul benda.

e. Teori Elektron Lorenz

menurut ahli fisika Lorenz maka :

1. benda terdiri dari atom, yang merupakan bagian yang tak dapat dipecah lagi tanpa kehilangan sifat aslinya.

2. atom terdiri dari partikel—partikel yaitu inti ( proton dan neutron ) bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.

3. proton menolak terhadap proton, elektron menolak terhadap elektron, proton tarik menarik terhadap elektron.

4. elektron dapat berpindah tempat.

5. elektron mudah bergerak dalam konduktor.

6. atom dikatakan netral apabila muatan positif sama besar dengan muatan negatif, dikatakan bermuatan positif ( ion positif ) apabila jumlah proton lebih banyak daripada elektron, dikatakan negatif ( ion negatif ) apabila jumlah elektron lebih banyak daripada proton.

f. Magnet

magnet adalah benda yang dapat menarik besi/baja.

1) Hipotesa Weber

Teori molekul kemagnetan dinamakan juga Hipotesa Weber :

a. tiap magnet terdiri dari magnet—magnet penyusun disebut magnet elementer.

b. pada besi, magnet elementer mudah berubah kedudukannya, sedangkan pada baja sulit, sehingga besi lebih mudah dimagnetkan tetapi juga lebih mudah kehilangan sifat kemagnetannya.

c. magnet elementer pada magnet mengarah ke suatu arah tertentu yaitu Utara dan Selatan, sedangkan magnet elementer pada benda yang bukan magnet akan membentuk lingkaran tertutup.

2. Macam Magnet

a. menurut bentuknya : ladam (kuku ), jarum, batang, silinder, keping dll.

b. menurut terjadinya : magnet alam (natural ), magnet buatan (artificial) yang dibedakan menjadi magnet permanen dan magnet temporer.

3) Bagian Magnet :

Kutub magnet adalah bagian magnet yang gaya tariknya terbesar, dinamakan kutub utara dan Kutub Selatan yaitu ujung magnet yang menunjuk arah Utara dan selatan pada saat dalam keadaan bebas

4. Pembuatan Magnet

a. induksi/imbas/influensi ( magnetik ataupun elektrik ), di mana ujung magnet yang terjadi selalu berlawanan dengan ujung magnet yang didekati. Pembuatan magnet oleh aliran arus listrik dinamakan elektromagnet.

b. gosokan, di mana ujung magnet yang terjadi sama dengan ujung magnet yang menggosok.

5. Macam Bahan Yang Ditarik Magnet

Zat/bahan yang dapat ditarik oleh magnet dibedakan menjadi  :

a. ferromnagnetik ( ditarik dengan kuat ) misalnya besi, baja.

b. paramagnetik ( ditarik dengan lemah ) misalnya platina.

c. diamagnetik ( ditolak ) misalnya emas.

6. sifat—sifat Magnet

a. mengambil arah Utara dan Selatan.

b. kutub yang senama tolak menolak, kutub tak senama tarik menarik.-

c. menarik benda magnetis.

d. dapat memindahkn sifat kemagnetannya.

e. mengeluarkan medan magnet.

hukum Coulomb : gaya tolak menolak ataupun tarik menarik yang dilakukan oleh magnet berbanding lurus dengan kuat kutub masing- masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

dapat dihitung dengan rumus :

 Teori Partikel Zat

7. Medan Magnet

medan magnet adalah ruang di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh magnet tersebut, magnet yang berada di dalamnya akan mengalami gaya magnet yang digambarkan sebagai garis-garis gaya magnetik yang dimulai dari Kutub utara untuk berakhir pada Kutub Selatan.•

medan magnet dapat ditimbulkan oleh arus listrik.

arah garis gaya magnet pada kawat lurus yang dialiri arus listrik adalah menurut aturan Maxwell.

arah garis gaya magnet pada kawat berbentuk kumparan ( coil ) yang dialiri arus listrik adalah menurut Aturan Ampere.