Search Results for: faktor status skesehatan komunitas

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi

Pengertian Status Gizi

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam  pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrien. Penelitian status gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data antropometri serta biokimia dan riwayat diit (Beck, 2000: 1). Continue reading

Faktor Resiko Penyakit Stroke

Faktor Resiko Penyakit StrokeUsia merupakan faktor risiko stroke, semakin tua usia maka risiko terkena strokenya pun semakin tinggi. Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).

Sebagian faktor resiko dapat dikendalikan atau dihilangkan sama sekali baik dengan cara medis, misalkan meminum obat tertentu, atau dengan cara nonmedis, misalnya perubahan gaya hidup. Namun, terdapat sejumlah faktor resiko yang tidak dapat diubah (dimodifikasi), seperti penuaan, genetis, dan lain-lain. Continue reading

Pengertian Distribusi Epidemiologi

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata
Jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu EPI yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini EPIDEMIOLOGI adalah :
“Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya). Continue reading

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Konseling

a. Faktor Individual

Orientasi cultural (keterikatan budaya) merupakan factor individual yang dibawa seseorang dalam melakukan interaksi. Orientasi ini merupakan gabungan dari :

1) Faktor Fisik

Kepekaan panca indera pasien yang diberi konseling akan sangat mempengaruhi kemampuan dalam menangkap informasi yang disampaikan konselor.

2) Sudut Pandang

Nilai-nilai yang diyakini oleh pasien sebagai hasil olah pikirannya terhadap budaya dan pendidikan akan mempengaruhi pemahamannya tentang materi yang dikonselingkan.

3) Kondisi Sosial

Status sosial dan keadaan disekitar pasien akan memberikan pengaruh dalam memahami materi.

4) Bahasa

Kesamaan bahasa yang digunakan dalam proses konseling juga akan mempengaruhi pemahaman pasien.

b. Faktor-faktor yang berkaitan dengan interaksi

Tujuan dan harapan terhadap komunikasi, sikap terhadap interaksi, pembawaan diri seseorang terhadap orang lain (seperti kehangatan, perhatian, dukungan) serta sejarah hubungan antara konselor dan asien akan mempengaruhi kesuksesan proses konseling.

c. Faktor Situasional

Percakapan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, situasi percakapan kesehatan antara bidan dan klien akan berbeda dengan situasi percakapan antara polisi dengan pelanggar lalu lintas.

d. Kompetensi dalam melakukan percakapan

Agar efektif, suatu interaksi harus menunjukkan perilaku kompeten dari kedua pihak. Keadaan yang dapat menyebabkan putusnya komunikasi adalah :

1) Kegagalan menyampaikan informasi penting.

2) Perpindahan topik bicara yang tidak lancar.

3) Salah pengertian.

Pembagian Cedera Olahraga dan Faktor Resiko

Pembagian Cedera Olahraga dan Faktor ResikoSecara garis besar, cidera olahraga dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

- Cidera akibat faktor ekstrinsik (pengaruh dari luar)

- Cidera akibat faktor intrinsik (pengaruh dari dalam)

- Cidera akibat overuse/overstretch.

Berdasarkan kejadiannya, cidera olahraga dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu :

- Traumatik injury = cidera olahraga yg disebabkan oleh trauma

- Repetitive strain/sprain = tekanan/kelelahan/trauma ke-cil yang berulang-ulang.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO CIDERA

1. Faktor atlet

- Umur

- Karakteristik atlet

- Pengalaman

- Level training/latihan

- Teknik

- Waktu pemanasan yang tidak cukup

- Kompetisi & program latihan yang terlalu berat

- Problem kesehatan

- Keseimbangan dan diet nu-trisi

- Kondisi umum

2. Peralatan & fasilitas olahraga/latihan

- Peralatan olahraga/latihan

- Pelindung/pengaman

- Fasilitas Olahraga

- Penerangan

- Kondisi cuaca

3. Karakteristik olahraga

Metode Pengukuran Sendi (ROM)

Metode pengukuran sendi (ROM)Atas dasar keputusan bersama pada akademi dari pembedahan ortepedi di amerika, maka memperoleh suatu keputusan mengenai cara pengukuran sendi. Pada tahun 1961 cara peguluran sendi tersebut telah di modernisasi serta mendapatkan perubahan-perubahan oleh ahli bedah di Amerika, Selandia Baru, Australia, Canada dan Inggris. Sehingga pada tahun 1962 diterbitkan suatu buku pedoman cara pengukuran sendi yang banyak digunakan sampai saat ini. Continue reading

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi PerilakuGejala-gejala jiwa yang saling mempengaruhi dalam perilaku manusia antaralain :

a. Pengamatan

Pengamatan adalah pengenalan obyek dengan cara melihat, mendengar, meraba, membau dan mengecap. Sedangkan melihat, mendengar, meraba, membau dan mengecap itu sendiri modalitas pengamatan. Continue reading

Faktor Terjadinya Cedera Olahraga

Cedera OlahragaTidak dapat dipungkiri lagi akan besarnya manfaat latihan fisik dan olahraga, terutama  yang dilakukan secara rutin dan teratur,  dengan tingkat kesehatan badan kita. Sungguh  amat menggembirakan bahwa partisipasi masyarakat yang makin meningkat dalam  melaksanakan kegiatan latihan fisik dan olah raga. Namun disamping manfaat yang besar  dari olahraga terhadap kesehatan tubuh, harus selalu diwaspadai bahwa setiap kegiatan  olahraga apapun  juga mengandung resiko terjadinya Cedera Olah Raga ( COR ),  terutama apabila kegiatan olahraga ini dilakukan tanpa persiapan dan pelaksanaan yang  baik dan benar. COR yang paling sering terjadi adalah cedera yang mengenai jaringan  lunak terutama otot, tendon dan ligamen. Apabila cedera ini tidak ditangani dengan baik  maka dalam jangka panjang  dapat menurunkan performance si atlit.

Secara garis besar ada dua faktor resiko besar  yang melatarbelakangi terjadinya COR,

yaitu :

1.  Faktor Intrinsik :        

a. Usia, Jenis kelamin, Berat Badan dan komposisi tubuh

b. Keadaan otot ( kekuatan setiap otot, keseimbangan antar otot,    fleksibilitas dan endurance otot )

c. Fleksibilitas sendi ( terlalu fleksibel atau kurang fleksibel ) Continue reading

Faktor Timbulnya Minat

Faktor timbulnya minat, menurut Crow and Crow (1982) dalam Purwanto (2004), terdiri dari tiga faktor :

1. Faktor Dorongan Dari Dalam
Yaitu rasa ingin tahu atau dorongan untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Dorongan ini dapat membuat seseorang berminat untuk mempelajari ilmu mekanik, melakukan penelitian ilmiah, atau aktivitas lain yang menantang.

2. Faktor Motif Sosial
Yakni minat dalam upaya mengembangkan diri dari dan dalam ilmu pengetahuan, yang mungkin diilhami oleh hasrat unutk mendapatkan kemampuan dalam bekerja, atau adanya hasrat untuk memperolah penghargaan dari keluarga atau teman.

3. Faktor Emosional
Yakni minat yang berkaitan dengan perasaan dan emosi. Misalnya, keberhasilan akan menimbulkan perasaan puas dan meningkatkan minat, sedangkan kegagalan dapat menghilangkan minat seseorang.

Kondisi Yang Mempengaruhi Minat

Menurut Hurlock (1999), ada beberapa kondisi yang mempengaruhi minat, diantaranya :
1. Status Ekonomi
Status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal yang semula belum mereka laksanakan. Sebaiknya, kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarga tatu usaha yang kurang maju, maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka. Menurut Benyamin Luminto (1998), bahwa tingkat pencapaian pelayanan medis ditentukan oleh biaya yang meningkat, sehingga faktor ekonomi menjadi penyebab naik turunya tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama oleh si miskin. Continue reading