Search Results for: fisioterapi pada ruptur tendon achilles

Fisioterapi Pada Tendon Achilles

Fisioterapi Pada Tendon AchillesTendon Achilles juga dikenal sebagai tendon kalkaneus , adalah tendon yang terdapat pada bagian belakang kaki. Tendon ini menghubungkan 3 otot yaitu, otot soleus , gastrocnemius dan plantaris pada tulang tumit . tendon ini yang paling kuat , yang paling tebal dan paling tahan lama dari semua tendon di tubuh , dan panjangnya sekitar 15 cm.

Tendon ini berorigo dekat pusat otot betis , dan melekat pada otot-otot sepanjang jalan dekat ke titik insersinya (letaknya dan panjangnya untuk kekuatan dan daya tahan). Ini cukup kuat untuk mengangkut/mengangkat sampai empat kali tubuh manusia dengan berjalan, dan sampai delapan kali saat berlari. Hal ini sangat-sangat kuat, dan pada saat yang bersamaan, jika atau ketika tendon achilles cedera, itu akan berdampak banyak pada kegiatan sehari-hari kita..

Ketika tendon Achilles mengalami cedera , biasanya tidak langsung mendapatkan penanganan dengan melakukan pembedahan, sering terapis seperti fisioterapi dan podiatrists menggunakan alat bantu , peralatan dan orthotics yang dapat digunakan untuk memperbaiki misalignments . Sebagai obat anti – inflamasi yang dapat berkontribusi untuk tendinopathy , tidak disarankan untuk digunakan dalam waktu yang lama .

Intervensi fisioterapi untuk pasien dengan cedera tendon Achilles, terutama untuk stretching dan strengthening otot betis . Fisioterapis atau dokter merujuk pasien untuk meminta pembuatan ankle-foot-orthosis ( sering disingkat dengan AFO ) , hal ini dibuat oleh tangan terapis atau ahli terapi okupasional . AFO dibuat untuk membantu memperbaiki keselarasan , memberikan peregangan yang konsisten dan peregangan pasif untuk istirahat panjang yang memadai untuk melindungi tendon selama penyembuhan secara maksimal .

Jika tendon Achilles telah 100 % ruptur , maka intervensi bedah adalah 100 % dibutuhkan untuk memperbaiki kembali tendon yang robek dan memungkinkan penyembuhan yang tepat … plus AFO untuk melindungi perbaikan . Rata-rata , dibutuhkan sekitar 10-18 bulan untuk pemulihan penuh pasca operasi dari tendon achilles yang robek .

Intervensi fisioterapi yang memadai dan akurat sangat penting untuk mengelola cedera seperti ini, karena manajemen yang tidak benar dapat menyebabkan masalah residual seperti rentang penurunan gerak di pergelangan kaki , penurunan kekuatan plantar fleksi dan dorsi fleksi pergelangan kaki , penurunan keseimbangan dan proprioception , penurunan stamina dan penurunan kepercayaan diri .

Fisioterapi pertama kali akan fokus pada permasalahan nyeri yang di alami dengan menggunakan modalitas fisioterapi berupa modalitas panas, mempercepat penyembuhan jaringan lunak dengan terapi ultrasound , kemudian mulai dengan latihan mobilisasi secara lembut, kemudian melakukan latihan strengthening dan stretching.

Pengertian Distribusi Epidemiologi

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata
Jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu EPI yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini EPIDEMIOLOGI adalah :
“Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya). Continue reading

Tendinitis Supraspinatus dan Tendinitis Bicipitalis

Tendinitis SupraspinatusNyeri bahu pada pekerja yang dalam aktifitasnya harus mengangkat beban berat, bukan disebabkan oleh proses degenerasi, melainkan terjadi bila lengan harus diangkat sebatas atau melebihi tinggi akronion. Posisi yang sedemikian ini bila berlangsung terus-menerus juga akan menyebabkan terjadinya iskemia pada tendon.

Daerah Iskemia akibat tarikan. Iskemia ini selanjutnya dapat mengakibatkan terjadinya atropi kelemahan otot daerah pundak sehingga daerah tersebut kelihatan kempis. Degenerasi yang progresif pada “rotator cuff” biasa terjadi pada mereka yang kurang/tidak mewaspadai adanya rasa nyeri dan gangguan fungsi pada bahu. Pada decade ke-5, kebanyakan otot “rotator cuff”telah mulai tertarik serta memperlihatkan tanda-tanda penipisan dan fibrotisasi. Penipisan dan degenerasi ini terutama terjadi pada daerah kritis (critical zone).

Pada keadaan lebih lanjut, kemungkinan terjadinya ruptur ringan akan bertambah lebar, pada keadaan ini proses degenerasi akan diikuti erosi pada tuberkulum humeri. Erosi yang terjadi menekan tendon biceps sehingga sulcus bisipitalis pada kondisi parah seolah-olah menghilang. Bursa sub akromialis menjadi ikut terjepit di daerah tersebut sehingga dinding bursa menebal.

Bila terjadi ruptur tendon atau klasifikasi, dinding bursa ini menjadi tegang. Permukaan bawah akronion oleh adanya gesekan dan tekanan dari humerus, akan mengeras dan menebal.

Pertambahan usia harus dipertimbangkan sebagai factor yang berperan penting dalam proses tendinitas degenerative, meskipun factor-faktor yang lain juga memegang peranan. Pertambahan usia juga mempengaruhi luas gerak sendi, yang disebabkan oleh perubahan posisi scapula. Perubahan posisi scapula ini sebagai akibat dari bertambahnya lengkung kiposis torakal karena degenerasi diskus intervertebralis. Continue reading

Mengenal Karateristik Cidera Pada Jaringan Lunak

Dalam kehidupan sehari-hari cedera jaringan lunak dapat saja terjadi pada setiap orang. Oleh sebab itu sebagai seorang fisioterapis yang cukup berperan dalam pengobatan cedera jaringan lunak sudah seharusnya dapat mengenal dan membedakan masing-masing cedera berdasarkan karakteristiknya sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam menetapkan diagnosis , terlebih lagi dalam hal pengobatannya. Karena apapun bentuk cedera yang terjadi pada jaringan lunak biasanya di sertai dengan tanda dan gejala-gejala berupa : nyeri, tenderness, pembengkakan dan spasme otot, meskipun dengan intensitas yang berbeda-beda. Continue reading

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Ankle Sprain

Physiotherapy In Ankle sprainPenatalaksanaan Fisioterapi Pada Ankle Sprain
Pengertian:
Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada Ankle sprain
Tujuan:
Melaksanakan asuhan fisioterapi secara tepat, efektif dan efisien dengan hasil yang optimal.
Kebijakan:
Indikasi:
- Asesmen fisioterapi dan temuannya pd kasus Ankle Sprain
- Intervensi fisioterapi pada Ankle Sprain Continue reading

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Tennis Elbow (Epicondylitis lateralis)

Fisioterapi Pada Tennis ElbowPenatalaksanaan Fisioterapi Pada Tennis Elbow (Epicondylitis lateralis)
Pengertian:
Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada tennis elbow
Tujuan:
Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien dengan hasil yang optimal.
Kebijakan:
Patologi:
- Epicondylitis lat. Humeri.
- Inflamasi akibat stretch injury, dapat didahului degenerasi tendon.
- Tennis elbow tipe I: Tendon extensor carpiradialis longus
- Tennis elbow tipe II: Tendoperiosteal extensor carpiradialis brevis
- Tennis elbow tipe III: Tendon-muscular juction extensor carpiradialis brevis
- Tennis elbow tipe IV: Muscle belly extensor carpiradialis brevis Continue reading

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Parkinson

  1. Pengertian

Parkinson merupakan salah satu penyakit akibat gangguan pada ganglia basalis di otak. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh Tuan Parkinson pada tahun 1868 yang secara umum menampakkan gejala khas berupa rigidity, bradikinesia (gerakan lamban) mikroskopi, akinesia, wajah kaku, abnormal postur berupa fleksi postur, gangguan reaksi keseimbangan dan berkurangnya rotasi trunk. Continue reading

Osteoartritis dan Penyebabnya

Definisi

Osteoartritis adalah penyakit peradangan sendi yang sering muncul pada usia lanjut. Jarang dijumpai pada usia dibawah 40 tahun dan lebih sering dijumpai pada usia diatas 60 tahun.

Etiologi

Penyebab dari osteoartritis hingga saat ini masih belum terungkap, namun beberapa faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis antara lain adalah : Continue reading

Shoulder Kompleks

Shoulder KompleksShoulder complex merupakan sendi yang paling kompleks pada tubuh manusia. Dibentuk oleh tulang-tulang scapula, clavicula, sternum dan humerus. Dari keempat tulang ini membentuk  sendi-sendi: glenohumeralis, acromioclavicularis, sternoclavicularis dan scapulothoracic. Sendi-sendi ini bergerak bersama-sama saling mempengaruhi dan menjadi gerak sendi yang kompleks.

“Range of motion” dari shoulder kompleks yaitu:

-         Gerak fleksi dapat mencapai 180˚ dan dapat berkurang dengan bertambahnya umur (Murray et al, 1985), sedang ekstensi bisa sampai 60˚.

-         Geraka abduksi juga mencapai 180˚ (AAOS, 1965) maksimal abduksi terjadi pada “scapularpalne” (diantara bidang gerak fleksi dan abduksi). Sedang gerak adduksi dapat mencapai 75˚ di depan tubuh.

-         Gerak rotasi bervariasi, tergantung posisi fleksi shoulder dan total ROM external dan internal rotasi dapat mencapai 180˚.

Gerakan  shoulder kompleks (shoulder girdle) saling mempengaruhi , dengan pengertian apabila salah satu mengalami gangguan gerak  (terbatas) maka dapat dilakukan aktifitas fungsional dengan cara kompensasi dan gerak sendi yang lain. Continue reading

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca Immobilisasi

Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca ImmobilisasiPenatalaksanaan Fisioterapi Pada Kontraktur Sendi Siku Pasca Immobilisasi
Pengertian:
Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada kontraktur sendi siku pasca immobilisasi
Tujuan:
Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien dengan hasil yang optimal.
Kebijakan:
Patologi:
- Pasca immobilisasi fraktur/dislokasi
- Pasca operasi fraktur supracondylar siku, fraktur ante brachii, tumor dan lain-lain
- Kontraktur kapsulo-ligamenter, kontraktur otot siku. Continue reading