Search Results for: foto memek dimasuki lengan tangan

Manual Terapi Regio Shoulder

1. Sendi Bahu: Caput humeri. Traksi – latero-ventro-cranial.

Pasien :Terlentang.
Terapis : Berdiri di sisi bagian yang diterapi
Fiksasi : Scapula difiksasi oleh berat tubuh pasien (ditiduri). Apabila memungkinkan dapat diflksasi menggunakan sabuk.
Pelaksanaan : Kedua tangan terapis memegang humerus sedekat mungkin dengan sendi, kemudian melakukan traksi ke arah Latero-ventro-cranial. Lengan bawah pasièn rileks disangga lengan bawah terapis.Lengan bawah terapis yang berlainan sisi mengarahkan gerakan.
Indikasi : Mobilisasi tidak langsung – non spesifik. Continue reading

AFR Pada Amputasi Tangan

PENDAHULUAN

Pengertian

Amputasi merupakan tindakan operasi dengan jalan memotong anggota atau organ tubuh sebagian atau seluruhnya, yang pada umumnya dilakukan pada angota gerak. Yang dibahas di sini adalah amputasi pada tangan. Amputasi tangan merupakan tindakan operasi dengan jalan memotong anggota tubuh pada extremitas superior yang mana potongan dilakukan pada bagian wrist pemisahan antara telapak tangan dan regio anterbrachium.

Perubahan patologi

Perubahan patologi merupakan pendorong dilakukan amputasi. Ada beberapa indikasi antara lain:

- Akibat adanya trauma ulang seperti fraktur yang di ikuti jaringan nekrosis dan menimbulkan pembusukan.

- lnfeksi tulang

- Kanker / Tumor tulang

-  Gangurn sirkulasi darah seperti: Burge diseases dan gangrene

-  Genital Ampitatum atau perbaikan fungsi tubuh agar dapat berguna untuk ambulansi dan beraktifitas.

Gejala — gejala yang timbul sebelum dilakukan amputasi, dikaitkan dengan indikasi yang timbul atau faktor penyebab maka gejala yang timbul adalah:

• Nyeri

• Pembengkakan pada sekitar wrist

• Keterbatasan ROM pada elbow dan shoulder

• Nekrosis jaringan yang menimbulkan pembusukan

Setelah Amputasi dilakukan, timbul problem-problem atau terjadi komplikasi seperti:

• Ruftura kulit : Terjadi robekan pada kulit

• Haematoma : Pembengkakang hasil operasi karena penimbunan darah di ujung amputasi

• Neuroma : Perasaan nyeri karena ada saraf, arteri yang terpotong

• Bad stump (ujung stump yang jelek)

• Phantom pain:  Masih adanya rasa nyeri pada angota badan yang sebenarnya sudah tidak ada

• Phantom sensation : Masih merasa kalau masih ada rasa gatal tapi kulitnya sebenarnya sudah tidak ada

• Osteomylisis : Infeksi yang terjadi pada tulang yang disebabkan oleh kuman

• Stiff Joint (Elbow dan Shoulder) Terjadinya kekuatan pada sendi

• Kontraktur Otot : Pengenduran otot

Problem/hambatan aktifitas sehari-hari

Adanya amputasi atau hilangnya sebagian organ tubuh yaitu tangan akan mempengaruhi aktifitas kegiatan sehari-hari, apalagi jika tangan yang dominan. Aktifitas yang terhambat akibat amputasi tangan yaitu makan dan minum, berpakaian, membersihkan dan mengatur diri, kegiatan kamar mandi seperti buang air besar, kecil dan mandi.

Jika setelah diamputasi tidak dilakukan kegiatan maka akan terjadi kekakuan karena pasien ragu untuk menggunakan tangan bekas amputasi.

Pemeriksaan fisik

Agar aktifitas kegiatan sehari-hari tidak terhambat maka perlu adanya latihan. Namun yang perlu diketahui sebelum latihan harus ada pemeriksaan fisik berupa inspeksi, palpasi (ROM dan MT)

Auskultasinya. Inspeksi yang dilakukan yaitu melihat atau mengetahui apakah ada kelemahan-kelemahan yang timbul setelah dilakukan amputasi. lnspeksi yang dilakukan antara lain:

- Gerakan-gerakan apa saja yang biasa dilakukan oleh tangan yang diamputasi

-  Perubahan postur

-  Oedema pada puntung amputasi

Selain di inspeksi harus diadakan MT dan pengukuran ROM. MT yang dilakukan yaitu pada group Musculus Nexor Elbow, Nexor Shoulder, Extensor Elbow dan Shoulder, Pronator dan Supinator, Abduktor dan Abduktor Shoulder serta rotator medial dan lateral shoulder.

Pengukuran ROM dilakukan dengan menggunakan Genio Meter. Tujuan pengukuran ROM adalah untuk mengetahui seberapa besar jarak gerak sendi pada Shoulder Joint dan Elbow Joint. Pengukuran ROM dilakukan pada semua gerakan pada kedua sendi (shoulder & elbow).

Pada kondisi ini tidak dapat dilakukan Auskultasi karena Auskultasi merupakan pemeriksaan pendengaran.

Tujuan AFR

Tujuan dilakukannya AFR yakni:

- Agar penderita dapat melakukan kegiatan hidup sehari-hari dengan tangannya atau dengan kata lain mencegah one hand edness’ (penggunaan satu tangan saja)

- Mencegah Suff Joint dan kontraktur khususnya pada elbow dan shoulder

- Mengajarkan proses untuk memakai protesa secara tepat dan benar

-  Mengurangi beban mental

- Agar pasien dapat melakukan kegiatan hidup sehari-hari dengan menggunakan alat Bantu atau palsu.

Aktifitas yang diberikan atau diprogramkan

Aktifitas yang diprogramkan harus sesuai dengan program dari AFR yang mana:

-  Perlu penyesuaian jenis amputasinya

-  Unsure penderitaan dan pekerjaan serta lokasi tempat tinggalnya

-  Jumlah tanggungan keluarga

- Alat Bantu yang digunakan sehari-hari / alat palsu

Pemilihan jenis AFR juga harus berdasarkan kondisi penderita yakni problem yang ada dan dialami dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari jenis aktifitas yang harus diberikan yaitu:

-  Dam-dam yang ditinggikan

- Permainan kartu untuk melatih gerakan memegang dan secara halus

-  Membersihkan sepeda.

Aktifitas fungsional seperti:

- Penggunaan berbagai macam kunci

- Membuka pintu

-  Memungut korek api

- Membuang air

- Menaruh sepatu

- Menimba air dari sumur

- Untuk pekerjaan yang harus dilakukan dengan skrup dan baut ,

- Mesin gergaji dengan potongan gergaji yang besar

Aktifitas yang diberikan juga hendaknya disesuaikan dengan profesi penderita.

Keamanan yang harus diperhatikan pada pasien

Keamanan yang harus diperhatikan pada pasien yang mengalami amputasi pada tangan yaitu:

- Pembalutan pada puntung amputasi

- Pengunaan pakaian khususnya kemeja, jas, dan juga baju hangat, yang mana harus dihindari kemeja yang sempit dan yang berlengan panjang, dan juga hindari baju yang harus disisipkan kedalam celana.

Evaluasi

Evaluasi dibagi dua yaitu sesaat dan berkala. Evaluasi sesaat yaitu pada saat dilakukan latihan sedangkan berkala yaitu setelah beberapa kali melakukan latihan.

Komplikasi yang timbul akibat amputasi tersebut dapat dipulihkan kembali dan juga pasien dapat melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari dengan menggunakan bekas amputasi.

Pemberian alat bantu sesuai cacatnya

Bagian tubuh atau organ tubuh yang hilang atau diamputasi yaitu tangan dapat dibantu dengan tangan palsu. Tangan palsu ini bentuk seperti lengan bawah sampai tangan dan dipasang mulai dari elbow.

Selain tangan palsu biasa juga menggunakan karet yang diikat pada puntung tangan yang telah diamputasi yang mana alat Bantu ini dipake pada saat pasien akan melakukan aktifitas yaitu makan.

Pada pasien amputasi sering juga digunakan alat Bantu seperti MiteIIa yang mana digunakan setelah dilaksanakan amputasi atau baru diamputasi. Mitella ini digunakan untuk menggendong lengan yang diamputasi.

Saran — saran

Bagi pasien amputasi tangan, diminta untuk tidak memanjakan tangan bekas amputasi, sering melakukan latihan serta selalu menjaga kebersihan pada puntung amputasi.

Bagi keluarga pasien diharap untuk selalu membantu dan memotivasi pasien.

Teknik fisioterapi untuk Carpal Tunnel Syndrome

Carpal Tunnel SyndromeSebagian besar dari kita menggunakan tangan kita setiap hari di tempat kerja atau di rumah. Mungkin Anda telah menyadari rasa sakit atau kesemutan di dalamnya. Mungkin rasa sakit terjadi setelah aktivitas tertentu untuk sementara waktu, terutama sesuatu yang kita lakukan berulang kali. Akhirnya, ia datang tanpa peringatan atau mungkin rasa sakit bangun Anda di malam hari. Ini adalah gejala klasik dari carpal tunnel syndrome dan Anda harus membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang kondisi ini berpotensi melemahkan.

Apa sindrom carpal tunnel?

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah neuropati jebakan dari saraf perifer di lengan. N. medianus yang terperangkap atau dikompresi di pergelangan tangan pada sisi telapak tangan Anda. Terowongan karpal adalah ruang tertutup ditutupi oleh beberapa lapisan jaringan. Melalui terowongan ini, saraf median, bersama dengan sembilan tendon melewati. Selama gerakan pergelangan tangan dan jari-jari, tendon ini dan saraf harus geser lancar. Bila ada ketidakseimbangan antara ukuran tabung dan isinya, gerakan geser dicegah dan tekanan normal ditempatkan pada saraf median. Hasil tekanan ini dalam nyeri yang terasa di jari-jari dan pergelangan tangan yang khas. Continue reading

Pemeriksaan Gerak Dasar Regio Pergelangan Kaki

A. Pemeriksaan Gerak Pasif

1.  Dorsi fleksi dan plantar fleksi upper ankle (gb. 1)

a. Posisi pasien : berbaring telentang dengan lutut sedikit fleksi

b. Pegangan : satu tangan memegang tumit, tangan yang lain memegang kaki.

c. Gerakan : tes gerak pasif dorsi fleksi, tangan pada tumit memberi tarikan, tangan pada kaki mendorong ke arah dorsi feksi (gb. 1a). Tes gerak pasif plantar fleksi, tangan pada tumit memberi dorongan, tangan pada kaki menarik ke arah plantar fleksi (gb. 1b)

d. Tujuan : mengetahui ROM dan nyeri gerak Continue reading

Fisioterapi pada Nyeri Lengan (Arm Pain)

Fisioterapi pada Nyeri LenganNyeri lengan membuat ketidakyamanan pada tangan dan bahu seseorang. Nyeri ini pada dasarnya dari jari sampai ke bahu . Lengan terdiri dari otot , tulang , sendi , ligamen , tendon , kulit , sistem saraf , pembuluh darah , darah dll , apapun yang mengalami cedera , terinfeksi atau mendapat trauma dapat menyebabkan nyeri pada lengan.

Nyeri pada lengan dapat memiliki pengalaman yang berbeda , dari:

• durasi ( sesaat , dibandingkan nyeri intermiten , dibandingkan rasa sakit yang konstan )
• lokasi ( lokasi yang sangat spesifik , di wilayah yang luas , area global )
• kemampuan untuk melakukan perjalanan atau menyebar ke lokasi lain
• jenis nyeri termasuk rasa pegal , nyeri menusuk , nyeri kesemutan , nyeri listrik , nyeri kram , nyeri berdenyut , nyeri terbakar dll

Rasa kesemutan, menggelitik seperti adanya listrik ringan atau rasa seperti terbakar, para medis biasa menyebutnya dengan paresthesia . Adanya ketidaknyamanan rasa sakit yang sedang maupun berat dapat mengganggu gerakan tangan anda.

Banyak hal yang bisa menyababkan nyeri lengan, misalnya trauma, benturan langsung, masalah otot, degenerasi saraf dan kanker, bahkan cedera yang berulang. Nyeri lengan juga bisa berasal dari tubuh bagian lain yang menjalar sampai ke lengan seperti dari punggung dan leher. Contohnya adalah titik pemicu di leher dapat menyebabkan mati rasa yang dapat menjalar ke tangan dan bahu .

Untuk penanganan ini, fisioterapi akan memulai dengan;
• melakukan assessment secara mendalam mengenai timbulnya rasa sakit dan cedera ,
• mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan atau memperburuk rasa sakit ,
• memahami riwayat medis dan keluarga mereka sebelumnya ,
• serta informasi medis lainnya yang relevan
• tes fisik dan manual untuk mengetahui titik masalahnya
• fisioterapi, massage tangan dan massage olahraga

Setelah hal tersebut sudah dilakukan kemudian fisioterapi focus untuk mengurangi rasa sakit dengan menggunakan modalitas fisioterapi seperti ultrasound dan interferensi, terapi dingin untuk mengurangi peradangan, lalu meningkatkan ROM dan gerakan fungsional. Fisioterapis juga dapat memberikan : latihan dan gerakan pada tangan, mobilisasi sendi dan manajemen jaringan lunak .

Anatomi Regio Pergelangan Tangan dan Jari-jari

Anatomi

Untuk mempermudah dalam mempelajari daerah pergelangan tangan, tangan dan jari-jari dibagi menjadi:

  1. Distal radio-ulnar joint
  2. Carpalia (radiocarpal joint, intercarpal dan midcarpal joint)
  3. Ibu jari
  4. Tapak tangan dan jari-jari.

Anatomi Regio Pergelangan Tangan dan Jari-jari

  1. 1.     Distal radio-ulnar joint

Ulna mempunyai hubungan yang sangat penting dengan sendi siku, tetapi ujung distal ulna tidak  betul-betul berhubungan dengan tulang-tulang pergelangan tangan (carpalia). Tulang-tulang carpal hanya bersendi dengan tulang radius. Antara tulang ulna dan tulang-tulang carpal terdapat discus fibrocartilago.

Distal radio ulnar joint ini merupakan pivot joint  dan mempunyai satu axis gerak. Walaupun radius bergerak terhadap ulna, tetapi bukan berarti ulna tidak bergerak. Pada saat gerakan pronasi, ulna bergerak ke belakang dan lateral, sedangkan pada saat gerakan supinasi, ulna bergerak ke depan dan medial. Continue reading

Anatomi Fungsional Bahu

Gerakan extremitas superior ini jauh lebih rumit dan kompelks dari pada extremitas inferior, hal ini dilihat dari macam gerakan yang bisa di lakukannya, banyaknya tulang dan sendi yang tersangkut, adanya koordinasi yang tinggi antar bagian-bagian tak langsung melalui  gelang bahu dengan demikia gerakan extremitas superior tergantung kepada posisi pada gerakan gelang bahu dan tubuh. Gerakan yang sempurna ini di sini lain juga merugikan yaitu dengan berkurangnya tingkat stabilitasnya. Untuk extremitas superior khususnya sendi bahu, sebenarnya stabilitas ini memang tidak terlalu dibutuhkan karena dia tidak diperlukan untuk menyangga berat badan seperti halnya pada tulang belakang dengan kemungkinan terjadinya trauma, penyakit atau patologis yang lain. Continue reading

Peregangan untuk Lengan

Untuk mencegah kemungkinan cedera atau kontraktur, berikut adalah beberapa latihan yang kita dapat meregangkan tangan kita dengan benar.

  • Dada dan bisep brachii: kita memiliki kaki depan, tangan dengan posisi ini memegang lain di belakang punggung. Kemudian kita mengambil senjata kembali dan sampai kita menyadari tekanan yang dihasilkan di bahu anterior.
  • Triceps brachii: bagian belakang kepala kita meraih siku dengan tangan yang lain dan membawanya kembali dengan membuat fleksi penuh. Jadi tarik belakang lengan.
  • Epicondíleos: ini adalah otot yang terletak di lengan bawah dengan rambut lebih. Untuk membungkuk, dengan tinju tertutup dan melenturkan pergelangan tangan Anda siku lurus sebanyak mungkin untuk membantu kami dengan tangan lain.

Teknik Pelaksanaan Terapi Manipulasi Pada Sendi Panggul

Dalam melakukan terapi manipulasi, haruslah selalu diingat hal-hal sebagai berikut:

- Posisi pasien harus comfort agar struktur persendian yang akan dimanipulasi benar-benar rilex. Selain itu posisi pasien juga harus dapat mempermudah pemberian terapi.

- Posisi terapis harus pula dipilih posisi yang paling mudah untuk pemberian terapi (agar dalam pemberian terapi tidak canggung/kikuk).

- Pegangan terapis harus mantap dan selalu kontak dengan kulit regio yang diterapi manipulasi.

- Fixasi harus benar-benar stabil

- Tenaga yang digunakan sejauh mungkin mengandalkan berat badan terapis. Hal ini dimaksudkan agar terapis tidak cepat lelah serta tidak terjadi keluhan/ganggüan/penyakit karena pekerjaan/pro fesi.

 terapi manipulasi

Traksi Primer caput femoris: pegangan pada  medioventral di paha atas se-proximal mungkin
Arah: Lateral, Caudal, Ventral.

Indikasi: Memelihara “joint play” Continue reading

Anatomi Fungsional dan Biomekanika Regio Siku (Elbow)

Anatomi Fungsional dan Biomekanika Regio Siku Anatomi fungsional dan biomekanika

  1. Tulang pembentuk:
    1. Os humeri
    2. Os ulnae
    3. Os radii
    4. Persendian
      1. Art Humeri ulnaris (engsel/ginglimus/hinge)

Dibentuk oleh Trochlea humeri yang berbentuk seperti  Pulley dengan facet convek /cembung, di tengahnya terdapat  “Groove” sehingga terbentuk 2 facet joint, dimana facet medial lebih besar  dan lebih caudal disbanding facet lateral. Gerakan yang terjadi adalah fleksi dan ekstensi. Continue reading