Search Results for: gambar 2 jari tangan masuk memek

Anatomi Regio Pergelangan Tangan dan Jari-jari

Anatomi

Untuk mempermudah dalam mempelajari daerah pergelangan tangan, tangan dan jari-jari dibagi menjadi:

  1. Distal radio-ulnar joint
  2. Carpalia (radiocarpal joint, intercarpal dan midcarpal joint)
  3. Ibu jari
  4. Tapak tangan dan jari-jari.

Anatomi Regio Pergelangan Tangan dan Jari-jari

  1. 1.     Distal radio-ulnar joint

Ulna mempunyai hubungan yang sangat penting dengan sendi siku, tetapi ujung distal ulna tidak  betul-betul berhubungan dengan tulang-tulang pergelangan tangan (carpalia). Tulang-tulang carpal hanya bersendi dengan tulang radius. Antara tulang ulna dan tulang-tulang carpal terdapat discus fibrocartilago.

Distal radio ulnar joint ini merupakan pivot joint  dan mempunyai satu axis gerak. Walaupun radius bergerak terhadap ulna, tetapi bukan berarti ulna tidak bergerak. Pada saat gerakan pronasi, ulna bergerak ke belakang dan lateral, sedangkan pada saat gerakan supinasi, ulna bergerak ke depan dan medial. Continue reading

Manual Terapi Regio Shoulder

1. Sendi Bahu: Caput humeri. Traksi – latero-ventro-cranial.

Pasien :Terlentang.
Terapis : Berdiri di sisi bagian yang diterapi
Fiksasi : Scapula difiksasi oleh berat tubuh pasien (ditiduri). Apabila memungkinkan dapat diflksasi menggunakan sabuk.
Pelaksanaan : Kedua tangan terapis memegang humerus sedekat mungkin dengan sendi, kemudian melakukan traksi ke arah Latero-ventro-cranial. Lengan bawah pasièn rileks disangga lengan bawah terapis.Lengan bawah terapis yang berlainan sisi mengarahkan gerakan.
Indikasi : Mobilisasi tidak langsung – non spesifik. Continue reading

Teknik fisioterapi untuk Carpal Tunnel Syndrome

Carpal Tunnel SyndromeSebagian besar dari kita menggunakan tangan kita setiap hari di tempat kerja atau di rumah. Mungkin Anda telah menyadari rasa sakit atau kesemutan di dalamnya. Mungkin rasa sakit terjadi setelah aktivitas tertentu untuk sementara waktu, terutama sesuatu yang kita lakukan berulang kali. Akhirnya, ia datang tanpa peringatan atau mungkin rasa sakit bangun Anda di malam hari. Ini adalah gejala klasik dari carpal tunnel syndrome dan Anda harus membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang kondisi ini berpotensi melemahkan.

Apa sindrom carpal tunnel?

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah neuropati jebakan dari saraf perifer di lengan. N. medianus yang terperangkap atau dikompresi di pergelangan tangan pada sisi telapak tangan Anda. Terowongan karpal adalah ruang tertutup ditutupi oleh beberapa lapisan jaringan. Melalui terowongan ini, saraf median, bersama dengan sembilan tendon melewati. Selama gerakan pergelangan tangan dan jari-jari, tendon ini dan saraf harus geser lancar. Bila ada ketidakseimbangan antara ukuran tabung dan isinya, gerakan geser dicegah dan tekanan normal ditempatkan pada saraf median. Hasil tekanan ini dalam nyeri yang terasa di jari-jari dan pergelangan tangan yang khas. Continue reading

AFR Pada Amputasi Tangan

PENDAHULUAN

Pengertian

Amputasi merupakan tindakan operasi dengan jalan memotong anggota atau organ tubuh sebagian atau seluruhnya, yang pada umumnya dilakukan pada angota gerak. Yang dibahas di sini adalah amputasi pada tangan. Amputasi tangan merupakan tindakan operasi dengan jalan memotong anggota tubuh pada extremitas superior yang mana potongan dilakukan pada bagian wrist pemisahan antara telapak tangan dan regio anterbrachium.

Perubahan patologi

Perubahan patologi merupakan pendorong dilakukan amputasi. Ada beberapa indikasi antara lain:

- Akibat adanya trauma ulang seperti fraktur yang di ikuti jaringan nekrosis dan menimbulkan pembusukan.

- lnfeksi tulang

- Kanker / Tumor tulang

-  Gangurn sirkulasi darah seperti: Burge diseases dan gangrene

-  Genital Ampitatum atau perbaikan fungsi tubuh agar dapat berguna untuk ambulansi dan beraktifitas.

Gejala — gejala yang timbul sebelum dilakukan amputasi, dikaitkan dengan indikasi yang timbul atau faktor penyebab maka gejala yang timbul adalah:

• Nyeri

• Pembengkakan pada sekitar wrist

• Keterbatasan ROM pada elbow dan shoulder

• Nekrosis jaringan yang menimbulkan pembusukan

Setelah Amputasi dilakukan, timbul problem-problem atau terjadi komplikasi seperti:

• Ruftura kulit : Terjadi robekan pada kulit

• Haematoma : Pembengkakang hasil operasi karena penimbunan darah di ujung amputasi

• Neuroma : Perasaan nyeri karena ada saraf, arteri yang terpotong

• Bad stump (ujung stump yang jelek)

• Phantom pain:  Masih adanya rasa nyeri pada angota badan yang sebenarnya sudah tidak ada

• Phantom sensation : Masih merasa kalau masih ada rasa gatal tapi kulitnya sebenarnya sudah tidak ada

• Osteomylisis : Infeksi yang terjadi pada tulang yang disebabkan oleh kuman

• Stiff Joint (Elbow dan Shoulder) Terjadinya kekuatan pada sendi

• Kontraktur Otot : Pengenduran otot

Problem/hambatan aktifitas sehari-hari

Adanya amputasi atau hilangnya sebagian organ tubuh yaitu tangan akan mempengaruhi aktifitas kegiatan sehari-hari, apalagi jika tangan yang dominan. Aktifitas yang terhambat akibat amputasi tangan yaitu makan dan minum, berpakaian, membersihkan dan mengatur diri, kegiatan kamar mandi seperti buang air besar, kecil dan mandi.

Jika setelah diamputasi tidak dilakukan kegiatan maka akan terjadi kekakuan karena pasien ragu untuk menggunakan tangan bekas amputasi.

Pemeriksaan fisik

Agar aktifitas kegiatan sehari-hari tidak terhambat maka perlu adanya latihan. Namun yang perlu diketahui sebelum latihan harus ada pemeriksaan fisik berupa inspeksi, palpasi (ROM dan MT)

Auskultasinya. Inspeksi yang dilakukan yaitu melihat atau mengetahui apakah ada kelemahan-kelemahan yang timbul setelah dilakukan amputasi. lnspeksi yang dilakukan antara lain:

- Gerakan-gerakan apa saja yang biasa dilakukan oleh tangan yang diamputasi

-  Perubahan postur

-  Oedema pada puntung amputasi

Selain di inspeksi harus diadakan MT dan pengukuran ROM. MT yang dilakukan yaitu pada group Musculus Nexor Elbow, Nexor Shoulder, Extensor Elbow dan Shoulder, Pronator dan Supinator, Abduktor dan Abduktor Shoulder serta rotator medial dan lateral shoulder.

Pengukuran ROM dilakukan dengan menggunakan Genio Meter. Tujuan pengukuran ROM adalah untuk mengetahui seberapa besar jarak gerak sendi pada Shoulder Joint dan Elbow Joint. Pengukuran ROM dilakukan pada semua gerakan pada kedua sendi (shoulder & elbow).

Pada kondisi ini tidak dapat dilakukan Auskultasi karena Auskultasi merupakan pemeriksaan pendengaran.

Tujuan AFR

Tujuan dilakukannya AFR yakni:

- Agar penderita dapat melakukan kegiatan hidup sehari-hari dengan tangannya atau dengan kata lain mencegah one hand edness’ (penggunaan satu tangan saja)

- Mencegah Suff Joint dan kontraktur khususnya pada elbow dan shoulder

- Mengajarkan proses untuk memakai protesa secara tepat dan benar

-  Mengurangi beban mental

- Agar pasien dapat melakukan kegiatan hidup sehari-hari dengan menggunakan alat Bantu atau palsu.

Aktifitas yang diberikan atau diprogramkan

Aktifitas yang diprogramkan harus sesuai dengan program dari AFR yang mana:

-  Perlu penyesuaian jenis amputasinya

-  Unsure penderitaan dan pekerjaan serta lokasi tempat tinggalnya

-  Jumlah tanggungan keluarga

- Alat Bantu yang digunakan sehari-hari / alat palsu

Pemilihan jenis AFR juga harus berdasarkan kondisi penderita yakni problem yang ada dan dialami dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari jenis aktifitas yang harus diberikan yaitu:

-  Dam-dam yang ditinggikan

- Permainan kartu untuk melatih gerakan memegang dan secara halus

-  Membersihkan sepeda.

Aktifitas fungsional seperti:

- Penggunaan berbagai macam kunci

- Membuka pintu

-  Memungut korek api

- Membuang air

- Menaruh sepatu

- Menimba air dari sumur

- Untuk pekerjaan yang harus dilakukan dengan skrup dan baut ,

- Mesin gergaji dengan potongan gergaji yang besar

Aktifitas yang diberikan juga hendaknya disesuaikan dengan profesi penderita.

Keamanan yang harus diperhatikan pada pasien

Keamanan yang harus diperhatikan pada pasien yang mengalami amputasi pada tangan yaitu:

- Pembalutan pada puntung amputasi

- Pengunaan pakaian khususnya kemeja, jas, dan juga baju hangat, yang mana harus dihindari kemeja yang sempit dan yang berlengan panjang, dan juga hindari baju yang harus disisipkan kedalam celana.

Evaluasi

Evaluasi dibagi dua yaitu sesaat dan berkala. Evaluasi sesaat yaitu pada saat dilakukan latihan sedangkan berkala yaitu setelah beberapa kali melakukan latihan.

Komplikasi yang timbul akibat amputasi tersebut dapat dipulihkan kembali dan juga pasien dapat melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari dengan menggunakan bekas amputasi.

Pemberian alat bantu sesuai cacatnya

Bagian tubuh atau organ tubuh yang hilang atau diamputasi yaitu tangan dapat dibantu dengan tangan palsu. Tangan palsu ini bentuk seperti lengan bawah sampai tangan dan dipasang mulai dari elbow.

Selain tangan palsu biasa juga menggunakan karet yang diikat pada puntung tangan yang telah diamputasi yang mana alat Bantu ini dipake pada saat pasien akan melakukan aktifitas yaitu makan.

Pada pasien amputasi sering juga digunakan alat Bantu seperti MiteIIa yang mana digunakan setelah dilaksanakan amputasi atau baru diamputasi. Mitella ini digunakan untuk menggendong lengan yang diamputasi.

Saran — saran

Bagi pasien amputasi tangan, diminta untuk tidak memanjakan tangan bekas amputasi, sering melakukan latihan serta selalu menjaga kebersihan pada puntung amputasi.

Bagi keluarga pasien diharap untuk selalu membantu dan memotivasi pasien.

Pemeriksaan Gerak Dasar Regio Pergelangan Kaki

A. Pemeriksaan Gerak Pasif

1.  Dorsi fleksi dan plantar fleksi upper ankle (gb. 1)

a. Posisi pasien : berbaring telentang dengan lutut sedikit fleksi

b. Pegangan : satu tangan memegang tumit, tangan yang lain memegang kaki.

c. Gerakan : tes gerak pasif dorsi fleksi, tangan pada tumit memberi tarikan, tangan pada kaki mendorong ke arah dorsi feksi (gb. 1a). Tes gerak pasif plantar fleksi, tangan pada tumit memberi dorongan, tangan pada kaki menarik ke arah plantar fleksi (gb. 1b)

d. Tujuan : mengetahui ROM dan nyeri gerak Continue reading

Memilih Olahraga yang Sesuai dengan Tubuh

Memilih Olahraga yang Sesuai dengan TubuhPilihan olahraga yang sesuai akan mereduksi beban aktifitas paksaan dari dalam dan luar tubuh, disamping sebagai upaya mendekati dengan daya toleransi tubuh. Dari hasil-hasil penelitian ternyata dapat menemukan hasil-hasil untuk menunjukan adanya bakat-bakat tertentu dan kualitas fisik, seperti misalnya tipe serabut otot, besarnya jantung, kapasitas paru-paru, kerrangka badan, yang dapat menyebabkan seseorang lebih mampu untuk melakukan suatu macam olahraga dibanding dengan olah raga yang lain.

Penelitian Bob Arnot, M.D. seorang dokter ahli faal olah raga, diturunkan suatu seri dari 6 tes sebagai bahan penentuan jenis olah raga pilihan. Tentu saja setiap orang yang sehat dan bugar dapat melakukan olah raga apa saja, dan setiap orang dapat menjadi lebih baik pada salah satu macam olah raga bila selalu melakukan latihan-latihan yang cukup.

Bila seseorang sudah menekuni dan menyukai salah satu macam olah raga, tetapi dalam tes tadi ternyata menunjukan ke macam olah raga yang lain, janganlah ditinggalkan olah raga tadi, yang penting adalah berlatih yang teratur, agar anda menjadi selalu sehat dan bugar.
Hasil tes seperti tersebut diatas, lebih penting bagi mereka yang ingin menjadi atlet yang betul terlatih. Tapi setidak-tidaknya dari hasil tes tadi, dapatlah diperkirakan petunjuk secara garis besar, untuk menentukan pilihan anda sehingga anda dapat lebih mencapai hasil yang baik.

Keenam tes tadi adalah sebagai berikut:
1. Tes kemampuan yang explosif, misal : Tes Lompat Vertikal.
Makin tinggi seseorang dapat melompat berarti makin banyak serabut otot cepat yang dimilikinya.
Penilaian : 70 cm atau lebih : nilai 10
55 cm – < style=”font-weight: bold;”>2. Tes Kardiorespirasi, misal : Tes berjalan 1.6 KM Continue reading

Cara Palpasi Jaringan Keras Regio Writs dan Hand

Hard tissue palpation Wrist and Hand RegionUntuk memulai palpasi writs dan hand, thumb pemeriksa diatas processus styloideus radii pasien (bagian proksimal thumb) dan index serta middle finger pemeriksa diatas processus styloideus ulna (bagian proksimal jari kelingking). Dibagian  peninggian tulang  yang merupakan dasar dari referensi bentuk pada regio carpal. Dari titik itu palpasi dilanjutkan pada garis linear kearah tulang dan struktur jaringan lunak di hand.

     Tulang-tulang di writs disusun oleh 8 tulang carpal yang terdiri dari bagian proksimal dan bagian distal. Bagian proksimal terdiri dari scapoid, lunatum, triquetrum, dan pisiform. Sedangkan bagian distal terdiri dari trapezium, trapezoid, capitatum dan hamatum.

1)             Processus styloideus radii

Bentuknya di lateral hand, pada posisi anatomi (palmar menghadap keanterior) . Seperti pada saat palpasi diujung distal, tandai sesuatu yang kecil ditepi sulcus yang dapat dirasakan sepanjang sudut lateral. Dari situ, palpasi panjangnya processus styloideus, dan dilanjutkan ke shaf radial  hingga tidak teraba lagi karena ditutupi oleh jaringan lunak kira-kira pada pertengahan forearm. Kemudian ulangi pada titik di peninggian processus styloideus radii, yang terletak hanya di bagian proksimal carpal joint. Continue reading

Teknik Pelaksanaan Terapi Manipulasi Pada Sendi Panggul

Dalam melakukan terapi manipulasi, haruslah selalu diingat hal-hal sebagai berikut:

- Posisi pasien harus comfort agar struktur persendian yang akan dimanipulasi benar-benar rilex. Selain itu posisi pasien juga harus dapat mempermudah pemberian terapi.

- Posisi terapis harus pula dipilih posisi yang paling mudah untuk pemberian terapi (agar dalam pemberian terapi tidak canggung/kikuk).

- Pegangan terapis harus mantap dan selalu kontak dengan kulit regio yang diterapi manipulasi.

- Fixasi harus benar-benar stabil

- Tenaga yang digunakan sejauh mungkin mengandalkan berat badan terapis. Hal ini dimaksudkan agar terapis tidak cepat lelah serta tidak terjadi keluhan/ganggüan/penyakit karena pekerjaan/pro fesi.

 terapi manipulasi

Traksi Primer caput femoris: pegangan pada  medioventral di paha atas se-proximal mungkin
Arah: Lateral, Caudal, Ventral.

Indikasi: Memelihara “joint play” Continue reading

Gerakan Pasif Pada Sendi Lutut

Gerak pasif ekstensi (gb. 2) dan hiper-ekstensi (gb. 3)

a. Posisi pasien  :berbaring telentang dengan tungkai lurus

b. Pegangan     :tangan pasif memberi sanggaan pada sedikit di sebelah atas lutut bagian dorsal (ekstensi) atau pada sedikit disebelah atas lutut bagian ventral (hiper-ekstensi), tangan aktif memegang pada sedikit di atas pergelangan kaki.

c. Gerakan         : dengan tangan aktif, angkat tungkai bawah hingga maksimal.

d. Endfeel                  :keras

e. Tujuan                   :mengetahui ROM, nyeri gerak dan perubahan endfeel Continue reading

Struktur Jantung

Struktur JantungSTRUKTUR  JANTUNG 

JANTUNG  Adalah  : organ otot terbagi atas 4 ruang  yang ditutupi oleh  3 lapis otot yaitu dari luar kedalam ; Pericardium, Myocardium dan Endocardium

 2 Ruang atas  yi; atrium kanan dan kiri yang dibatasi oleh Septum Interatrium  yang fungsinya :

 a. Menerima darah  à atrium kiri menerima darah dari sirkulasi pulmonal melalui vena pulmonalis dan atrium kanan menerima darah dari sirkulasi sistemik melalui vena cava superior dan Inferior

 b.  Memompa darah masuk ventrikel

2 Ruang bawah yi ; Ventrikel kanan dan kiri dibatasi oleh septum Interventrikel yang fungsinya ;

       a. Menerima darah dari atrium

       b. Memompa darah keluar jantung Continue reading