Search Results for: gambar panggul

Tulang belakang lumbal statis di bidang frontal

Dalam kasus ‘yang ideal’ panggul dan tulang belakang terletak simetris dalam garis lurus di pemandangan AP. Para tonjolan oksipital eksternal, proses spinosus, simfisis pubis, dan berbaring di garis tengah tulang ekor. Seperti kolom tulang belakang pengecualian dalam kehidupan nyata; orang hanya tidak menempatkan berat badan mereka secara simetris pada kedua kaki, tetapi berdiri dalam posisi santai di mana beban itu diambil terutama pada satu kaki. Selama berjalan, panggul terus ayunan dari satu sisi ke sisi lain. Hasilnya adalah terciptanya konstan pesawat miring. Perhatian utama dalam menilai ini adalah untuk menemukan bagaimana kolom tulang belakang bereaksi terhadap arah miring di bidang frontal. Continue reading

Pemeriksaan Sendi Panggul: Vertebrae Lumbal

Vertebrae LumbalSebelum mengkaji tentang permasalahan pada sendi panggul maka perlu pemahaman tentang aspek anatomi dan kinesiologi yang berkatian dengan sendi panggul.

Ditinjau dari sudut anatomi, kinesiologi dan patologi panggul merupakan daerah yang cukup rumit, karena berbagai peristiwa yang terjadi di daerah lain misalnya di lumbal, limbosacral, Sacroiliac dan knee joint gangguan musculotendinogen, saraf atau interna ; seringkali rnengakibatkan (referred pain) pada daerah panggul dan sebaliknya. Gangguan fungsi daerah panggul banyak mendasari gangguan kesehatan seseorang. Berdasarkan pernyataan tersebut di atas, untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana melakukan pemeriksaan sendi panggul, maka secara singkat akan disinggung anatomi dan kinesiologi pada vertebral lumbal, sacroiliac dan Hip joint, pada gangguan sendi. Continue reading

Pemeriksaan Panggul dan Sekitarnya

Pemeriksaan Panggul dan SekitarnyaSecara klinis fisioterapi adalah suatu proses yang berdasarkan pendekaan ilmiah untuk mengatasi problematik terhadap gangguan fungsi dan gerak. Tindakan hanyalah bagian dari proses itu yang penentuan dan pelaksanaanya merupakan “hak prerogativ fisioterapis”. Kaitannya dengan pemeriksaani fisioterapi pada daerah panggul, maka kita mengawali pemeniksaan dari lumbal kemudian SIJ dan berakhir di sendi panggul (Hip).

SISTEM PEMERIKSAAN

1. Pola dasar pemeriksaan fisioterapi

A. Anamnesis

B. lnspeksi

C.. Pemeriksaan fungsi Continue reading

Teknik Pelaksanaan Terapi Manipulasi Pada Sendi Panggul

Dalam melakukan terapi manipulasi, haruslah selalu diingat hal-hal sebagai berikut:

- Posisi pasien harus comfort agar struktur persendian yang akan dimanipulasi benar-benar rilex. Selain itu posisi pasien juga harus dapat mempermudah pemberian terapi.

- Posisi terapis harus pula dipilih posisi yang paling mudah untuk pemberian terapi (agar dalam pemberian terapi tidak canggung/kikuk).

- Pegangan terapis harus mantap dan selalu kontak dengan kulit regio yang diterapi manipulasi.

- Fixasi harus benar-benar stabil

- Tenaga yang digunakan sejauh mungkin mengandalkan berat badan terapis. Hal ini dimaksudkan agar terapis tidak cepat lelah serta tidak terjadi keluhan/ganggüan/penyakit karena pekerjaan/pro fesi.

 terapi manipulasi

Traksi Primer caput femoris: pegangan pada  medioventral di paha atas se-proximal mungkin
Arah: Lateral, Caudal, Ventral.

Indikasi: Memelihara “joint play” Continue reading

Inkontinensia Urin Akibat Partus

Proses pembentukan urine dan pengeluarannya setelah ditampung pada kandung kemih merupakan suatu rangkaian fungsi daripada system atau traktus orogenitalia yang saling berkaitan satu sama lain sehingga memerlukan pengetahuan tentang anatomi terapan yang sehubungan dengan kondisi tersebut. Adapun proses tersebut melibatkan fungsi dari organ seperti: Ginjal, Ureter, vesucaurineria dan uretra yang kesemuanya mempunyai fungsi tertentu dalam proses pembentukan urine sampai pada pengeluaran urine, demikian pula otot-otot tersebut terletak dibawah lapisan jaringan yang elastic dan tebal yang sebelah luar dilapisi jaringan ikat. Continue reading

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Penderita Osteoporosis

Osteoporosis

Osteoporosis Penatalaksanaan penderita osteoporosis terdiri atas:

1. Penyuluhan Penderita

Pada penderita osteoporosis, faktor resiko di luar tulang harus diperhatikan program latihan kebugaran tubuh (fitness), melompat, dan lari tidak boleh dilakukan karena resiko besar patah tulang. Berdirilah tegak kalau jalan, bekerja, menyetrika, menyapu (gunakan sapu dengan tangkai panjang) dan masak. Duduklah tegak kalau bekerja, masak, sikat gigi dan mencuci. Tidak boleh mengepel lantai dengan berlutut dan membungkuk karena resiko patah tulang pinggang cukup besar.

Untuk memperkuat dan mempertahankan kekuatan neuromuskuler memerlukan latihan tiap hari atau paling sedikit 3 hari sekali. Berdansa santai dan jalan kaki cepat 20 — 30 menit sehari adalah sehat dan aman untuk penderita osteoporosis.

Penderita perlu menyadari besarnya resiko jatuh. Setelah makan atau tidur, duduk sebentar dulu sebelum berdiri dan pada permulaan berdiri berpegangan dahulu pada tepi meja makan. Mereka yang sering kehilangan keseimbangan bahan perlu memakai tongkat/walker.

Jatuh

Kemungkinan jatuhnya pada lansia terkait dengan faktor resiko:

1. Mobilitas sudah berkurang

2. Berjalan dengan tongkat atau walker

3. Gangguan fungsi kognitif (cognitive inpairment)

4. Gangguan penglihatan (visual inpairment)

5. Hipotensi postural

6. Pusing-pusing berat (vertigo)

7. Ketidakmampuan fisik yang berat

8. Pernah mengalami stroke

9. Pernah jatuh

10. Pemakaian obat yang dapat menekan fungs saraf pusat

11. Menderita radang sendi (arthritis)

12. Pendengaran yang berkurang

13. Kelainan jiwa (psikiatri)

14. Kelainan neuromuscular

15. Kurang gizi

16. Penyakit-penyakit jantung

17. Minum alkohol

18. Keadaan rumah yang tidak aman (banyak tangga, drempel dan licin)

Supaya tidak jatuh diperlukan tindakan keamanan yang memadai baik di dalam maupun di luar rumah.

Keamanan di dalam rumah

Keamanan Lantai

• Semua karpet harus lengket pada lantai

• Lantai jangan digosok lilin atau dikilapkan dengan minyak

• Jangan berjalan di lantai yang basah

• Bersihkan semua kawat, tali temali, mainan anak dan barang lain dari lantai

• Jangan injak kucing atau anjing yang sedang tidur di lantai

Keamanan tangga

• Usahakan tidak tinggal pada lantai atas rumah

• Pegangan dan undakan tangga harus kencang dan tidak licin

• Karpet di tangga harus dilengketkan pada tangga

Keamanan kamar mandi

• Sekitar tembok kamar mandi dipasang pegangan

• Lantai kamar mandi harus anti slip

Keamanan berupa penerangan

• Pintu, ruangan dan tangga harus cukup penerangan

• Pasang lampu kecil (lampu malam) di kamar tidur dan kamar mandi

• Siapkan satu senter di samping tempat tidur untuk dipakai kalau listrik padam

Keamanan Dapur

• Pasanglah keset anti slip di depan wastafel dan kompor

Keamanan di luar rumah

Keamanan dalam mobil

• Pasanglah seat belt bila naik mobil

• Pasanglah pengganjal pinggang

• Pasanglah pengganjal kepala

Keamanan sepatu dan sandal

• Pakailah sepatu yang kuat, bertumit rendah, dengan dasar yang lunak

• Hindarilah jalan yang basah atau berlumpur

• Kalau perlu pakailah tongkat, walker atau minta tuntunan orang lain

Keamanan obat

• Semua obat termasuk minuman keras yang menyebabkan gangguan kesadaran (mabuk), sempoyongan, kepala enteng, kehilangan keseimbangan dan disorientasi tidak boleh di minum

Keamanan pribadi

• Memeriksa mata secara teratur dan pakai kacamata yang cocok

• Latihan yang teratur untuk memperkuat otot supaya keseimbangan dan koordinasi tubuh tetap terjaga

2. Pencegahan

Pencegahan primer

Pencegahan primer bertujuan untuk membangun kepadatan tulang dan neuromuskler yang maksimal. Ini dimulai dari balita, remaja dewasa umur pertengahan sampai umur 36 tahun.

Beberapa hal penting pada pencegahan primer:

• Pemberian kalsium yang cukup (1200 mg) sehari selama masa remaja

• Kegiatan fisik yang cukup dalam keadaan berdiri. Minimal jalan kaki 30 menit tiap hari.

• Mengurangi faktor resiko rapuh tulang seperti merokok, alkohol dan imobilisasi.

• Menambah kalsium dalam diet sebanyak 800 mg sehari pada manula

• Untuk wanita resiko tinggi penambahan estrogen, difosfonat atau kalsitonin harus dipertimbangkan.

Pencegahan sekunder

Pencegahan sekunder yaitu pemberian hormon-hormon estrogen progesterone. Hormon-hormon ini dilaporkan menghentikan setidak-tidaknya mengurangi kehilangan tulang selama menopause.

Pencegahan tersier

Pencegahan tersier dilakukan bila penderita mengalami patah tulang pada osteoporosis atau pada orang yang masuk lanjut usia (lansia).

3. Pemberian Gizi Optimal

Pencegahan primer bertujuan agar kepadatan tulang yang maksimal tercapai pada umur 36 tahun. Pencegahan sekunder bertujuan menghambat kehilangan kepada tulang waktu menopause dengan pemberian hormon pengganti. Selanjutnya kehilangan kepadatan tulang pada lansia dihambat dengan pencegahan tersier. Pencegahan primer, sekunder dan tersier dilaksanakan melalui pengaturan gizi yang optimal, dibarengi dengan aktivitas fisik dan olahraga yang sesuai dengan umur dan stadium kerapuhan tulang penderita.

Kebutuhan kalsium sehari—hari untuk mencegah osteoporosis:

• Sebelum menopause kebutuhan sehari 800 — 1000 mg Kalsium

• Selama menopause kebutuhan sehari 1000— 1200 mg Kalsium

• Selama menopause kebutuhan sehari 1200 — 1500 mg kalsium

UPAYA REHABILITASI MEDIK

Prinsip terapi fisik dan rehabilifasi dapat bermanfaat dalam penatalaksanaan penderita oteoporosis

• Latihan/exercise

Latihan dapat mengurangi hilangnya massa tulang dan menambah massa tulang dengan cara meningkatkan pembentukan tulang yang lebih besar dari pada resorbsi tulang.

PENGOBATAN PADA PATAH TULANG

Pada orang tua dengan keluhan nyeri yang hebat pada lokalisasi tertentu seperti pada punggung, pinggul, pergelangan tangan, disertai adanya riwayat jatuh, maka perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui adanya patah tulang. Apabila pada pemeriksaan selanjutnya didapatkan adanya patah tulang, maka harus dipertimbangkan tindakan-tindakan sebagai berikut:

1. Menghilangkan nyeri disertai pemberian obat-obatan untuk membangun kekuatan tulang, yaitu kalsium dan obat-obat osteoporosis

2. Tindakan pemasangan gips pada patah tulang pergelangan tangan. Tindakan menarik tulang pada panggul dan dilanjutkan dengan tindakan operasi pada panggul dengan mengganti kepala panggul pada patah leher paha.

X-ray dari Tulang Belakang Lumbal dan Pelvis

Proyeksi pencitraan yang diperlukan untuk pemeriksaan rutin dari fungsi statis dan perubahan morfologi dari kolom tulang belakang hanya satu AP dan satu tampilan lateral dengan berdiri pasien. Hal ini dilakukan menggunakan perangkat dijelaskan oleh Gutmann (1970), di mana garis tegak menunjukkan garis vertikal dari kepala. Continue reading

Rokok Bisa Menyebabkan Gigi Kuning

Salah satu gejala dari perokok yang mengganggu lebih dan lebih sedap dipandang tidak diragukan lagi gigi kuning, ia menyediakan agak mengganggu untuk orang tersebut, sesuatu yang secara spontan dicatat untuk melihat di cermin atau ketika melihat gambar-gambar alasan lain untuk berhenti.

Hal ini untuk alasan ini bahwa perokok yang paling yang muncul dalam foto digital dengan gigi kuning cenderung “menyentuh” melalui perangkat lunak pengedit foto ajaib, seperti untuk diri mereka sendiri adalah gambar yang menonjol terasa tidak nyaman, terutama jika mereka muncul di foto dengan lebih banyak orang, atau foto yang terlalu gelap. Ini merupakan faktor penting, karena hari ini hal yang paling penting bagi sebagian orang adalah estetika nya.

Ini adalah masalah yang tidak dapat diobati dengan harian menyikat dengan pasta gigi atau whitening, perlu berada di dokter gigi dengan pemutih gigi. Ini adalah operasi sederhana, tanpa operasi, yang biasanya agak mahal, tapi dengan hasil yang sangat baik. Namun, setelah dilakukan operasi terus merokok, akan sia-sia uang, karena masalah akan muncul kembali dalam beberapa saat.

Jika digunakan dengan cara yang benar, dengan gigi perawatan sehari-hari dan tanpa jatuh kembali pada nikotin atau pergi ke kopi atau Coca-Cola, biaya ini akan dihabiskan dengan baik, membantu kita untuk menjaga gigi kita sehat dan bersih, dalam bentuk yang indah .
Itu selalu dianjurkan untuk pergi ke dokter gigi paling tidak setahun sekali untuk menjaga gigi kita sehat dan mencegah masalah gigi terkait, seperti plak atau karang gigi, dua yang cukup masalah umum di antara perokok.

Jenis Cedera Olahraga Secara Umum

Jenis Cedera Olahraga Secara UmumJames Wilson, Mac Donald, Colin Ferguson dalam bukunya Sports Injuries, membuat rumusan cedera Olah Raga sebagai berikut :

KEPALA ;

1. Gegar Otak / pingsan ( tinju / karate / balap )
2. Othematoma ( telinga pegulat )
3. Otitis Media / externa ( perenang )
4. Nyeri telinga ( penerbang / penyelam )
5. Robek Gendang / tuli mendadak ( letupan senjata / loncat indah )
6. Robek sekitar mata ( petinju )
7. Mata terkena bola ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
8. Bola mata tergores ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
9. Lebam mata ( tinju / karate )
10. Lepas perlekatan retina
11. Pteriqium ( jaringan ikat pada cornea / pralayar )
12. Perdarahan / patah hidung ( tinju / karate )
13. Robek bibir / lidah
14. Gigi patah Continue reading

AFR Pada Ibu Hamil

AFR Pada Ibu Hamil

AFR Pada Ibu HamilPengertian:

Kehamilan adalah suatu proses konsepsi yaitu pertemuan sperma dan ovum di bagian ampula tubae dan selanjutnya ke arah cavum uteri dan terjadi nidasi dan ini dapat berlangsung selama 2 hari dalam perjalanan.

Jika nidasi sudah terjadi maka selanjutnya timbul tanda-tanda kehamilan yaitu berupa : ngidam, omisis gravidarum terutama pada pagi hari, tidak dapat menstruasi lagi, mammae menjadi tegang dan membesar, anorexia, sering kencing, obstipasi, eulis, dan varises.

Prinsip OT:

Pada prinsipnya kegiatan OT ditujukan kepada masalah

1. AD I

2. Perbaikan postur tubuh

3. Perhatian akan makanan ibu hamil

4. Kestabilan emosi

Gejala-gejala yang terjadi pada saat hamil:

Sebagian besar wanita selama masa kehamilan akan timbul beberapa kondisi-kondisi ringan di mana tidak membahayakan kehidupan ibu maupun bayinya, tetapi sering kali merupakan gangguan berat. Nauosea (mual), sedikit muntah dan perasaan mudah Ielah merupakan gejala-gejala umum pada awal kehamilan sehingga mereka menganggap diagnosa kehamilan. Rasa panas dalam perut, kontipasi (sembelit) dan keram merupakan gejala-gejala umum serta varises vena cenderung menjadi Iebih jelas/nampak pada setiap penambahan usia kehamilan.

Ada dua gejala-gejala yang dapat ditangani ofeh fisioterafis:

1. Nyeri pinggang bawah (lumbosacral)

2. KesuIitan berjalan pada akhir kehamilan karena terjadi pelebaran ruang pelvis joint, suatu kondisi yang disebut dengan ostoarthropati. Gangguan yang nyata biasanya tidak terjadi tetapi sebagian pasien mengeluh nyeri pinggang bawah pada beberapa derajat di mana berlangsung lama setelah akhir kehamilan.

PERAWATAN SEBELUM MELAHIRKAN

Pengertian:

Perawatan antenatal dan prenatal adalah perawatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilan.

Tujuan dan maksud ini agar kehamilan berakhir dengan:

1. Kelahiran bayi yang sehat baik fisik maupun mental

2. Ibu dalam keadaan selamat, sehat tanpa mengalami ruda paksa, baik fisik maupun mental

3. Ibu sanggup merawat dan menyusui bayi

4. Suami istri berniat dan sanggup untuk melaksanakan keluarga berencana demi kesejahteraan keluarga.

Untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka perawatan dilakukan pemeriksaan dan pengawasan wanita selama masa kehamilannya secara berkala dan teratur agar bila timbul kelainan kehamilan gangguan kesehatan, sedini mungkin diketahui sehingga dilakukan perawatan yang cepat dan tepat Selain pemeriksaan dari segi mendik dan kebinanan perlu diperhatikan segi psikologik, sosial dan pendidikan.

- Segi Psikologik

Wanita hamil diharapkan selalu disertai perasaan aman dan tenang dalam menghadapi kehamilan dan persalinannya terutama pada primigravida dan para ibu yang pernah hamil mengalami satu penyakit dalam kehamiIan atau persalinannya yang lalu, perlu dapat dukungan moril dari petugas.

- Segi Sosial

Para wanita hamil dari golongan ekonomi rendah umumnya tergolong dalam kategori resiko besar karena kesehatannya tergolong kekurangan gizi, avitaminosis, dan berbagai penyakit menahun.

- Segi Pendidikan

Masa antenatal adalah masa yang tepat untuk memberi nasehat dan penerangan kepada ibu hamil mengenai pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, serta motivasi kepada suami istri.

HYGIENE KEHAMILAN

Hygiene kehamilan ini dapat diartikan dengan kebersihan dan kesehatan wanita hamil. Kata hygene berasal dari (per: hygiene, Yunani = sehat) adalah ilmu yang berhubungan dengan masalah kesehatan serta berbagai usaha untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan. Kebersihan pribadi meliputi perawatan diri sendiri, tata berbusana, mandi setiap hari dan berganti pakaian sesuai dengan keperluan. Disamping itu diharapkan tangan, kuku serta rambut harus selalu bersih dan mendapatkan perawatan tubuh dan pakaian dengan baik.

Kehamilan merupakan masa dimana tubuh seorang wanita mengandung sebuah sel telur yang dibuahi dan tumbuh menjadi janin yang cukup matang untuk dilahirkan. Yang perlu diperhatikan dalam hygien kehamilan adalah:

Kebersihan

Kebersihan ini meliputi kebersihan tubuh, pakaian dan Iingkungan:

a. Kebersihan Tubuh

- Rambut harus sering dicuci/keramas

- Gigi harus dipelihara/dirawat dengan baik, karena ibu hamil membutuhkan kalsium Iebih banyak untuk pertumbuhan janin.

- Payudara disiapkan untuk memberikan asi kepada bayi.

- Kebersihan vulva dijaga dengan selalu memakai celana yang bersih.

- Kebersihan kuku dijaga untuk menghindari bersarangnya kuman penyakit.

- Kebersihan kulit dengan mandi, dua kali sehari, memakai sabun supaya bersih dan untuk menyegarkan badan karena pembuluh darah terangsang dan badan merasa nyaman.

b Kebersihan Pakaian

Kebersihan pakaian supaya enak dipakai dan terhindar dari kuman kuman penyakit.

c. Kebersihan Iingkungan

Kebersihan Iingkungan merupakan pra kondisi untuk hidup sehat bagi masyaralcat. faktor lingkungan ini terdiri dari lingkungan fisik, biologi dan sosial.

Makanan

Untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa yang dikandungnya dibutuhkan zat-zat makanan yang cukup terutama protein hewan, mineral dan vitamin-vitamin.

Gerakan yang diperlukan

a. BerjaIan-jaIan pada pagi hari sambil menggerakkan otot-otot bagian tubuh yang dapat terkena sinar matahari.

b. Latihan—latihan sebelum melahirkan (senam hamil)

C. Gerakan ini dilakukan dengan harapan untuk dapat mempermudah persalinan , mencegah obstivasi, mempergiat kerja alat tubuh

4. Pakaian yang dipakai harus sesuai

Berpakaian harus dijaga, disesuaikan dengan pertumbuhan badan dan jangan memakai pakaian yang terlalu sempit atau terlaIu Ionggar.  Pakaian harus bersifat menahan bagian-bagian yang sedang bertambah besar seperti payudara, perut, dan panggul. Pemakaian sepatu, sendal, selop hendaknya yang bebas dan jangan memakai sepatu yang bertumit tinggi karena tidak dapat menanggulangi berat badan wanita hamil

5. Pekerjaan

Bagi wanita hamil boleh saja bekerja asal pekerjaan itu bersifat ringan, tidak melelahkan dan tidak mengganggu kehamilannya.

6. Istirahat dan Tidur

Istirahat sangat diperlukan bagi wanita hamil karena wanita hamil mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang/jatuh sakit.

7. Pemeliharaan payudara

Dalam kehamilan payudara harus mendapatkan pemeliharaan sejak dini sebab payudara pada wanita hamil mengalami perubahan yaitu mengadakan persiapan untuk memproduksi makanan pokok (ASI) untuk janin setelah lahir nanti. Perawatan dilakukan agar dapat: terhindar dari kesukaran pada waktu laktasi dan menyusui bayi, membantu persiapan pembentukan ASI.

8. Ketenangan Jiwa/Rohani

Dalam satu kehamilan tidak saja keadaan jasmani wanita yang terpengaruh, juga keadaan rohaninya. Hal ini dapat dilihat dari perubahan tingkah lakunya yang tidak seperti biasanya. lebih peka, Iebih emosional mudah tersinggung dan mudah marah.

PERUBAHAN PERUBAHAN PADA IBU HAMIL

Berbagai hal yang berkaitan dengan persiapan calon ibu ketika akan melahirkan yakni perubahan akibat kehamilan, perawatan waktu hamil, memberikan petunjuk pada ibu hamil, latihan olahraga promotif dan senam hamil.

1. Perubahan Akibat Kehamilan

Adanya janin di dalam tubuh menyebabkan perubahan tertentu pada tubuh wanita itu sendiri. Perubahan itu sendiri sebenarnya untuk mengimbangi dan menyesuaikan diri dengan pertumbuhan janin. Perubahan ini terjadi sangat luas yang terjadi pada rohani dan jasmani.

a. Jasmani

Perubahan kulit, payudara, perut, alat kelamin, tekanan darah, dsb Namun sifatnya temporer artinya kembali setelah melahirkan.

b. Rohani

Ketegangan emosional yang dapat menyebabkan gangguan psikologis emosional dan berperan dalam kelainan klinis sehingga terjadi abotus, dsb.

2. Perawatan waktu hamil

Kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah yang menyangkut seluruh organ tubuh wanita. Agar persalinan lancar dan kondisi tubuh relatif tetap segar maka diperlukan kondisi kesehatan tubuh yang optimal. Memberikan petunjuk pada ibu hamil

Adapun yang dilakukan dalam hal ini adalah:

a. Mengajarkan sikap tubuh yang baik

b. Mengajarkan perkembangan bayi

c. Mengajarkan kemajuan kelahiran

d. Memberikan penjelasan tentang ASI

Prinsip dasar untuk memberikan pelajaran/latihan;

a Menjelaskan segala sesuatu dengan kata-kata yang sederhana

b. Latihan harus didemonstrasikan o!eh fisioterapis.

c. Bila latihan bersama (Class Exercise), maka harus didemonstrasikan oleh seluruh anggota secara bersamaan.

d. Masing-masing gerakan diiakukan selama 6-8 kali hitungan.

Latihan Olah Raga Promotif

Misalnya:

a. Massage Bayl

Berguna untuk memberikan rangsangan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optima!.

b. Senam hamil

Untuk mempersiapkan fisik dalam proses kehamilan dan kelahiran.

c. Senam nipas

Untuk membantu produksi ASI dan mempercepat kembalinya fungsi tubuh agar segera beradaptasi dengan lingkungan kehidupan sehari-hari secara normal. Latihan olah raga promotif dimaksudkan untuk meningkatkan fisik yang dibutuhkan seseorang agar supaya organ tertentu yang akan mengalami tugas khusus sudah siap. -

5. Senam hamil

Sebelum melahirkan seorang calon ibu membutuhkan latihan-latihan tertentu yang berguna untuk:

a. Mempersiapkan otot-otot kaki untuk menyesuaikan berat badan ketika mengandung.

b. Melatih organ pernapasan agar dapat menyesuaikan perubahan keadaan perut sehingga bisa melakukan relaksasi dan kebutuhan minimum oksigen untuk tubuh dapat terpenuhi.

c. MeIatih otot-otot yang mengontrol sikap tubuh dalam menghadapi bertambahnya berat janin dan melatih kembali refleks postural.

d. Melatih otot-otot perut dan dasar panggul serta otot-Otot sekitar paha terutama bagian dalam agar dapat terkontrol kekuatannya.

e. Melatih calon ibu agar dapat mempersiapkan fisik maupun mental dengan relaksasi serta pengontrol kerja otot secara benar.

Senam hamil harus dilakukan secara bertahap yaitu:

a. Senam untuk kehamilan 0 —20 minggu = 1 — 5 bln (trimester I)

b Senam untuk kehamilan 20— 30 minggu = 5— 7 bIn (trimester II)

c. Senam untuk kehamilan 30 — 39 minggu = 7 — 9 bIn (trimester Ill)

Sebelum mengikuti senam hamil sebaiknya wanita bersangkutan berkonsutasi terlebih .dahulu dengan dokter yang merawatnya. Perlunya senam hamil dilakukan karena janin tumbuh semakin besar, terjadinya penguluran otot-otot perut, adanya penambahan berat badan sehingga otot-otot kami perlu bekerja sebagai penyanggah tubuh lebih kuat. membantu melatih pernapasan dan juga membantu relaksasi, untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan raga dalam menghadapi proses persalinan.Sebelum melakukan senam hamil FT harus menjeIaskan hubungan kehamilan dan manfaat serta tujuan senam hamil. Kegiatan ibu hamil berupa;

1. A.D.L : Terutama dalam hal berpakaian harus Ionggar jangan ketat sebab dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Kebersihan diri perlu diperhatikan terutama daerah Mammae, alat kelamin, pakaian dalam, juga pemakaian parfum dan sikat gigi.

2. POSTUR : Hal ini perlu pengerahan untuk mencegah LBP akibat pembesaran perutnya, sehingga perlu perbaikan posisi jalan, duduk dan berdiri lama serta pekerjaan yang mereka Iakukan dengan posisi awal duduk ke berdiri.

3. MAKANAN : Perlu diberikan makanan yang bergizi tinggi, jangan mengandung banyak minyak tetapi sifatnya agak kering karena saat itu ibu sering mual dan muntah. Makanan ringan selalu disiapkan, kurangi garam jika ada gejala udema pada tungkai dan tekanan darah tinggi, tambahan vitamin dan sayur-sayuran, buah-buahan agar optipasi dapat dicegah yang dapat memperburuk keadaan penderita jika terkena haemoroid.

4. EMOSI : Berikan waktu untuk rekreasi, dengan ceramah, hindari stress, hindari terjadinya kecelakaan yang cidera, hindari jalan jauh hingga lelah, konsultasi pada dokter dan bidan jika ada gangguan serta penggunaan obat tertentu yang dapat mengakibatkan cacat pada anak.

5. KETERAMPLAN : Dapat diberikan jahitan makramé untuk buat popok dan gurita bagi persiapan jabang bayinya dengan bermacam-macam motif sesuai dengan kesukaan ibu tersebut.