Search Results for: kemampuan lay up shoot menurut ahli

Hubungan Antara Panjang tungkai Dengan Hasil Lay Up Shoot.

Hubungan Antara Panjang tungkai Dengan Hasil Lay Up Shoot.

Hubungan Antara Panjang tungkai Dengan Hasil Lay Up Shoot.Telah dikemukan diatas, bahwa banyak faktor yang dapat memberikan pengaruh untuk hasil lay up shoot dalam bola basket. Salah satu faktor tersebut adalah keadaan anatomi tubuh atau komponen otot yang terlibat adalah tungkai.

Gerakan lay up merupakan kombinasi gerakan antara lompat – langkah – langkah, dalam hal ini panjang tungkai sangat berpengaruh pada panjang langkah yang dihasilkan untuk mendekatkan diri pada ring basket. Jadi makin panjang tuas tungkai maka semakin panjang pula langkah untuk melakukan awalan tolakan

Proses Terjadinya Penuaan

1. Biologi

a. Teori “Genetic Clock”;

Teori ini menyatakan bahwa proses menua terjadi akibat adanya program jam genetik didalam nuklei. Jam ini akan berputar dalam jangka waktu tertentu dan jika jam ini sudah habis putarannya maka, akan menyebabkan berhentinya proses mitosis. Hal ini ditunjukkan oleh hasil penelitian Haiflick, (1980) dikutif Darmojo dan Martono (1999) dari teori itu dinyatakan adanya hubungan antara kemampuan membelah sel dalam kultur dengan umur spesies Mutasisomatik (teori error catastrophe) hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam menganalisis faktor-aktor penyebab terjadinya proses menua adalah faktor lingkungan yang menyebabkan terjadinya mutasi somatik. Sekarang sudah umum diketahui bahwa radiasi dan zat kimia dapat memperpendek umur. Menurut teori ini terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel somatik, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan fungsional sel tersebut. Continue reading

Pengertian Distribusi Epidemiologi

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata
Jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu EPI yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini EPIDEMIOLOGI adalah :
“Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya). Continue reading

Memilih Olahraga yang Sesuai dengan Tubuh

Memilih Olahraga yang Sesuai dengan TubuhPilihan olahraga yang sesuai akan mereduksi beban aktifitas paksaan dari dalam dan luar tubuh, disamping sebagai upaya mendekati dengan daya toleransi tubuh. Dari hasil-hasil penelitian ternyata dapat menemukan hasil-hasil untuk menunjukan adanya bakat-bakat tertentu dan kualitas fisik, seperti misalnya tipe serabut otot, besarnya jantung, kapasitas paru-paru, kerrangka badan, yang dapat menyebabkan seseorang lebih mampu untuk melakukan suatu macam olahraga dibanding dengan olah raga yang lain.

Penelitian Bob Arnot, M.D. seorang dokter ahli faal olah raga, diturunkan suatu seri dari 6 tes sebagai bahan penentuan jenis olah raga pilihan. Tentu saja setiap orang yang sehat dan bugar dapat melakukan olah raga apa saja, dan setiap orang dapat menjadi lebih baik pada salah satu macam olah raga bila selalu melakukan latihan-latihan yang cukup.

Bila seseorang sudah menekuni dan menyukai salah satu macam olah raga, tetapi dalam tes tadi ternyata menunjukan ke macam olah raga yang lain, janganlah ditinggalkan olah raga tadi, yang penting adalah berlatih yang teratur, agar anda menjadi selalu sehat dan bugar.
Hasil tes seperti tersebut diatas, lebih penting bagi mereka yang ingin menjadi atlet yang betul terlatih. Tapi setidak-tidaknya dari hasil tes tadi, dapatlah diperkirakan petunjuk secara garis besar, untuk menentukan pilihan anda sehingga anda dapat lebih mencapai hasil yang baik.

Keenam tes tadi adalah sebagai berikut:
1. Tes kemampuan yang explosif, misal : Tes Lompat Vertikal.
Makin tinggi seseorang dapat melompat berarti makin banyak serabut otot cepat yang dimilikinya.
Penilaian : 70 cm atau lebih : nilai 10
55 cm – < style=”font-weight: bold;”>2. Tes Kardiorespirasi, misal : Tes berjalan 1.6 KM Continue reading

Melihat Awal dari Sejarah Olahraga

Sejarah OlahragaPENGERTIAN & AZAS KEOLAHRAGAAN

Pengertian Olahraga berasal dari kata olah = laku/perbuatan/kelakuan, & raga = badan. Hakekat keolahragaan à suatu pemahaman & pandangan yg mendasar & mendalam ten-tang bagaimana olahraga itu dilakukan orang dari dulu, sekarang & akan datang.

Pandangan yg mendasar :

Tidak terlepas dari masalah manusia & sejarah-nya serta kehidupannya. Dunia ini dihuni oleh berbagai makhluk, salah satu makhluk yang tinggi derajatnya adalah ma-nusia à manusia mampu melakukan perubahan yg terarah dgn akal-pikirannya. Manusia merupakan makhluk homosapiens artinya makhluk yang suka berpikir. Menurut Rene Dekrets (1595 – 1650), berpikir itu sebagai hakekat keberadaan manusia (Cogito Ergo Sum). Socrates (470 – 399 SM) menganjurkan agar orang mengenal dirinya sendiri & barang siapa yg mengenal akan dirinya berarti akan mengenal Tuhannya.

Dalam usaha manusia mengenal akan diri-nya, ahli & pemikir menelusuri tentang hakekat manusia menurut sudut pandang masing2. Itulah sebabnya banyak tafsiran tentang diri manusia karena menyoroti dari sudut pandang masing-masing :

- Sudut pandang ahli sosiologi

- Sudut pandang ahli politik

- Sudut pandang ahli biologi

- Sudut pandang ahli kedokteran

- Sudut pandang ahli keolahragaan

- Sudut pandang ahli/disiplin ilmu lainnya.

Timbul istilah2 yg dibuat oleh manusia :

- Manusia itu adalah hewan yg sakit (Das Kranke Tier).

- Manusia adalah homo faber (makhluk bermain)

- Manusia adalah homo sapiens (makhluk berpikir) Continue reading

Teori Partikel Zat

Teori Partikel Zat

Teori Partikel Zata. Susunan Zat

Zat/materi terdiri dari partikel—partikel kecil yang berupa atom atau molekul. Atom merupakan zat tunggal yang tidak bersenyawa atau tidak berikatan dengen atom lain, secara reaksi kimia biasa tak dapat diuraikan lagi.

Molekul terjadi karena penggabungan dua atom atau lebih, atom yang tak sama ataupun atom yang sama.

Gerak  Brown merupakan gerak secara acak pada partikel-partikel zat.

b. Klasifikasi Zat

Klasifikasi zat secara fisika misalnya konduktor, semi konduktor,isolator.Klasifikasi zat secara kimia misalnya unsur, senyawa, campuran. unsur/elemen adalah zat tunggal yang secara reaksi kimia biasa tak dapat diuraikan lagi, misalnya O2.

senyawa adalah zat tunggal yang secara reaksi kimia biasa dapat diuraikan menjadi dua zat atau lebih yang sederhana, merupakan persatuan dua unsur atau lebih, disebut  juga compound.

Menurut cara terbentuknya dibedakan menjadi :

1. elektrovalent compound, terbentuk oleh adanya. tarik menarik ion tak sejenis, bersifat asam/basa kuat, misalnya NaCl.

2. covalent compound, terbentuk oleh adanya kerjasama atom—atom pembentuknya sehingga masing-masing kulit terluar punya kelengkapan ,jumlah elektron, bersifat asam/basa lemah, misalnya H2O.

3. radical compound, terbentuk seperti covalent compound tetapi masih belum terlengkapi sehingga masih dapat menarik unsur lain, bisa berubah menjadi elektrovalent ataupun covalent, misalnya OH.

Campuran adalah zat yang terdiri dari dua zat atau lebih yang sifat-sifat zat asalnya masih nampak, meskipun ada yang sulit dikenali, dapat berupa campuran homogeny misalnya gula ataupun campuran heterogen misalnya pasir.

c. Electro Chemical Series ( ECS )

merupakan deretan logam dengan sifat-sifat tertentu, yaitu K, Na, Zn, (H), Cu, Ag, Pt.

sifat yang dimiliki :

1. logam yang terletak di sebelah kiri H bila dimasukkan dalam larutan akan memberikan ion kepada larutan, sedangkan logam yang terletak di sebelah kanan H bila-dimasukkan ke dalam larutan-akan menerima ion dari larutan.

2. logam yang terletak di sebelah kiri H akan cenderung bermuatan lebih negatif daripada larutan, sedangkan logam yang terletak di sebelah kanan H akan cenderung bermuatan lebih positif dari pada larutan.

3. semakin ke kiri akan semakin cenderung dalam bentuk ion, sedangkan semakin ke kanan cenderung dalam bentuk atom.

4. semakin jauh dari H akan semakin besar beda potensialnya.

d. Teori Atom Dalton

menurut ahli fisika Dalton maka :

1. zat terdiri dari atom, yang merupakan partikel terkecil.

2. atom dari suatu unsur adalah sama.

3. beberapa atom membentuk molekul benda.

e. Teori Elektron Lorenz

menurut ahli fisika Lorenz maka :

1. benda terdiri dari atom, yang merupakan bagian yang tak dapat dipecah lagi tanpa kehilangan sifat aslinya.

2. atom terdiri dari partikel—partikel yaitu inti ( proton dan neutron ) bermuatan positif yang dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.

3. proton menolak terhadap proton, elektron menolak terhadap elektron, proton tarik menarik terhadap elektron.

4. elektron dapat berpindah tempat.

5. elektron mudah bergerak dalam konduktor.

6. atom dikatakan netral apabila muatan positif sama besar dengan muatan negatif, dikatakan bermuatan positif ( ion positif ) apabila jumlah proton lebih banyak daripada elektron, dikatakan negatif ( ion negatif ) apabila jumlah elektron lebih banyak daripada proton.

f. Magnet

magnet adalah benda yang dapat menarik besi/baja.

1) Hipotesa Weber

Teori molekul kemagnetan dinamakan juga Hipotesa Weber :

a. tiap magnet terdiri dari magnet—magnet penyusun disebut magnet elementer.

b. pada besi, magnet elementer mudah berubah kedudukannya, sedangkan pada baja sulit, sehingga besi lebih mudah dimagnetkan tetapi juga lebih mudah kehilangan sifat kemagnetannya.

c. magnet elementer pada magnet mengarah ke suatu arah tertentu yaitu Utara dan Selatan, sedangkan magnet elementer pada benda yang bukan magnet akan membentuk lingkaran tertutup.

2. Macam Magnet

a. menurut bentuknya : ladam (kuku ), jarum, batang, silinder, keping dll.

b. menurut terjadinya : magnet alam (natural ), magnet buatan (artificial) yang dibedakan menjadi magnet permanen dan magnet temporer.

3) Bagian Magnet :

Kutub magnet adalah bagian magnet yang gaya tariknya terbesar, dinamakan kutub utara dan Kutub Selatan yaitu ujung magnet yang menunjuk arah Utara dan selatan pada saat dalam keadaan bebas

4. Pembuatan Magnet

a. induksi/imbas/influensi ( magnetik ataupun elektrik ), di mana ujung magnet yang terjadi selalu berlawanan dengan ujung magnet yang didekati. Pembuatan magnet oleh aliran arus listrik dinamakan elektromagnet.

b. gosokan, di mana ujung magnet yang terjadi sama dengan ujung magnet yang menggosok.

5. Macam Bahan Yang Ditarik Magnet

Zat/bahan yang dapat ditarik oleh magnet dibedakan menjadi  :

a. ferromnagnetik ( ditarik dengan kuat ) misalnya besi, baja.

b. paramagnetik ( ditarik dengan lemah ) misalnya platina.

c. diamagnetik ( ditolak ) misalnya emas.

6. sifat—sifat Magnet

a. mengambil arah Utara dan Selatan.

b. kutub yang senama tolak menolak, kutub tak senama tarik menarik.-

c. menarik benda magnetis.

d. dapat memindahkn sifat kemagnetannya.

e. mengeluarkan medan magnet.

hukum Coulomb : gaya tolak menolak ataupun tarik menarik yang dilakukan oleh magnet berbanding lurus dengan kuat kutub masing- masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.

dapat dihitung dengan rumus :

 Teori Partikel Zat

7. Medan Magnet

medan magnet adalah ruang di sekitar magnet yang masih dipengaruhi oleh magnet tersebut, magnet yang berada di dalamnya akan mengalami gaya magnet yang digambarkan sebagai garis-garis gaya magnetik yang dimulai dari Kutub utara untuk berakhir pada Kutub Selatan.•

medan magnet dapat ditimbulkan oleh arus listrik.

arah garis gaya magnet pada kawat lurus yang dialiri arus listrik adalah menurut aturan Maxwell.

arah garis gaya magnet pada kawat berbentuk kumparan ( coil ) yang dialiri arus listrik adalah menurut Aturan Ampere.

Dasar-Dasar Penerapan Latihan OT

Dasar-Dasar Penerapan Latihan  OTc. mengadakan evakuasi fisik

  1. Pengukuran gerak sendi
  2. Adanya kesakitan dan pembengkakan
  3. Tes AKS atau evaluasi AKS
  4. Tes dari fungsi raba/rabaan
  5. Tes otot
  6. Tes dari reaksi degenerasi
  7. Menentukan kemampuan fisik
    1. Jenis kecacatan
    2. Kesimpulan program dari anak melalui tes
    3. Aktifitas lain yang diterima anak Continue reading

Gerakan Tulang dan Sendi

Ilmu yang mempelajari gerakan tubuh manusia (Kinematika) dibagi menjadi dua yaitu yang mempelajari gerakan tulang disebut Osteokinematika dan yang mempelajari gerakan sendi atau gerakan yang terjadi pada permukaan sendi di sebut artrokinematika.

Ada 2 tipe dasar gerakan tulang :
Rotasi : gerakan berputar pada suatu aksis Continue reading

Cardiorespiratory Endurance

Cardiorespiratory Endurance

Cardiorespiratory EnduranceCardiorespiratory endurance

Tes VO2max

a. Run Test

1)      Cooper Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan yang berjarak 400 meter – setiap 100 meter diberi tanda
  • Stopwatch dan meteran
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur pelaksanaannya adalah :

  • Tentukan titik star dan titik finish
  • Suruh orang coba untuk berlari/berjalan dari titik star sampai titik akhir jarak lari, kemudian kembali lagi dan seterusnya sampai mencapai waktu 12 menit. Jika waktu telah mencapai 12 menit, perintahkan orang coba untuk berhenti berlari/berjalan.
  • Seorang asisten mencatat jumlah putaran yang dilaluinya, kemudian menghitung total jarak yang ditempuh dengan cara menjumlahkan putaran yang dilaluinya.
  • Hasil yang dicapai, dicocokkan dengan Tabel VO2max berdasarkan jarak yang ditempuh.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max-nya dapat dihitung dengan menggunakan rumus : ( jarak yang ditempuh dalam meter – 504,9) / 44,73. Hasil dari rumus tersebut dicocokkan dengan tabel VO2max.

Tabel VO2max. menurut Cooper

Usia

Sgt Baik

Baik

Sedang

Kurang

Sgt Krg.

Laki2  13-14

>2700m

2400-2700m

2200-2399m

2100-2199m

<2100m

Pr 13-14

>2000m

1900-2000m

1600-1899m

1500-1599m

<1500m

Laki2 15-16

>2800m

2500-2800m

2300-2499m

2200-2299m

<2200m

Pr. 15-16

>2100m

2000-2100m

1700-1999m

1600-1699m

<1600m

Laki2 17-20

>3000m

2700-3000m

2500-2699m

2300-2499m

<2300m

Pr. 17-20

>2300m

2100-2300m

1800-2099m

1700-1799m

<1700m

Laki2 20-29

>2800m

2400-2800m

2200-2399m

1600-2199m

<1600m

Pr. 20-29

>2700m

2200-2700m

1800-2199m

1500-1799m

<1500m

Laki2 30-39

>2700m

2300-2700m

1900-2299m

1500-1899m

<1500m

Pr.  30-39

>2500m

2000-2500m

1700-1999m

1400-1699m

<1400m

Laki2 40-49

>2500m

2100-2500m

1700-2099m

1400-1699m

<1400m

Pr. 40-49

>2300m

1900-2300m

1500-1899m

1200-1499m

<1200m

Laki2 >50

>2400m

2000-2400m

1600-1999m

1300-1599m

<1300m

Pr.  >50

>2200m

1700-2200m

1400-1699m

1100-1399m

<1100m

2)      Balke Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan yang berjarak 400 meter – setiap 100 meter diberi tanda
  • Stopwatch dan meteran
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Tentukan titik star dan titik finish.
  • Suruh orang coba untuk berlari/berjalan dari titik star sampai titik akhir jarak lari, kemudian kembali lagi dan seterusnya sampai mencapai waktu 15 menit. Jika waktu telah mencapai 15 menit, perintahkan orang coba untuk berhenti berlari/berjalan.
  • Seorang asisten mencatat jumlah putaran yang dilaluinya, kemudian menghitung total jarak yang ditempuh dengan cara menjumlahkan putaran yang dilaluinya.
  • Hasil yang dicapai, dicocokkan dengan Tabel VO2max.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max-nya dapat dihitung dengan menggunakan rumus : [ { ( jarak yang ditempuh dalam meter : 15) – 133 } x 0,172 ] + 33,3. Hasil dari rumus tersebut dicocokkan dengan tabel VO2max.

Tabel VO2max (mlO2/kg/min) untuk Perempuan

Usia

Sgt Kurang

Kurang

Sedang

Baik

Sgt Baik

Sempurna

13-19

<25.0

25.0 – 30.9

31.0 – 34.9

35.0 – 38.9

39.0 – 41.9

>41.9

20-29

<23.6

23.6 – 28.9

29.0 – 32.9

33.0 – 36.9

37.0 – 41.0

>41.0

30-39

<22.8

22.8 – 26.9

27.0 – 31.4

31.5 – 35.6

35.7 – 40.0

>40.0

40-49

<21.0

21.0 – 24.4

24.5 – 28.9

29.0 – 32.8

32.9 – 36.9

>36.9

50-59

<20.2

20.2 – 22.7

22.8 – 26.9

27.0 – 31.4

31.5 – 35.7

>35.7

60+

<17.5

17.5 – 20.1

20.2 – 24.4

24.5 – 30.2

30.3 – 31.4

>31.4

Tabel VO2max (mlO2/kg/min) untuk Laki-Laki

Usia

Sgt Kurang

Kurang

Sedang

Baik

Sgt Baik

Sempurna

13-19

<35.0

35.0 – 38.3

38.4 – 45.1

45.2 – 50.9

51.0 – 55.9

>55.9

20-29

<33.0

33.0 – 36.4

36.5 – 42.4

42.5 – 46.4

46.5 – 52.4

>52.4

30-39

<31.5

31.5 – 35.4

35.5 – 40.9

41.0 – 44.9

45.0 – 49.4

>49.4

40-49

<30.2

30.2 – 33.5

33.6 – 38.9

39.0 – 43.7

43.8 – 48.0

>48.0

50-59

<26.1

26.1 – 30.9

31.0 – 35.7

35.8 – 40.9

41.0 – 45.3

>45.3

60+

<20.5

20.5 – 26.0

26.1 – 32.2

32.3 – 36.4

36.5 – 44.2

>44.2

  1. b.      Rockport Walking Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan.
  • Stopwatch.
  • Seorang asisten/pembantu.

Prosedur Pelaksanaannya adalah

  • Tentukan titik star dan titik finish.
  • Catat berat badan orang coba dan jenis kelaminnya.
  • Suruh orang coba untuk berjalan sampai mencapai jarak 1 mil (1609 meter) secepat mungkin.
  • Catat waktunya jika telah mencapai jarak 1 mil, kemudian segera hitung denyut nadinya (bpm).
  • Setelah itu, masukkan kedalam rumus VO2max untuk menghitung nilai VO2max-nya.

Hasil VO2max : Untuk menilai VO2max-nya, masukkan data jenis kelamin (sex), usia, berat badan, denyut nadi pada akhir tes, dan waktu yang ditempuh. Kemudian gunakan rumus VO2max sebagai berikut :

VO2max = 132,853 – (0,0769 x berat badan) – (0,3877 x usia) + (6,315 x sex) – (3,2649 x waktu) – (0,1565 x HR).

Keterangan :

  • berat badan dalam pounds (lbs)
  • usia dalam tahun
  • sex, dimana laki-laki = 1 & perempuan = 0
  • waktu dalam menit
  • HR (denyut nadi) dalam beats/menit (bpm)

  1. c.       Bruce Treadmill Test dan Max.Bicycle Test

1)      Bruce Treadmill Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Treadmill Marathon
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Hidupkan mesin treadmill marathon
  • Suruh orang coba untuk berdiri diatas treadmill marathon dan siap untuk berlari diatas treadmill, kemudian atur tombol kecepatan treadmill secara bertahap dari kecepatan rendah sampai maksimal.
  • Setelah mencapai kecepatan maksimal, orang coba tetap berlari sampai terjadi kelelahan.
  • Setelah terjadi kelelahan, turunkan kecepatan treadmill secara bertahap dan perlahan kemudian catat waktu yang telah diperoleh.
  • Hasil waktu yang dicapai dimasukkan kedalam rumus.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max, dapat dihitung dengan menggunakan rumus : 14,8 – 1,379 (waktu) + 0,451 (waktu2) – 0,012 (waktu3)

2)      Storer-Davis Maximal Bicycle Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Static Bicycle Ergometer
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Atur beban kerja pada 0 watt, kemudian orang coba disuruh bersepeda pada kecepatan 60 rpm selama 4 menit sebagai “warm-up”
  • Kemudian tingkatkan beban kerja sampai 15 watt dan setiap 1 menit ditingkatkan 15 watt lagi, dan pertahankan kecepatan sekitar 60 rpm.
  • Jika kecepatan pedal telah menurun berarti telah terjadi kelelahan, dan tes dihentikan.
  • Catat beban kerja terakhir yang telah dicapai, kemudian masukkan kedalam rumus untuk menilai VO2max.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max, dapat dihitung dengan menggunakan rumus : (10,51 x watt) + (6,35 x kg) – (10,49 x usia) + 519.3 à untuk laki2

(9,39 x watt) + (7,7 x kg) – (5,88 x usia) + 136,7 à untuk wanita.

  1. 2.      Tes Denyut Nadi
    1. a.      Step test yang sederhana

Tes ini bertujuan untuk mengukur cardiovaskular endurance seseorang.  Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Sebuah bangku/tempat duduk (bench) yang tingginya sekitar 12 inchi (sama ukurannya dengan anak tangga di rumah)
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Orang coba melangkah keatas bench dengan satu kaki kemudian diikuti kaki lainnya.
  • Kemudian, melangkah kebawah dengan satu kaki lalu diikuti kaki lainnya.
  • Pertahankan siklus langkah ; untuk mudahnya mempertahankan siklus langkah selalu mengatakan aba-aba “naik, naik, turun, turun” sesuai dengan langkah kaki.
  • Pertahankan siklus langkah selama 3 menit, kemudian pada akhir 3 menit orang coba berhenti melangkah dan tetap berdiri ; segera periksa denyut nadinya dalam 1 menit.
  • Hasil denyut nadinya dicocokkan dengan tabel 3-minute Step Test

3 Minute Step Test (Men)

Age

18-25

26-35

36-45

46-55

56-65

65+

Excellent

<79

<81

<83

<87

<86

<88

Good

79-89

81-89

83-96

87-97

86-97

88-96

Above Average

90-99

90-99

97-103

98-105

98-103

97-103

Average

100-105

100-107

104-112

106-116

104-112

104-113

Below Average

106-116

108-117

113-119

117-122

113-120

114-120

Poor

117-128

118-128

120-130

123-132

121-129

121-130

Very Poor

>128

>128

>130

>132

>129

>130

3 Minute Step Test (Women)

Age

18-25

26-35

36-45

46-55

56-65

65+

Excellent

<85

<88

<90

<94

<95

<90

Good

85-98

88-99

90-102

94-104

95-104

90-102

Above Average

99-108

100-111

103-110

105-115

105-112

103-115

Average

109-117

112-119

111-118

116-120

113-118

116-122

Below Average

118-126

120-126

119-128

121-129

119-128

123-128

Poor

127-140

127-138

129-140

130-135

129-139

129-134

Very Poor

>140

>138

>140

>135

>139

>134

  1. b.      Harvard Step test

Tes ini bertujuan untuk mengukur cardiovaskular endurance seseorang.  Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Sebuah bangku yang tingginya 45 cm.
  • Stopwatch
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Suruh orang coba untuk melangkah keatas bangku dan melangkah turun dari bangku secara berirama dengan mempertahankan kecepatan 30 langkah per menit selama 5 menit.
  • Jika orang coba tidak dapat mempertahankan kecepatan langkah maka tes dihentikan (terjadi kelelahan).
  • Satu menit setelah tes berakhir, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse I.
  • Dua menit setelah tes, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse II.
  • Tiga menit setelah tes, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse III.

Hasil : untuk menilai cardiovaskular endurancenya, masukkan data Pulse I, II dan III kedalam rumus : {(Pulse I + Pulse II + Pulse III) x 2} / (5 x 60 detik x 150). Hasil perhitungan dicocokkan dengan tabel Harvard.

Tabel Harvard Tes

J.Kel.

Sgt Baik

Baik

Sedang

Kurang

Sangat Kurang

Laki-laki

>90

80-90

65-79

55-64

<55

Perempuan

>86

76-86

61-75

50-60

<50

Pengertian Kesehatan Masyarakat Menurut Winslow

Menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah Ilmu dan Seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha Pengorganisasian masyarakat “ untuk :
a. Perbaikan sanitasi lingkungan
b. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
c. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
d. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan.
e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya. Continue reading