Search Results for: klasifikasi trauma ekstremitas inferior

Scoliosis: Klasifikasi, Gejala dan Diagnosa

Klasifikasi Scoliosis

Nonstruktural 1.Escoliosis (fungsional):
- Skoliosis postural: biasanya terdeteksi pada 8-10 tahun. Kurva selalu ringan dan pergi dengan berbohong.
- Kompensasi scoliosis: biasanya disebabkan oleh adanya panjang ekstremitas bawah. Panggul dimiringkan ke sisi yang lebih pendek.

2. Transient struktural skoliosis:
- Skiatika Scoliosis: Scoliosis adalah tidak benar. Tekanan ini disebabkan herniated disc pada akar saraf.
- Scoliosis histeris: sangat jarang. Diperlukan perawatan psikiatris.
- Scoliosis inflamasi: terjadi ketika ada abses perirenal atau infeksi. Continue reading

Penanganan Cedera Lutut dan Ankle Akibat Trauma Olahraga

Penanganan Cidera Lutut dan Ankle Akibat Trauma Olahraga

Penanganan Cidera Lutut dan Ankle Akibat Trauma OlahragaAPA ITU CEDERA?

Cedera adalah keadaan akibat benturan / tumbukan pada tubuh atau sebagian dari tubuh dimana tubuh tersebut tidak mampu menerima beban ( forces ) akibat benturan / tumbukan tersebut

 APA ITU CEDERA OLAH RAGA

Cedera Olah Raga : adalah cedera yang diakibatkan oleh aktifitas olah raga

 CEDERA LUTUT

Anatomi

– Tulang : femur, patella, dan tibia

– Jaringan lunak : meniscus, ligament crusiatum, dan ligamen collateral, dan ligamentum patella.

 Fungsi Anatomi

• Sendi lutut merupakan “ Hinge Joint “ , selain itu secara fisiologis pergerakannya berupa “ Gliding Joint “.

• Sendi lutut merupakan sendi yang paling rentan mendapat cedera dari semua sendi di tubuh manusia.

• Karena mempunyai fungsi untuk pergerakan dan meneruskan beban tubuh maka diperlukan “ Stabilitas “

• Stabilitas lutut ditunjang oleh :

–Intrinsic dan

–Extrinsic

 Bagaimana Cara Melakukan Deferensial

Diagnosis

• Pemeriksaan harus menentukan :

– Seberapa berat cederanya

– Bagian mana yang mengalami cedera :

• Ligament

• Muscle tendon

• Capsule

• Meniscus

• Cartilage

• Bone

• Any combination

 MECHANISME OF INJURIES

• Trauma langsung

• Trauma tidak langsung

 CEDERA ANKLE

ANATOMI

– Tulang : tibia, fibula, dan talus

– Soft tissue : Syndesmotic, lateral collateral ligament, dan medial collateral ligament

Fungsi Anatomi :

– Prinsipnya untuk meneruskan beban dan sebagai propulsi

• Untuk itu diperlukan stabilitas yang baik.

 PRINSIP – PRINSIP PENANGANANNYA

• Dilakukan pemeriksaan sedini mungkin setelah kejadian

• Pemeriksa ( Dokter ) harus bersifat objektif dalam melakukan pemeriksaan.

 Konsep-konsep Penanganan

• Jika penanganan sudah diputuskan, maka dokternya harus mempunyai kepercayaan yang tinggi

Klasifikasi Kontraktur

Berdasarkan lokasi dari jaringan yang menyebabkan ketegangan, maka kontraktur dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Kontraktur Dermatogen atau Dermogen
Kontraktur yang disebabkan karena proses terjadinya di kulit, hal tersebut dapat terjadi karena kehilangan jaringan kulit yang luas misalnya pada luka bakar yang dalam dan luas, loss of skin/tissue dalam kecelakaan dan infeksi. Continue reading

Mengenal Karateristik Cidera Pada Jaringan Lunak

Dalam kehidupan sehari-hari cedera jaringan lunak dapat saja terjadi pada setiap orang. Oleh sebab itu sebagai seorang fisioterapis yang cukup berperan dalam pengobatan cedera jaringan lunak sudah seharusnya dapat mengenal dan membedakan masing-masing cedera berdasarkan karakteristiknya sehingga tidak terjadi kekeliruan dalam menetapkan diagnosis , terlebih lagi dalam hal pengobatannya. Karena apapun bentuk cedera yang terjadi pada jaringan lunak biasanya di sertai dengan tanda dan gejala-gejala berupa : nyeri, tenderness, pembengkakan dan spasme otot, meskipun dengan intensitas yang berbeda-beda. Continue reading

Fraktur 1/3 Proksimal Humerus

a. Definisi Fraktur Humerus
Diskontinuitas yang terjadi pada diafisis shaft tulang humerus karena rudapaksa / trauma
Klasifikasi fraktur humerus
1. Fraktur proksimal humerus
- One part fractures (minimally displaced)
- Two part fractures
• Fraktur tuberositas minor
• Fraktur tuberositas mayor Continue reading

Trauma di Masa Kecil

Trauma di Masa KecilDi negara-negara industri, cedera adalah penyebab kematian paling umum pada anak, yaitu kematian lebih dari kanker, cacat lahir, meningitis pneumonia, dan penyakit jantung digabungkan. Bahkan di antara bayi di bawah usia satu tahun, setiap tahun hampir 1 000 kematian karena terjatuh, luka bakar, tenggelam dan mati lemas. Cedera juga dapat menyebabkan kecacatan, bahkan, untuk setiap anak yang meninggal karena cedera, 1 000 bertahan hidup, tetapi menjadi cacat. Continue reading

Trauma Kepala di Masa Kecil

Pada anak-anak, persentase yang tinggi dari kematian karena cedera kepala dan komplikasi. Cedera kepala serius juga bisa merusak otak belum matang, campur dengan cacat fisik, intelektual dan emosional dan menghasilkan jangka panjang. Namun, lesi umumnya lebih rendah.

Cedera tersebut lebih sering terjadi pada anak di bawah satu tahun dan remaja usia 15. Mereka mempengaruhi laki-laki lebih dari perempuan. Cedera kepala besar biasanya disebabkan oleh kecelakaan mobil dan sepeda. Lebih ringan harus dominan jatuh di rumah dan sekitarnya. Anak yang menderita cedera kepala harus diperiksa dengan hati-hati, karena setiap cedera kepala berpotensi serius. Continue reading

Anatomi Otot Pengunyah

Perjalanan M. masseter dari arcus zygomaticus ka angulus mandibulae dapat dipalpasi dengan mudah melalui kulit. Pada saat merapatkan gigi, M. temporalis dapat diraba di fossa temporalis. M. Pterygoideus medialis berinsertio pada permukaan dalam angulus mandibulae. M. pterygoideus lateralis berjalan kea rah dalam dari articulatio temporomandibularis.

M. Temporalis1. Otot : M. Temporalis

Nervus : Nn. Temporales profundi (N. mandibularis (V/3)

Origo : Os temporal di bawah linea temporalis inferior, lapisan dalam fascia temporalis

Insertio : Apex dan permukaan medial proc. Coronoideuss mandibulae

Fungsi : Serabut anterior menutup mulut, serabut posterior menarik mandibula Continue reading

Anatomi Fungsional Bahu

Gerakan extremitas superior ini jauh lebih rumit dan kompelks dari pada extremitas inferior, hal ini dilihat dari macam gerakan yang bisa di lakukannya, banyaknya tulang dan sendi yang tersangkut, adanya koordinasi yang tinggi antar bagian-bagian tak langsung melalui  gelang bahu dengan demikia gerakan extremitas superior tergantung kepada posisi pada gerakan gelang bahu dan tubuh. Gerakan yang sempurna ini di sini lain juga merugikan yaitu dengan berkurangnya tingkat stabilitasnya. Untuk extremitas superior khususnya sendi bahu, sebenarnya stabilitas ini memang tidak terlalu dibutuhkan karena dia tidak diperlukan untuk menyangga berat badan seperti halnya pada tulang belakang dengan kemungkinan terjadinya trauma, penyakit atau patologis yang lain. Continue reading

Struktur Jantung

Struktur JantungSTRUKTUR  JANTUNG 

JANTUNG  Adalah  : organ otot terbagi atas 4 ruang  yang ditutupi oleh  3 lapis otot yaitu dari luar kedalam ; Pericardium, Myocardium dan Endocardium

 2 Ruang atas  yi; atrium kanan dan kiri yang dibatasi oleh Septum Interatrium  yang fungsinya :

 a. Menerima darah  à atrium kiri menerima darah dari sirkulasi pulmonal melalui vena pulmonalis dan atrium kanan menerima darah dari sirkulasi sistemik melalui vena cava superior dan Inferior

 b.  Memompa darah masuk ventrikel

2 Ruang bawah yi ; Ventrikel kanan dan kiri dibatasi oleh septum Interventrikel yang fungsinya ;

       a. Menerima darah dari atrium

       b. Memompa darah keluar jantung Continue reading