Search Results for: latar belakang cedera kepala berat

Trauma Kepala di Masa Kecil

Pada anak-anak, persentase yang tinggi dari kematian karena cedera kepala dan komplikasi. Cedera kepala serius juga bisa merusak otak belum matang, campur dengan cacat fisik, intelektual dan emosional dan menghasilkan jangka panjang. Namun, lesi umumnya lebih rendah.

Cedera tersebut lebih sering terjadi pada anak di bawah satu tahun dan remaja usia 15. Mereka mempengaruhi laki-laki lebih dari perempuan. Cedera kepala besar biasanya disebabkan oleh kecelakaan mobil dan sepeda. Lebih ringan harus dominan jatuh di rumah dan sekitarnya. Anak yang menderita cedera kepala harus diperiksa dengan hati-hati, karena setiap cedera kepala berpotensi serius. Continue reading

Informasi Mengenai Sprain Ankle

Sebuah bola ke belakang, Anda mendapatkan jelas, bersiaplah untuk mendapatkan hit sebanyak mungkin bola, Anda telah melihat lubang di mana ketegangan itu, ini membuat Anda berkata, tiba-tiba menusuk rasa sakit, ada sesuatu yang salah, untuk menghentikan Anda kaki telah diperlambat, Anda menekuk pergelangan kaki, bola melewati Anda saat Anda menyentuh tanah dan kompres dengan sikap penderitaan, Anda langsung tahu telah terjadi beberapa kali. Continue reading

Tulang belakang lumbal statis di bidang frontal

Dalam kasus ‘yang ideal’ panggul dan tulang belakang terletak simetris dalam garis lurus di pemandangan AP. Para tonjolan oksipital eksternal, proses spinosus, simfisis pubis, dan berbaring di garis tengah tulang ekor. Seperti kolom tulang belakang pengecualian dalam kehidupan nyata; orang hanya tidak menempatkan berat badan mereka secara simetris pada kedua kaki, tetapi berdiri dalam posisi santai di mana beban itu diambil terutama pada satu kaki. Selama berjalan, panggul terus ayunan dari satu sisi ke sisi lain. Hasilnya adalah terciptanya konstan pesawat miring. Perhatian utama dalam menilai ini adalah untuk menemukan bagaimana kolom tulang belakang bereaksi terhadap arah miring di bidang frontal. Continue reading

Zat cair dan Gas

  1. Beberapa hal penting

Untuk mempelajari tentang zat cair dan gas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Berat, massa, berat jenis

Berat suatu benda besarnya gaya tarik bumi terhadap benda itu, yang diukur dalam satuan kgf = 9,8 Newton.

Massa adalah jumlah materi atau zat yang terkandung dalam suatu benda, merupakan jumlah yang tetap untuk benda yang tetap, yang diukur dalam satuan kg. Continue reading

X-ray dari Tulang Belakang Lumbal dan Pelvis

Proyeksi pencitraan yang diperlukan untuk pemeriksaan rutin dari fungsi statis dan perubahan morfologi dari kolom tulang belakang hanya satu AP dan satu tampilan lateral dengan berdiri pasien. Hal ini dilakukan menggunakan perangkat dijelaskan oleh Gutmann (1970), di mana garis tegak menunjukkan garis vertikal dari kepala. Continue reading

Cara Efektif Menggunakan Fisioterapi Untuk Cedera Lutut

Bagaimana cara Efektif Menggunakan Fisioterapi Untuk Cedera LututJika telah pernah mengalami cedera lutut maka Anda akan tahu bahwa hal itu bisa menjadi salah satu tempat cedera yang paling menyakitkan. Ini bukan sebuah pengalaman yang diinginkan oleh siapapun. Hal ini dapat menjadi pembunuh terutama bagi mereka yang bermain olahraga. Terdapat atlet di seluruh dunia yang mengalami rasa sakit dari cedera lutut setiap tahunnya, . Untungnya sebagian besar cedera yang yang dialami atlet umumnya kecil dan mereka tidak harus masuk ke ruang operasi. Hebatnya dengan cedera kecil, seorang atlet dapat melakukan perawatan fisioterapi untuk meringankan rasa sakit yang mereka alami dan kembali beraksi untuk bermain olahraga.

Hal pertama yang dokter sarankan pada sebagian besar pasien yang mengalami cedera lutut adalah untuk mencari pengobatan fisioterapi. Secara lebih spesifik mereka merekomendasikan hal ini untuk orang-orang yang telah mengalami berbagai macam strain, ligamen robek, atau tendon robek. Saat cedera ini sangat serius dan fisioterapi tidak bekerja untuk meringankan pasien dari rasa sakit yang mereka alami maka dokter akan mempertimbangkan pilihan operasi yang harus dilakukan. Operasi adalah hal terakhir yang dokter anggap, dan tidak pernah dipandang sebagai resor pertama, ketika seseorang telah mengalami cedera lutut. Permasalahan dalam melakukan operasi lutut pada pasien adalah bahwa rasa sakit yang dialami dapat menjadi sangat mengerikan dan pemulihan dapat memakan waktu yang lama. Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Secara Umum

Jenis Cedera Olahraga Secara UmumJames Wilson, Mac Donald, Colin Ferguson dalam bukunya Sports Injuries, membuat rumusan cedera Olah Raga sebagai berikut :

KEPALA ;

1. Gegar Otak / pingsan ( tinju / karate / balap )
2. Othematoma ( telinga pegulat )
3. Otitis Media / externa ( perenang )
4. Nyeri telinga ( penerbang / penyelam )
5. Robek Gendang / tuli mendadak ( letupan senjata / loncat indah )
6. Robek sekitar mata ( petinju )
7. Mata terkena bola ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
8. Bola mata tergores ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
9. Lebam mata ( tinju / karate )
10. Lepas perlekatan retina
11. Pteriqium ( jaringan ikat pada cornea / pralayar )
12. Perdarahan / patah hidung ( tinju / karate )
13. Robek bibir / lidah
14. Gigi patah Continue reading

Penanganan Luka-luka Pada Tinju

Penanganan Luka-luka Pada Tinju

Penanganan Luka-luka Pada TinjuPenanganan Luka-Luka
Penanganan cedera pada olah raga tinju tergantung jenis dan beratnya serta tingkat kegawatdaruratannya. Pada perlukaan kulit kepala, perdarahan seringkali banyak sehingga perlu pemeriksaan teliti dan penghentian perdarahan. Pemeriksaan dilakukan di sisi ring tinju dengan sarung tangan steril untuk memeriksa adanya fraktur. Fraktur impresi seringkali hanya menimbulkan jejas lokal dan tidak menyebabkan hilangnya kesadaran sehingga seringkali terlewatkan. Pasien yang dicurigai mengalami fraktur harus dihentikan dulu perdarahannya dengan cara menutup luka kulit kepala dengan jahitan satu-satu sebelum dibawa ke rumah sakit. Luka-luka kecil dapat dijahit dengan silk 2/0 atau 3/0. Bila ada tanda-tanda herniasi jaringan otak melalui luka di tengkorak, maka harus ditutup dengan kasa steril yang dibasahi dengan PZ dan segera dikirim ke fasilitas bedah saraf (McLatchie, 1994).

Penanganan concussion
Evaluasi di lapangan (on-the-field evaluation )
Tujuan terpenting pemeriksaan di lapangan adalah membuat diagnosis yang akurat dan lengkap tentang tingkat kesadaran dan menyingkirkan adanya cedera lain terutama cedera servikal. Dalam hal ini petugas medis harus mengetahui mekanisme cedera kepala, apakah akibat kontak langsung dengan permukaan keras atau gaya akselerasi-deselerasi yang mengenai kepala dan whiplash yang mengenai leher. Saat memeriksa, perlu diperhatikan postur, gerakan spontan dan verbalisasi (kata-kata) dari petinju yang bersangkutan. Menurunnya atau hilangnya kemampuan gerak anggota gerak harus memunculkan kecurigaan adanya cedera servikal. Pembicaraan yang melantur menunjukkan telah terjadi concussion yang berat. Helm pengaman tidak boleh dilepas dulu kecuali cedera servikal telah dapat disingkirkan (Wojtys, 1999).

Pada concussion, pertama kali pemeriksa harus memastikan apakah petinju yang bersangkutan masih bernafas spontan, jalan napasnya bebas dan nadinya masih teraba. Kedua, menentukan apakah petinju yang mengalami cedera memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di sisi ring atau segera diangkut ke rumah sakit. Untuk pemeriksaan kardiovaskular, arteri karotis dan radialis adalah yang paling mudah diraba. Bila petinju telah dipastikan bernafas spontan dengan baik, jalan napas bebas dan fungsi sirkulasi dinyatakan baik, maka pemeriksaan kesadaran awal dilakukan dalam posisi berbaring. Bila petinju tidak sadarkan diri, harus dianggap bahwa ia juga menderita cedera servikal sampai dinyatakan sebaliknya (Wojtys, 1999).

Bila didapatkan gangguan fungsi pernapasan dan sirkulasi, harus dilakukan resusitasi. Dalam hal ini diperlukan 2 atau 3 orang tambahan untuk membantu memposisikan petinju dalam posisi telentang dengan cara dilakukan log-rolling. Setelah berada dalam posisi yang tepat maka resusitasi kardiopulmonar dapat dilakukan (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neurologis yang dilakukan antara lain: GCS, Ukuran dan reaksi pupil terhadap cahaya, pemeriksaan telinga dan hidung untuk mencari perdarahan, CSF, hematotympanum, pemeriksaan fungsi sensoris (termasuk area perianal), refleks-refleks tendon dalam, pemeriksaan keseimbangan dan koordinasi (termasuk finger to nose, dan finger to finger test) (McLatchie, 1994).

Pada petinju yang masih belum sadar atau memburuk setelah 10 menit harus segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas diagnostik dan tindakan bedah saraf. Bila ada fraktur tulang tengkorak, petinju harus diobservasi, dan mungkin diperlukan pemeriksaan CT scan karena resiko hematom intrakranial. Hampir separuh dari petinju yang mengalami hematom intrakranial yang dioperasi masih dapat berjalan dan berbicara, bahkan 15% masih sadar penuh sejak kejadian (McLatchie, 1994).

Pemeriksaan di luar ring (on-the-bench evaluation)
Bila petinju yang terluka dibawa keluar ring, ia harus diperiksa dengan teliti termasuk anamnesis keluhan, pemeriksaan neurologis yang lebih lengkap, dan tes neuropsikologi. Keluhan yang perlu ditanyakan meliputi rasa pusing, vertigo, gangguan penglihatan, fotofobia, tinnitus, nyeri kepala, mual, dan muntah. Muntah jarang terjadi pada cedera olah raga, tetapi bila ada akan memunculkan kecurigaan adanya kenaikan tekanan intrakranial (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan fisik terhadap wajah dan tulang kepala, kulit dan jaringan ikatnya harus dilakukan dengan teliti untuk mencari adanya patah tulang wajah. Adanya rinnorhea menandakan telah terjadi patah tulang dasar tengkorak pada lempeng cribriformis (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neurologis meliputi pemeriksaan mata dan saraf-saraf kranial. Sekitar 3% dari seluruh populasi mempunyai pupil yang anisokor, dan ini harus sudah diperiksa dan dicatat pada pemeriksaan sebelum pertandingan. Pelebaran pupil unilateral akibat pukulan langsung pada wajah dapat diakibatkan oleh respons saraf simpatetik. Patah tulang atau hematom subdural dapat menyebabkan gangguan nervus occulomotorius. Nervus fasialis juga dapat terkena pada patah tulang dasar tengkorak. Pemeriksaan telinga untuk mencari adanya ottorhea yang menandakan terjadinya patah tulang dasar tengkorak di daerah petrosus (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neuropsikologi dilakukan untuk mencari gangguan orientasi, konsentrasi, dan memori (Wojtys, 1999).

Petinju diobservasi selama minimal 15 menit dan dapat diperiksa kembali bila diperlukan. Bila gejala atau keluhan berkembang, maka ia tidak boleh bertanding lagi hari itu. Jika gejala dan keluhan tidak ada, maka dapat dilakukan suatu manuver stres fisik untuk melihat apakah gejalanya akan muncul. Manuver tersebut dapat dilakukan dengan sit-up, push-up, knee bends, atau dengan berbaring posisi telentang dengan kaki diangkat ke atas selama beberapa detik yang akan memunculkan gejala-gejala kenaikan TIK. Bila gejala tersebut muncul setelah manuver, petinju tidak boleh melanjutkan pertandingan. Bila tak ada gejala ia dapat kembali ke pertandingan, dan selesai pertandingan harus segera dilakukan reevaluasi (Wojtys, 1999).

Klasifikasi Kembali Bertanding (Wojtys, 1999)
1. Kembali bertanding (pada hari yang sama)
a. Keluhan dan gejala menghilang dalam waktu kurang dari 15 menit baik saat istirahat atau saat bertanding
b. Tak pernah tidak sadar

2. Penundaan bertanding (tidak pada hari yang sama)
a. Keluhan dan gejala tidak menghilang dalam waktu 15 menit baik saat istirahat atau saat bertanding
b. Pernah tidak sadar

Trauma di Masa Kecil

Trauma di Masa KecilDi negara-negara industri, cedera adalah penyebab kematian paling umum pada anak, yaitu kematian lebih dari kanker, cacat lahir, meningitis pneumonia, dan penyakit jantung digabungkan. Bahkan di antara bayi di bawah usia satu tahun, setiap tahun hampir 1 000 kematian karena terjatuh, luka bakar, tenggelam dan mati lemas. Cedera juga dapat menyebabkan kecacatan, bahkan, untuk setiap anak yang meninggal karena cedera, 1 000 bertahan hidup, tetapi menjadi cacat. Continue reading

Penanganan Cedera Lutut dan Ankle Akibat Trauma Olahraga

Penanganan Cidera Lutut dan Ankle Akibat Trauma Olahraga

Penanganan Cidera Lutut dan Ankle Akibat Trauma OlahragaAPA ITU CEDERA?

Cedera adalah keadaan akibat benturan / tumbukan pada tubuh atau sebagian dari tubuh dimana tubuh tersebut tidak mampu menerima beban ( forces ) akibat benturan / tumbukan tersebut

 APA ITU CEDERA OLAH RAGA

Cedera Olah Raga : adalah cedera yang diakibatkan oleh aktifitas olah raga

 CEDERA LUTUT

Anatomi

– Tulang : femur, patella, dan tibia

– Jaringan lunak : meniscus, ligament crusiatum, dan ligamen collateral, dan ligamentum patella.

 Fungsi Anatomi

• Sendi lutut merupakan “ Hinge Joint “ , selain itu secara fisiologis pergerakannya berupa “ Gliding Joint “.

• Sendi lutut merupakan sendi yang paling rentan mendapat cedera dari semua sendi di tubuh manusia.

• Karena mempunyai fungsi untuk pergerakan dan meneruskan beban tubuh maka diperlukan “ Stabilitas “

• Stabilitas lutut ditunjang oleh :

–Intrinsic dan

–Extrinsic

 Bagaimana Cara Melakukan Deferensial

Diagnosis

• Pemeriksaan harus menentukan :

– Seberapa berat cederanya

– Bagian mana yang mengalami cedera :

• Ligament

• Muscle tendon

• Capsule

• Meniscus

• Cartilage

• Bone

• Any combination

 MECHANISME OF INJURIES

• Trauma langsung

• Trauma tidak langsung

 CEDERA ANKLE

ANATOMI

– Tulang : tibia, fibula, dan talus

– Soft tissue : Syndesmotic, lateral collateral ligament, dan medial collateral ligament

Fungsi Anatomi :

– Prinsipnya untuk meneruskan beban dan sebagai propulsi

• Untuk itu diperlukan stabilitas yang baik.

 PRINSIP – PRINSIP PENANGANANNYA

• Dilakukan pemeriksaan sedini mungkin setelah kejadian

• Pemeriksa ( Dokter ) harus bersifat objektif dalam melakukan pemeriksaan.

 Konsep-konsep Penanganan

• Jika penanganan sudah diputuskan, maka dokternya harus mempunyai kepercayaan yang tinggi