Search Results for: makalah bulutangkis lengkap

Jenis Cedera Olahraga Secara Umum

Jenis Cedera Olahraga Secara UmumJames Wilson, Mac Donald, Colin Ferguson dalam bukunya Sports Injuries, membuat rumusan cedera Olah Raga sebagai berikut :

KEPALA ;

1. Gegar Otak / pingsan ( tinju / karate / balap )
2. Othematoma ( telinga pegulat )
3. Otitis Media / externa ( perenang )
4. Nyeri telinga ( penerbang / penyelam )
5. Robek Gendang / tuli mendadak ( letupan senjata / loncat indah )
6. Robek sekitar mata ( petinju )
7. Mata terkena bola ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
8. Bola mata tergores ( tenis / bulutangkis / tenis meja )
9. Lebam mata ( tinju / karate )
10. Lepas perlekatan retina
11. Pteriqium ( jaringan ikat pada cornea / pralayar )
12. Perdarahan / patah hidung ( tinju / karate )
13. Robek bibir / lidah
14. Gigi patah Continue reading

Jenis Susu Formula

1. Pengertian

Susu formula adalah susu yang dibuat dari susu sapi atau susu buatan yang diubah komposisinya hingga dapat dipakai sebagai pengganti ASI. Alasan dipakainya susu sapi sebagai bahan dasar mungkin oleh banyaknya susu yang dapat dihasilkan oleh peternak (Pudjiadi, 2002). Continue reading

Penanganan Luka-luka Pada Tinju

Penanganan Luka-luka Pada Tinju

Penanganan Luka-luka Pada TinjuPenanganan Luka-Luka
Penanganan cedera pada olah raga tinju tergantung jenis dan beratnya serta tingkat kegawatdaruratannya. Pada perlukaan kulit kepala, perdarahan seringkali banyak sehingga perlu pemeriksaan teliti dan penghentian perdarahan. Pemeriksaan dilakukan di sisi ring tinju dengan sarung tangan steril untuk memeriksa adanya fraktur. Fraktur impresi seringkali hanya menimbulkan jejas lokal dan tidak menyebabkan hilangnya kesadaran sehingga seringkali terlewatkan. Pasien yang dicurigai mengalami fraktur harus dihentikan dulu perdarahannya dengan cara menutup luka kulit kepala dengan jahitan satu-satu sebelum dibawa ke rumah sakit. Luka-luka kecil dapat dijahit dengan silk 2/0 atau 3/0. Bila ada tanda-tanda herniasi jaringan otak melalui luka di tengkorak, maka harus ditutup dengan kasa steril yang dibasahi dengan PZ dan segera dikirim ke fasilitas bedah saraf (McLatchie, 1994).

Penanganan concussion
Evaluasi di lapangan (on-the-field evaluation )
Tujuan terpenting pemeriksaan di lapangan adalah membuat diagnosis yang akurat dan lengkap tentang tingkat kesadaran dan menyingkirkan adanya cedera lain terutama cedera servikal. Dalam hal ini petugas medis harus mengetahui mekanisme cedera kepala, apakah akibat kontak langsung dengan permukaan keras atau gaya akselerasi-deselerasi yang mengenai kepala dan whiplash yang mengenai leher. Saat memeriksa, perlu diperhatikan postur, gerakan spontan dan verbalisasi (kata-kata) dari petinju yang bersangkutan. Menurunnya atau hilangnya kemampuan gerak anggota gerak harus memunculkan kecurigaan adanya cedera servikal. Pembicaraan yang melantur menunjukkan telah terjadi concussion yang berat. Helm pengaman tidak boleh dilepas dulu kecuali cedera servikal telah dapat disingkirkan (Wojtys, 1999).

Pada concussion, pertama kali pemeriksa harus memastikan apakah petinju yang bersangkutan masih bernafas spontan, jalan napasnya bebas dan nadinya masih teraba. Kedua, menentukan apakah petinju yang mengalami cedera memerlukan pemeriksaan lebih lanjut di sisi ring atau segera diangkut ke rumah sakit. Untuk pemeriksaan kardiovaskular, arteri karotis dan radialis adalah yang paling mudah diraba. Bila petinju telah dipastikan bernafas spontan dengan baik, jalan napas bebas dan fungsi sirkulasi dinyatakan baik, maka pemeriksaan kesadaran awal dilakukan dalam posisi berbaring. Bila petinju tidak sadarkan diri, harus dianggap bahwa ia juga menderita cedera servikal sampai dinyatakan sebaliknya (Wojtys, 1999).

Bila didapatkan gangguan fungsi pernapasan dan sirkulasi, harus dilakukan resusitasi. Dalam hal ini diperlukan 2 atau 3 orang tambahan untuk membantu memposisikan petinju dalam posisi telentang dengan cara dilakukan log-rolling. Setelah berada dalam posisi yang tepat maka resusitasi kardiopulmonar dapat dilakukan (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neurologis yang dilakukan antara lain: GCS, Ukuran dan reaksi pupil terhadap cahaya, pemeriksaan telinga dan hidung untuk mencari perdarahan, CSF, hematotympanum, pemeriksaan fungsi sensoris (termasuk area perianal), refleks-refleks tendon dalam, pemeriksaan keseimbangan dan koordinasi (termasuk finger to nose, dan finger to finger test) (McLatchie, 1994).

Pada petinju yang masih belum sadar atau memburuk setelah 10 menit harus segera dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas diagnostik dan tindakan bedah saraf. Bila ada fraktur tulang tengkorak, petinju harus diobservasi, dan mungkin diperlukan pemeriksaan CT scan karena resiko hematom intrakranial. Hampir separuh dari petinju yang mengalami hematom intrakranial yang dioperasi masih dapat berjalan dan berbicara, bahkan 15% masih sadar penuh sejak kejadian (McLatchie, 1994).

Pemeriksaan di luar ring (on-the-bench evaluation)
Bila petinju yang terluka dibawa keluar ring, ia harus diperiksa dengan teliti termasuk anamnesis keluhan, pemeriksaan neurologis yang lebih lengkap, dan tes neuropsikologi. Keluhan yang perlu ditanyakan meliputi rasa pusing, vertigo, gangguan penglihatan, fotofobia, tinnitus, nyeri kepala, mual, dan muntah. Muntah jarang terjadi pada cedera olah raga, tetapi bila ada akan memunculkan kecurigaan adanya kenaikan tekanan intrakranial (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan fisik terhadap wajah dan tulang kepala, kulit dan jaringan ikatnya harus dilakukan dengan teliti untuk mencari adanya patah tulang wajah. Adanya rinnorhea menandakan telah terjadi patah tulang dasar tengkorak pada lempeng cribriformis (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neurologis meliputi pemeriksaan mata dan saraf-saraf kranial. Sekitar 3% dari seluruh populasi mempunyai pupil yang anisokor, dan ini harus sudah diperiksa dan dicatat pada pemeriksaan sebelum pertandingan. Pelebaran pupil unilateral akibat pukulan langsung pada wajah dapat diakibatkan oleh respons saraf simpatetik. Patah tulang atau hematom subdural dapat menyebabkan gangguan nervus occulomotorius. Nervus fasialis juga dapat terkena pada patah tulang dasar tengkorak. Pemeriksaan telinga untuk mencari adanya ottorhea yang menandakan terjadinya patah tulang dasar tengkorak di daerah petrosus (Wojtys, 1999).

Pemeriksaan neuropsikologi dilakukan untuk mencari gangguan orientasi, konsentrasi, dan memori (Wojtys, 1999).

Petinju diobservasi selama minimal 15 menit dan dapat diperiksa kembali bila diperlukan. Bila gejala atau keluhan berkembang, maka ia tidak boleh bertanding lagi hari itu. Jika gejala dan keluhan tidak ada, maka dapat dilakukan suatu manuver stres fisik untuk melihat apakah gejalanya akan muncul. Manuver tersebut dapat dilakukan dengan sit-up, push-up, knee bends, atau dengan berbaring posisi telentang dengan kaki diangkat ke atas selama beberapa detik yang akan memunculkan gejala-gejala kenaikan TIK. Bila gejala tersebut muncul setelah manuver, petinju tidak boleh melanjutkan pertandingan. Bila tak ada gejala ia dapat kembali ke pertandingan, dan selesai pertandingan harus segera dilakukan reevaluasi (Wojtys, 1999).

Klasifikasi Kembali Bertanding (Wojtys, 1999)
1. Kembali bertanding (pada hari yang sama)
a. Keluhan dan gejala menghilang dalam waktu kurang dari 15 menit baik saat istirahat atau saat bertanding
b. Tak pernah tidak sadar

2. Penundaan bertanding (tidak pada hari yang sama)
a. Keluhan dan gejala tidak menghilang dalam waktu 15 menit baik saat istirahat atau saat bertanding
b. Pernah tidak sadar

Informasi Mengenai Sprain Ankle

Sebuah bola ke belakang, Anda mendapatkan jelas, bersiaplah untuk mendapatkan hit sebanyak mungkin bola, Anda telah melihat lubang di mana ketegangan itu, ini membuat Anda berkata, tiba-tiba menusuk rasa sakit, ada sesuatu yang salah, untuk menghentikan Anda kaki telah diperlambat, Anda menekuk pergelangan kaki, bola melewati Anda saat Anda menyentuh tanah dan kompres dengan sikap penderitaan, Anda langsung tahu telah terjadi beberapa kali. Continue reading

Saat Makanan Membahayakan dan Bukannya Membantu

Saat Makanan Membahayakan dan Bukannya MembantuSebagian besar makanan kita over proses dan diobati dengan toksin-jauh dari produksi untuk dijual. Alih-alih menjadi sumber utama kesehatan benar dan ketahanan, karena itu, makanan yang kita makan benar-benar dapat melemahkan kemampuan tubuh kita untuk secara efektif menangani stres setiap hari, dan untuk membersihkan racun yang menyerang kita dari segala sisi. Tidak heran semakin banyak tubuh kita bereaksi dengan alergi makanan.

Alergi makanan tidak hanya membahayakan tubuh kita (dan pikiran kita), mereka juga mencegah kita dari yang berasal manfaat nutrisi lengkap dari makanan sehat kita makan. Dengan menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan kita, mereka dapat mencegah rincian lengkap makanan menjadi nutrisi penting, dan mengganggu kemampuan tubuh untuk benar menyerap apa nutrisi yang tersedia. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan gizi dan gizi buruk, meskipun Anda mungkin akan banyak makan makanan yang baik. Continue reading

Faktor Terjadinya Cedera Olahraga

Cedera OlahragaTidak dapat dipungkiri lagi akan besarnya manfaat latihan fisik dan olahraga, terutama  yang dilakukan secara rutin dan teratur,  dengan tingkat kesehatan badan kita. Sungguh  amat menggembirakan bahwa partisipasi masyarakat yang makin meningkat dalam  melaksanakan kegiatan latihan fisik dan olah raga. Namun disamping manfaat yang besar  dari olahraga terhadap kesehatan tubuh, harus selalu diwaspadai bahwa setiap kegiatan  olahraga apapun  juga mengandung resiko terjadinya Cedera Olah Raga ( COR ),  terutama apabila kegiatan olahraga ini dilakukan tanpa persiapan dan pelaksanaan yang  baik dan benar. COR yang paling sering terjadi adalah cedera yang mengenai jaringan  lunak terutama otot, tendon dan ligamen. Apabila cedera ini tidak ditangani dengan baik  maka dalam jangka panjang  dapat menurunkan performance si atlit.

Secara garis besar ada dua faktor resiko besar  yang melatarbelakangi terjadinya COR,

yaitu :

1.  Faktor Intrinsik :        

a. Usia, Jenis kelamin, Berat Badan dan komposisi tubuh

b. Keadaan otot ( kekuatan setiap otot, keseimbangan antar otot,    fleksibilitas dan endurance otot )

c. Fleksibilitas sendi ( terlalu fleksibel atau kurang fleksibel ) Continue reading

Metabolisme Energi Tubuh dan Olahraga

Metabolisme Energi Tubuh dan Olahraga

Metabolisme Energi Tubuh dan OlahragaDi dalam berbagai jenis olahraga  baik   olahraga dengan gerakan-gerakan yang bersifat  konstan seperti jogging, marathon dan bersepeda  atau juga pada olahraga yang melibatkan gerakan- gerakan yang  explosif seperti menendang bola atau  gerakan  smash dalam olahraga tenis atau  bulutangkis, jaringan otot hanya akan memperoleh e n e r g i d a r i  pemecahan molekul  a d e n o s i n e  triphospate atau yang  biasa di singkat  sebagai ATP.

M e l a u i  simpanan energi yang  terdapat di dalam  tubuh yaitu simpanan  phosphocreatine (PCr),  karbohidrat, lemak dan protein, molekul ATP ini  akan dihasilkan melalui metabolisme energi yang akan melibatkan beberapa reaksi kimia yang  kompleks. Pengunaan simpanan-simpanan energi  tersebut beserta jalur metabolisme energi yang  akan digunakan untuk menghasilkan molekul ATP ini  juga akan bergantung terhadap jenis aktivitas serta  intensitas yang dilakukan saat berolahraga.

Produk Perawatan dan Pengobatan Jerawat

Produk Perawatan dan Pengobatan JerawatSeorang wanita yang hamil akan harus melihat alternatif program kulit aman, dan produk kulit alami akan menjadi tempat untuk memulai. Ada beberapa produk yang dapat menjadi perawatan jerawat terbaik tergantung pada situasi Anda. Tidak semua produk jerawat akan menjadi perawatan jerawat yang terbaik untuk Anda.

Produk yang mengandung zat unevaluated sebaiknya dihindari. EWG telah mengkaji studi ilmiah dan melakukan tes sendiri laboratorium independen untuk mengekspos ancaman kesehatan dari produk perawatan kulit yang dijual di Amerika Serikat. Perlakuan yang berbeda, obat-obatan, dan produk yang telah diproduksi untuk membantu mengontrol dan menghilangkan gangguan kulit ini. Continue reading

Rasa Nyeri Setelah Pencabutan Gigi Permanen

Rasa Nyeri Setelah Pencabutan Gigi PermanenDi mana pasien mengalami nyeri akibat hilangnya bekuan darah sehingga mengekspos tulang untuk udara, makanan, dan cairan bersama dengan bau tak sedap. Hal ini sering terjadi dua hari atau lebih setelah ekstraksi dan dapat bertahan sekitar 5-6 hari.

Dry socket (alveolar osteitis) adalah suatu kondisi yang menyakitkan yang dapat terjadi setelah pencabutan gigi permanen. Dry socket terjadi ketika bekuan darah di lokasi bekas pencabutan gigi telah lepas sebelum luka telah sembuh. Rasa sakit tersebut berasal dari tulang pendukung dan saraf yang terlibat. Continue reading

Fakta dan Mitos Tentang Alergi

Alergi itu menular?
Nomor Orang dengan alergi, terutama yang memiliki asma, dermatitis atopik dan rinitis, memiliki kondisi genetik yang menentukan yang bereaksi secara berlebihan terhadap rangsangan tertentu, menyebabkan gejala.

Semua penyakit alergi tidak dapat disembuhkan?
Meskipun alergi adalah kondisi genetik yang diwariskan, dan dalam kebanyakan kasus, penyakit pasti alergi yang mungkin terjadi resolusi lengkap dari gambar, seperti alergi terhadap susu sapi yang dimulai pada masa bayi (bayi) dan cenderung menghilang sekitar 2-4 tahun.2 Continue reading