Search Results for: memek atlet fitnes

Hubungan Antara Fisioterapi dan Kesuksesan Atlet dan Olahraga

Hubungan Antara Fisioterapi dan KesuksesanAtlet terkadang bermain sangat ekstrem dalam olahraga sehingga mudah sekali untuk mengalami cedera. Fisioterapi sangat berperan dalam membantu para atlet dalam mempertahankan mereka agar tetap aman dari cedera. Fisioterapi bekerja pada semua bidang olahraga, baik sebagai tim medis di sebuah club sepakbola atau sebagai fisioterapis pribadi untuk atlet atau pemain. Karena semua olahragawan sangat mudah sekali mengalami cedera dan itu merupakan tugas seorang fisioterapi dalam membantu untuk pencegahan dan proses pemulihan.

Terdapat berbagai metode pengobatan yang digunakan tergantung dari jenis cedera yang terjadi. Misalnya, pemain tenis sangat rentan mengalami cedera bada bagian bahu atas. Hal ini sering kali dilakukan dengan melatih kembali otot-otot yang mengalami cedera dan membantu pemain agar bisa kembali bermain. Terkadang proses ini sangat lambat, karena fisioterapis harus mengetahui bagian yang mengalami cedera sehingga dapat memutuskan metode yang akan digunakan.

Kadang-kadang cedera yang terjadi pada atlet berupa kerobekan pada otot dan patah tulang. Cedera berulang dapat sering terjadi dan biasanya sulit untuk mendapatkan penanganan. Masalah ini biasa terjadi pada pemain sepakbola pada saat latihan berlari dan kekakuan pada otot kaki atau bahkan sakit punggung. Untuk ini, fisioterapi mengevaluasi pemain untuk mencari problem yang terjadi dan menyediakan metode pengobatan yang tepat. Metode yang dilakukan biasanya balance, stabilisasi dan latihan stretching adalah pilihan yang baik dalam mencegah terjadinya cedera yang lebih lanjut. Dalam beberapa kasus ( seperti cedera persisten ) mobilisasi jaringan lunak merupakan petunjuk yang berguna untuk memecah jaringan parut di dalam otot . Sehingga fisioterapi memainkan peran utama dalam pengobatan dan pencegahan cedera , menyediakan layanan penting di dunia olahraga .

Keuntungan Bertemu dengan Fisioterapis Olahraga

Keuntungan Bertemu dengan Fisioterapis OlahragaFisioterapi adalah tempat yang sering dikunjungi oleh orang-orang ketika mereka mengalami rasa sakit atau nyeri. Saat ini banyak pula atlet yang menggunakan jasa fisioterapi, hal ini berhubungan dengan semakin banyaknya bintang atlet saat ini seiring dengan semakin ketatnya persaingan membuat para atlet mudah atau sering kali mengaami cedera. Beberapa manfaat dari fisioterapi dalam olahraga dalam menangani cedera.

Fisioterapi adalah orang yang sangat berpengetahuan dan terampil dalam menangani cedera. Siapa pun yang selalu aktif melakukan kegiatan olahraga akan berisiko mengalami cedera, seperti keseleo atau tertariknya otot hamstring. Dalam hal ini, fisioterapi professional sangat tepat dalam menangani kondisi ini, dengan mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat dan kesadaran akan postur dan gerakan tubuh.

Fisioterapis specialis sangat ideal dalam membantu pelatih dan melatih dalam mengobati para atlet. Keterampilan dalam gerakan tubuh dilakukan dan dimanfaatkan dengan baik oleh pelatih dalam melatih atlet. Selain membantu dalam menangani cedera, juga memberikan informasi tentang bagaimana memanfaatkan gaya gravitasi dan postur tubuh dalam meningkatkan kinerja dan bebas dari cedera adalah hal yang sangat berharga.

Perlunya konsultasi tentang bagaimana cara untuk menghindari cedera. Ketika kita salah dalam melakukan latihan pemanasan akan memberikan kontribusi yang kurang baik seperti tertariknya ligament dan memar pada otot saat latihan berlangsung. Dengan berkonsultasi kepada ahli fisioterapi olahraga secara rutin akan menghindari atau meminimalkan terjadinya cedera.

Dianjurkan agar berkonsultasi sebelum cedera terjadi, ini adalah tindakan yang sangat bijak tanpa harus menunggu terjadinya cedera dan ini cara terbaik agar selalu terbebas dari cedera.

Setiap orang, tidak pandang usia, yang masih aktif berolahraga akan mendapatkan manfaat dengan datang berkonsultasi. Pelatih dari berbagai cabang olahraga akan selalu menggunakan jasa fisioterapi setiap saat. Dengan adanya pekerjaan fisioterapis tersebut akan menguntungkan banyak orang yang terlibat didalamnya.

Cara Efektif Menggunakan Fisioterapi Untuk Cedera Lutut

Bagaimana cara Efektif Menggunakan Fisioterapi Untuk Cedera LututJika telah pernah mengalami cedera lutut maka Anda akan tahu bahwa hal itu bisa menjadi salah satu tempat cedera yang paling menyakitkan. Ini bukan sebuah pengalaman yang diinginkan oleh siapapun. Hal ini dapat menjadi pembunuh terutama bagi mereka yang bermain olahraga. Terdapat atlet di seluruh dunia yang mengalami rasa sakit dari cedera lutut setiap tahunnya, . Untungnya sebagian besar cedera yang yang dialami atlet umumnya kecil dan mereka tidak harus masuk ke ruang operasi. Hebatnya dengan cedera kecil, seorang atlet dapat melakukan perawatan fisioterapi untuk meringankan rasa sakit yang mereka alami dan kembali beraksi untuk bermain olahraga.

Hal pertama yang dokter sarankan pada sebagian besar pasien yang mengalami cedera lutut adalah untuk mencari pengobatan fisioterapi. Secara lebih spesifik mereka merekomendasikan hal ini untuk orang-orang yang telah mengalami berbagai macam strain, ligamen robek, atau tendon robek. Saat cedera ini sangat serius dan fisioterapi tidak bekerja untuk meringankan pasien dari rasa sakit yang mereka alami maka dokter akan mempertimbangkan pilihan operasi yang harus dilakukan. Operasi adalah hal terakhir yang dokter anggap, dan tidak pernah dipandang sebagai resor pertama, ketika seseorang telah mengalami cedera lutut. Permasalahan dalam melakukan operasi lutut pada pasien adalah bahwa rasa sakit yang dialami dapat menjadi sangat mengerikan dan pemulihan dapat memakan waktu yang lama. Continue reading

Penanganan Fisioterapi Pada Iliotibial Band Syndrome

Penanganan Fisioterapi Pada Iliotibial Band SyndromeTriatlon adalah sebuah cabang atletik yang paling digemari dinegara Amerika serikat, Australia dan Negara eropa lainnya. Terus apa hubungannya dengan fisioterapi??? Fisioterapi berperan dalam menangani cedera yang biasa terjadi dalam olahraga ini, cedera yang biasa terjadi yaitu Iliotibial band syndrome atau (ITB). Bagaimana cara fisioterapi dalam menangani kasus ini??

Iliotibial band syndrome merupakan salah satu penyebab utama nyeri lutut lateral pada atlet , khususnya pada pelari . Lintasan dari pelvis turun ke bagian luar paha, dan bawah lutut pada aspek luar pada iliotibial band, atau ITB, bekerja bersama dengan otot-otot lain pada hip saat ekstensi, abduksi dan rotasi hip ke arah luar, dan ia juga bekerja untuk menstabilkan lutut bagian luar melalui ekstensi dan flexi.

Beberapa kebiasaan yang terjadi saat latihan dapat berkontribusi terhadap terjadinya cedera Iliotibial band syndrome seperti berjalan pada permukaan yang miring. Hal ini menyebabkan posisi kaki miring tertekuk sedikit ke dalam .Hal ini memicu peregangan band yang ekstrem terhadap tulang paha . Berjalan terlalu ke atas dan juga ke bawah juga memiliki efek negative. Pemanasan dan pendinginan yang kurang memadai juga merupakan factor lainnya .Namun hal ini tidak semua beorientasi pada kegiatan negative terhadap masalah ITB Tapi itu tidak semua berjalan berorientasi kegiatan yang negatif dapat berkontribusi terhadap masalah ITB, mendayung, menginjak air, gaya dada dan posisi kaki ‘Toed-in’ .

Sebagian besar mereka mengadopsi kegiatan di atas , atlet triathlon sering mengalami masalah dengan iliotibial band dan ketika mereka menekan pada tulang paha bagian atas, menyebabkan rasa sakit pada sendi lutut , nyeri ini terasa sampai bagian luar paha , atau bagian bawah luar tulang kering . Atlet mengalami nyeri selama melakukan aktivitas dan nyeri berkurang ketika beristirahat . Ini sering dikaitkan dengan perubahan mekanisme dari hip, knee, atau kaki .

Penanganan masalah ITB pada tahap awal dan akut dapat meliputi pemberian kompres es dan istirahat. Penanganan berikutnya dapat dilakukan dengan pemberian stretching, muscle strengthening, dan koreksi masalah biomekanik , seperti over pronasi .

Metabolisme Energi Secara Aerobik

Metabolisme Energi Secara Aerobik

Metabolisme Energi Secara AerobikPada jenis-jenis olahraga yang bersifat ketahanan (endurance) seperti lari marathon, bersepeda jarak jauh (road cycling) atau juga lari 10 km, produksi energi di dalam tubuh akan bergantung terhadap sistem metabolisme energi secara aerobik melalui pembakaran karbohidrat, lemak dan juga sedikit dari pemecahan protein. Oleh karena itu maka atlet-atlet yang berpartisipasi dalam ajang-ajang yang bersifat ketahanan ini harus mempunyai kemampuan yang baik dalam memasok oksigen ke dalam tubuh agar proses metabolisme energi secara aerobik dapat berjalan dengan sempurna.

Proses metabolisme energi secara aerobik merupakan proses metabolisme yang membutuhkan kehadiran oksigen (O2) agar prosesnya dapat berjalan dengan sempurna untuk menghasilkan ATP. Pada saat berolahraga, kedua simpanan energi tubuh yaitu simpanan karbohidrat (glukosa darah, glikogen otot dan hati) serta simpanan lemak dalam bentuk trigeliserida akan memberikan kontribusi terhadap laju produksi energi secara aerobik di dalam tubuh. Namun bergantung terhadap intensitas olahraga yang dilakukan, kedua simpanan energi ini dapat memberikan jumlah kontribusi yang berbeda.

Secara singkat proses metabolisme energi secara aerobik dapat dilihat bahwa untuk meregenerasi ATP, 3 simpanan energi akan digunakan oleh tubuh yaitu simpanan karbohidrat (glukosa,glikogen), lemak dan juga protein. Diantara ketiganya, simpanan karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi utama saat berolahraga dan oleh karenanya maka pembahasan metabolisme energi secara aerobik pada tulisan ini akan difokuskan kepada metabolisme simpanan karbohidrat dan simpanan lemak.

Pembakaran Karbohidrat
Secara singkat proses metabolime energi dari glukosa darah atau juga glikogen otot akan berawal dari karbohidrat yang dikonsumsi. Semua jenis karbohidrat yang dkonsumsi oleh manusia baik itu jenis karbohidrat kompleks (nasi, kentang, roti, singkong dsb) ataupun juga karbohidrat sederhana (glukosa, sukrosa, fruktosa) akan terkonversi menjadi glukosa di dalam tubuh. Glukosa yang terbentuk ini kemudian dapat tersimpan sebagai cadangan energi sebagai glikogen di   dalam hati dan otot serta dapat tersimpan di dalam aliran darah sebagai glukosa darah atau dapat juga dibawa ke dalam sel-sel tubuh yang membutuhkan.

Di dalam sel tubuh, sebagai tahapan awal dari metabolisme energi secara aerobik, glukosa yang berasal dari glukosa darah ataupun dari glikogen otot akan mengalami proses glikolisis yang dapat menghasilkan molekul ATP serta menghasilkan asam piruvat. Di dalam proses ini, sebanyak 2 buah molekul ATP dapat dihasilkan apabila sumber glukosa berasal dari glukosa darah dan sebanyak 3 buah molekul ATP dapat dihasilkan apabila glukosa berasal dari glikogen otot.

Setelah melalui proses glikolisis, asam piruvat yang di hasilkan ini kemudian akan diubah menjadi Asetil-KoA di dalam mitokondsia. Proses perubahan dari asam piruvat menjadi Asetil-KoA ini akan berjalan dengan ketersediaan oksigen serta akan menghasilkan produk samping berupa NADH yang juga dapat menghasilkan 2-3 molekul ATP. Untuk memenuhi kebutuhan energi bagi sel-sel tubuh, Asetil-KoA hasil konversi asam piruvat ini kemudian akan masuk ke dalam siklus asam-sitrat untuk kemudian diubah menjadi karbon dioksida (CO2), ATP, NADH dan FADH2 melalui tahapan reaksi yang kompleks. Reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses yang telah disebutkan dapat dituliskan melalui persamaan reaksi sederhana sebagai berikut:

Asetil-KoA + ADP + Pi + 3 NAD + FAD + 3H2O —> 2CO2+ CoA + ATP + 3 NADH + 3 + FADH 2

Setelah melewati berbagai tahapan proses reaksi di dalam siklus asam sitrat, metabolisme energi dari glukosa kemudian akan dilanjutkan kembali melalui suatu proses reaksi yang disebut sebagai proses fosforlasi oksidatif. Dalam proses ini, molekul NADH dan juga FADH yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat akan diubah menjadi molekul ATP dan H2O. Dari 1 molekul NADH akan dapat dihasilkan 3 buah molekul ATP dan dari 1 buah molekul FADH2 akan dapat menghasilkan 2 molekul ATP. Proses metabolisme energi secara aerobik melalui pembakaran glukosa/glikogen secara total akan menghasilkan 38 buah molukul ATP dan juga akan menghasilkan produk samping berupa karbon dioksida (CO2) serta air (H2O). Persamaan reaksi sederhana untuk mengambarkan proses tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :

Glukosa + 6O2 +38 ADP + 38Pi —> 6 CO2 + 6 H2O + 38 ATP

Pembakaran Lemak
Langkah awal dari metabolisme energi lemak adalah melalui proses pemecahan simpanan lemak yang terdapat di dalam tubuh yaitu trigeliserida. Trigeliserida di dalam tubuh ini akan tersimpan di dalam jaringan adipose (adipose tissue) serta di dalam sel-sel otot (intramuscular triglycerides). Melalui proses yang dinamakan lipolisis, trigeliserida yang tersimpan ini akan dikonversi menjadi asam lemak (fatty acid) dan gliserol. Pada proses ini, untuk setiap 1 molekul trigeliserida akan terbentuk 3 molekul asam lemak dan 1 molekul gliserol .

Kedua molekul yang dihasilkan melalu proses ini kemudian akan mengalami jalur metabolisme yang berbeda di dalam tubuh. Gliserol yang terbentuk akan masuk ke dalam siklus metabolisme untuk diubah menjadi glukosa atau juga asam piruvat. Sedangkan asam lemak yang terbentuk akan dipecah menjadi unit- unit kecil melalui proses yang dinamakan ß-oksidasi untuk kemudian menghasilkan energi (ATP) di dalam mitokondria sel

Proses ß-oksidasi berjalan dengan kehadiran oksigen serta membutuhkan adanya karbohidrat untuk menyempurnakan pembakaran asam lemak. Pada proses ini, asam lemak yang pada umumnya berbentuk rantai panjang yang terdiri dari ± 16 atom karbon akan dipecah menjadi unit-unit kecil yang terbentuk dari 2 atom karbon. Tiap unit 2 atom karbon yang terbentuk ini kemudian dapat mengikat kepada 1 molekul KoA untuk membentuk asetil KoA. Molekul asetil-KoA yang terbentuk ini kemudian akan masuk ke dalam siklus asam sitrat dan diproses untuk menghasilkan energi seperti halnya dengan molekul asetil-KoA yang dihasil melalui proses metabolisme energi dari glukosa/glikogen.

Peran dan Tanggung Jawab Fisioterapis Olahraga

Peran dan Tanggung Jawab Fisioterapi OlahragaAtlet didorong untuk berlatih keras dalam mencapai tujuan mereka . Inilah yang menjadi alasan adanya penyakit olahraga dan aturan dalam olahraga sering terjadi , sehingga perlu adanya tenaga professional yang berpengalaman di bidangnya . Peran dasar dari setiap fisioterapis olahraga adalah untuk merencanakan dan mengatur program skrining pra-musim, rehabilitasi, mendidik atau konsultan, dan memberikan pertolongan pertama dengan menggunakan cara berupa fisik misalnya electrical, hidrolik, termal, mekanik atau latihan manual terapi dengan teknik khusus.

Dasar-dasar tentang olahraga fisioterapi

Fisioterapi diperlukan ketika terjadi penyakit kronis atau memiliki cedera yang berhubungan dengan otot , sendi , jantung , paru-paru dan sistem vaskular . Selain itu, juga dapat menangani setiap gangguan neurologis dan gangguan mental. Pada dasarnya dalam pengobatan ini , massage dan bentuk lain dari manipulasi jaringan dapat meningkatkan sirkulasi darah , seperti paparan panas, listrik , cahaya atau air yang digunakan , sehingga pasien dapat sembuh dari cederanya dengan cepat . Selain itu, fisioterapis berkualitas baik juga merancang teknik-teknik khusus dan latihan untuk pasien , sehingga ia bisa mendapatkan dukungan jangka panjang dan terbebas dari rasa sakit dan nyeri .

Namun, menyediakan jenis-jenis pengobatan adalah hal yang sangat serius dan sulit . Bahkan stroke merupakan salah satu kondisi yang dapat memperburuk situasi untuk sebagian besar orang . Jadi , pastikan untuk menyewa seorang fisioterapis profesional yang kompeten yang cukup mampu untuk memberikan bantuan kepada atlet melalui bentuk proses medis .

Peran dan tanggung jawab seorang fisioterapis

Langkah pertama fisioterapis adalah untuk menilai kondisi pasien dengan melakukan berbagai tes secara menyeluruh . Begitu ia mendiagnosis penyakit , hal berikutnya adalah untuk merancang pengobatan fisik tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisinya . Perawatan dapat terdiri dari program latihan seperti olahraga air, massage dan manipulasi sendi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan mobilitas otot dan sendi , mengurangi kekakuan serta peradangan , dan nyeri otot .

Seorang fisioterapis yang berpengalaman memahami betapa pentingnya membutuhkan postur yang tepat , gerakan fleksibel dan tubuh bebas stres saat tampil di acara olahraga apapun. Dengan demikian, akan memastikan untuk mengontrol cedera untuk mencegah kerusakan lebih lanjut , serta membantu dalam mengembalikan fungsi dan mengembalikan fleksibilitas dan kekuatan di dalam dan sekitar daerah cedera.

Apa jenis cedera yang umumnya ditangani oleh fisioterapis ?

Dampak olahraga seperti rugby dan lacrosse sering mengakibatkan cedera . Selain itu, overtraining dalam berlari , berjalan, bersepeda dan berenang juga dapat menyebabkan shin splints atau patah tulang mikro . Pemain sepakbola , petinju dan seniman bela diri campuran dapat mengalami cedera umum seperti sprain , strain , otot tertarik , patah tulang dan kerobekan ligamen dan tendon .

Dengan pengobatan yang tepat diberikan oleh fisioterapis , tingkat pemulihan dan penyembuhan jauh lebih tinggi . Selama pengobatan , mereka juga memberikan teknik pembersihan jalan napas . Strategi yang tepat juga dapat membantu orang semakin terbiasa dengan kursi roda, kruk, tongkat dan bentuk lain dari alat bantu tersebut.

Memilih Olahraga yang Sesuai dengan Tubuh

Memilih Olahraga yang Sesuai dengan TubuhPilihan olahraga yang sesuai akan mereduksi beban aktifitas paksaan dari dalam dan luar tubuh, disamping sebagai upaya mendekati dengan daya toleransi tubuh. Dari hasil-hasil penelitian ternyata dapat menemukan hasil-hasil untuk menunjukan adanya bakat-bakat tertentu dan kualitas fisik, seperti misalnya tipe serabut otot, besarnya jantung, kapasitas paru-paru, kerrangka badan, yang dapat menyebabkan seseorang lebih mampu untuk melakukan suatu macam olahraga dibanding dengan olah raga yang lain.

Penelitian Bob Arnot, M.D. seorang dokter ahli faal olah raga, diturunkan suatu seri dari 6 tes sebagai bahan penentuan jenis olah raga pilihan. Tentu saja setiap orang yang sehat dan bugar dapat melakukan olah raga apa saja, dan setiap orang dapat menjadi lebih baik pada salah satu macam olah raga bila selalu melakukan latihan-latihan yang cukup.

Bila seseorang sudah menekuni dan menyukai salah satu macam olah raga, tetapi dalam tes tadi ternyata menunjukan ke macam olah raga yang lain, janganlah ditinggalkan olah raga tadi, yang penting adalah berlatih yang teratur, agar anda menjadi selalu sehat dan bugar.
Hasil tes seperti tersebut diatas, lebih penting bagi mereka yang ingin menjadi atlet yang betul terlatih. Tapi setidak-tidaknya dari hasil tes tadi, dapatlah diperkirakan petunjuk secara garis besar, untuk menentukan pilihan anda sehingga anda dapat lebih mencapai hasil yang baik.

Keenam tes tadi adalah sebagai berikut:
1. Tes kemampuan yang explosif, misal : Tes Lompat Vertikal.
Makin tinggi seseorang dapat melompat berarti makin banyak serabut otot cepat yang dimilikinya.
Penilaian : 70 cm atau lebih : nilai 10
55 cm – < style=”font-weight: bold;”>2. Tes Kardiorespirasi, misal : Tes berjalan 1.6 KM Continue reading

Pembagian Cedera Olahraga dan Faktor Resiko

Pembagian Cedera Olahraga dan Faktor ResikoSecara garis besar, cidera olahraga dapat dibagi menjadi 3, yaitu :

- Cidera akibat faktor ekstrinsik (pengaruh dari luar)

- Cidera akibat faktor intrinsik (pengaruh dari dalam)

- Cidera akibat overuse/overstretch.

Berdasarkan kejadiannya, cidera olahraga dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu :

- Traumatik injury = cidera olahraga yg disebabkan oleh trauma

- Repetitive strain/sprain = tekanan/kelelahan/trauma ke-cil yang berulang-ulang.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO CIDERA

1. Faktor atlet

- Umur

- Karakteristik atlet

- Pengalaman

- Level training/latihan

- Teknik

- Waktu pemanasan yang tidak cukup

- Kompetisi & program latihan yang terlalu berat

- Problem kesehatan

- Keseimbangan dan diet nu-trisi

- Kondisi umum

2. Peralatan & fasilitas olahraga/latihan

- Peralatan olahraga/latihan

- Pelindung/pengaman

- Fasilitas Olahraga

- Penerangan

- Kondisi cuaca

3. Karakteristik olahraga

Kekuatan dalam Bermain Basket

Kekuatan dalam Bermain Basket

Kekuatan dalam Bermain BasketKekuatan (Strength)
M. Sajoto (1983 : 16) menggemukan bahwa faktor-faktor penentu prestasi olahraga diklasifikasikan ke dalan 4 aspek, yaitu aspek biologis, aspek psikologis, aspek lingkungan dan aspek penunjang. Dari ke 4 aspek yang dikaji adalah aspek biologis, salah satunya adalah fisik terutama kekuatan otot tungkai.
Kekuatan adalah kemampuan otot-otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu beban atau tahanan dalam menjalankan aktivitas (Soedarminto, 1992 ). Kekuatan otot adalah salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting untuk peningkatan kondisi fisik secara keseluruhan. 1) Kekuatan adalah daya penggerak setiap aktivitas fisik. 2) Kekuatan adalah peran yang penting dalam rangka terhindarnya cedera. 3) Dengan kekuatan dapat digunakan untuk berlari, lempar, pukulan, tolakan dan untuk stabilitas sendi-sendi (Harsono, 1988 : 77). Kekuatan otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan kerja dengan menahan beban yang diangkat (M. Sajoto, 1983 : 16). Lebih lanjut dikatakan kekuatan atau strength adalah kemampuan fisik yang mengangkat masalah kemampuan seorang atlet pada saat dalam waktu kerja tertentu (M. Sajoto, 1983 : 17). Kekuatan otot adalah kekuatan yang digunakan oleh sekelompok otot tubuh dalam satu kontraksi maksimal (Harsono, 1988 : 176). Strength adalah kemampuan otot tubuh untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan (Harsono, 1988 : 176

Anatomi Tungkai
Tungkai atas, yaitu dari pangkal paha sampai lutut, dalam istilah anatomi disebut femur. Tungkai bawah yaitu dari lutut sampai pergelangan kaki, dalam istilah anatomi disebut leg. Tungkai bawah ini terdiri dari dua tulang, yakni os tibia dan os fibula. Os tibia atau tulang kering kerangka yang utama dari tulang bawah dan berupa tulang pipa. Sedang os fibula atau tulang betis letaknya sebelah lateral tungkai bawah, berupa tulang pipa. Tempurung lutut terdapat diantara tungkai atas dan tungkai bawah.
Telapak kaki terdiri dari tarsalia, metatarsalia dan falanx. Tulang tarsalia mendukung beban berat saat berdiri dan berjumlah tujuh buah, yang secara kolektif dinamakan tarsus. Tulang-tulang metatarsalia hanya berjumlah lima buah dan berupa tulang pipa. Secara keseluruhan tulang-tulang tersebut berjumlah 31 buah yaitu :
1 Os koxa : tulang paha
1 Os femur : tulang paha
1 Os tibia : tulang kering
1 Os fibula : tulang betis
1 Os patella : tempurung lutut
7 Os tarsalia : tulang pangkal kaki
5 Os metatarsalia ; tulang telapak kaki
14 falanx : ruas jari-jari (PASI, 1995 : 4)

Otot-otot Tungkai
Pada umumnya otot dibagi menjadi 3 jenis yaitu : otot polos, jantung dan otot kerangka. Otot polos tidak mempunyai garis-garis melintang, sedang otot jantung dan otot kerangka mempunyai garis-garis melintang. Otot polos dan otot jantung dalam kontraksinya secara ritmik tanpa adanya persyarafan dari luar, disebabkan adanya sel-sel pengatur langkah “pacemaker” yang menimbulkan impuls secara spontan. Otot kerangka dalam kontraksinya karena adanya rangsangan saraf sebagai impuls menuju otot saraf motorik.
Otot akan menarik jika menerima rangsangan saraf dari pusat saraf atau otak memberitahukan untuk melakukan tarikan. Isyarat-isyarat ini dibawa oleh saraf yang terdiri dari sel-sel saraf yang khusus. Proses kontraksi yang kenyataannya dari suatu serabut otot dimulai pada saat serabut menerima impuls saraf elektris yang dihantar sel-sel saraf. Selain rangka tulang yang membentuk rangka tungkai, tungkai yang dibentuk oleh beberapa jaringan. Sebagian jaringan yang membentuk tungkai manusia adalah otot.
Dalam kontraksi otot sedirian, tetapi merupakan kelompok. Gerakan apapun yang diberikan merupakan hasil koordinasi gerakkan beberapa otot. Demikian halnya pada otot tungkai yang dalam melakukan kontrasi selalu dengan koordinasi antara otot satu dengan otot yang lain (Pearce Evelyn, 1986 : 21).

Kekuatan Otot Tungkai
Menurut M. Sajoto (1983 : 70) tubuh manusia terdiri dari banyak sekali jaringan otot masing-masing mempunyai fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Jaringan otot keseluruhan merupakan satu kesatuan yang cukup besar dan membentuk berat badan manusia.
James A. Baley (1986 : 16) menyebutkan ada 656 otot dan tulang dalam tubuh manusia, dan masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Sedangkan Soekarman (1997 : 30) menerangkan bahwa untuk mencapai suatu prestasi dalam bidang olahraga disamping latihan rutin juga harus dipenuhi faktor-faktor lainnya. Faktor lain itu antara lain : Keadaan (somatic), umur, psikis, bentuk tubuh / hibitus
mempunyai arti yang besar dan dapat menimbulkan prestasi seseorang. Dengan memperhatikan hal tersebut diatas, seseorang yang ingin memperoleh prestasi optimal harus pula unsur-unsur genetis (faktor antropometri).

Pengobatan Cedera Olahraga dengan Fisioterapi

Pengobatan Cedera Olahraga dengan FisioterapiCedera olahraga dalam kehidupan seorang atlet adalah hal yang sangat mengganggu bagi kemajuan kariernya. Mereka didorong untuk selalu semangat dalam olahraga dan atletik. Secara fisik merupakan hal yang mereka tidak inginkan. Sebagian dari mereka punya pikiran yang mengerikan mengenai cedera olahraga, sehingga diantara mereka ada yang frustasi. Meskipun demikian, banyak pula diantara mereka yang mencari cara dalam melakukan proses penyembuhannya.

Selain para atlet, banyak orang yang melakukan sensasi dan hype olahraga dengan alasan untuk rekreasi dan kesehatan. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki keterampilan atau skill dalam melakukan aksi atau kegiatan, sehingga mereka akan lebih cenderung mengalami cedera olahraga.

Otot-otot pada bagian tubuh yang cedera jika dibiarkan sering bergerak atau tidak terpakai akan mengalami atrofi, ini adalah suatu kondisi yang membuat massa otot yang mengalami penurunan sehingga akan mengakibatkan pengecilan otot secara parsial. Untuk mencegah hal ini, fisioterapi akan melakukan serangkaian praktek dan rencana medis, dan akan merekomendasikan langkah-langkah untuk rehabilitasi cedera dalam mempercepat proses penyembuhan. Fisioterapi merupakan pilihan yang paling tepat dalam hal pemulihan kekuatan dan fungsi tubuh yang cedera.

Dalam fisioterapi , pasien yang mengalami cedera muskuloskeletal olahraga akan di terapi secara manual terapi, massage , teknik elektroterapi atau berbagai program latihan gerak dengan bantuan fisioterapis yang kompeten . Semua prosedur perawatan ini ditujukan untuk meremajakan fungsi daerah yang terkena dengan merangsang suplai darah dan meningkatkan kembali kekuatan otot . Waktu yang diperlukan untuk proses pemulihan pada rehabilitasi ini mungkin berminggu-minggu , bulan atau bahkan hampir satu tahun , tergantung pada tingkat keparahan cederanya .