Search Results for: mencari rumus elbow

Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Tennis Elbow (Epicondylitis lateralis)

Fisioterapi Pada Tennis ElbowPenatalaksanaan Fisioterapi Pada Tennis Elbow (Epicondylitis lateralis)
Pengertian:
Adalah proses asuhan fisioterapi yang diterapkan pada tennis elbow
Tujuan:
Melaksanakan penatalaksanaan fisioterapi secara akurat, paripurna, efektif dan efisien dengan hasil yang optimal.
Kebijakan:
Patologi:
- Epicondylitis lat. Humeri.
- Inflamasi akibat stretch injury, dapat didahului degenerasi tendon.
- Tennis elbow tipe I: Tendon extensor carpiradialis longus
- Tennis elbow tipe II: Tendoperiosteal extensor carpiradialis brevis
- Tennis elbow tipe III: Tendon-muscular juction extensor carpiradialis brevis
- Tennis elbow tipe IV: Muscle belly extensor carpiradialis brevis Continue reading

Pengertian Distribusi Epidemiologi

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata
Jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu EPI yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini EPIDEMIOLOGI adalah :
“Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya). Continue reading

Cardiorespiratory Endurance

Cardiorespiratory Endurance

Cardiorespiratory EnduranceCardiorespiratory endurance

Tes VO2max

a. Run Test

1)      Cooper Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan yang berjarak 400 meter – setiap 100 meter diberi tanda
  • Stopwatch dan meteran
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur pelaksanaannya adalah :

  • Tentukan titik star dan titik finish
  • Suruh orang coba untuk berlari/berjalan dari titik star sampai titik akhir jarak lari, kemudian kembali lagi dan seterusnya sampai mencapai waktu 12 menit. Jika waktu telah mencapai 12 menit, perintahkan orang coba untuk berhenti berlari/berjalan.
  • Seorang asisten mencatat jumlah putaran yang dilaluinya, kemudian menghitung total jarak yang ditempuh dengan cara menjumlahkan putaran yang dilaluinya.
  • Hasil yang dicapai, dicocokkan dengan Tabel VO2max berdasarkan jarak yang ditempuh.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max-nya dapat dihitung dengan menggunakan rumus : ( jarak yang ditempuh dalam meter – 504,9) / 44,73. Hasil dari rumus tersebut dicocokkan dengan tabel VO2max.

Tabel VO2max. menurut Cooper

Usia

Sgt Baik

Baik

Sedang

Kurang

Sgt Krg.

Laki2  13-14

>2700m

2400-2700m

2200-2399m

2100-2199m

<2100m

Pr 13-14

>2000m

1900-2000m

1600-1899m

1500-1599m

<1500m

Laki2 15-16

>2800m

2500-2800m

2300-2499m

2200-2299m

<2200m

Pr. 15-16

>2100m

2000-2100m

1700-1999m

1600-1699m

<1600m

Laki2 17-20

>3000m

2700-3000m

2500-2699m

2300-2499m

<2300m

Pr. 17-20

>2300m

2100-2300m

1800-2099m

1700-1799m

<1700m

Laki2 20-29

>2800m

2400-2800m

2200-2399m

1600-2199m

<1600m

Pr. 20-29

>2700m

2200-2700m

1800-2199m

1500-1799m

<1500m

Laki2 30-39

>2700m

2300-2700m

1900-2299m

1500-1899m

<1500m

Pr.  30-39

>2500m

2000-2500m

1700-1999m

1400-1699m

<1400m

Laki2 40-49

>2500m

2100-2500m

1700-2099m

1400-1699m

<1400m

Pr. 40-49

>2300m

1900-2300m

1500-1899m

1200-1499m

<1200m

Laki2 >50

>2400m

2000-2400m

1600-1999m

1300-1599m

<1300m

Pr.  >50

>2200m

1700-2200m

1400-1699m

1100-1399m

<1100m

2)      Balke Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan yang berjarak 400 meter – setiap 100 meter diberi tanda
  • Stopwatch dan meteran
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Tentukan titik star dan titik finish.
  • Suruh orang coba untuk berlari/berjalan dari titik star sampai titik akhir jarak lari, kemudian kembali lagi dan seterusnya sampai mencapai waktu 15 menit. Jika waktu telah mencapai 15 menit, perintahkan orang coba untuk berhenti berlari/berjalan.
  • Seorang asisten mencatat jumlah putaran yang dilaluinya, kemudian menghitung total jarak yang ditempuh dengan cara menjumlahkan putaran yang dilaluinya.
  • Hasil yang dicapai, dicocokkan dengan Tabel VO2max.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max-nya dapat dihitung dengan menggunakan rumus : [ { ( jarak yang ditempuh dalam meter : 15) – 133 } x 0,172 ] + 33,3. Hasil dari rumus tersebut dicocokkan dengan tabel VO2max.

Tabel VO2max (mlO2/kg/min) untuk Perempuan

Usia

Sgt Kurang

Kurang

Sedang

Baik

Sgt Baik

Sempurna

13-19

<25.0

25.0 – 30.9

31.0 – 34.9

35.0 – 38.9

39.0 – 41.9

>41.9

20-29

<23.6

23.6 – 28.9

29.0 – 32.9

33.0 – 36.9

37.0 – 41.0

>41.0

30-39

<22.8

22.8 – 26.9

27.0 – 31.4

31.5 – 35.6

35.7 – 40.0

>40.0

40-49

<21.0

21.0 – 24.4

24.5 – 28.9

29.0 – 32.8

32.9 – 36.9

>36.9

50-59

<20.2

20.2 – 22.7

22.8 – 26.9

27.0 – 31.4

31.5 – 35.7

>35.7

60+

<17.5

17.5 – 20.1

20.2 – 24.4

24.5 – 30.2

30.3 – 31.4

>31.4

Tabel VO2max (mlO2/kg/min) untuk Laki-Laki

Usia

Sgt Kurang

Kurang

Sedang

Baik

Sgt Baik

Sempurna

13-19

<35.0

35.0 – 38.3

38.4 – 45.1

45.2 – 50.9

51.0 – 55.9

>55.9

20-29

<33.0

33.0 – 36.4

36.5 – 42.4

42.5 – 46.4

46.5 – 52.4

>52.4

30-39

<31.5

31.5 – 35.4

35.5 – 40.9

41.0 – 44.9

45.0 – 49.4

>49.4

40-49

<30.2

30.2 – 33.5

33.6 – 38.9

39.0 – 43.7

43.8 – 48.0

>48.0

50-59

<26.1

26.1 – 30.9

31.0 – 35.7

35.8 – 40.9

41.0 – 45.3

>45.3

60+

<20.5

20.5 – 26.0

26.1 – 32.2

32.3 – 36.4

36.5 – 44.2

>44.2

  1. b.      Rockport Walking Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Area lapangan.
  • Stopwatch.
  • Seorang asisten/pembantu.

Prosedur Pelaksanaannya adalah

  • Tentukan titik star dan titik finish.
  • Catat berat badan orang coba dan jenis kelaminnya.
  • Suruh orang coba untuk berjalan sampai mencapai jarak 1 mil (1609 meter) secepat mungkin.
  • Catat waktunya jika telah mencapai jarak 1 mil, kemudian segera hitung denyut nadinya (bpm).
  • Setelah itu, masukkan kedalam rumus VO2max untuk menghitung nilai VO2max-nya.

Hasil VO2max : Untuk menilai VO2max-nya, masukkan data jenis kelamin (sex), usia, berat badan, denyut nadi pada akhir tes, dan waktu yang ditempuh. Kemudian gunakan rumus VO2max sebagai berikut :

VO2max = 132,853 – (0,0769 x berat badan) – (0,3877 x usia) + (6,315 x sex) – (3,2649 x waktu) – (0,1565 x HR).

Keterangan :

  • berat badan dalam pounds (lbs)
  • usia dalam tahun
  • sex, dimana laki-laki = 1 & perempuan = 0
  • waktu dalam menit
  • HR (denyut nadi) dalam beats/menit (bpm)

  1. c.       Bruce Treadmill Test dan Max.Bicycle Test

1)      Bruce Treadmill Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Treadmill Marathon
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Hidupkan mesin treadmill marathon
  • Suruh orang coba untuk berdiri diatas treadmill marathon dan siap untuk berlari diatas treadmill, kemudian atur tombol kecepatan treadmill secara bertahap dari kecepatan rendah sampai maksimal.
  • Setelah mencapai kecepatan maksimal, orang coba tetap berlari sampai terjadi kelelahan.
  • Setelah terjadi kelelahan, turunkan kecepatan treadmill secara bertahap dan perlahan kemudian catat waktu yang telah diperoleh.
  • Hasil waktu yang dicapai dimasukkan kedalam rumus.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max, dapat dihitung dengan menggunakan rumus : 14,8 – 1,379 (waktu) + 0,451 (waktu2) – 0,012 (waktu3)

2)      Storer-Davis Maximal Bicycle Test

Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan VO2max seseorang dan memonitor perkembangannya. Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Static Bicycle Ergometer
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Atur beban kerja pada 0 watt, kemudian orang coba disuruh bersepeda pada kecepatan 60 rpm selama 4 menit sebagai “warm-up”
  • Kemudian tingkatkan beban kerja sampai 15 watt dan setiap 1 menit ditingkatkan 15 watt lagi, dan pertahankan kecepatan sekitar 60 rpm.
  • Jika kecepatan pedal telah menurun berarti telah terjadi kelelahan, dan tes dihentikan.
  • Catat beban kerja terakhir yang telah dicapai, kemudian masukkan kedalam rumus untuk menilai VO2max.

Hasil VO2max : untuk menilai VO2max, dapat dihitung dengan menggunakan rumus : (10,51 x watt) + (6,35 x kg) – (10,49 x usia) + 519.3 à untuk laki2

(9,39 x watt) + (7,7 x kg) – (5,88 x usia) + 136,7 à untuk wanita.

  1. 2.      Tes Denyut Nadi
    1. a.      Step test yang sederhana

Tes ini bertujuan untuk mengukur cardiovaskular endurance seseorang.  Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Sebuah bangku/tempat duduk (bench) yang tingginya sekitar 12 inchi (sama ukurannya dengan anak tangga di rumah)
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Orang coba melangkah keatas bench dengan satu kaki kemudian diikuti kaki lainnya.
  • Kemudian, melangkah kebawah dengan satu kaki lalu diikuti kaki lainnya.
  • Pertahankan siklus langkah ; untuk mudahnya mempertahankan siklus langkah selalu mengatakan aba-aba “naik, naik, turun, turun” sesuai dengan langkah kaki.
  • Pertahankan siklus langkah selama 3 menit, kemudian pada akhir 3 menit orang coba berhenti melangkah dan tetap berdiri ; segera periksa denyut nadinya dalam 1 menit.
  • Hasil denyut nadinya dicocokkan dengan tabel 3-minute Step Test

3 Minute Step Test (Men)

Age

18-25

26-35

36-45

46-55

56-65

65+

Excellent

<79

<81

<83

<87

<86

<88

Good

79-89

81-89

83-96

87-97

86-97

88-96

Above Average

90-99

90-99

97-103

98-105

98-103

97-103

Average

100-105

100-107

104-112

106-116

104-112

104-113

Below Average

106-116

108-117

113-119

117-122

113-120

114-120

Poor

117-128

118-128

120-130

123-132

121-129

121-130

Very Poor

>128

>128

>130

>132

>129

>130

3 Minute Step Test (Women)

Age

18-25

26-35

36-45

46-55

56-65

65+

Excellent

<85

<88

<90

<94

<95

<90

Good

85-98

88-99

90-102

94-104

95-104

90-102

Above Average

99-108

100-111

103-110

105-115

105-112

103-115

Average

109-117

112-119

111-118

116-120

113-118

116-122

Below Average

118-126

120-126

119-128

121-129

119-128

123-128

Poor

127-140

127-138

129-140

130-135

129-139

129-134

Very Poor

>140

>138

>140

>135

>139

>134

  1. b.      Harvard Step test

Tes ini bertujuan untuk mengukur cardiovaskular endurance seseorang.  Dalam tes ini, alat dan fasilitas yang digunakan adalah :

  • Sebuah bangku yang tingginya 45 cm.
  • Stopwatch
  • Seorang asisten/pembantu

Prosedur Pelaksanaannya adalah :

  • Suruh orang coba untuk melangkah keatas bangku dan melangkah turun dari bangku secara berirama dengan mempertahankan kecepatan 30 langkah per menit selama 5 menit.
  • Jika orang coba tidak dapat mempertahankan kecepatan langkah maka tes dihentikan (terjadi kelelahan).
  • Satu menit setelah tes berakhir, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse I.
  • Dua menit setelah tes, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse II.
  • Tiga menit setelah tes, hitunglah denyut nadinya – sebagai Pulse III.

Hasil : untuk menilai cardiovaskular endurancenya, masukkan data Pulse I, II dan III kedalam rumus : {(Pulse I + Pulse II + Pulse III) x 2} / (5 x 60 detik x 150). Hasil perhitungan dicocokkan dengan tabel Harvard.

Tabel Harvard Tes

J.Kel.

Sgt Baik

Baik

Sedang

Kurang

Sangat Kurang

Laki-laki

>90

80-90

65-79

55-64

<55

Perempuan

>86

76-86

61-75

50-60

<50

Jenis Cedera Olahraga Pada Extremitas Superior

Dislokasi ShoulderDislokasi Shoulder

Ciri khasnya adalah perubahan ukuran sendi, perubahan axis lengan yg dislokasi, & posisi tdk alamiah pd shoulder. Meskipun ada usaha dari atlit untuk mengoreksi tetapi akan kembali lagi ke posisi abnormal. Sering disertai oleh injury pd flexus brachialis atau n.axillaris atau n.muskulokutaneus. Paling sering terjadi injury adalah kombinasi dgn fraktur tuberculum majus.

Kondisi ini seringkali terjadi pada penunggang kuda yg tiba-tiba jatuh dari kuda, juga sbg akibat dari jatuh dlm posisi outstretch lengan, akibat dari melempar bola, akibat dari pukulan bola volly yang sangat kuat saat lengan berotasi jauh keluar, akibat dari bergulat, & akibat dari overekstensi lengan pd palang gimnastik.

Traumatic Periarthritis humeroscapular

Trauma langsung pd shoulder & area sekitarnya spt trauma akibat jatuh dari kuda, bantingan yudo, jatuh pd vollyball, gerakan melempar à dpt menyebabkan berkembangnya traumatic periarthritis humero-scapular. Continue reading

Anatomi Fungsional Elbow Joint (Sendi Siku)

elbowAnatomi Fungsional.

Pada prinsipnya gerakan pada sendi siku terjadi pada dua arah yaitu : (1) flexi /extensi dimana gerakan ini merupakan gerakan antara tulang humerus terhadap tulang lengan bawah (radius dan ulna), (2) pronasi dan supinasi, gerakan ini merupakan gerakan rotasi yang mana tulang radius akan berputar terhadap tulang ulnae. Bagian proximal. radius ulnae dibentuk oleh, capitulum radii dan incisura radialis daripada ulnae dan ini adalah merupakan bagian dari sendi siku. Sedangkan distal radius — ulna merupakan bagian dari sendi pergelangan tangan. Continue reading

AFR Pada Amputasi Tangan

PENDAHULUAN

Pengertian

Amputasi merupakan tindakan operasi dengan jalan memotong anggota atau organ tubuh sebagian atau seluruhnya, yang pada umumnya dilakukan pada angota gerak. Yang dibahas di sini adalah amputasi pada tangan. Amputasi tangan merupakan tindakan operasi dengan jalan memotong anggota tubuh pada extremitas superior yang mana potongan dilakukan pada bagian wrist pemisahan antara telapak tangan dan regio anterbrachium.

Perubahan patologi

Perubahan patologi merupakan pendorong dilakukan amputasi. Ada beberapa indikasi antara lain:

- Akibat adanya trauma ulang seperti fraktur yang di ikuti jaringan nekrosis dan menimbulkan pembusukan.

- lnfeksi tulang

- Kanker / Tumor tulang

-  Gangurn sirkulasi darah seperti: Burge diseases dan gangrene

-  Genital Ampitatum atau perbaikan fungsi tubuh agar dapat berguna untuk ambulansi dan beraktifitas.

Gejala — gejala yang timbul sebelum dilakukan amputasi, dikaitkan dengan indikasi yang timbul atau faktor penyebab maka gejala yang timbul adalah:

• Nyeri

• Pembengkakan pada sekitar wrist

• Keterbatasan ROM pada elbow dan shoulder

• Nekrosis jaringan yang menimbulkan pembusukan

Setelah Amputasi dilakukan, timbul problem-problem atau terjadi komplikasi seperti:

• Ruftura kulit : Terjadi robekan pada kulit

• Haematoma : Pembengkakang hasil operasi karena penimbunan darah di ujung amputasi

• Neuroma : Perasaan nyeri karena ada saraf, arteri yang terpotong

• Bad stump (ujung stump yang jelek)

• Phantom pain:  Masih adanya rasa nyeri pada angota badan yang sebenarnya sudah tidak ada

• Phantom sensation : Masih merasa kalau masih ada rasa gatal tapi kulitnya sebenarnya sudah tidak ada

• Osteomylisis : Infeksi yang terjadi pada tulang yang disebabkan oleh kuman

• Stiff Joint (Elbow dan Shoulder) Terjadinya kekuatan pada sendi

• Kontraktur Otot : Pengenduran otot

Problem/hambatan aktifitas sehari-hari

Adanya amputasi atau hilangnya sebagian organ tubuh yaitu tangan akan mempengaruhi aktifitas kegiatan sehari-hari, apalagi jika tangan yang dominan. Aktifitas yang terhambat akibat amputasi tangan yaitu makan dan minum, berpakaian, membersihkan dan mengatur diri, kegiatan kamar mandi seperti buang air besar, kecil dan mandi.

Jika setelah diamputasi tidak dilakukan kegiatan maka akan terjadi kekakuan karena pasien ragu untuk menggunakan tangan bekas amputasi.

Pemeriksaan fisik

Agar aktifitas kegiatan sehari-hari tidak terhambat maka perlu adanya latihan. Namun yang perlu diketahui sebelum latihan harus ada pemeriksaan fisik berupa inspeksi, palpasi (ROM dan MT)

Auskultasinya. Inspeksi yang dilakukan yaitu melihat atau mengetahui apakah ada kelemahan-kelemahan yang timbul setelah dilakukan amputasi. lnspeksi yang dilakukan antara lain:

- Gerakan-gerakan apa saja yang biasa dilakukan oleh tangan yang diamputasi

-  Perubahan postur

-  Oedema pada puntung amputasi

Selain di inspeksi harus diadakan MT dan pengukuran ROM. MT yang dilakukan yaitu pada group Musculus Nexor Elbow, Nexor Shoulder, Extensor Elbow dan Shoulder, Pronator dan Supinator, Abduktor dan Abduktor Shoulder serta rotator medial dan lateral shoulder.

Pengukuran ROM dilakukan dengan menggunakan Genio Meter. Tujuan pengukuran ROM adalah untuk mengetahui seberapa besar jarak gerak sendi pada Shoulder Joint dan Elbow Joint. Pengukuran ROM dilakukan pada semua gerakan pada kedua sendi (shoulder & elbow).

Pada kondisi ini tidak dapat dilakukan Auskultasi karena Auskultasi merupakan pemeriksaan pendengaran.

Tujuan AFR

Tujuan dilakukannya AFR yakni:

- Agar penderita dapat melakukan kegiatan hidup sehari-hari dengan tangannya atau dengan kata lain mencegah one hand edness’ (penggunaan satu tangan saja)

- Mencegah Suff Joint dan kontraktur khususnya pada elbow dan shoulder

- Mengajarkan proses untuk memakai protesa secara tepat dan benar

-  Mengurangi beban mental

- Agar pasien dapat melakukan kegiatan hidup sehari-hari dengan menggunakan alat Bantu atau palsu.

Aktifitas yang diberikan atau diprogramkan

Aktifitas yang diprogramkan harus sesuai dengan program dari AFR yang mana:

-  Perlu penyesuaian jenis amputasinya

-  Unsure penderitaan dan pekerjaan serta lokasi tempat tinggalnya

-  Jumlah tanggungan keluarga

- Alat Bantu yang digunakan sehari-hari / alat palsu

Pemilihan jenis AFR juga harus berdasarkan kondisi penderita yakni problem yang ada dan dialami dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari jenis aktifitas yang harus diberikan yaitu:

-  Dam-dam yang ditinggikan

- Permainan kartu untuk melatih gerakan memegang dan secara halus

-  Membersihkan sepeda.

Aktifitas fungsional seperti:

- Penggunaan berbagai macam kunci

- Membuka pintu

-  Memungut korek api

- Membuang air

- Menaruh sepatu

- Menimba air dari sumur

- Untuk pekerjaan yang harus dilakukan dengan skrup dan baut ,

- Mesin gergaji dengan potongan gergaji yang besar

Aktifitas yang diberikan juga hendaknya disesuaikan dengan profesi penderita.

Keamanan yang harus diperhatikan pada pasien

Keamanan yang harus diperhatikan pada pasien yang mengalami amputasi pada tangan yaitu:

- Pembalutan pada puntung amputasi

- Pengunaan pakaian khususnya kemeja, jas, dan juga baju hangat, yang mana harus dihindari kemeja yang sempit dan yang berlengan panjang, dan juga hindari baju yang harus disisipkan kedalam celana.

Evaluasi

Evaluasi dibagi dua yaitu sesaat dan berkala. Evaluasi sesaat yaitu pada saat dilakukan latihan sedangkan berkala yaitu setelah beberapa kali melakukan latihan.

Komplikasi yang timbul akibat amputasi tersebut dapat dipulihkan kembali dan juga pasien dapat melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari dengan menggunakan bekas amputasi.

Pemberian alat bantu sesuai cacatnya

Bagian tubuh atau organ tubuh yang hilang atau diamputasi yaitu tangan dapat dibantu dengan tangan palsu. Tangan palsu ini bentuk seperti lengan bawah sampai tangan dan dipasang mulai dari elbow.

Selain tangan palsu biasa juga menggunakan karet yang diikat pada puntung tangan yang telah diamputasi yang mana alat Bantu ini dipake pada saat pasien akan melakukan aktifitas yaitu makan.

Pada pasien amputasi sering juga digunakan alat Bantu seperti MiteIIa yang mana digunakan setelah dilaksanakan amputasi atau baru diamputasi. Mitella ini digunakan untuk menggendong lengan yang diamputasi.

Saran — saran

Bagi pasien amputasi tangan, diminta untuk tidak memanjakan tangan bekas amputasi, sering melakukan latihan serta selalu menjaga kebersihan pada puntung amputasi.

Bagi keluarga pasien diharap untuk selalu membantu dan memotivasi pasien.

Anatomi Fungsional dan Biomekanika Regio Siku (Elbow)

Anatomi Fungsional dan Biomekanika Regio Siku Anatomi fungsional dan biomekanika

  1. Tulang pembentuk:
    1. Os humeri
    2. Os ulnae
    3. Os radii
    4. Persendian
      1. Art Humeri ulnaris (engsel/ginglimus/hinge)

Dibentuk oleh Trochlea humeri yang berbentuk seperti  Pulley dengan facet convek /cembung, di tengahnya terdapat  “Groove” sehingga terbentuk 2 facet joint, dimana facet medial lebih besar  dan lebih caudal disbanding facet lateral. Gerakan yang terjadi adalah fleksi dan ekstensi. Continue reading

Mengukur Daya Tahan Jantung Paru

Mengukur Daya Tahan Jantung ParuUkuran dari daya tahan jantung paru adalah VO2max. VO2max adalah suatu ukuran kapasitas tubuh dalam menggunakan oksigen.
VO2max adalah nilai maksimum oksigen yang dapat dikonsumsi selama latihan. “V” adalah volume oksigen yang digunakan per menit. “O2” adalah oksigen. “max” adalah kondisi latihan maksimal.

VO2max adalah nilai maksimum oksigen yang dapat diserap, didistribusi, dan digunakan oleh tubuh selama aktivitas fisik. VO2max merupakan pemeriksaan laboratorium yang paling obyektif untuk mengukur daya tahan jantung paru. Tes-tes VO2max adalah tes lari 12 menit (Cooper test), tes berjalan 1-mil (Rockport Walking Test), tes lari 15 menit (Balke test), Bruce Treadmill Protokol.

Tes lari 12-menit (Cooper test)

Alat dan fasilitas yang digunakan :
- Area lapangan berjarak 400 meter – setiap 100 meter diberi tanda
- Stopwatch dan meteran
- Seorang asisten Continue reading

Pemeriksaan Regio Elbow (Siku)

Examination Regio ElbowGangguan dalam dan sekitar tulang pembentuk sendi pada umumnya menunjukkan keluhan—keluhan yang bersifat lokal.

Pasien biasanya datang dengan keluhan tentang adanya rasa nyeri (pain) pada daerah siku, adakalanya terjadi perambatan rasa nyeri kearah lengan bawah dan seringkali juga kearah proximal. Namun ternyata gambaran tentang keberadaan rasa nyeri (lateral, medial, ventral, dorsal ataupun bagian dalam) seringkali menunjukkan lokalisasi daripada letak cidera. Continue reading

Jenis Luka Bakar

Sebagai seorang perawat ruang gawat darurat saya telah melihat beberapa hal yang cukup gila dan aku berpikir mungkin beberapa pengingat cepat berada di urutan. Luka bakar dapat disebabkan oleh matahari, luka bakar termal (cairan panas atau unsur panas), listrik, kimia dan radiasi luka bakar. Setiap jenis dan derajat luka bakar diperlakukan berbeda. Caranya adalah mengetahui kapan Anda perlu mencari bantuan dan ketika Anda dapat merawat sendiri. Continue reading