Search Results for: pengertian internal fiksasi

Pengertian Distribusi Epidemiologi

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata
Jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu EPI yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini EPIDEMIOLOGI adalah :
“Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya). Continue reading

Manual Terapi Regio Shoulder

1. Sendi Bahu: Caput humeri. Traksi – latero-ventro-cranial.

Pasien :Terlentang.
Terapis : Berdiri di sisi bagian yang diterapi
Fiksasi : Scapula difiksasi oleh berat tubuh pasien (ditiduri). Apabila memungkinkan dapat diflksasi menggunakan sabuk.
Pelaksanaan : Kedua tangan terapis memegang humerus sedekat mungkin dengan sendi, kemudian melakukan traksi ke arah Latero-ventro-cranial. Lengan bawah pasièn rileks disangga lengan bawah terapis.Lengan bawah terapis yang berlainan sisi mengarahkan gerakan.
Indikasi : Mobilisasi tidak langsung – non spesifik. Continue reading

Pengertian Kesehatan Masyarakat Menurut Winslow

Menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah Ilmu dan Seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha Pengorganisasian masyarakat “ untuk :
a. Perbaikan sanitasi lingkungan
b. Pemberantasan penyakit-penyakit menular
c. Pendidikan untuk kebersihan perorangan
d. Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan.
e. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya. Continue reading

Pengertian dari Lisosom

Lisosom adalah kantung atau gelembung bulat yang dikelilingi membran dan berada di dalam sitoplasma. Ukurannya bervariasi, tetapi biasanya tidak lebih besar dari mitokondria. Lisosom mengandung berbagai jenis enzim pencerna, yakni, enzim yang menghidrolisa dengan memecahkan, protein sel, polisakarida, dan lipid yang tidak dibutuhkan lagi. Karena enzim pencerna ini dapat membahayakan bagian sel yang lain, diperlukan lisosom sebagai tempat penampungan biokatalisator tersebut. Continue reading

Pengertian Sikap

Pengertian SikapSikap adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, obyek atau isue. (Petty, cocopio, 1986 dalam Azwar S., 2000 : 6).

Sikap adalah merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek (Soekidjo Notoatmojo, 1997 : 130).

Sikap adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi (Heri Purwanto, 1998 : 62). Continue reading

Pengertian Kontraktur

Kontraksi merupakan suatu proses yang normal pada proses penyembuhan luka, sedangkan kontraktur merupakan suatu keadaan patologis tingkat akhir dari suatu kontraksi. Umumnya kontraktur terjadi apabila pembentukan sikatrik berlebihan dari proses penyembuhan luka.

Penyebab utama kontraktur adalah tidak ada atau kurangnya mobilisasi sendi akibat suatu keadaan antara lain imbalance kekuatan otot, penyakit neuromuskular, penyakit degenerasi, luka bakar, luka trauma yang luas, inflamasi, penyakit kongenital, ankilosis dan nyeri. Continue reading

Pengertian Konseling

Konseling adalah kegiatan percakapan tatap muka dua arah antara klien dengan petugas yang bertujuan memberikan bantuan mengenai berbagai hal yang ada kaitannya dengan pemilihan kontrasepsi, sehingga akhirnya calon peserta KB mampu mengambil keputusan sendiri mengenai alat/metode kontrasepsi apa yang terbaik bagi dirinya (Sheilla, 2006).

Konseling adalah proses komunikasi antara seseorang (konselor) dengan orang lain. (Depkes RI, 2000).

Konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan paduan ketrampilan komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut (Saifuddin, 2001).

Konseling adalah proses pemberi bantuan seseorang kepada orang lain dalam membuat suatu keputusan atau memecahkan suatu masalah melalui pemahaman terhadap fakta, harapan, kebutuhan, dan perasaan klien (Lukman, 2002).

Indikator Permasalahan Kesehatan Reproduksi Wanita

Indikator Permasalahan Kesehatan Reproduksi WanitaDalam pengertian kesehatan reproduksi secara lebih mendalam, bukan semata-mata sebagai pengertian klinis (kedokteran) saja tetapi juga mencakup pengertian sosial (masyarakat). Intinya goal kesehatan secara menyeluruh bahwa kualitas hidupnya sangat baik. Namun, kondisi sosial dan ekonomi terutama di negara-negara berkembang yang kualitas hidup dan kemiskinan memburuk, secara tidak langsung memperburuk pula kesehatan reproduksi wanita. Continue reading

Defenisi Minat

Eysenck dkk (2002) mendefinisikan minat sebagai suatu kecenderungan untuk bertingkah laku yang berorientasi kepada objek, kegiatan, atau pengalaman tertentu, dan kecenderungan tersebut antara individu yang satu dengan yang lain tidak sama intensitasnya. Sedang Witherington (1999) berpendapat bahwa minat adalah kesadaran seseorang pada sesuatu, seseorang, suatu soal atau situasi yang bersangkut paut dengan dirinya. Tanpa kesadaran seseorang pada suatu objek, maka individu tidak akan pernah mempunyai minat terhadap sesuatu. Menurut Hurlock (1996) dalam Purwanto (2002) mengartikan minat sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apa yang akan mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya. Bila mereka melihat sesuatu itu mempunyai arti bagi dirinya, maka mereka akan tertarik terhadap sesuatu itu yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. Continue reading

Pemeriksaan Gerak Dasar Regio Pergelangan Kaki

A. Pemeriksaan Gerak Pasif

1.  Dorsi fleksi dan plantar fleksi upper ankle (gb. 1)

a. Posisi pasien : berbaring telentang dengan lutut sedikit fleksi

b. Pegangan : satu tangan memegang tumit, tangan yang lain memegang kaki.

c. Gerakan : tes gerak pasif dorsi fleksi, tangan pada tumit memberi tarikan, tangan pada kaki mendorong ke arah dorsi feksi (gb. 1a). Tes gerak pasif plantar fleksi, tangan pada tumit memberi dorongan, tangan pada kaki menarik ke arah plantar fleksi (gb. 1b)

d. Tujuan : mengetahui ROM dan nyeri gerak Continue reading