Search Results for: pengertian kekuatan kaki

Informasi Mengenai Sprain Ankle

Sebuah bola ke belakang, Anda mendapatkan jelas, bersiaplah untuk mendapatkan hit sebanyak mungkin bola, Anda telah melihat lubang di mana ketegangan itu, ini membuat Anda berkata, tiba-tiba menusuk rasa sakit, ada sesuatu yang salah, untuk menghentikan Anda kaki telah diperlambat, Anda menekuk pergelangan kaki, bola melewati Anda saat Anda menyentuh tanah dan kompres dengan sikap penderitaan, Anda langsung tahu telah terjadi beberapa kali. Continue reading

Kekuatan dalam Bermain Basket

Kekuatan dalam Bermain Basket

Kekuatan dalam Bermain BasketKekuatan (Strength)
M. Sajoto (1983 : 16) menggemukan bahwa faktor-faktor penentu prestasi olahraga diklasifikasikan ke dalan 4 aspek, yaitu aspek biologis, aspek psikologis, aspek lingkungan dan aspek penunjang. Dari ke 4 aspek yang dikaji adalah aspek biologis, salah satunya adalah fisik terutama kekuatan otot tungkai.
Kekuatan adalah kemampuan otot-otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu beban atau tahanan dalam menjalankan aktivitas (Soedarminto, 1992 ). Kekuatan otot adalah salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting untuk peningkatan kondisi fisik secara keseluruhan. 1) Kekuatan adalah daya penggerak setiap aktivitas fisik. 2) Kekuatan adalah peran yang penting dalam rangka terhindarnya cedera. 3) Dengan kekuatan dapat digunakan untuk berlari, lempar, pukulan, tolakan dan untuk stabilitas sendi-sendi (Harsono, 1988 : 77). Kekuatan otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan kerja dengan menahan beban yang diangkat (M. Sajoto, 1983 : 16). Lebih lanjut dikatakan kekuatan atau strength adalah kemampuan fisik yang mengangkat masalah kemampuan seorang atlet pada saat dalam waktu kerja tertentu (M. Sajoto, 1983 : 17). Kekuatan otot adalah kekuatan yang digunakan oleh sekelompok otot tubuh dalam satu kontraksi maksimal (Harsono, 1988 : 176). Strength adalah kemampuan otot tubuh untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan (Harsono, 1988 : 176

Anatomi Tungkai
Tungkai atas, yaitu dari pangkal paha sampai lutut, dalam istilah anatomi disebut femur. Tungkai bawah yaitu dari lutut sampai pergelangan kaki, dalam istilah anatomi disebut leg. Tungkai bawah ini terdiri dari dua tulang, yakni os tibia dan os fibula. Os tibia atau tulang kering kerangka yang utama dari tulang bawah dan berupa tulang pipa. Sedang os fibula atau tulang betis letaknya sebelah lateral tungkai bawah, berupa tulang pipa. Tempurung lutut terdapat diantara tungkai atas dan tungkai bawah.
Telapak kaki terdiri dari tarsalia, metatarsalia dan falanx. Tulang tarsalia mendukung beban berat saat berdiri dan berjumlah tujuh buah, yang secara kolektif dinamakan tarsus. Tulang-tulang metatarsalia hanya berjumlah lima buah dan berupa tulang pipa. Secara keseluruhan tulang-tulang tersebut berjumlah 31 buah yaitu :
1 Os koxa : tulang paha
1 Os femur : tulang paha
1 Os tibia : tulang kering
1 Os fibula : tulang betis
1 Os patella : tempurung lutut
7 Os tarsalia : tulang pangkal kaki
5 Os metatarsalia ; tulang telapak kaki
14 falanx : ruas jari-jari (PASI, 1995 : 4)

Otot-otot Tungkai
Pada umumnya otot dibagi menjadi 3 jenis yaitu : otot polos, jantung dan otot kerangka. Otot polos tidak mempunyai garis-garis melintang, sedang otot jantung dan otot kerangka mempunyai garis-garis melintang. Otot polos dan otot jantung dalam kontraksinya secara ritmik tanpa adanya persyarafan dari luar, disebabkan adanya sel-sel pengatur langkah “pacemaker” yang menimbulkan impuls secara spontan. Otot kerangka dalam kontraksinya karena adanya rangsangan saraf sebagai impuls menuju otot saraf motorik.
Otot akan menarik jika menerima rangsangan saraf dari pusat saraf atau otak memberitahukan untuk melakukan tarikan. Isyarat-isyarat ini dibawa oleh saraf yang terdiri dari sel-sel saraf yang khusus. Proses kontraksi yang kenyataannya dari suatu serabut otot dimulai pada saat serabut menerima impuls saraf elektris yang dihantar sel-sel saraf. Selain rangka tulang yang membentuk rangka tungkai, tungkai yang dibentuk oleh beberapa jaringan. Sebagian jaringan yang membentuk tungkai manusia adalah otot.
Dalam kontraksi otot sedirian, tetapi merupakan kelompok. Gerakan apapun yang diberikan merupakan hasil koordinasi gerakkan beberapa otot. Demikian halnya pada otot tungkai yang dalam melakukan kontrasi selalu dengan koordinasi antara otot satu dengan otot yang lain (Pearce Evelyn, 1986 : 21).

Kekuatan Otot Tungkai
Menurut M. Sajoto (1983 : 70) tubuh manusia terdiri dari banyak sekali jaringan otot masing-masing mempunyai fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Jaringan otot keseluruhan merupakan satu kesatuan yang cukup besar dan membentuk berat badan manusia.
James A. Baley (1986 : 16) menyebutkan ada 656 otot dan tulang dalam tubuh manusia, dan masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Sedangkan Soekarman (1997 : 30) menerangkan bahwa untuk mencapai suatu prestasi dalam bidang olahraga disamping latihan rutin juga harus dipenuhi faktor-faktor lainnya. Faktor lain itu antara lain : Keadaan (somatic), umur, psikis, bentuk tubuh / hibitus
mempunyai arti yang besar dan dapat menimbulkan prestasi seseorang. Dengan memperhatikan hal tersebut diatas, seseorang yang ingin memperoleh prestasi optimal harus pula unsur-unsur genetis (faktor antropometri).

Pemeriksaan Gerak Dasar Regio Pergelangan Kaki

A. Pemeriksaan Gerak Pasif

1.  Dorsi fleksi dan plantar fleksi upper ankle (gb. 1)

a. Posisi pasien : berbaring telentang dengan lutut sedikit fleksi

b. Pegangan : satu tangan memegang tumit, tangan yang lain memegang kaki.

c. Gerakan : tes gerak pasif dorsi fleksi, tangan pada tumit memberi tarikan, tangan pada kaki mendorong ke arah dorsi feksi (gb. 1a). Tes gerak pasif plantar fleksi, tangan pada tumit memberi dorongan, tangan pada kaki menarik ke arah plantar fleksi (gb. 1b)

d. Tujuan : mengetahui ROM dan nyeri gerak Continue reading

Pengertian Distribusi Epidemiologi

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata
Jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu EPI yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini EPIDEMIOLOGI adalah :
“Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya). Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Pada Regio Kaki

Jenis Cedera Olahraga Pada Regio KakiInjury jari kaki

Biasanya terjadi contusio & sprain, sbg akibat dari benturan/tabrakan tiba-tiba atau menendang tanah pada pemain bola. Juga terjadi pada pemain handball, pelari, pemain tennis, & atletik

Stress fraktur

Biasanya akibat aktivitas yg berulang2 pd kaki, spt pd pelari marathon, pemain squash yg tiba2 langsung bermain di permukaan keras, pemain sepakbola

Fallen arches

Berkembang dari stress yg berulang pd kaki, biasanya melibatkan jaringan lunak khususnya tendon dan otot2 yg dihubungkan oleh aponeurosis plantaris, & bagian dari tulang kaki. Periostitis atau inflamasi sering menyertai kondisi ini. Deformitas kaki spt flatfoot & kelemahan otot kaki memberikan kontribusi berkembangnya kondisi ini.

Injury ini dpt terjadi pd pelari marathon, pemain tennis yang bermain di permukaan keras, pemain sepakbola, & senam gimnastik. Continue reading

Rehabilitasi latihan untuk kaki

Pentingnya merehabilitasi kaki kami adalah bahwa berkat mereka kita memiliki berjalan baik atau, jika tidak, beberapa langkah buruk. Berikut adalah beberapa latihan untuk rehabilitasi kaki:

  • Ankle fleksi dan ekstensi: Dalam latihan ini kita harus mengarahkan kaki kita ke atas dan bawah secara bergantian mencoba untuk mendapatkan rentang yang lebih gerak.
  • Pemisahan dan Aprosimasi: di sini kita memiliki sepatu hak kami di lantai atau tempat tidur. Kemudian kita harus membuat rotasi bergerak ke arah dalam mencoba untuk memukul bola kaki Anda, atau ke luar, mencoba untuk memisahkan poin maksimum yang mungkin.
  • Rotasi  kaki: idenya adalah untuk melakukan gerakan-gerakan putar kaki sehingga jari-jari lingkaran untuk mencapai ukuran maksimum mungkin.

Cakar: idenya adalah untuk fleksi mencoba meraih benda kecil dengan jari.

Penanganan Fisioterapi Pada Sprain Ankle

Penanganan Fisioterapi Pada Sprain AnkleNyeri ankle merupakan nyeri yang sering dialami oleh kebanyakan orang, dan yang paling sering terjadi adalah sprain ankle atau cedera ankle dengan struktur di dalam sendi pergelangan kaki itu sendiri. Cedera ini dapat bervariasi dari otot strain atau sprain, ligament meregang berlebih, untuk patah tulang pada kaki dan cedera lain pada jaringan lunak di dalam sendi pergelangan kaki.

Sprain ankle terjadi ketika telapak kaki ekstensi ditambah dengan gerakan rotasi sehingga ligamen over stretching menahan ankle bersama-sama, menyebabkan kerobekan kecil pada ligamen … ditambah dengan banyak rasa sakit. Tingkat nyeri sangat tergantung pada tingkat keparahan cedera – semakin robek, semakin banyak celah dan peregangan ligamen, memar tulang lebih – lebih sakit. Rasa sakit yang dialami tergantung pada ambang toleransi nyeri pada individu . Jenis-jenis nyeri yang dirasakan seperti berdenyut, tarikan, menusuk, terbakar, nyeri sentakan , ini merupakan beberapa nama untuk jenis nyeri yang mungkin dirasakan.

Ketika menangani pasien dengan sprain ankle atau nyeri pergelangan kaki , fisioterapi terlebih dahulu akan melakukan assessment kepada pasien , menentukan inti dan penyebab nyeri , mengelola gejala dasar dan mengobati masalah inti . Manajemen dasar dari sprain ankle dengan menggunakan cold therapy atau terapi dingin untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan , diikuti dengan terapi ultrasound untuk mempercepat penyembuhan ligament jaringan lunak.

Jika dan apabila diperlukan , mungkin ada rujukan ke seorang ahli terapi okupasional untuk membuat sebuah ankle-foot-orthoses ( AFO ) untuk memungkinkan ankle yang cedera dapat beristirahat dalam posisi istirahat terbaik .

Ini sangat mudah melakukan penanganan nyeri pada bagian yang, tapi sprain bukan hanya tentang manajemen nyeri . Setelah tahap akut nyeri berakhir, manajemen fisioterapi dan intervensi akan perlu untuk memberikan latigan keseimbangan , latihan berjalan jika pola berjalan terganggu , latihan kekuatan pada ankle , latihan proprioseptif dan bahkan massage deep untuk meregangkan otot-otot.

Item penting yang perlu diperhatikan adalah latihan proprioseptif – ketika salah satu mengalami cedera ankle , pusat proprioseptif , yang merupakan pusat di ankle yang mencatat pada kaki dan posisi ankle. Fungsi pusat proprioseptif ankle adalah untuk memperbaiki dan mengoreksi ulang kapan atau mengapa tergelincir, dan pusat proprioseptif kemudian untuk membantu kami memperbaiki posisi. Ketika berhasil, itu akan mencegah terjadinya cedera ulang pada ankle – (yang menjelaskan mengapa orang dengan keseleo pergelangan kaki cenderung memiliki keseleo pergelangan kaki berulang … sering semakin besarnya dengan masing-masing kekambuhan baru).

Peregangan Kaki

Untuk menghindari cedera atau kontraktur ketika kita harus melakukan olahraga tertentu, kita harus melakukan peregangan berbagai sebagai daerah bahwa kita bekerja pada pemanasan.

Untuk meregangkan pangkal paha cukup hanya duduk di lantai dan tempatkan telapak menempel satu sama lain dengan kedua lutut keluar. Cobalah menekan lutut ke tanah mencoba untuk mencapai, dan postur merasa tegang saat para abduksi. Continue reading

Prinsip-prinsip Pemeriksaan Gangguan Alat Gerak

Prinsip-prinsip Pemeriksaan Gangguan Alat GerakManual terapi secara khusus berkaitan erat dengan diagnosis dan terapi gangguan-gangguan musculoskeletal atau disfungsi somatic. Disfungsi somatic dapat terjadi dengan berbagai cara dan mempunyai karateristik sebagai berikut:

Gejala: misalnya  nyeri, kelemahan,  kekakuan, nyeri tekan.

Perubahan jaringan lunak: misalnya ketegangan, elastisitas, bentuk atau tekstur.

Perubahan fungsi: kekuatan, daya tahan, koordinasi dan  mobilitas (sendi dan jaringan lunak).

Gangguan musculoskeletal sering menampakkan  gabungan karateristik diatas antara satu dengan yang lain sangat erat kaitannya. Fisioterapis (manual terapis?) harus menentukan problem utamanya sehingga dapat memberikan terapi yang tepat. Continue reading