Search Results for: pengertian shooting dalam bola basket

Pengertian Distribusi Epidemiologi

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata
Jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu EPI yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini EPIDEMIOLOGI adalah :
“Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya). Continue reading

Refleks proses dalam disfungsi vertebrogenic

Meskipun pentingnya faktor mekanik untuk patogenesis, tidak identik dengan penyakit klinis. Pasien umumnya tidak cenderung mengeluh gangguan mobilitas, melainkan rasa sakit, baik di punggung, tungkai, kepala, atau jeroan. Mereka bahkan mungkin menderita pembatasan gerakan yang cukup besar, namun mereka tidak memperhatikan ini. Pemeriksaan kadang-kadang bahkan mengungkapkan tanda-tanda rritation nociceptive (titik pemicu laten atau zona hyperalgesic pada kulit), namun pasien tidak merasa sakit. Penjelasannya terletak pada kapasitas dari sistem saraf untuk bereaksi. Kita sekarang perlu tahu bagaimana itu adalah bahwa disfungsi menghasilkan rasa sakit. Continue reading

Fasilitas Lapangan dan Garis-Garis Ukurannya Dalam Bola Basket

Fasilitas Lapangan dan Garis-Garis Ukurannya Dalam Bola BasketMenurut Perbasi dalam peraturan permainan bola basket (1998 : 15), ukuran lapangan (court dimensions) lapangan tempat bermain harus persegi, panjang, datar, permukaannya harus keras dan bebas dari segala rintangan. Ukurannya dengan panjang 28 meter dan lebarnya 15 meter yang diukur dari bagian sebelah dalam garis batas lapangan (boundary line). Minimal untuk lapangan adalah panjang 24 meter dan untuk lebarnya adalah 13 meter.

Tinggi ruangan sekurang-kurangnya 7 meter, dan hendaknya permukaan lapangan mendapat penerangan yang cukup dan merata. Penerangan dari lampu hendaknya tidak menggangu penglihatan pemain. Garis tembakan bebas adalah daerah terlarang yang memanjang ke dalam lapangan permainan dengan setengah lingkaran yang mempunyai radius 1,80 mm dan terletak pada tengah-tengah titik pada garis tembakan bebas. Lihat gambar 1 lapangan bola basket pada.

Ukuran garis dalam lapangan basket adalah 5 cm dan harus dibuat dalam warna yang sama dan dapat dilihat secara jelas dan sempurna. Adapun garis batas yang jelas, jaraknya sekurang-kurangnya 2 meter dari penonton, papan reklame atau rintangan yang lain. Garis yang memanjang disebut garis samping (side lines) sedangkan garis yang pendek disebut garis akhir (end lines).

Garis tengah harus dibuat sejajar dengan garis akhir dan dari titik tengah pada garis samping dan harus berukuran 15 cm di bawah garis samping.

Garis tembakan bebas harus dibuat sejajar dengan tiap garis akhir. Garis tersebut mempunyai jarak 5,80 m dari sisi dalam garis akhir dan mempunyai panjang 3,60 m. Garis tersebut harus terlihat jelas bersatu dengan titik tengah kedua garis akhir.

Daerah terlarang terdapat dipermukaan lapangan yang bertanda dan dibatasi oleh garis akhir, garis tembakan bebas dan garis yang dimulai pada garis akhir. Sisi luar berjarak 3 m dari titik tengah garis akhir dan berakhir pada sisi luar garis tembakan bebas. Apabila bagian dalam daerah terlarang diwarnai, maka warna tersebut harus sama dengan warna lingkaran tengah. Garis setengah lingkaran tersebut harus dibuat dengan garis putus-putus yang berada pada daerah terlarang.

Penempatan garis sekitar tembakan bebas ditandai dengan, garis pertama mempunyai ukuran 1,75 m dari dari dalam garis akhir diukur sejajar garis tembakan bebas, lebar garis pertama 85 cm dan berakhir pada wilayah netral berukuran lebar 40 cm dan ditandai oleh blok padat dan mempunyai warna yang sama dengan garis lainnya.

Seluruh lapangan merupakan daerah tembakan bernilai 3 angka, kecuali untuk daerah yang dekat dengan keranjang lawan dan dibatasi oleh garis sejajar yang terbentang dari garis akhir 6,25 m dari titik di lantai, langsung tegak lurus ke
pertengahan keranjang lawan. Jarak titik ini dari sisi dalam titik tengah garis akhir adalah 1,575 m.

Aspek Biomekanik Dalam Olahraga

Aspek Biomekanik Dalam OlahragaASPEK BIOMEKANIK

Cidera olahraga terjadi karena adanya pembebanan/ penggunaan yang berlebihan, ketidaksiapan jaringan terhdp latihan à adanya stress pada jaringan. Stress adalah beban per unit area yang berkembang pada suatu bidang permukaan didlm suatu struktur sbg respon terhdp beban eksternal/internal. Beban eksternal adalah beban luar yang diterima oleh tubuh seperti gaya gravitasi, pukulan, benturan, dll. à dihasilkan oleh gaya.

Komponen strength, endurance, & power otot serta fleksibiltas sangat diperlukan pada beberapa cabang OR. Pada atletik lari 100 – 400 m membutuhkan kom-ponen strength & power yg tinggi. Pada OR marathon membutuhkan komponen enduran-ce yg tinggi. Pada OR senam lantai, gymnastik membutuhkan kom-ponen strength & fleksibilitas yg tinggi. Ketidaksiapan komponen2 diatas dapat memudahkan terjadinya cidera.

Keseimbangan tubuh sgt diperlukan pd beberapa cabang olahraga. Kurangnya keseimbangan dapat mempermudah terjadinya cidera, sebaliknya keseimbangan yg baik dapat membantu mencegah terjadinya injury. Kekuatan otot yg seimbang sgt mendukung terciptanya keseimbangan yg baik. Keseimbangan adalah penyesuaian tubuh yg merata terhdp beberapa gaya yg melawannya, & tubuh dlm keadaan seimbang.

Keseimbangan sgt dipengaruhi oleh stabilitas. Stabilitas adalah kemampuan tubuh untuk melawan gaya yg mungkin akan merusak keseimbangan. Stabilitas bergantung pada :

- Luas bidang tumpuan.

- Letak titik berat tubuh terhdp bidang tumpuan.

- Proyeksi titik berat tubuh ke dasar tumpuan.

- Berat tubuh Continue reading

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

A. Pengertian AKDR

AKDR adalah alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim (Hartanto, 2004). Di mana AKDR terdiri dari bermacam-macam bentuk, terdiri dari plastik (polietiline), ada yang di lilit tembaga (Cu), ada pula yang tidak. Tetapi ada pula yang di lilit tembaga bercampur perak (Ag). Selain itu ada pula yang batangnya berisi hormon progesterone. Continue reading

Metabolisme Energi Secara Aerobik

Metabolisme Energi Secara Aerobik

Metabolisme Energi Secara AerobikPada jenis-jenis olahraga yang bersifat ketahanan (endurance) seperti lari marathon, bersepeda jarak jauh (road cycling) atau juga lari 10 km, produksi energi di dalam tubuh akan bergantung terhadap sistem metabolisme energi secara aerobik melalui pembakaran karbohidrat, lemak dan juga sedikit dari pemecahan protein. Oleh karena itu maka atlet-atlet yang berpartisipasi dalam ajang-ajang yang bersifat ketahanan ini harus mempunyai kemampuan yang baik dalam memasok oksigen ke dalam tubuh agar proses metabolisme energi secara aerobik dapat berjalan dengan sempurna.

Proses metabolisme energi secara aerobik merupakan proses metabolisme yang membutuhkan kehadiran oksigen (O2) agar prosesnya dapat berjalan dengan sempurna untuk menghasilkan ATP. Pada saat berolahraga, kedua simpanan energi tubuh yaitu simpanan karbohidrat (glukosa darah, glikogen otot dan hati) serta simpanan lemak dalam bentuk trigeliserida akan memberikan kontribusi terhadap laju produksi energi secara aerobik di dalam tubuh. Namun bergantung terhadap intensitas olahraga yang dilakukan, kedua simpanan energi ini dapat memberikan jumlah kontribusi yang berbeda.

Secara singkat proses metabolisme energi secara aerobik dapat dilihat bahwa untuk meregenerasi ATP, 3 simpanan energi akan digunakan oleh tubuh yaitu simpanan karbohidrat (glukosa,glikogen), lemak dan juga protein. Diantara ketiganya, simpanan karbohidrat dan lemak merupakan sumber energi utama saat berolahraga dan oleh karenanya maka pembahasan metabolisme energi secara aerobik pada tulisan ini akan difokuskan kepada metabolisme simpanan karbohidrat dan simpanan lemak.

Pembakaran Karbohidrat
Secara singkat proses metabolime energi dari glukosa darah atau juga glikogen otot akan berawal dari karbohidrat yang dikonsumsi. Semua jenis karbohidrat yang dkonsumsi oleh manusia baik itu jenis karbohidrat kompleks (nasi, kentang, roti, singkong dsb) ataupun juga karbohidrat sederhana (glukosa, sukrosa, fruktosa) akan terkonversi menjadi glukosa di dalam tubuh. Glukosa yang terbentuk ini kemudian dapat tersimpan sebagai cadangan energi sebagai glikogen di   dalam hati dan otot serta dapat tersimpan di dalam aliran darah sebagai glukosa darah atau dapat juga dibawa ke dalam sel-sel tubuh yang membutuhkan.

Di dalam sel tubuh, sebagai tahapan awal dari metabolisme energi secara aerobik, glukosa yang berasal dari glukosa darah ataupun dari glikogen otot akan mengalami proses glikolisis yang dapat menghasilkan molekul ATP serta menghasilkan asam piruvat. Di dalam proses ini, sebanyak 2 buah molekul ATP dapat dihasilkan apabila sumber glukosa berasal dari glukosa darah dan sebanyak 3 buah molekul ATP dapat dihasilkan apabila glukosa berasal dari glikogen otot.

Setelah melalui proses glikolisis, asam piruvat yang di hasilkan ini kemudian akan diubah menjadi Asetil-KoA di dalam mitokondsia. Proses perubahan dari asam piruvat menjadi Asetil-KoA ini akan berjalan dengan ketersediaan oksigen serta akan menghasilkan produk samping berupa NADH yang juga dapat menghasilkan 2-3 molekul ATP. Untuk memenuhi kebutuhan energi bagi sel-sel tubuh, Asetil-KoA hasil konversi asam piruvat ini kemudian akan masuk ke dalam siklus asam-sitrat untuk kemudian diubah menjadi karbon dioksida (CO2), ATP, NADH dan FADH2 melalui tahapan reaksi yang kompleks. Reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses yang telah disebutkan dapat dituliskan melalui persamaan reaksi sederhana sebagai berikut:

Asetil-KoA + ADP + Pi + 3 NAD + FAD + 3H2O —> 2CO2+ CoA + ATP + 3 NADH + 3 + FADH 2

Setelah melewati berbagai tahapan proses reaksi di dalam siklus asam sitrat, metabolisme energi dari glukosa kemudian akan dilanjutkan kembali melalui suatu proses reaksi yang disebut sebagai proses fosforlasi oksidatif. Dalam proses ini, molekul NADH dan juga FADH yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat akan diubah menjadi molekul ATP dan H2O. Dari 1 molekul NADH akan dapat dihasilkan 3 buah molekul ATP dan dari 1 buah molekul FADH2 akan dapat menghasilkan 2 molekul ATP. Proses metabolisme energi secara aerobik melalui pembakaran glukosa/glikogen secara total akan menghasilkan 38 buah molukul ATP dan juga akan menghasilkan produk samping berupa karbon dioksida (CO2) serta air (H2O). Persamaan reaksi sederhana untuk mengambarkan proses tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :

Glukosa + 6O2 +38 ADP + 38Pi —> 6 CO2 + 6 H2O + 38 ATP

Pembakaran Lemak
Langkah awal dari metabolisme energi lemak adalah melalui proses pemecahan simpanan lemak yang terdapat di dalam tubuh yaitu trigeliserida. Trigeliserida di dalam tubuh ini akan tersimpan di dalam jaringan adipose (adipose tissue) serta di dalam sel-sel otot (intramuscular triglycerides). Melalui proses yang dinamakan lipolisis, trigeliserida yang tersimpan ini akan dikonversi menjadi asam lemak (fatty acid) dan gliserol. Pada proses ini, untuk setiap 1 molekul trigeliserida akan terbentuk 3 molekul asam lemak dan 1 molekul gliserol .

Kedua molekul yang dihasilkan melalu proses ini kemudian akan mengalami jalur metabolisme yang berbeda di dalam tubuh. Gliserol yang terbentuk akan masuk ke dalam siklus metabolisme untuk diubah menjadi glukosa atau juga asam piruvat. Sedangkan asam lemak yang terbentuk akan dipecah menjadi unit- unit kecil melalui proses yang dinamakan ß-oksidasi untuk kemudian menghasilkan energi (ATP) di dalam mitokondria sel

Proses ß-oksidasi berjalan dengan kehadiran oksigen serta membutuhkan adanya karbohidrat untuk menyempurnakan pembakaran asam lemak. Pada proses ini, asam lemak yang pada umumnya berbentuk rantai panjang yang terdiri dari ± 16 atom karbon akan dipecah menjadi unit-unit kecil yang terbentuk dari 2 atom karbon. Tiap unit 2 atom karbon yang terbentuk ini kemudian dapat mengikat kepada 1 molekul KoA untuk membentuk asetil KoA. Molekul asetil-KoA yang terbentuk ini kemudian akan masuk ke dalam siklus asam sitrat dan diproses untuk menghasilkan energi seperti halnya dengan molekul asetil-KoA yang dihasil melalui proses metabolisme energi dari glukosa/glikogen.

Kekuatan dalam Bermain Basket

Kekuatan dalam Bermain Basket

Kekuatan dalam Bermain BasketKekuatan (Strength)
M. Sajoto (1983 : 16) menggemukan bahwa faktor-faktor penentu prestasi olahraga diklasifikasikan ke dalan 4 aspek, yaitu aspek biologis, aspek psikologis, aspek lingkungan dan aspek penunjang. Dari ke 4 aspek yang dikaji adalah aspek biologis, salah satunya adalah fisik terutama kekuatan otot tungkai.
Kekuatan adalah kemampuan otot-otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu beban atau tahanan dalam menjalankan aktivitas (Soedarminto, 1992 ). Kekuatan otot adalah salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting untuk peningkatan kondisi fisik secara keseluruhan. 1) Kekuatan adalah daya penggerak setiap aktivitas fisik. 2) Kekuatan adalah peran yang penting dalam rangka terhindarnya cedera. 3) Dengan kekuatan dapat digunakan untuk berlari, lempar, pukulan, tolakan dan untuk stabilitas sendi-sendi (Harsono, 1988 : 77). Kekuatan otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan kerja dengan menahan beban yang diangkat (M. Sajoto, 1983 : 16). Lebih lanjut dikatakan kekuatan atau strength adalah kemampuan fisik yang mengangkat masalah kemampuan seorang atlet pada saat dalam waktu kerja tertentu (M. Sajoto, 1983 : 17). Kekuatan otot adalah kekuatan yang digunakan oleh sekelompok otot tubuh dalam satu kontraksi maksimal (Harsono, 1988 : 176). Strength adalah kemampuan otot tubuh untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan (Harsono, 1988 : 176

Anatomi Tungkai
Tungkai atas, yaitu dari pangkal paha sampai lutut, dalam istilah anatomi disebut femur. Tungkai bawah yaitu dari lutut sampai pergelangan kaki, dalam istilah anatomi disebut leg. Tungkai bawah ini terdiri dari dua tulang, yakni os tibia dan os fibula. Os tibia atau tulang kering kerangka yang utama dari tulang bawah dan berupa tulang pipa. Sedang os fibula atau tulang betis letaknya sebelah lateral tungkai bawah, berupa tulang pipa. Tempurung lutut terdapat diantara tungkai atas dan tungkai bawah.
Telapak kaki terdiri dari tarsalia, metatarsalia dan falanx. Tulang tarsalia mendukung beban berat saat berdiri dan berjumlah tujuh buah, yang secara kolektif dinamakan tarsus. Tulang-tulang metatarsalia hanya berjumlah lima buah dan berupa tulang pipa. Secara keseluruhan tulang-tulang tersebut berjumlah 31 buah yaitu :
1 Os koxa : tulang paha
1 Os femur : tulang paha
1 Os tibia : tulang kering
1 Os fibula : tulang betis
1 Os patella : tempurung lutut
7 Os tarsalia : tulang pangkal kaki
5 Os metatarsalia ; tulang telapak kaki
14 falanx : ruas jari-jari (PASI, 1995 : 4)

Otot-otot Tungkai
Pada umumnya otot dibagi menjadi 3 jenis yaitu : otot polos, jantung dan otot kerangka. Otot polos tidak mempunyai garis-garis melintang, sedang otot jantung dan otot kerangka mempunyai garis-garis melintang. Otot polos dan otot jantung dalam kontraksinya secara ritmik tanpa adanya persyarafan dari luar, disebabkan adanya sel-sel pengatur langkah “pacemaker” yang menimbulkan impuls secara spontan. Otot kerangka dalam kontraksinya karena adanya rangsangan saraf sebagai impuls menuju otot saraf motorik.
Otot akan menarik jika menerima rangsangan saraf dari pusat saraf atau otak memberitahukan untuk melakukan tarikan. Isyarat-isyarat ini dibawa oleh saraf yang terdiri dari sel-sel saraf yang khusus. Proses kontraksi yang kenyataannya dari suatu serabut otot dimulai pada saat serabut menerima impuls saraf elektris yang dihantar sel-sel saraf. Selain rangka tulang yang membentuk rangka tungkai, tungkai yang dibentuk oleh beberapa jaringan. Sebagian jaringan yang membentuk tungkai manusia adalah otot.
Dalam kontraksi otot sedirian, tetapi merupakan kelompok. Gerakan apapun yang diberikan merupakan hasil koordinasi gerakkan beberapa otot. Demikian halnya pada otot tungkai yang dalam melakukan kontrasi selalu dengan koordinasi antara otot satu dengan otot yang lain (Pearce Evelyn, 1986 : 21).

Kekuatan Otot Tungkai
Menurut M. Sajoto (1983 : 70) tubuh manusia terdiri dari banyak sekali jaringan otot masing-masing mempunyai fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Jaringan otot keseluruhan merupakan satu kesatuan yang cukup besar dan membentuk berat badan manusia.
James A. Baley (1986 : 16) menyebutkan ada 656 otot dan tulang dalam tubuh manusia, dan masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Sedangkan Soekarman (1997 : 30) menerangkan bahwa untuk mencapai suatu prestasi dalam bidang olahraga disamping latihan rutin juga harus dipenuhi faktor-faktor lainnya. Faktor lain itu antara lain : Keadaan (somatic), umur, psikis, bentuk tubuh / hibitus
mempunyai arti yang besar dan dapat menimbulkan prestasi seseorang. Dengan memperhatikan hal tersebut diatas, seseorang yang ingin memperoleh prestasi optimal harus pula unsur-unsur genetis (faktor antropometri).

AFR Pada Ibu Hamil

AFR Pada Ibu Hamil

AFR Pada Ibu HamilPengertian:

Kehamilan adalah suatu proses konsepsi yaitu pertemuan sperma dan ovum di bagian ampula tubae dan selanjutnya ke arah cavum uteri dan terjadi nidasi dan ini dapat berlangsung selama 2 hari dalam perjalanan.

Jika nidasi sudah terjadi maka selanjutnya timbul tanda-tanda kehamilan yaitu berupa : ngidam, omisis gravidarum terutama pada pagi hari, tidak dapat menstruasi lagi, mammae menjadi tegang dan membesar, anorexia, sering kencing, obstipasi, eulis, dan varises.

Prinsip OT:

Pada prinsipnya kegiatan OT ditujukan kepada masalah

1. AD I

2. Perbaikan postur tubuh

3. Perhatian akan makanan ibu hamil

4. Kestabilan emosi

Gejala-gejala yang terjadi pada saat hamil:

Sebagian besar wanita selama masa kehamilan akan timbul beberapa kondisi-kondisi ringan di mana tidak membahayakan kehidupan ibu maupun bayinya, tetapi sering kali merupakan gangguan berat. Nauosea (mual), sedikit muntah dan perasaan mudah Ielah merupakan gejala-gejala umum pada awal kehamilan sehingga mereka menganggap diagnosa kehamilan. Rasa panas dalam perut, kontipasi (sembelit) dan keram merupakan gejala-gejala umum serta varises vena cenderung menjadi Iebih jelas/nampak pada setiap penambahan usia kehamilan.

Ada dua gejala-gejala yang dapat ditangani ofeh fisioterafis:

1. Nyeri pinggang bawah (lumbosacral)

2. KesuIitan berjalan pada akhir kehamilan karena terjadi pelebaran ruang pelvis joint, suatu kondisi yang disebut dengan ostoarthropati. Gangguan yang nyata biasanya tidak terjadi tetapi sebagian pasien mengeluh nyeri pinggang bawah pada beberapa derajat di mana berlangsung lama setelah akhir kehamilan.

PERAWATAN SEBELUM MELAHIRKAN

Pengertian:

Perawatan antenatal dan prenatal adalah perawatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilan.

Tujuan dan maksud ini agar kehamilan berakhir dengan:

1. Kelahiran bayi yang sehat baik fisik maupun mental

2. Ibu dalam keadaan selamat, sehat tanpa mengalami ruda paksa, baik fisik maupun mental

3. Ibu sanggup merawat dan menyusui bayi

4. Suami istri berniat dan sanggup untuk melaksanakan keluarga berencana demi kesejahteraan keluarga.

Untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka perawatan dilakukan pemeriksaan dan pengawasan wanita selama masa kehamilannya secara berkala dan teratur agar bila timbul kelainan kehamilan gangguan kesehatan, sedini mungkin diketahui sehingga dilakukan perawatan yang cepat dan tepat Selain pemeriksaan dari segi mendik dan kebinanan perlu diperhatikan segi psikologik, sosial dan pendidikan.

- Segi Psikologik

Wanita hamil diharapkan selalu disertai perasaan aman dan tenang dalam menghadapi kehamilan dan persalinannya terutama pada primigravida dan para ibu yang pernah hamil mengalami satu penyakit dalam kehamiIan atau persalinannya yang lalu, perlu dapat dukungan moril dari petugas.

- Segi Sosial

Para wanita hamil dari golongan ekonomi rendah umumnya tergolong dalam kategori resiko besar karena kesehatannya tergolong kekurangan gizi, avitaminosis, dan berbagai penyakit menahun.

- Segi Pendidikan

Masa antenatal adalah masa yang tepat untuk memberi nasehat dan penerangan kepada ibu hamil mengenai pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, serta motivasi kepada suami istri.

HYGIENE KEHAMILAN

Hygiene kehamilan ini dapat diartikan dengan kebersihan dan kesehatan wanita hamil. Kata hygene berasal dari (per: hygiene, Yunani = sehat) adalah ilmu yang berhubungan dengan masalah kesehatan serta berbagai usaha untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan. Kebersihan pribadi meliputi perawatan diri sendiri, tata berbusana, mandi setiap hari dan berganti pakaian sesuai dengan keperluan. Disamping itu diharapkan tangan, kuku serta rambut harus selalu bersih dan mendapatkan perawatan tubuh dan pakaian dengan baik.

Kehamilan merupakan masa dimana tubuh seorang wanita mengandung sebuah sel telur yang dibuahi dan tumbuh menjadi janin yang cukup matang untuk dilahirkan. Yang perlu diperhatikan dalam hygien kehamilan adalah:

Kebersihan

Kebersihan ini meliputi kebersihan tubuh, pakaian dan Iingkungan:

a. Kebersihan Tubuh

- Rambut harus sering dicuci/keramas

- Gigi harus dipelihara/dirawat dengan baik, karena ibu hamil membutuhkan kalsium Iebih banyak untuk pertumbuhan janin.

- Payudara disiapkan untuk memberikan asi kepada bayi.

- Kebersihan vulva dijaga dengan selalu memakai celana yang bersih.

- Kebersihan kuku dijaga untuk menghindari bersarangnya kuman penyakit.

- Kebersihan kulit dengan mandi, dua kali sehari, memakai sabun supaya bersih dan untuk menyegarkan badan karena pembuluh darah terangsang dan badan merasa nyaman.

b Kebersihan Pakaian

Kebersihan pakaian supaya enak dipakai dan terhindar dari kuman kuman penyakit.

c. Kebersihan Iingkungan

Kebersihan Iingkungan merupakan pra kondisi untuk hidup sehat bagi masyaralcat. faktor lingkungan ini terdiri dari lingkungan fisik, biologi dan sosial.

Makanan

Untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa yang dikandungnya dibutuhkan zat-zat makanan yang cukup terutama protein hewan, mineral dan vitamin-vitamin.

Gerakan yang diperlukan

a. BerjaIan-jaIan pada pagi hari sambil menggerakkan otot-otot bagian tubuh yang dapat terkena sinar matahari.

b. Latihan—latihan sebelum melahirkan (senam hamil)

C. Gerakan ini dilakukan dengan harapan untuk dapat mempermudah persalinan , mencegah obstivasi, mempergiat kerja alat tubuh

4. Pakaian yang dipakai harus sesuai

Berpakaian harus dijaga, disesuaikan dengan pertumbuhan badan dan jangan memakai pakaian yang terlalu sempit atau terlaIu Ionggar.  Pakaian harus bersifat menahan bagian-bagian yang sedang bertambah besar seperti payudara, perut, dan panggul. Pemakaian sepatu, sendal, selop hendaknya yang bebas dan jangan memakai sepatu yang bertumit tinggi karena tidak dapat menanggulangi berat badan wanita hamil

5. Pekerjaan

Bagi wanita hamil boleh saja bekerja asal pekerjaan itu bersifat ringan, tidak melelahkan dan tidak mengganggu kehamilannya.

6. Istirahat dan Tidur

Istirahat sangat diperlukan bagi wanita hamil karena wanita hamil mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang/jatuh sakit.

7. Pemeliharaan payudara

Dalam kehamilan payudara harus mendapatkan pemeliharaan sejak dini sebab payudara pada wanita hamil mengalami perubahan yaitu mengadakan persiapan untuk memproduksi makanan pokok (ASI) untuk janin setelah lahir nanti. Perawatan dilakukan agar dapat: terhindar dari kesukaran pada waktu laktasi dan menyusui bayi, membantu persiapan pembentukan ASI.

8. Ketenangan Jiwa/Rohani

Dalam satu kehamilan tidak saja keadaan jasmani wanita yang terpengaruh, juga keadaan rohaninya. Hal ini dapat dilihat dari perubahan tingkah lakunya yang tidak seperti biasanya. lebih peka, Iebih emosional mudah tersinggung dan mudah marah.

PERUBAHAN PERUBAHAN PADA IBU HAMIL

Berbagai hal yang berkaitan dengan persiapan calon ibu ketika akan melahirkan yakni perubahan akibat kehamilan, perawatan waktu hamil, memberikan petunjuk pada ibu hamil, latihan olahraga promotif dan senam hamil.

1. Perubahan Akibat Kehamilan

Adanya janin di dalam tubuh menyebabkan perubahan tertentu pada tubuh wanita itu sendiri. Perubahan itu sendiri sebenarnya untuk mengimbangi dan menyesuaikan diri dengan pertumbuhan janin. Perubahan ini terjadi sangat luas yang terjadi pada rohani dan jasmani.

a. Jasmani

Perubahan kulit, payudara, perut, alat kelamin, tekanan darah, dsb Namun sifatnya temporer artinya kembali setelah melahirkan.

b. Rohani

Ketegangan emosional yang dapat menyebabkan gangguan psikologis emosional dan berperan dalam kelainan klinis sehingga terjadi abotus, dsb.

2. Perawatan waktu hamil

Kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah yang menyangkut seluruh organ tubuh wanita. Agar persalinan lancar dan kondisi tubuh relatif tetap segar maka diperlukan kondisi kesehatan tubuh yang optimal. Memberikan petunjuk pada ibu hamil

Adapun yang dilakukan dalam hal ini adalah:

a. Mengajarkan sikap tubuh yang baik

b. Mengajarkan perkembangan bayi

c. Mengajarkan kemajuan kelahiran

d. Memberikan penjelasan tentang ASI

Prinsip dasar untuk memberikan pelajaran/latihan;

a Menjelaskan segala sesuatu dengan kata-kata yang sederhana

b. Latihan harus didemonstrasikan o!eh fisioterapis.

c. Bila latihan bersama (Class Exercise), maka harus didemonstrasikan oleh seluruh anggota secara bersamaan.

d. Masing-masing gerakan diiakukan selama 6-8 kali hitungan.

Latihan Olah Raga Promotif

Misalnya:

a. Massage Bayl

Berguna untuk memberikan rangsangan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optima!.

b. Senam hamil

Untuk mempersiapkan fisik dalam proses kehamilan dan kelahiran.

c. Senam nipas

Untuk membantu produksi ASI dan mempercepat kembalinya fungsi tubuh agar segera beradaptasi dengan lingkungan kehidupan sehari-hari secara normal. Latihan olah raga promotif dimaksudkan untuk meningkatkan fisik yang dibutuhkan seseorang agar supaya organ tertentu yang akan mengalami tugas khusus sudah siap. -

5. Senam hamil

Sebelum melahirkan seorang calon ibu membutuhkan latihan-latihan tertentu yang berguna untuk:

a. Mempersiapkan otot-otot kaki untuk menyesuaikan berat badan ketika mengandung.

b. Melatih organ pernapasan agar dapat menyesuaikan perubahan keadaan perut sehingga bisa melakukan relaksasi dan kebutuhan minimum oksigen untuk tubuh dapat terpenuhi.

c. MeIatih otot-otot yang mengontrol sikap tubuh dalam menghadapi bertambahnya berat janin dan melatih kembali refleks postural.

d. Melatih otot-otot perut dan dasar panggul serta otot-Otot sekitar paha terutama bagian dalam agar dapat terkontrol kekuatannya.

e. Melatih calon ibu agar dapat mempersiapkan fisik maupun mental dengan relaksasi serta pengontrol kerja otot secara benar.

Senam hamil harus dilakukan secara bertahap yaitu:

a. Senam untuk kehamilan 0 —20 minggu = 1 — 5 bln (trimester I)

b Senam untuk kehamilan 20— 30 minggu = 5— 7 bIn (trimester II)

c. Senam untuk kehamilan 30 — 39 minggu = 7 — 9 bIn (trimester Ill)

Sebelum mengikuti senam hamil sebaiknya wanita bersangkutan berkonsutasi terlebih .dahulu dengan dokter yang merawatnya. Perlunya senam hamil dilakukan karena janin tumbuh semakin besar, terjadinya penguluran otot-otot perut, adanya penambahan berat badan sehingga otot-otot kami perlu bekerja sebagai penyanggah tubuh lebih kuat. membantu melatih pernapasan dan juga membantu relaksasi, untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan raga dalam menghadapi proses persalinan.Sebelum melakukan senam hamil FT harus menjeIaskan hubungan kehamilan dan manfaat serta tujuan senam hamil. Kegiatan ibu hamil berupa;

1. A.D.L : Terutama dalam hal berpakaian harus Ionggar jangan ketat sebab dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Kebersihan diri perlu diperhatikan terutama daerah Mammae, alat kelamin, pakaian dalam, juga pemakaian parfum dan sikat gigi.

2. POSTUR : Hal ini perlu pengerahan untuk mencegah LBP akibat pembesaran perutnya, sehingga perlu perbaikan posisi jalan, duduk dan berdiri lama serta pekerjaan yang mereka Iakukan dengan posisi awal duduk ke berdiri.

3. MAKANAN : Perlu diberikan makanan yang bergizi tinggi, jangan mengandung banyak minyak tetapi sifatnya agak kering karena saat itu ibu sering mual dan muntah. Makanan ringan selalu disiapkan, kurangi garam jika ada gejala udema pada tungkai dan tekanan darah tinggi, tambahan vitamin dan sayur-sayuran, buah-buahan agar optipasi dapat dicegah yang dapat memperburuk keadaan penderita jika terkena haemoroid.

4. EMOSI : Berikan waktu untuk rekreasi, dengan ceramah, hindari stress, hindari terjadinya kecelakaan yang cidera, hindari jalan jauh hingga lelah, konsultasi pada dokter dan bidan jika ada gangguan serta penggunaan obat tertentu yang dapat mengakibatkan cacat pada anak.

5. KETERAMPLAN : Dapat diberikan jahitan makramé untuk buat popok dan gurita bagi persiapan jabang bayinya dengan bermacam-macam motif sesuai dengan kesukaan ibu tersebut.

Kelelahan Psikologis

Menurut International Ergonomics Association, Ergonomi berasal dari dua kata; ERGON (Kerja) dan NOMOS (Ilmu Pengetahuan), yakni suatu studi tentang aspek manusia dalam kaitannya dengan lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen serta desain atau perancangan untuk mendapatkan suatu suasana kerja yang dapat sesuai dengan pemakainya (manusia). Secara singkat dapat dikatakan bahwa, ergonomi merupakan suatu penyesuaian yang dilakukan manusia terhadap tugas pekerjaannya dengan kondisi tubuh manusia itu sendiri, tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat stress serta beban kerja yang akan dihadapi manusia dalam pekerjaannya. Continue reading

Proses Terjadinya Penuaan

1. Biologi

a. Teori “Genetic Clock”;

Teori ini menyatakan bahwa proses menua terjadi akibat adanya program jam genetik didalam nuklei. Jam ini akan berputar dalam jangka waktu tertentu dan jika jam ini sudah habis putarannya maka, akan menyebabkan berhentinya proses mitosis. Hal ini ditunjukkan oleh hasil penelitian Haiflick, (1980) dikutif Darmojo dan Martono (1999) dari teori itu dinyatakan adanya hubungan antara kemampuan membelah sel dalam kultur dengan umur spesies Mutasisomatik (teori error catastrophe) hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam menganalisis faktor-aktor penyebab terjadinya proses menua adalah faktor lingkungan yang menyebabkan terjadinya mutasi somatik. Sekarang sudah umum diketahui bahwa radiasi dan zat kimia dapat memperpendek umur. Menurut teori ini terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel somatik, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan fungsional sel tersebut. Continue reading