Search Results for: pijat refleksi untuk sakit radang otot

Refleks proses dalam disfungsi vertebrogenic

Meskipun pentingnya faktor mekanik untuk patogenesis, tidak identik dengan penyakit klinis. Pasien umumnya tidak cenderung mengeluh gangguan mobilitas, melainkan rasa sakit, baik di punggung, tungkai, kepala, atau jeroan. Mereka bahkan mungkin menderita pembatasan gerakan yang cukup besar, namun mereka tidak memperhatikan ini. Pemeriksaan kadang-kadang bahkan mengungkapkan tanda-tanda rritation nociceptive (titik pemicu laten atau zona hyperalgesic pada kulit), namun pasien tidak merasa sakit. Penjelasannya terletak pada kapasitas dari sistem saraf untuk bereaksi. Kita sekarang perlu tahu bagaimana itu adalah bahwa disfungsi menghasilkan rasa sakit. Continue reading

Stretching Otot Hamstring

Stretching otot hamstring

Stretching otot hamstringOtot hamstring merupakan suatu group otot pada sendi pada(hip joint) yang terletak pada sisi belakang paha yang berfungsi sebagai gerakan fleksi lutut, ekstensi hip, serta gerakan eksternal dan internal rotasi hip. Group otot ini terdiri atas M. Semimembranosus, M. Semitendinosus, dan M. Biceps Femoris. Otot hamstring merupakan jenis otot tipe I atau tonik, dimana bila terjadi suatu patologi maka otot tersebut akan mengalami penegangan dan pemendekan atau kontraktur. Panjang otot hamstring berkaitan erat dengan fleksibilitas otot, dimana bila suatu otot mengalami pemendekan maka fleksibilitas otot tersebut juga akan menurun.

Fleksibilitas merupakan kemampuan otot untuk memanjang/mengulur semaksimal mungkin sehingga tubuh dapat bergerak dengan ROM yang maksimal tanpa disertai dengan rasa tidak nyaman/nyeri. Fleksibilitas merupakan factor penting untuk melakukan suatu gerakan baik dalam berolahraga ataupun aktivitas fisik lainnya. Akan tetapi, pekerjaan yang berat atau latihan fisik yang keras, koordinasi gerakan yang buruk, postur yang jelek, kurang aktivitas/gerak, gerakan yang monoton dan atau gerakan satu arah, cedera dan nyeri dapat membuat otot mengalami pemendekan, stiffness dan tightness.

Setiap individu dengan fleksibilitas yang baik pada shouldernya, belum tentu memiliki fleksibilitas yang baik pula pada lower back ataupun otot hamstringnya. Ketika otot bekerja secara intensif, respon otot lebih cepat untuk mengalami pemendekan. Jika otot tersebut tidak segera di stretch setelah bekerja, otot tersebut akan tetap memendek, tightness dan membuat otot pada sendi sisi yang berlawanan bekerja lebih keras. Hal ini akan membuat otot yang bekerja lebih sedikit menjadi lemah. Jika otot yang memendek tetap dibiarkan, pola jalan seseorang akan ikut berubah. Ini berarti gerakan pada sendi akan terganggu/terbatas, dan pembuluh darah terjepit-sirkulasi terganggu. Cepat atau lambat akan muncul berbagai gejala sebagai akibat dari tightness otot tersebut seperti: kaku jika kita duduk dalam waktu yang lama dan merasa ingin berdiri lalu bergerak, letih dan sakit saat bergerak atau saat istirahat, serta kram.

 Adanya pemendekan pada otot-otot tubuh, terutama otot hamstring, banyak didapati pada masyarakat tanpa disadari. Akan tetapi, cepat atau lambat akibatnya akan dirasakan antara lain nyeri pada area hip, dan nyeri samar pada daerah paha, perut dan pinggang, menjalar turun ke bagian depan atau belakang dari tungkai atas dan bawah. Otot yang mengalami pemendekan harus di stretch ke ukuran panjang otot yang normal dan mengembalikan fleksibilitasnya. Untuk mengatasi masalah pemendekan dan gangguan fleksibilitas yang terjadi serta meningkatkan kerja otot hamstring secara optimal, maka dibutuhkan suatu terapi/latihan yang bersifat mengulur jaringan/otot yang mengalami kontraktur/pemendekan serta mengembalikan fleksibilitas otot tersebut yang dikenal dengan istilah stretching.

Sebenarnya stretching merupakan suatu bentuk terapi yang ditujukan untuk memanjangkan otot yang mengalami pemendekan atau menurunnya elastisitas dan fleksibilitas otot baik karena faktor patologis(trauma, infeksi, dsb) maupun yang bersifat fisiologis, yang menghambat lingkup gerak sendi normal yakni berupa kontraktur, perlekatan, pembentukan jaringan parut yang mengarah pada pemendekan otot, jaringan konektif dan kulit serta mobilitas jaringan lunak di sekitar sendi. Banyak metode ataupun teknik yang dapat digunakan dalam melakukan stretching, diantaranya auto stretching dan contract relax stretching.

Auto stretching adalah suatu metode penguluran/stretching yang biasa dilakukan pada otot-otot postural sebagai suatu latihan fleksibilitas yang dilakukan secara aktif oleh klien/pasien. Active stretching meningkatkan fleksibilitas secara aktif dan menguatkan otot agonis. Alasan penerapan teknik ini adalah bahwa kontraksi isotonik yang dilakukan saat auto stretching dari otot yang mengalami pemendekan akan menghasilkan otot memanjang secara maksimal tanpa perlawanan. Pemberian auto stretching yang dilakukan secara perlahan juga akan menghasilkan peregangan pada sarkomer sehingga peregangan akan mengembalikan elastisitas sarkomer  yang terganggu. Pada saat melakukan auto stretching, otot antagonis(group otot pada sisi yang tidak di-stretch) dan otot agonis(otot yang akan di-stretch) keduanya relax. Secara perlahan dan lembut, gerakan tubuh meningkatkan tekanan pada group otot yang akan di-stretch. Tekanan pada otot agonis saat peregangan secara aktif akan membuat otot mudah terulur, dimana muscle spindle tidak terstimulasi optimal dan stimulasi optimal terjadi pada golgi tendon, sehingga akan diperoleh suatu penguluran yang berarti. Prinsip utama dari auto stretching membantu pasien bergerak lebih mudah dan lebih baik sehingga tidak akan terjadi kerobekan pada otot jika stretching dilakukan dengan perlahan dan lembut.

Contract relax stretching merupakan salah satu teknik dalam proprioceptive neuromuscular fascilitation (PNF) yang melibatkan kontraksi isometric dari otot yang mengalami spasme/ketegangan yang diikuti fase relaksasi kemudian diberikan stretching secara pasif dari otot yang mengalami ketegangan tersebut. Biasanya contract relax stretching ditujukan pada otot-otot mobilitas. Alasan penerapan teknik ini adalah bahwa kontraksi isometrik yang diberikan sebelum stretching dari otot yang mengalami ketegangan akan menghasilkan rileksasi sebagai hasil dari autogenic inhibition. Pada contract relax stretching, ketika otot berkontraksi mencapai initial stretch, maka kebalikannya stretch reflex membuat otot tersebut menjadi relaksasi(reverse innervation), dimana relaksasi ini membantu menurunkan berbagai tekanan dan siap untuk melakukan peregangan selanjutnya.

Dengan menggunakan metode auto stretching untuk menambah panjang otot hamstring diharapkan terjadinya pemanjangan otot hamstring yang lebih maksimal dibandingkan dengan contract relax stretching.

Stretching M. Hamstring

Streching M. HamstringOtot hamstring merupakan suatu group otot pada sendi pada(hip joint) yang terletak pada sisi belakang paha yang berfungsi sebagai gerakan fleksi lutut, ekstensi hip, serta gerakan eksternal dan internal rotasi hip. Group otot ini terdiri atas M. Semimembranosus, M. Semitendinosus, dan M. Biceps Femoris. Otot hamstring merupakan jenis otot tipe I atau tonik, dimana bila terjadi suatu patologi maka otot tersebut akan mengalami penegangan dan pemendekan atau kontraktur. Panjang otot hamstring berkaitan erat dengan fleksibilitas otot, dimana bila suatu otot mengalami pemendekan maka fleksibilitas otot tersebut juga akan menurun. Continue reading

Jenis Massage Terapi – Deep Tissue, Trigger Point dan Massage Swedia

Jenis Massage Terapi  - Deep Tissue, Trigger Point dan Massage SwediaAda puluhan jenis massage terapi dan teknik. Mengetahui apa yang mereka dan apa yang mereka lakukan kadang-kadang membingungkan. Sulit untuk meminta jenis tertentu dari massage jika Anda tidak tahu apa itu disebut atau bahkan apa yang akan lakukan untuk Anda. Di sini kita akan mencoba untuk memecahkan rahasia ke dalam sebuah daftar bisa dimengerti dari beberapa jenis massage umum dilakukan dan apa yang mereka lakukan.

Pijat

Pijat adalah praktek manipulasi jaringan lunak dengan tujuan fisik, fungsional, dan dalam beberapa kasus psikologis dan tujuan. Ini melibatkan bertindak atas dan memanipulasi tubuh klien dengan tekanan (terstruktur, tidak terstruktur, alat tulis, dan / atau bergerak), ketegangan, gerakan, atau getaran dilakukan secara manual atau dengan alat bantu mekanis. Pijat dapat diterapkan dengan tangan, jari, siku, lengan, dan kaki. Continue reading

Isometric Exercise – Kerja Otot Statik

Isometric Exercise

Isometric ExerciseLatihan isometrik merupakan bagian pertama dari pengobatan fisioterapi setelah injury atletik atau cidera olahraga, seperti sprain, kontusio, dislokasi, kerobekan tendon, osteosynthesis, atau fraktur yang diobati secara konservatif.

Latihan yang menyebabkan kontraksi otot secara individual atau group/kelompok tetapi tidak terjadi gerakan pada sendi dinamakan dengan latihan isometrik. Tidak ada kerja yang dihasilkan pada tipe kerja otot ini. Dalam rumus, kerja = gaya x jarak, dan latihan isometrik tidak menghasilkan komponen jarak. Meskipun demikian, derajat ketegangan yang dicapai adalah tinggi. Kerja otot statik ini bisa terasa sangat berat dan lelah. Kelelahan yang relatif cepat dari kerja otot statik dapat disebabkan adanya kompresi (penekanan) pada kapiler darah selama kontraksi otot, sehingga mencegah suplai oksigen yang cukup dan pelepasan sisa-sisa metabolisme. Kerja tersebut harus diselesaikan secara anaerobik. Continue reading

Informasi Mengenai Sprain Ankle

Sebuah bola ke belakang, Anda mendapatkan jelas, bersiaplah untuk mendapatkan hit sebanyak mungkin bola, Anda telah melihat lubang di mana ketegangan itu, ini membuat Anda berkata, tiba-tiba menusuk rasa sakit, ada sesuatu yang salah, untuk menghentikan Anda kaki telah diperlambat, Anda menekuk pergelangan kaki, bola melewati Anda saat Anda menyentuh tanah dan kompres dengan sikap penderitaan, Anda langsung tahu telah terjadi beberapa kali. Continue reading

AFR Pada Ibu Hamil

AFR Pada Ibu Hamil

AFR Pada Ibu HamilPengertian:

Kehamilan adalah suatu proses konsepsi yaitu pertemuan sperma dan ovum di bagian ampula tubae dan selanjutnya ke arah cavum uteri dan terjadi nidasi dan ini dapat berlangsung selama 2 hari dalam perjalanan.

Jika nidasi sudah terjadi maka selanjutnya timbul tanda-tanda kehamilan yaitu berupa : ngidam, omisis gravidarum terutama pada pagi hari, tidak dapat menstruasi lagi, mammae menjadi tegang dan membesar, anorexia, sering kencing, obstipasi, eulis, dan varises.

Prinsip OT:

Pada prinsipnya kegiatan OT ditujukan kepada masalah

1. AD I

2. Perbaikan postur tubuh

3. Perhatian akan makanan ibu hamil

4. Kestabilan emosi

Gejala-gejala yang terjadi pada saat hamil:

Sebagian besar wanita selama masa kehamilan akan timbul beberapa kondisi-kondisi ringan di mana tidak membahayakan kehidupan ibu maupun bayinya, tetapi sering kali merupakan gangguan berat. Nauosea (mual), sedikit muntah dan perasaan mudah Ielah merupakan gejala-gejala umum pada awal kehamilan sehingga mereka menganggap diagnosa kehamilan. Rasa panas dalam perut, kontipasi (sembelit) dan keram merupakan gejala-gejala umum serta varises vena cenderung menjadi Iebih jelas/nampak pada setiap penambahan usia kehamilan.

Ada dua gejala-gejala yang dapat ditangani ofeh fisioterafis:

1. Nyeri pinggang bawah (lumbosacral)

2. KesuIitan berjalan pada akhir kehamilan karena terjadi pelebaran ruang pelvis joint, suatu kondisi yang disebut dengan ostoarthropati. Gangguan yang nyata biasanya tidak terjadi tetapi sebagian pasien mengeluh nyeri pinggang bawah pada beberapa derajat di mana berlangsung lama setelah akhir kehamilan.

PERAWATAN SEBELUM MELAHIRKAN

Pengertian:

Perawatan antenatal dan prenatal adalah perawatan yang diberikan kepada ibu selama masa kehamilan.

Tujuan dan maksud ini agar kehamilan berakhir dengan:

1. Kelahiran bayi yang sehat baik fisik maupun mental

2. Ibu dalam keadaan selamat, sehat tanpa mengalami ruda paksa, baik fisik maupun mental

3. Ibu sanggup merawat dan menyusui bayi

4. Suami istri berniat dan sanggup untuk melaksanakan keluarga berencana demi kesejahteraan keluarga.

Untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka perawatan dilakukan pemeriksaan dan pengawasan wanita selama masa kehamilannya secara berkala dan teratur agar bila timbul kelainan kehamilan gangguan kesehatan, sedini mungkin diketahui sehingga dilakukan perawatan yang cepat dan tepat Selain pemeriksaan dari segi mendik dan kebinanan perlu diperhatikan segi psikologik, sosial dan pendidikan.

- Segi Psikologik

Wanita hamil diharapkan selalu disertai perasaan aman dan tenang dalam menghadapi kehamilan dan persalinannya terutama pada primigravida dan para ibu yang pernah hamil mengalami satu penyakit dalam kehamiIan atau persalinannya yang lalu, perlu dapat dukungan moril dari petugas.

- Segi Sosial

Para wanita hamil dari golongan ekonomi rendah umumnya tergolong dalam kategori resiko besar karena kesehatannya tergolong kekurangan gizi, avitaminosis, dan berbagai penyakit menahun.

- Segi Pendidikan

Masa antenatal adalah masa yang tepat untuk memberi nasehat dan penerangan kepada ibu hamil mengenai pemeliharaan kesehatan ibu dan anak, serta motivasi kepada suami istri.

HYGIENE KEHAMILAN

Hygiene kehamilan ini dapat diartikan dengan kebersihan dan kesehatan wanita hamil. Kata hygene berasal dari (per: hygiene, Yunani = sehat) adalah ilmu yang berhubungan dengan masalah kesehatan serta berbagai usaha untuk mempertahankan atau memperbaiki kesehatan. Kebersihan pribadi meliputi perawatan diri sendiri, tata berbusana, mandi setiap hari dan berganti pakaian sesuai dengan keperluan. Disamping itu diharapkan tangan, kuku serta rambut harus selalu bersih dan mendapatkan perawatan tubuh dan pakaian dengan baik.

Kehamilan merupakan masa dimana tubuh seorang wanita mengandung sebuah sel telur yang dibuahi dan tumbuh menjadi janin yang cukup matang untuk dilahirkan. Yang perlu diperhatikan dalam hygien kehamilan adalah:

Kebersihan

Kebersihan ini meliputi kebersihan tubuh, pakaian dan Iingkungan:

a. Kebersihan Tubuh

- Rambut harus sering dicuci/keramas

- Gigi harus dipelihara/dirawat dengan baik, karena ibu hamil membutuhkan kalsium Iebih banyak untuk pertumbuhan janin.

- Payudara disiapkan untuk memberikan asi kepada bayi.

- Kebersihan vulva dijaga dengan selalu memakai celana yang bersih.

- Kebersihan kuku dijaga untuk menghindari bersarangnya kuman penyakit.

- Kebersihan kulit dengan mandi, dua kali sehari, memakai sabun supaya bersih dan untuk menyegarkan badan karena pembuluh darah terangsang dan badan merasa nyaman.

b Kebersihan Pakaian

Kebersihan pakaian supaya enak dipakai dan terhindar dari kuman kuman penyakit.

c. Kebersihan Iingkungan

Kebersihan Iingkungan merupakan pra kondisi untuk hidup sehat bagi masyaralcat. faktor lingkungan ini terdiri dari lingkungan fisik, biologi dan sosial.

Makanan

Untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa yang dikandungnya dibutuhkan zat-zat makanan yang cukup terutama protein hewan, mineral dan vitamin-vitamin.

Gerakan yang diperlukan

a. BerjaIan-jaIan pada pagi hari sambil menggerakkan otot-otot bagian tubuh yang dapat terkena sinar matahari.

b. Latihan—latihan sebelum melahirkan (senam hamil)

C. Gerakan ini dilakukan dengan harapan untuk dapat mempermudah persalinan , mencegah obstivasi, mempergiat kerja alat tubuh

4. Pakaian yang dipakai harus sesuai

Berpakaian harus dijaga, disesuaikan dengan pertumbuhan badan dan jangan memakai pakaian yang terlalu sempit atau terlaIu Ionggar.  Pakaian harus bersifat menahan bagian-bagian yang sedang bertambah besar seperti payudara, perut, dan panggul. Pemakaian sepatu, sendal, selop hendaknya yang bebas dan jangan memakai sepatu yang bertumit tinggi karena tidak dapat menanggulangi berat badan wanita hamil

5. Pekerjaan

Bagi wanita hamil boleh saja bekerja asal pekerjaan itu bersifat ringan, tidak melelahkan dan tidak mengganggu kehamilannya.

6. Istirahat dan Tidur

Istirahat sangat diperlukan bagi wanita hamil karena wanita hamil mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingga mudah terserang/jatuh sakit.

7. Pemeliharaan payudara

Dalam kehamilan payudara harus mendapatkan pemeliharaan sejak dini sebab payudara pada wanita hamil mengalami perubahan yaitu mengadakan persiapan untuk memproduksi makanan pokok (ASI) untuk janin setelah lahir nanti. Perawatan dilakukan agar dapat: terhindar dari kesukaran pada waktu laktasi dan menyusui bayi, membantu persiapan pembentukan ASI.

8. Ketenangan Jiwa/Rohani

Dalam satu kehamilan tidak saja keadaan jasmani wanita yang terpengaruh, juga keadaan rohaninya. Hal ini dapat dilihat dari perubahan tingkah lakunya yang tidak seperti biasanya. lebih peka, Iebih emosional mudah tersinggung dan mudah marah.

PERUBAHAN PERUBAHAN PADA IBU HAMIL

Berbagai hal yang berkaitan dengan persiapan calon ibu ketika akan melahirkan yakni perubahan akibat kehamilan, perawatan waktu hamil, memberikan petunjuk pada ibu hamil, latihan olahraga promotif dan senam hamil.

1. Perubahan Akibat Kehamilan

Adanya janin di dalam tubuh menyebabkan perubahan tertentu pada tubuh wanita itu sendiri. Perubahan itu sendiri sebenarnya untuk mengimbangi dan menyesuaikan diri dengan pertumbuhan janin. Perubahan ini terjadi sangat luas yang terjadi pada rohani dan jasmani.

a. Jasmani

Perubahan kulit, payudara, perut, alat kelamin, tekanan darah, dsb Namun sifatnya temporer artinya kembali setelah melahirkan.

b. Rohani

Ketegangan emosional yang dapat menyebabkan gangguan psikologis emosional dan berperan dalam kelainan klinis sehingga terjadi abotus, dsb.

2. Perawatan waktu hamil

Kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah yang menyangkut seluruh organ tubuh wanita. Agar persalinan lancar dan kondisi tubuh relatif tetap segar maka diperlukan kondisi kesehatan tubuh yang optimal. Memberikan petunjuk pada ibu hamil

Adapun yang dilakukan dalam hal ini adalah:

a. Mengajarkan sikap tubuh yang baik

b. Mengajarkan perkembangan bayi

c. Mengajarkan kemajuan kelahiran

d. Memberikan penjelasan tentang ASI

Prinsip dasar untuk memberikan pelajaran/latihan;

a Menjelaskan segala sesuatu dengan kata-kata yang sederhana

b. Latihan harus didemonstrasikan o!eh fisioterapis.

c. Bila latihan bersama (Class Exercise), maka harus didemonstrasikan oleh seluruh anggota secara bersamaan.

d. Masing-masing gerakan diiakukan selama 6-8 kali hitungan.

Latihan Olah Raga Promotif

Misalnya:

a. Massage Bayl

Berguna untuk memberikan rangsangan agar dapat tumbuh dan berkembang secara optima!.

b. Senam hamil

Untuk mempersiapkan fisik dalam proses kehamilan dan kelahiran.

c. Senam nipas

Untuk membantu produksi ASI dan mempercepat kembalinya fungsi tubuh agar segera beradaptasi dengan lingkungan kehidupan sehari-hari secara normal. Latihan olah raga promotif dimaksudkan untuk meningkatkan fisik yang dibutuhkan seseorang agar supaya organ tertentu yang akan mengalami tugas khusus sudah siap. -

5. Senam hamil

Sebelum melahirkan seorang calon ibu membutuhkan latihan-latihan tertentu yang berguna untuk:

a. Mempersiapkan otot-otot kaki untuk menyesuaikan berat badan ketika mengandung.

b. Melatih organ pernapasan agar dapat menyesuaikan perubahan keadaan perut sehingga bisa melakukan relaksasi dan kebutuhan minimum oksigen untuk tubuh dapat terpenuhi.

c. MeIatih otot-otot yang mengontrol sikap tubuh dalam menghadapi bertambahnya berat janin dan melatih kembali refleks postural.

d. Melatih otot-otot perut dan dasar panggul serta otot-Otot sekitar paha terutama bagian dalam agar dapat terkontrol kekuatannya.

e. Melatih calon ibu agar dapat mempersiapkan fisik maupun mental dengan relaksasi serta pengontrol kerja otot secara benar.

Senam hamil harus dilakukan secara bertahap yaitu:

a. Senam untuk kehamilan 0 —20 minggu = 1 — 5 bln (trimester I)

b Senam untuk kehamilan 20— 30 minggu = 5— 7 bIn (trimester II)

c. Senam untuk kehamilan 30 — 39 minggu = 7 — 9 bIn (trimester Ill)

Sebelum mengikuti senam hamil sebaiknya wanita bersangkutan berkonsutasi terlebih .dahulu dengan dokter yang merawatnya. Perlunya senam hamil dilakukan karena janin tumbuh semakin besar, terjadinya penguluran otot-otot perut, adanya penambahan berat badan sehingga otot-otot kami perlu bekerja sebagai penyanggah tubuh lebih kuat. membantu melatih pernapasan dan juga membantu relaksasi, untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan raga dalam menghadapi proses persalinan.Sebelum melakukan senam hamil FT harus menjeIaskan hubungan kehamilan dan manfaat serta tujuan senam hamil. Kegiatan ibu hamil berupa;

1. A.D.L : Terutama dalam hal berpakaian harus Ionggar jangan ketat sebab dapat mempengaruhi janin dalam kandungan. Kebersihan diri perlu diperhatikan terutama daerah Mammae, alat kelamin, pakaian dalam, juga pemakaian parfum dan sikat gigi.

2. POSTUR : Hal ini perlu pengerahan untuk mencegah LBP akibat pembesaran perutnya, sehingga perlu perbaikan posisi jalan, duduk dan berdiri lama serta pekerjaan yang mereka Iakukan dengan posisi awal duduk ke berdiri.

3. MAKANAN : Perlu diberikan makanan yang bergizi tinggi, jangan mengandung banyak minyak tetapi sifatnya agak kering karena saat itu ibu sering mual dan muntah. Makanan ringan selalu disiapkan, kurangi garam jika ada gejala udema pada tungkai dan tekanan darah tinggi, tambahan vitamin dan sayur-sayuran, buah-buahan agar optipasi dapat dicegah yang dapat memperburuk keadaan penderita jika terkena haemoroid.

4. EMOSI : Berikan waktu untuk rekreasi, dengan ceramah, hindari stress, hindari terjadinya kecelakaan yang cidera, hindari jalan jauh hingga lelah, konsultasi pada dokter dan bidan jika ada gangguan serta penggunaan obat tertentu yang dapat mengakibatkan cacat pada anak.

5. KETERAMPLAN : Dapat diberikan jahitan makramé untuk buat popok dan gurita bagi persiapan jabang bayinya dengan bermacam-macam motif sesuai dengan kesukaan ibu tersebut.

Kekuatan dalam Bermain Basket

Kekuatan dalam Bermain Basket

Kekuatan dalam Bermain BasketKekuatan (Strength)
M. Sajoto (1983 : 16) menggemukan bahwa faktor-faktor penentu prestasi olahraga diklasifikasikan ke dalan 4 aspek, yaitu aspek biologis, aspek psikologis, aspek lingkungan dan aspek penunjang. Dari ke 4 aspek yang dikaji adalah aspek biologis, salah satunya adalah fisik terutama kekuatan otot tungkai.
Kekuatan adalah kemampuan otot-otot atau sekelompok otot untuk mengatasi suatu beban atau tahanan dalam menjalankan aktivitas (Soedarminto, 1992 ). Kekuatan otot adalah salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting untuk peningkatan kondisi fisik secara keseluruhan. 1) Kekuatan adalah daya penggerak setiap aktivitas fisik. 2) Kekuatan adalah peran yang penting dalam rangka terhindarnya cedera. 3) Dengan kekuatan dapat digunakan untuk berlari, lempar, pukulan, tolakan dan untuk stabilitas sendi-sendi (Harsono, 1988 : 77). Kekuatan otot adalah kemampuan otot atau sekelompok otot untuk melakukan kerja dengan menahan beban yang diangkat (M. Sajoto, 1983 : 16). Lebih lanjut dikatakan kekuatan atau strength adalah kemampuan fisik yang mengangkat masalah kemampuan seorang atlet pada saat dalam waktu kerja tertentu (M. Sajoto, 1983 : 17). Kekuatan otot adalah kekuatan yang digunakan oleh sekelompok otot tubuh dalam satu kontraksi maksimal (Harsono, 1988 : 176). Strength adalah kemampuan otot tubuh untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan (Harsono, 1988 : 176

Anatomi Tungkai
Tungkai atas, yaitu dari pangkal paha sampai lutut, dalam istilah anatomi disebut femur. Tungkai bawah yaitu dari lutut sampai pergelangan kaki, dalam istilah anatomi disebut leg. Tungkai bawah ini terdiri dari dua tulang, yakni os tibia dan os fibula. Os tibia atau tulang kering kerangka yang utama dari tulang bawah dan berupa tulang pipa. Sedang os fibula atau tulang betis letaknya sebelah lateral tungkai bawah, berupa tulang pipa. Tempurung lutut terdapat diantara tungkai atas dan tungkai bawah.
Telapak kaki terdiri dari tarsalia, metatarsalia dan falanx. Tulang tarsalia mendukung beban berat saat berdiri dan berjumlah tujuh buah, yang secara kolektif dinamakan tarsus. Tulang-tulang metatarsalia hanya berjumlah lima buah dan berupa tulang pipa. Secara keseluruhan tulang-tulang tersebut berjumlah 31 buah yaitu :
1 Os koxa : tulang paha
1 Os femur : tulang paha
1 Os tibia : tulang kering
1 Os fibula : tulang betis
1 Os patella : tempurung lutut
7 Os tarsalia : tulang pangkal kaki
5 Os metatarsalia ; tulang telapak kaki
14 falanx : ruas jari-jari (PASI, 1995 : 4)

Otot-otot Tungkai
Pada umumnya otot dibagi menjadi 3 jenis yaitu : otot polos, jantung dan otot kerangka. Otot polos tidak mempunyai garis-garis melintang, sedang otot jantung dan otot kerangka mempunyai garis-garis melintang. Otot polos dan otot jantung dalam kontraksinya secara ritmik tanpa adanya persyarafan dari luar, disebabkan adanya sel-sel pengatur langkah “pacemaker” yang menimbulkan impuls secara spontan. Otot kerangka dalam kontraksinya karena adanya rangsangan saraf sebagai impuls menuju otot saraf motorik.
Otot akan menarik jika menerima rangsangan saraf dari pusat saraf atau otak memberitahukan untuk melakukan tarikan. Isyarat-isyarat ini dibawa oleh saraf yang terdiri dari sel-sel saraf yang khusus. Proses kontraksi yang kenyataannya dari suatu serabut otot dimulai pada saat serabut menerima impuls saraf elektris yang dihantar sel-sel saraf. Selain rangka tulang yang membentuk rangka tungkai, tungkai yang dibentuk oleh beberapa jaringan. Sebagian jaringan yang membentuk tungkai manusia adalah otot.
Dalam kontraksi otot sedirian, tetapi merupakan kelompok. Gerakan apapun yang diberikan merupakan hasil koordinasi gerakkan beberapa otot. Demikian halnya pada otot tungkai yang dalam melakukan kontrasi selalu dengan koordinasi antara otot satu dengan otot yang lain (Pearce Evelyn, 1986 : 21).

Kekuatan Otot Tungkai
Menurut M. Sajoto (1983 : 70) tubuh manusia terdiri dari banyak sekali jaringan otot masing-masing mempunyai fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Jaringan otot keseluruhan merupakan satu kesatuan yang cukup besar dan membentuk berat badan manusia.
James A. Baley (1986 : 16) menyebutkan ada 656 otot dan tulang dalam tubuh manusia, dan masing-masing mempunyai fungsi tertentu. Sedangkan Soekarman (1997 : 30) menerangkan bahwa untuk mencapai suatu prestasi dalam bidang olahraga disamping latihan rutin juga harus dipenuhi faktor-faktor lainnya. Faktor lain itu antara lain : Keadaan (somatic), umur, psikis, bentuk tubuh / hibitus
mempunyai arti yang besar dan dapat menimbulkan prestasi seseorang. Dengan memperhatikan hal tersebut diatas, seseorang yang ingin memperoleh prestasi optimal harus pula unsur-unsur genetis (faktor antropometri).

Bagaimana mengobati robekan otot

Muscle tear adalah kerobekan parsial atau lengkap dari serat otot yang disebabkan oleh dampak, cedera traumatik. Tidak hanya serat-serat otot yang terkena tetapi juga segala sesuatu di sekitarnya sebagai jaringan ikat di sekitar pembuluh darah.
Ada beberapa penyebab yang dapat menyebabkan robekan otot, ini adalah yang paling umum:

Sebuah upaya miskin atau kelelahan otot intens terjadi ketika olahraga terlampaui penggunaan otot. Continue reading

Diagnosis dan Pengobatan Pada Kanker Paru-paru

Apa itu?

Kanker Paru-paruKanker paru-paru adalah salah satu bentuk paling umum kanker yang mempengaruhi orang dewasa di Amerika Serikat, dapat dibagi menjadi kanker paru-paru sel kecil (SCLC) dan paru-paru non-sel kecil (NSCLC) kanker. Berbagai terakhir dapat diklasifikasikan menjadi adenocarcinoma, sel skuamosa dan sel besar. Perbedaan antara SCLC dan NSCLC adalah pendekatan yang dilakukan untuk mempelajari diagnosis dan rencana perawatan. EL SCLC cenderung menyebar luas dalam penampilan pertamanya dan dengan demikian nikmat penggunaan kemoterapi untuk pengobatan. Selanjutnya, NSCLC, dapat ditemukan di paru-paru pada saat kejadian pertama, yang mendukung penggunaan reseksi bedah dengan atau tanpa terapi radiasi sebagai pengobatan awal. Setiap jenis tertentu dari kanker paru-paru memiliki karakteristik sendiri, dan baru-baru, genetik sendiri, yang menciptakan harapan bagi pengembangan pengobatan baru. Adenocarcinoma paru-paru adalah bentuk kanker paru-paru.

Seperti semua kanker, adenocarcinoma adalah pertumbuhan sel abnormal. Sel-sel kanker berkembang biak tak terkendali dan membentuk tumor. Sebagai tumor tumbuh, ia menghancurkan bagian paru-paru. Seiring waktu, sel-sel tumor yang abnormal dapat menyebar (bermetastasis) ke bagian lain dari tubuh seperti kelenjar getah bening di dada dan bagian tengah itu, yang disebut mediastinum, hati, tulang, kelenjar adrenal dan organ lain termasuk otak. Continue reading