Search Results for: rangka extremitas atas

Anatomi Fungsional Bahu

Gerakan extremitas superior ini jauh lebih rumit dan kompelks dari pada extremitas inferior, hal ini dilihat dari macam gerakan yang bisa di lakukannya, banyaknya tulang dan sendi yang tersangkut, adanya koordinasi yang tinggi antar bagian-bagian tak langsung melalui  gelang bahu dengan demikia gerakan extremitas superior tergantung kepada posisi pada gerakan gelang bahu dan tubuh. Gerakan yang sempurna ini di sini lain juga merugikan yaitu dengan berkurangnya tingkat stabilitasnya. Untuk extremitas superior khususnya sendi bahu, sebenarnya stabilitas ini memang tidak terlalu dibutuhkan karena dia tidak diperlukan untuk menyangga berat badan seperti halnya pada tulang belakang dengan kemungkinan terjadinya trauma, penyakit atau patologis yang lain. Continue reading

Isometric Exercise – Kerja Otot Statik

Isometric Exercise

Isometric ExerciseLatihan isometrik merupakan bagian pertama dari pengobatan fisioterapi setelah injury atletik atau cidera olahraga, seperti sprain, kontusio, dislokasi, kerobekan tendon, osteosynthesis, atau fraktur yang diobati secara konservatif.

Latihan yang menyebabkan kontraksi otot secara individual atau group/kelompok tetapi tidak terjadi gerakan pada sendi dinamakan dengan latihan isometrik. Tidak ada kerja yang dihasilkan pada tipe kerja otot ini. Dalam rumus, kerja = gaya x jarak, dan latihan isometrik tidak menghasilkan komponen jarak. Meskipun demikian, derajat ketegangan yang dicapai adalah tinggi. Kerja otot statik ini bisa terasa sangat berat dan lelah. Kelelahan yang relatif cepat dari kerja otot statik dapat disebabkan adanya kompresi (penekanan) pada kapiler darah selama kontraksi otot, sehingga mencegah suplai oksigen yang cukup dan pelepasan sisa-sisa metabolisme. Kerja tersebut harus diselesaikan secara anaerobik. Continue reading

Pemanjangan Trunk dan Peregangan otot

Sebelum dilakukan latihan otot-otot, diperlukan pemanjangan otot dan mobilisasi sendi untuk persiapan penguatan otot, mengoreksi kurve torakal dan membebaskan gerakan fleksi, ekstensi, fleksi lateral, rotasi lumbal dan servikal yang dapat dilakukan sendiri setiap hari.

Pelaksanaaan
1. Pemanjangan torakal
a. Pasien tengkurap, dibawah dada di ganjal bantal sehingga punggung atas hyperekstensi, kedua bahu di buat asimetris. Ini lebih baik dari traksi.
b. Pasien miring, kurve cembung di bawah sebuah bantal kecil di ganjalkan pada apeks cembung, kedua lengan lurus di atas kepala, tungkai diletakkan di atas menyilang di belakang kaki kanan.
c. Pasien miring, kurve cekung di bawah, lalu bantal kecil di ganjalkan pada apeks cekung.
d. Pasien terlentang, pemanjangan otot leher (elevator, semispinalis, trapeseius atas. Continue reading

Kontraksi – Relaksasi Otot Rangka

Kontraksi - Relaksasi Otot RangkaKontraksi – Relaksasi Otot Rangka

Impuls listrik menyebar ke seluruh sel otot, sampai ke miofibril melalui Tubulus T. Impuls di Tubulus T menyebabkan ion Ca2+ keluar dari retikulum sarkoplasma. Ion Ca2+ yang sampai ke miofibril berikatan dengan Troponin C. Ikatan Ca2+ – Troponin C menyebabkan tropomiosin bergeser dan ‘binding site’ aktin untuk kepala myosin yg ditempati tropomiosin terbuka. Aktin berikatan dgn kepala miosin yg jg mengandung ATP-ase yg memecah ATP menjadi ADP sehingga menghasilkan energi untuk menggerakkan aktin ke arah garis M. (Kontraksi) Demikian seterusnya sampai impuls listrik berakhir dan ion Ca2+ dipompa kembali ke reticulum sarkoplasma sehingga tdk terjadi ikatan ion Ca2+ – troponin C dan terbukanya binding site untuk kepala miosin pd aktin krn tertutup oleh tropomiosin. (Relaksasi)

Sumber energi otot

ATP + air –> ADP + asam fosfat + 1200 kal
_ Fosfokreatin + ADP –> kreatin + ATP
_ Oksidatif fosforilasi
40 ATP dari bahan dasar glukosa atau FFA.
Membutuhkan oksigen; butuh waktu lama.
_ Glikolisis
tanpa oksigen 4 ATP dan asam laktat; lebih cepat

Kelelahan

Saat melakukan aktifitas otot menggunakan banyak energi dan oksigen. Kelelahan: otot, neuromuskular junction, system saraf pusat. Sering terjadi karena kelelahan otot: penumpukan asam laktat dan kehabisan energy serta oksigen. Dikenal mekanisme hutang oksigen. Oleh karena itu pada masa pemulihan dibutuhkan oksigen untuk oksidasi asam laktat menjadi asam piruvat, resintesis fosfokreatin dan membentuk ATP cadangan otot

Manual Terapi Regio Shoulder

1. Sendi Bahu: Caput humeri. Traksi – latero-ventro-cranial.

Pasien :Terlentang.
Terapis : Berdiri di sisi bagian yang diterapi
Fiksasi : Scapula difiksasi oleh berat tubuh pasien (ditiduri). Apabila memungkinkan dapat diflksasi menggunakan sabuk.
Pelaksanaan : Kedua tangan terapis memegang humerus sedekat mungkin dengan sendi, kemudian melakukan traksi ke arah Latero-ventro-cranial. Lengan bawah pasièn rileks disangga lengan bawah terapis.Lengan bawah terapis yang berlainan sisi mengarahkan gerakan.
Indikasi : Mobilisasi tidak langsung – non spesifik. Continue reading

Tulang belakang lumbal statis di bidang frontal

Dalam kasus ‘yang ideal’ panggul dan tulang belakang terletak simetris dalam garis lurus di pemandangan AP. Para tonjolan oksipital eksternal, proses spinosus, simfisis pubis, dan berbaring di garis tengah tulang ekor. Seperti kolom tulang belakang pengecualian dalam kehidupan nyata; orang hanya tidak menempatkan berat badan mereka secara simetris pada kedua kaki, tetapi berdiri dalam posisi santai di mana beban itu diambil terutama pada satu kaki. Selama berjalan, panggul terus ayunan dari satu sisi ke sisi lain. Hasilnya adalah terciptanya konstan pesawat miring. Perhatian utama dalam menilai ini adalah untuk menemukan bagaimana kolom tulang belakang bereaksi terhadap arah miring di bidang frontal. Continue reading

Gerakan Pasif Pada Sendi Lutut

Gerak pasif ekstensi (gb. 2) dan hiper-ekstensi (gb. 3)

a. Posisi pasien  :berbaring telentang dengan tungkai lurus

b. Pegangan     :tangan pasif memberi sanggaan pada sedikit di sebelah atas lutut bagian dorsal (ekstensi) atau pada sedikit disebelah atas lutut bagian ventral (hiper-ekstensi), tangan aktif memegang pada sedikit di atas pergelangan kaki.

c. Gerakan         : dengan tangan aktif, angkat tungkai bawah hingga maksimal.

d. Endfeel                  :keras

e. Tujuan                   :mengetahui ROM, nyeri gerak dan perubahan endfeel Continue reading

Jenis Cedera Olahraga Pada Extremitas Superior

Dislokasi ShoulderDislokasi Shoulder

Ciri khasnya adalah perubahan ukuran sendi, perubahan axis lengan yg dislokasi, & posisi tdk alamiah pd shoulder. Meskipun ada usaha dari atlit untuk mengoreksi tetapi akan kembali lagi ke posisi abnormal. Sering disertai oleh injury pd flexus brachialis atau n.axillaris atau n.muskulokutaneus. Paling sering terjadi injury adalah kombinasi dgn fraktur tuberculum majus.

Kondisi ini seringkali terjadi pada penunggang kuda yg tiba-tiba jatuh dari kuda, juga sbg akibat dari jatuh dlm posisi outstretch lengan, akibat dari melempar bola, akibat dari pukulan bola volly yang sangat kuat saat lengan berotasi jauh keluar, akibat dari bergulat, & akibat dari overekstensi lengan pd palang gimnastik.

Traumatic Periarthritis humeroscapular

Trauma langsung pd shoulder & area sekitarnya spt trauma akibat jatuh dari kuda, bantingan yudo, jatuh pd vollyball, gerakan melempar à dpt menyebabkan berkembangnya traumatic periarthritis humero-scapular. Continue reading

Aspek Biomekanik Dalam Olahraga

Aspek Biomekanik Dalam OlahragaASPEK BIOMEKANIK

Cidera olahraga terjadi karena adanya pembebanan/ penggunaan yang berlebihan, ketidaksiapan jaringan terhdp latihan à adanya stress pada jaringan. Stress adalah beban per unit area yang berkembang pada suatu bidang permukaan didlm suatu struktur sbg respon terhdp beban eksternal/internal. Beban eksternal adalah beban luar yang diterima oleh tubuh seperti gaya gravitasi, pukulan, benturan, dll. à dihasilkan oleh gaya.

Komponen strength, endurance, & power otot serta fleksibiltas sangat diperlukan pada beberapa cabang OR. Pada atletik lari 100 – 400 m membutuhkan kom-ponen strength & power yg tinggi. Pada OR marathon membutuhkan komponen enduran-ce yg tinggi. Pada OR senam lantai, gymnastik membutuhkan kom-ponen strength & fleksibilitas yg tinggi. Ketidaksiapan komponen2 diatas dapat memudahkan terjadinya cidera.

Keseimbangan tubuh sgt diperlukan pd beberapa cabang olahraga. Kurangnya keseimbangan dapat mempermudah terjadinya cidera, sebaliknya keseimbangan yg baik dapat membantu mencegah terjadinya injury. Kekuatan otot yg seimbang sgt mendukung terciptanya keseimbangan yg baik. Keseimbangan adalah penyesuaian tubuh yg merata terhdp beberapa gaya yg melawannya, & tubuh dlm keadaan seimbang.

Keseimbangan sgt dipengaruhi oleh stabilitas. Stabilitas adalah kemampuan tubuh untuk melawan gaya yg mungkin akan merusak keseimbangan. Stabilitas bergantung pada :

- Luas bidang tumpuan.

- Letak titik berat tubuh terhdp bidang tumpuan.

- Proyeksi titik berat tubuh ke dasar tumpuan.

- Berat tubuh Continue reading

Kontrol atas Tembakau

Ketika kita direndam selama bertahun-tahun merokok, ada datang suatu titik di mana Anda tidak tahu siapa yang memiliki kontrol atas yang, jika kita pada tembakau atau tembakau pada kami, dan yang berakar baik dalam hidup kita dan untuk menghabisi dan kami menyadari saat merokok kejang, yaitu bahwa kita harus ingat bahwa tembakau membunuh, dan ia melakukannya perlahan, sehingga Anda bisa mengendalikan kehidupan kita, dan saat itulah kami kalah, dan tidak ada cara untuk mengubah kembali dan berhenti saat kita inginkan. Continue reading