Search Results for: ruang lingkup pelayanan keperawatan di igd

Jurnal Kesehatan : Manajemen Unit Gawat Darurat pada Penanganan Kasus Kegawatdaruratan Obstetri di Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur Tanjung Balai

Oleh :

Nurhidayah A. Ritonga, Mubasysyir Hasanbasri

Latar Belakang

Undang-undang Nomor 32 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah telah menetapkan bidang kesehatan sebagai salah satu urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh kotamadya/kabupaten. Penyelenggaraan urusan wajib oleh daerah merupakan perwujudan otonomi yang bertanggungjawab sebagai pengakuan hak dan kewenangan daerah dalam wujud tugas dan kewajiban yang harus dipikul. Rumahsakit sebagai suatu organisasi yang khusus memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat harus dilihat sebagai suatu institusi yang sangat fital demi kelangsungan hidup manusia. Penanganan kasus gawat darurat pada setiap rumahsakit khususnya obstetri sering menjadi sorotan publik sebagai pengguna jasa pelayanan kesehatan yang sering merasa terabaikan dan tidak jarang berakhir pada kematian.

Kematian dan kesakitan ibu sebenarnya dapat dikurangi atau dicegah dengan berbagai usaha perbaikan dalam bidang pelayanan kesehatan obstetri. Pelayanan kesehatan tersebut dinyatakan sebagai bagian integral dari pelayanan dasar yang terjangkau seluruh masyarakat. Kegagalan dalam penanganan kasus kedaruratan obstetri umumnya disebabkan oleh kegagalan mengenal resiko kehamilan, keterlambatan rujukan, kurangnya sarana yang memadai untuk perawatan ibu hamil dengan risiko tinggi maupun pengetahuan tenaga medis, paramedis dan penderita dalam mengenal kehamilan resiko tinggi, secara dini, masalah dalam pelayanan obstetri, maupun kondisi ekonomi. Penyebab utama tingginya angka kematian ibu ialah adanya 3 terlambat (3T) yaitu terlambat mencari pertolongan, terlambat mencapai tempat tujuan dan terlambat memperoleh penanganan yang tepat setelah tiba ditempat tujuan.

Pelayanan gawat darurat bertujuan menyelamatkan kehidupan penderita, sering dimanfaatkan hanya untuk memperoleh pelayanan pertolongan pertama dan bahkan pelayanan rawat jalan. Pelayanan gawat darurat terdiri dari; falsafah dan tujuan, administrasi dan pengelolaan, staf dan pimpinan, fasilitas dan peralatan, kebijakan dan prosedur, pengembangan staf dan program pendidikan, evaluasi dan pengendalian mutu.

Alamat Download : http://lrc-kmpk.ugm.ac.id /id/UP-PDF/_working/No.13_Ritonga_04_07.pdf

Pengertian Distribusi Epidemiologi

A. PENGERTIAN EPIDEMIOLOGI
1. Pengertian Epidemiologi Menurut Asal Kata
Jika ditinjau dari asal kata Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 3 kata dasar yaitu EPI yang berarti pada atau tentang, demos yang berati penduduk dan kata terakhir adalalah logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi epidemilogi adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Sedangkan dalam pengertian modern pada saat ini EPIDEMIOLOGI adalah :
“Ilmu yang mempelajari tentang Frekuensi dan Distribusi (Penyebaran) serta Determinat masalah kesehatan pada sekelompok orang/masyarakat serta Determinannya (Faktor – factor yang Mempengaruhinya). Continue reading

Jurnal Kesehatan : PELAKSANAAN PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT OLEH BIDAN DESA DI KABUPATEN AGAM

Oleh :

Nurmalis, Widodo Wirawan, Kristiani

LATAR BELAKANG
Upaya kesehatan berbasis masyarakat dalam pelayanan kesehatan ibu dan bayi masih sangat kurang dan perlu dilakukan perbaikan, terutama di pedesaan. Penempatan bidan di desa sebagai tenaga kesehatan berperan sangat penting dalam mengatasi masalah tersebut. Mereka ditempatkan dan bertugas di desa yang mempunyai wilayah kerja satu sampai dua desa dalam melaksanakan tugas pelayanan medis baik di dalam maupun di luar jam kerja dan bertanggung jawab langsung kepada kepala puskesmas1 . Tujuan penempatan bidan desa ialah untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan posyandu dalam rangka menurunkan angka kematian ibu, bayi dan balita serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat 2. Tetapi, beban kerja bidan desa, khususnya di Kabupaten Agam, semakin
bertambah seiring peluncuran program perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) secara Nasional. Perkesmas merupakan bagian integral dari upaya kesehatan di puskesmas dan terintegrasi kedalam kelompok upaya kesehatan wajib maupun pengembangan. Tujuannya untuk pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat dan mempertimbangkan masalah kesehatan masyarakat yang mempengaruhi individu, keluarga, dan masyarakat.

Program Perkesmas yang seharusnya dilaksanakan oleh tenaga keperawatan, dilaksanakan oleh bidan desa karena keterbatasan tenaga perawat. Jumlah tenaga bidan di Agam sebesar 250 orang, 96 orang di antaranya ialah bidan desa, sedangkan jumlah perawat hanya 137 orang. Kondisi tersebut mendasari kebijakan program perawatan kesehatan masyarakat dilaksanakan oleh bidan.

Sejak penerapan Perkesmas oleh bidan, derajat kesehatan yang berkaitan dengan perawatan kesehatan masyarakat di Agam belum memenuhi target terutama untuk kasus bayi kurang gizi. Harapan yang belum tercapai dimungkinkan oleh kelemahan managemen meliputi input (tenaga, dana dan sarana) atau proses (pengelolaan) di tingkat puskesmas. Indikator untuk menilai mutu pelayanan kesehatan dapat dilihat dari tingkat kepatuhan atau compliance rate terhadap SOP (standard operational procedure). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan program Perkesmas oleh puskesmas di Kabupaten Agam. Mengetahui faktor input dan proses, mengetahui hubungan antara sumberdaya manusia, dana dan sarana, serta persepsi bidan tentang manajemen puskesmas dalam Perkesmas dengan kualitas pelayanan dan kualitas administrasi, dan mengetahui gambaran kualitas pelaksanaan Perkesmas dan cakupan pelaksanaannya.

Download selengkapnya di : lrc-kmpk.ugm.ac.id/id/UP-PDF/_working/No.7%20_Nurmalis_07_07.pdf

Desa Siaga

Desa SiagaDefinisi
Desa Siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Sebuah Desa dikatakan menjadi desa siaga apabila desa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) (Depkes, 2007).

Pos Kesehatan Desa
Poskesdes adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. UKBM yang sudah dikenal luas oleh masyarakat yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Warung Obat Desa, Pondok Persalinan Desa (Polindes), Kelompok Pemakai Air, Arisan Jamban Keluarga dan lain-lain (Depkes, 2007). Continue reading

Proses Terjadinya Penuaan

1. Biologi

a. Teori “Genetic Clock”;

Teori ini menyatakan bahwa proses menua terjadi akibat adanya program jam genetik didalam nuklei. Jam ini akan berputar dalam jangka waktu tertentu dan jika jam ini sudah habis putarannya maka, akan menyebabkan berhentinya proses mitosis. Hal ini ditunjukkan oleh hasil penelitian Haiflick, (1980) dikutif Darmojo dan Martono (1999) dari teori itu dinyatakan adanya hubungan antara kemampuan membelah sel dalam kultur dengan umur spesies Mutasisomatik (teori error catastrophe) hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam menganalisis faktor-aktor penyebab terjadinya proses menua adalah faktor lingkungan yang menyebabkan terjadinya mutasi somatik. Sekarang sudah umum diketahui bahwa radiasi dan zat kimia dapat memperpendek umur. Menurut teori ini terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel somatik, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan fungsional sel tersebut. Continue reading

Prinsip-prinsip Pemeriksaan Gangguan Alat Gerak

Prinsip-prinsip Pemeriksaan Gangguan Alat GerakManual terapi secara khusus berkaitan erat dengan diagnosis dan terapi gangguan-gangguan musculoskeletal atau disfungsi somatic. Disfungsi somatic dapat terjadi dengan berbagai cara dan mempunyai karateristik sebagai berikut:

Gejala: misalnya  nyeri, kelemahan,  kekakuan, nyeri tekan.

Perubahan jaringan lunak: misalnya ketegangan, elastisitas, bentuk atau tekstur.

Perubahan fungsi: kekuatan, daya tahan, koordinasi dan  mobilitas (sendi dan jaringan lunak).

Gangguan musculoskeletal sering menampakkan  gabungan karateristik diatas antara satu dengan yang lain sangat erat kaitannya. Fisioterapis (manual terapis?) harus menentukan problem utamanya sehingga dapat memberikan terapi yang tepat. Continue reading

Kondisi Yang Mempengaruhi Minat

Menurut Hurlock (1999), ada beberapa kondisi yang mempengaruhi minat, diantaranya :
1. Status Ekonomi
Status ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat mereka untuk mencakup hal yang semula belum mereka laksanakan. Sebaiknya, kalau status ekonomi mengalami kemunduran karena tanggung jawab keluarga tatu usaha yang kurang maju, maka orang cenderung untuk mempersempit minat mereka. Menurut Benyamin Luminto (1998), bahwa tingkat pencapaian pelayanan medis ditentukan oleh biaya yang meningkat, sehingga faktor ekonomi menjadi penyebab naik turunya tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama oleh si miskin. Continue reading

Pergerakan Sendi

Sendi digunakan untuk gerakan dan dukungan mekanis. Konformasi Nya secara langsung dipengaruhi pekerjaan mereka. Kita bisa memikirkan sendi sebagai padat atau cavitated (sinovial).

Sendi memungkinkan kita sinartrosis integritas padat atau struktural dan gerakan kecil, tidak memiliki ruang bersama dan kita sempurna dapat membedakan jaringan yang menempel pada ujung tulang. Ini bisa menjadi sendi berserat seperti jahitan tengkorak dan akar gigi dan rahang, atau mereka mungkin tulang rawan, seperti terlihat dalam sternum dan pubis (pubis)

Sendi sinovial untuk membalikkan bahwa ruang pertunjukan pertama bersama dan memungkinkan kita gelar besar gerakan. Ini di ujung-ujung tulang panjang diperkuat oleh kapsul fibrosa dikeraskan oleh ligamen dan otot. Kontur ruang bersama adalah datar kecuali dalam penyisipan tulang, yang lipatan yang berbulu. Para dibatasi ruang bersama oleh membran sinovial. Tulang rawan hialin merupakan jaringan tertentu untuk kemampuan mereka untuk mengusir permukaan tahan goncangan elastis untuk menjadi beban. Tulang rawan tidak memiliki suplai darah dan drainase limfatik atau persarafan. Tulang rawan hialin pada orang dewasa menunjukkan ketebalan berkisar antara 2 sampai 4 milimeter, lebih lebar di bagian keliling dari pada permukaan cekung dan bagian dari daerah pusat dari permukaan cembung.

Jurnal Kesehatan : Pelaksanaan Desa Siaga Percontohan di Cibatu, Purwakarta

Oleh

Taufik Noor Azhar, Eunice Setiawan, Dewi Marhaeni, Mubasysyir Hasanbasri

Latar Belakang
Indonesia memiliki angka kematian ibu tertinggi dibandingkan dengan negara-negara anggota Assosiation of South East Asian Nations. Faktor resiko komplikasi kehamilan dan cara pencegahan pada ibu hamil telah diketahui tetapi jumlah kematian ibu dan bayi masih tetap tinggi. Lima juta persalinan terjadi setiap tahun di Indonesia tetapi dua puluh ribu diantaranya berakhir dengan kematian. Pada tahun 1988, Indonesia melaksanakan Program Safe Motherhood yang secara aktif melibatkan sektor-sektor pemerintah, organisasi non-pemerintah dan masyarakat, serta badan-badan Internasional. Program ini ternyata cukup berhasil menurunkan angka kematian ibu dari 450 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 1985 menjadi 334 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 1997. Tetapi, pemerintah memiliki target nasional menurunkan angka kematian ibu sampai 125 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. Penurunan angka kematian ibu sesuai target nasional tentu belum dapat tercapai jika pemerintah hanya mengandalkan Program Safe Motherhood saja.

Propinsi Jawa Barat memiliki angka kematian ibu dan bayi masih lebih tinggi dibandingkan dengan angka nasional. Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2003 angka kematian ibu sebesar 321,15 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi sebesar 44,36 per 1000 kelahiran hidup. Upaya-upaya untuk mengendalikan angka kematian ibu dan bayi pun dilaksanakan seperti usaha pemeliharaan dan pengawasan antenatal sedini mungkin, serta persalinan yang aman dan perawatan masa nifas yang baik.

Kabupaten Purwakarta melaporkan bahwa pada tahun 2005 angka cakupan kumulatif K1 sebesar 81%, cakupan K4 baru mencapai 75%, kunjungan neonatus mencapai 62% dan persalinan oleh tenaga kesehatan baru mencapai 65%. Walaupun angka cakupan tersebut cukup baik namun masih belum mencapai target Standar Pelayanan Minimal K1 sebesar 90%, K4 sebesar 85%, kunjungan neonatus 80%, dan persalinan oleh tenaga kesehatan sebesar 80%. Kabupaten

Purwakarta memiliki 896 posyandu dengan ratio 4 sampai 5 posyandu per desa. Kader berjumlah 2.908 orang yang tersebar di 192 desa dengan ratio kader 2 sampai 3 kader per posyandu. Pengelolaan posyandu juga dilakukan oleh anggota masyarakat terutama kader, yang peduli terhadap masalah kesehatan di desa. Tetapi, akses ke sarana pelayanan kesehatan masih menjadi masalah bagi ibu-ibu hamil atau yang akan segera melahirkan karena jumlah polindes di Kabupaten Purwakarta hanya ada 8 unit saat ini. Selain itu, upaya kesehatan berbasis masyarakat yang secara spesifik terfokus pada ibu dan bayi belum ada sedangkan upaya kesehatan melalui Pos Obat Desa terdiri dari 14 unit, Saka Husada terdiri dari 6 unit, dan upaya kesehatan kerja terdiri dari 6 unit, masih bersifat pelayanan umum.

Download selengkapnya di lrc-kmpk.ugm.ac.id/id/UP-PDF/_working/No.19_Taufik_Noor_Azhar_07_07.pdf

Struktur Jantung

Struktur JantungSTRUKTUR  JANTUNG 

JANTUNG  Adalah  : organ otot terbagi atas 4 ruang  yang ditutupi oleh  3 lapis otot yaitu dari luar kedalam ; Pericardium, Myocardium dan Endocardium

 2 Ruang atas  yi; atrium kanan dan kiri yang dibatasi oleh Septum Interatrium  yang fungsinya :

 a. Menerima darah  à atrium kiri menerima darah dari sirkulasi pulmonal melalui vena pulmonalis dan atrium kanan menerima darah dari sirkulasi sistemik melalui vena cava superior dan Inferior

 b.  Memompa darah masuk ventrikel

2 Ruang bawah yi ; Ventrikel kanan dan kiri dibatasi oleh septum Interventrikel yang fungsinya ;

       a. Menerima darah dari atrium

       b. Memompa darah keluar jantung Continue reading