Search Results for: skema pembentukan urine

Inkontinensia Urin Akibat Partus

Proses pembentukan urine dan pengeluarannya setelah ditampung pada kandung kemih merupakan suatu rangkaian fungsi daripada system atau traktus orogenitalia yang saling berkaitan satu sama lain sehingga memerlukan pengetahuan tentang anatomi terapan yang sehubungan dengan kondisi tersebut. Adapun proses tersebut melibatkan fungsi dari organ seperti: Ginjal, Ureter, vesucaurineria dan uretra yang kesemuanya mempunyai fungsi tertentu dalam proses pembentukan urine sampai pada pengeluaran urine, demikian pula otot-otot tersebut terletak dibawah lapisan jaringan yang elastic dan tebal yang sebelah luar dilapisi jaringan ikat. Continue reading

Prosedur Pembentukan Perilaku

Sebagian besar perilaku manusia adalah operant respons. Untuk itu untuk membentuk jenis respons atau perilaku ini perlu diciptakan adanya suatu kondisi tertentu yang disebut operant conditioning.

Prosedur pembentukan perilaku dalam operant conditioning ini menurut Skinner adalah sebagai berikut :

a. Melakukan identifikasi tentang hal-hal yang merupakan penguat atau reinforcer berupa hadiah-hadiah atau rewards bagi perilaku yang akan dibentuk. Continue reading

Nyeri Bahu Pasca Pembedahan

Nyeri Bahu Pasca PembedahanPembedahan atas operasi sendi bahu biasanya dilakukan oleh adanya kerusakan struktur sendi yang sudah parah, sehingga tindakan konservatif tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.

Salah satu contoh pembedahan sendi bahu adalah shoulder arthrocopy, sering dilakukan pada kondisi misalnya: kerusakan labium glenoidalis, ruptur rotator cuff, ruptur tendon biceps bracialis, dan kondisi lain yang menurut ortoped menyatakan indikasi.

Problem pasca pembedahan biasanya akan diikuti : oedema, sekitar sayatan. Nyeri dan gangguan mobilisasi. Tanda ini merupakan respon normal yang bersifat fisiologis.

Respon fisiologis penyembuhan kemudian akan segera diikuti oleh beberapa fase yaitu:
- Fase pendarahan. Fase peradangan (oedema) menunjukkan adanya vasedilatasi.
- Fase fibroblas (proliferasi) menunjukkan adanya pembentukan fibrinogen pada hari ke-2 dan setelah hari ke-4 sudah terbentuk jaringan endotel
- Fase remodeling dengan proses fisiologis durasi 1-3 minggu pembentukan jaringan kolagen, durasi 2-3 minggu hingga 3 bulan terjadi remodeling. Durasi setelah 3 bulan pembentukan struktur secara normal.

Biasanya keluhan nyeri terjadi pada fase fibroblas dan awal remodeling. Keadaan ini aktivitas acceptor nyeri (nociceptor) berperan untuk mempertahankan keseimbangan fungsi vasodilatasi melalui keseimbangan vaso motor pada system sympathetic. Keluhan nyeri berangsur-angsur berkurang hingga pada fase remodeling akhir.

Apabila keluhan nyeri masih terjadi pada fase remodeling akhir yang sudah diikuti oleh tanda atau gejala sebagai berikut:
- masih adanya oedema
- hyperhidrosis atau hypohydrosis
- distrophic change
- vaso motor instability
- bone reabsortion
- decreated motor function

Maka aktivasi nociceptor dalam keadaan dis balance. Keadaan ini disebut dengan reflex symphatetic dystrophy syndrome. Maka hal ini sangat penting untuk dipahami mengingat intervensi secara rasional oleh fisioterapi berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan fisioterapi. Dalam menangani keluhan nyeri bahu pada umumnya dan kondisi pasca operasi pada khususnya.

Sifat nyeri dan keterbatasan gerak sendi bahu dapat menunjukkan pola yang spesifik yaitu: pola kapsuler dan bukan pola kapsuler. Pola kapsuler pada sendi bahu yaitu gerak eksorotasi paling nyeri dan terbatasan kemudian diikuti abduksi dan endorotasi, atau dengan kata lain: gerak eksorotasi lebih nyeri dan terbatas dibandingkan dengan gerak endorotasi. Bukan Pola Kapsuler sendi bahu yaitu keterbatasan nyeri yang dapat terjadi pada sebagian arah gerak atau ke segala arah tanpa mengikuti pola kapsuler.

Alasan Mengapa Fisioterapi Penting dalam Pemulihan Cedera Olahraga

Alasan Mengapa Fisioterapi Penting dalam Pemulihan Cedera OlahragaPembengkakan , rasa sakit dan kehilangan gerak adalah keluhan umum dari  cedera olahraga . Dalam rangka untuk mendapatkan kembali  gerakan  pasca-cedera  . Para ahli terapis  terlatih untuk melakukan latihan tertentu dan peregangan dimaksudkan untuk membantu proses pemulihan pada  bagian tertentu dari tubuh . Jadi, ada beberapa alasan mengapa fisioterapi penting dalam  pemulihan cedera olahraga ?

Identifikasi kelemahan

Terapis  adalah orang-orang yang melakukan setiap sesi terapi dan mereka dilatih untuk mengidentifikasi kekurangan/kelemahan dalam biomekanik tubuh kita . Hanya dengan melihat bagaimana tubuh bekerja akan membantu mereka untuk mengetahui bagian mana membutuhkan bantuan . Terapis juga dapat meresepkan latihan yang membantu pasca operasi dan membantu untuk memastikan pemulihan yang cepat .

Meningkatkan ROM

Pasca cedera atau pembedahan , berbagai gerakan  dalam sendi tertentu sangat terbatas karena adanya pembengkakan dan jaringan parut . Terkadang ada orang yang  sudah sangat parah dan tidak bisa melakukan gerakan. Sehingga , untuk mengatasi hal ini, perlu diberikan latihan . Fisioterapi akan membantu dengan memberikan latihan secara bertahap dengan melihat perkembangan pasien  . Hal ini juga membantu untuk mengembalikan gerakan sendi dan memperkuat otot-otot sekitarnya . Continue reading

Setiap Jenis Jerawat Butuh Perlakuan yang Berbeda

Setiap Jenis Jerawat Butuh Perlakuan yang BerbedaSetiap dari kita ingin memiliki kulit halus dan jelas.  Jerawat menghancurkan impian kulit halus dan jelas. Namun, kami mulai mencari obat sekali kita berpikir hal-hal telah keluar dari tangan.

Pembentukan jerawat dapat terjadi pada setiap bagian tubuh, tetapi bagian yang paling terkena dampak dada, punggung dan sayangnya wajah. Anda harus mulai mengobati jerawat secara sadar bukannya mulai penggunaan obat bebas, dari yang komposisi kimia Anda tidak memiliki pengetahuan tentang. Ini adalah alasan Anda harus mendapatkan semua hal yang Anda butuhkan untuk mengetahui tentang jerawat sebelum Anda mulai memperlakukannya. Continue reading

Terapi Medik Bagi Penderita Osteoporosis Pasca Menopause

Terapi Medik Bagi Penderita Osteoporosis Pasca MenopauseOsteoporosis adalah penyakit yang melemahkan tulang, meningkatkan risiko patah tulang tiba-tiba dan tak terduga. Secara harfiah berarti “tulang keropos,” hasil dalam meningkatkan hilangnya massa tulang dan kekuatan.

Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala atau rasa sakit. Umumnya, osteoporosis tidak ditemukan sampai tulang lemah menyebabkan patah tulang yang menyakitkan (kerusakan tulang) biasanya di belakang (menyebabkan sakit punggung kronis) atau pinggul. Sayangnya, setelah Anda memiliki patah tulang osteoporosis, Anda berisiko tinggi mengalami lain. Patah tulang ini bisa melemahkan. Untungnya, ada langkah yang dapat diambil untuk mencegah osteoporosis dari yang pernah terjadi. Perawatan juga dapat memperlambat laju kehilangan tulang jika Anda mengalami osteoporosis. Continue reading

Pemeriksaan Panjang Otot dan Penguluran

1. a. Orientasi /tes : Adductores Terapi Adductores

Biarticular Adductores

* Semimembranosus

* Semi Tendinosus

*Gracilis

Monoarticular Adductores

* Adductor Magnus

* Adductor Brevis

* Adductor Longus

b. N. Passif Abduksi 40 derajat + 10 derajat

Pemeriksaan Panjang Otot dan Penguluran Continue reading

Etiologi Diabetes Melitus

Pengertian

Diabetes adalah suatu penyakit karena tubuh tidak mampu mengendalikan jumlah gula, atau glukosa, dalam aliran darah. Ini menyebabkan hiperglikemia, suatu kadara gula darah yang tingginya sudah membahayakan. Faktor utama pada diabetes ialah insulin, suatu hormon yang dihasilkan oleh sel khusus di pancreas. Insulin memberi sinyal kepada sel tubuh agar menyerap glukosa. Insulin, bekerja dengan hormone pancreas lain yang disebut glukagon, juga mengendalikan jumlah glukosa dalam darah. Apabila tubuh menghasilkan terlampau sedikit insulin atau jika tubuh tidak menanggapi insulin dengan tepat terjadilah diabetes. Diabetes biasanya dapat dikendalikan dengan makanan yang rendah kadar gulanya, obat yang di minum, atau suntukan insulin secara teratur. Meskipun begitu, penyakit ini lama kelamaan minta korban juga, terkadang menyebabkan komplikasi seperti kebutaan dan stroke. Continue reading

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi

Pengertian Status Gizi

Status gizi adalah ukuran keberhasilan dalam  pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrien. Penelitian status gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data antropometri serta biokimia dan riwayat diit (Beck, 2000: 1). Continue reading

Stretching Otot Hamstring

Stretching otot hamstring

Stretching otot hamstringOtot hamstring merupakan suatu group otot pada sendi pada(hip joint) yang terletak pada sisi belakang paha yang berfungsi sebagai gerakan fleksi lutut, ekstensi hip, serta gerakan eksternal dan internal rotasi hip. Group otot ini terdiri atas M. Semimembranosus, M. Semitendinosus, dan M. Biceps Femoris. Otot hamstring merupakan jenis otot tipe I atau tonik, dimana bila terjadi suatu patologi maka otot tersebut akan mengalami penegangan dan pemendekan atau kontraktur. Panjang otot hamstring berkaitan erat dengan fleksibilitas otot, dimana bila suatu otot mengalami pemendekan maka fleksibilitas otot tersebut juga akan menurun.

Fleksibilitas merupakan kemampuan otot untuk memanjang/mengulur semaksimal mungkin sehingga tubuh dapat bergerak dengan ROM yang maksimal tanpa disertai dengan rasa tidak nyaman/nyeri. Fleksibilitas merupakan factor penting untuk melakukan suatu gerakan baik dalam berolahraga ataupun aktivitas fisik lainnya. Akan tetapi, pekerjaan yang berat atau latihan fisik yang keras, koordinasi gerakan yang buruk, postur yang jelek, kurang aktivitas/gerak, gerakan yang monoton dan atau gerakan satu arah, cedera dan nyeri dapat membuat otot mengalami pemendekan, stiffness dan tightness.

Setiap individu dengan fleksibilitas yang baik pada shouldernya, belum tentu memiliki fleksibilitas yang baik pula pada lower back ataupun otot hamstringnya. Ketika otot bekerja secara intensif, respon otot lebih cepat untuk mengalami pemendekan. Jika otot tersebut tidak segera di stretch setelah bekerja, otot tersebut akan tetap memendek, tightness dan membuat otot pada sendi sisi yang berlawanan bekerja lebih keras. Hal ini akan membuat otot yang bekerja lebih sedikit menjadi lemah. Jika otot yang memendek tetap dibiarkan, pola jalan seseorang akan ikut berubah. Ini berarti gerakan pada sendi akan terganggu/terbatas, dan pembuluh darah terjepit-sirkulasi terganggu. Cepat atau lambat akan muncul berbagai gejala sebagai akibat dari tightness otot tersebut seperti: kaku jika kita duduk dalam waktu yang lama dan merasa ingin berdiri lalu bergerak, letih dan sakit saat bergerak atau saat istirahat, serta kram.

 Adanya pemendekan pada otot-otot tubuh, terutama otot hamstring, banyak didapati pada masyarakat tanpa disadari. Akan tetapi, cepat atau lambat akibatnya akan dirasakan antara lain nyeri pada area hip, dan nyeri samar pada daerah paha, perut dan pinggang, menjalar turun ke bagian depan atau belakang dari tungkai atas dan bawah. Otot yang mengalami pemendekan harus di stretch ke ukuran panjang otot yang normal dan mengembalikan fleksibilitasnya. Untuk mengatasi masalah pemendekan dan gangguan fleksibilitas yang terjadi serta meningkatkan kerja otot hamstring secara optimal, maka dibutuhkan suatu terapi/latihan yang bersifat mengulur jaringan/otot yang mengalami kontraktur/pemendekan serta mengembalikan fleksibilitas otot tersebut yang dikenal dengan istilah stretching.

Sebenarnya stretching merupakan suatu bentuk terapi yang ditujukan untuk memanjangkan otot yang mengalami pemendekan atau menurunnya elastisitas dan fleksibilitas otot baik karena faktor patologis(trauma, infeksi, dsb) maupun yang bersifat fisiologis, yang menghambat lingkup gerak sendi normal yakni berupa kontraktur, perlekatan, pembentukan jaringan parut yang mengarah pada pemendekan otot, jaringan konektif dan kulit serta mobilitas jaringan lunak di sekitar sendi. Banyak metode ataupun teknik yang dapat digunakan dalam melakukan stretching, diantaranya auto stretching dan contract relax stretching.

Auto stretching adalah suatu metode penguluran/stretching yang biasa dilakukan pada otot-otot postural sebagai suatu latihan fleksibilitas yang dilakukan secara aktif oleh klien/pasien. Active stretching meningkatkan fleksibilitas secara aktif dan menguatkan otot agonis. Alasan penerapan teknik ini adalah bahwa kontraksi isotonik yang dilakukan saat auto stretching dari otot yang mengalami pemendekan akan menghasilkan otot memanjang secara maksimal tanpa perlawanan. Pemberian auto stretching yang dilakukan secara perlahan juga akan menghasilkan peregangan pada sarkomer sehingga peregangan akan mengembalikan elastisitas sarkomer  yang terganggu. Pada saat melakukan auto stretching, otot antagonis(group otot pada sisi yang tidak di-stretch) dan otot agonis(otot yang akan di-stretch) keduanya relax. Secara perlahan dan lembut, gerakan tubuh meningkatkan tekanan pada group otot yang akan di-stretch. Tekanan pada otot agonis saat peregangan secara aktif akan membuat otot mudah terulur, dimana muscle spindle tidak terstimulasi optimal dan stimulasi optimal terjadi pada golgi tendon, sehingga akan diperoleh suatu penguluran yang berarti. Prinsip utama dari auto stretching membantu pasien bergerak lebih mudah dan lebih baik sehingga tidak akan terjadi kerobekan pada otot jika stretching dilakukan dengan perlahan dan lembut.

Contract relax stretching merupakan salah satu teknik dalam proprioceptive neuromuscular fascilitation (PNF) yang melibatkan kontraksi isometric dari otot yang mengalami spasme/ketegangan yang diikuti fase relaksasi kemudian diberikan stretching secara pasif dari otot yang mengalami ketegangan tersebut. Biasanya contract relax stretching ditujukan pada otot-otot mobilitas. Alasan penerapan teknik ini adalah bahwa kontraksi isometrik yang diberikan sebelum stretching dari otot yang mengalami ketegangan akan menghasilkan rileksasi sebagai hasil dari autogenic inhibition. Pada contract relax stretching, ketika otot berkontraksi mencapai initial stretch, maka kebalikannya stretch reflex membuat otot tersebut menjadi relaksasi(reverse innervation), dimana relaksasi ini membantu menurunkan berbagai tekanan dan siap untuk melakukan peregangan selanjutnya.

Dengan menggunakan metode auto stretching untuk menambah panjang otot hamstring diharapkan terjadinya pemanjangan otot hamstring yang lebih maksimal dibandingkan dengan contract relax stretching.